Kotak Pesan

Nomor Pesan
:
4259
Tanggal
:
Selasa, 13 Juni 2006
Nama
:
Atoilah
Profesi
:
Pedagang
Topik
:
Anarki & idola kaum remaja ?
Isi Pesan
:
Ketika kecil anak2 saya suka banget main perang2an gara2 nonton Arnold "Rambo" Zwarzeneger. Sekarang mereka SMP, diam2 sering ikut "meramaikan" demo ormas2, ormas apa saja terutama kalau peserta demonya berani dan jagoan. Anak saya dan teman2nya sering membolos sekolah kalau diajak demo oleh orang dari ormas2 tertentu idola mereka. Anak2 ini merasa ikut jadi pahlawan kalau kelompok pendemo berani dan menang ngelawan polisi & tentara. Katanya seperti pahlawan tempo dulu menang ngelawan Belanda.
Untuk melarang mereka bergaul dengan kelompok ormas militan agak sulit, soalnya kami tinggal di daerah Tanah Abang dan banyak remaja setempat ikut jadi anggota ormas militan itu. Penampilan mereka memang cenderung jadi pemberani, jagoan. Kayaknya anak2 saya diam2 meng-idola pemuda2 militan ini, karena sering melintas di depan mata. Di mata anak2 ini mereka adalah jagoan, pahlawan, pemberani......mirip kayak Arnold Zwarzeneger....
Gimana saya harus berbuat, saya minta komentar saudara2 sekalian.
 
Nomor Pesan
:
4258
Tanggal
:
Selasa, 13 Juni 2006
Nama
:
DICKY FIRMANSYAH
Profesi
:
PELAJAR
Topik
:
kritik & saran
Isi Pesan
:
pak SBY mengapa sih peraturan yang dibuat oleh pemerintah selalu tidak diperhatikan oleh masyarakat dan kenapa orang-orang dibagikan dan SLT itu khan sama aja pemerintah mengajak para orang miskin untuk males dalam mencari uang dan buat apa cari uang kalau setiap bulan dikasih duit oleh pemerintah? harusnya pemerintah membuat lapangan kerja supaya para orang miskin ini tidak males untuk bekerja dan sekaligus diberi pelatihan kerja supaya nantinya ketika para infestor asing datang untuk membuat sebuah lapangan pekerjaan para orang miskin ini tidak kaget dan siap menerima pekerjaan apapun nantinya

sekian dari saya kurang lebihnya mohon maaf semoga bapak presiden dapat memperhatikan kritik dan saran saya ok...........

By :
Dicky Firmansyah

pelajar SMA I CIAMPEA BOGOR
 
Nomor Pesan
:
4255
Tanggal
:
Selasa, 13 Juni 2006
Nama
:
Jiman - Ponorogo
Profesi
:
Sopir angkudes
Topik
:
Korupsi & penyalah-gunaan dana pembangunan.
Isi Pesan
:
Bapak SBY yth.
Bagi skala nasional, keluhan kami ini hanya masalah kecil. Tetapi dari contoh yang kecil-kecil ini bisa ditarik kesimpulan masih adanya korupsi dan KKN di lingkungan pemerintahan daerah. Contohnya adalah terkatung-katungnya realisasi pembuatan jalan tembus Gadungan-Sware yang menghubungkan desa Gadungan, Plunturan, Kecamatan Pulung ke bagian ruas jalan raya Kesugihan-Jenangan-Ponorogo (masuk wilayah desa Sware). Jalan tembus sepanjang 2,5 Km ini pernah dijanjikan oleh team sukses SBY-Kalla ketika berkampanye di sekitar Ponorogo. Kami yakin dana sudah diturunkan oleh pusat (Jakarta atau Surabaya), tetapi disalah-gunakan untuk kepentingan lain. Semua itu karena sistem kontrol pemerintah pusat tidak sampai menyentuh wilayah pelosok seperti desa Gadungan ini. Camat, kepala desa dan aparat terkait menjadi leluasa "membelokkan" dana-dana tersebut untuk kepentingan lain atau untuk kepentingan pribadi. Makin tinggi jabatannya makin besar yang jumlah diselewengkan. Buktinya, kondisi jalan-jalan raya, jalan lingkungan, jalan desa dan prasarana umum lain di Ponorogo sudah lama rusak parah tanpa ada tanda-tanda akan segera diperbaiki. Sudah lebih dari 4 kali Lebaran ini pemudik yang pulang kampung ke Ponorogo harus menikmati jalan yang rusak semakin parah dan sarana transportasi yang semakin enggan untuk bergerak.
Demikian keluhan kecil dari masyarakat Ponorogo, khususnya warga desa Gadungan, Plunturan, Kecamatan Pulung. Semoga Bapak berkenan segera menurunkan staf pembantu terkait, untuk segera menertibkan masalah kronis di pedesaan ini sebelum menjadi lebih parah dan berlarut-larut. Matur nuwun Bapak.
 
Nomor Pesan
:
4254
Tanggal
:
Selasa, 13 Juni 2006
Nama
:
H.Imam Basoeki
Profesi
:
Pengajar
Topik
:
Kebebasan beragama.
Isi Pesan
:
Saya setuju pernyataan pak SBY akan menindak tegas aksi-aksi anarki yang semakin sering dilakukan oleh kelompok-kelompok massa tertentu. Sekalian saja bapak tertibkan ulah mereka yang dengan mengatas-namakan Islam mengganggu ibadah pemeluk agama lain. Saya kebetulan tinggal tidak jauh dari kegiatan ibadah Nasrani yang dibubarkan oleh massa berjubah putih tersebut. Kebetulan para peserta ibadah tersebut banyak yang saya kenal baik dan mereka kenal saya juga dengan baik. Sedangkan kelompok massa yang menyerbu tersebut tak satu pun yang saya kenal dengan baik. Ada satu-dua yang seingat saya mereka bukan orang baik-baik. Saya menjadi serba-salah dengan peristiwa penyerbuan dan pembubaran ibadah tersebut. Jangan-jangan saya dan teman-teman Muslim yang lain setuju atau mendukung aksi anarki tersebut. Padahal sama sekali kami tidak tahu-menahu. Kami sendiri juga tak habis berpikir apa yang dikawatirkan oleh orang-orang yang mengaku pembela Islam tersebut terhadap kegiatan ibadah Nasrani tersebut. Yang saya dengar alasan mereka takut dengan pengaruh kristenisasi. Padahal untuk apa takut kalau iman kita cukup memadai.Tidak perlu takut, Islam adalah agama yang benar dan mengajarkan kebenaran. Kalau kalian meneruskan aksi-aksi anarki dan membubarkan umat lain beribadah, hal itu justru merugikan nama Islam di mata pemeluk agama lain. Mempermalukan diri sendiri. Bukankah itu mencerminkan kekerdilan dalam berpikir, atau jangan-jangan pemahaman Islam mereka sangat tipis...
Sekali lagi salut kepada sikap tegas pemerintah dan pak SBY untuk segera menindak kelompok-kelompok ekstrim yang menyalah-gunakan agama Islam untuk pembenaran aksi-aksi anarki mereka. Jangan biarkan lebih lama lagi umat Muslim dan tokoh-tokoh Muslim tertentu terkecoh dengan aksi-aksi yang tidak benar tersebut, hanya karena mereka berkedok jubah putih dan kopiah.
 
Nomor Pesan
:
4253
Tanggal
:
Selasa, 13 Juni 2006
Nama
:
Rinardi
Profesi
:
PNS
Topik
:
Cari PP 66 Tahun 2006
Isi Pesan
:
Redaksi Yth.

Tolong dimuat dalam website SBY mengenai Peraturan Presiden No 66 Tahun 2006 mengenai reorganisasi di lingkungan Departemen Keuangan. Terima kasih.
 
Nomor Pesan
:
4251
Tanggal
:
Selasa, 13 Juni 2006
Nama
:
Agus
Profesi
:
PNS
Topik
:
tanya
Isi Pesan
:
Apakah tahun 2006, PNS mendapatkan Gaji ke 13? Terimakasih informasinya
 
Nomor Pesan
:
4246
Tanggal
:
Senin, 12 Juni 2006
Nama
:
WELY
Profesi
:
Ketua Presidum LSM
Topik
:
Segera Dikeluarkan Juknis
Isi Pesan
:
Yth, Bpk Presiden RI
Kaitan dikeluarkan PP 34 Th 2002 yg merupakan Peraturan Pelaksana dari UU No. 41 Th 1999 serta dikeluarkan PERMENHUT NO. 26/ MenHut - II/ 2005, karena Polisi di daerah menangkapi rakyat kecil / Pengusaha Kecil , karena rakyat mengangkut kayu rakyat jenis sengon tanpa dilengkapi SKSHHH tapi hanya membawa Surat Keterangan Asal Usul dari Kepala Desa dimana kayu ditebang, ditangkap dan ditahan serta Jaksa Mengancam akan menyita kendaraan. Fakta Perhutani di daerah tsb tidak memiliki hutan sengon karena berlebihan adanya attensi KAPOLRI dan Jaksa Agung RI,dan dianggap illegal logging . Kami berharap kepada Yang Mulia Bapak Presiden agar dapatnya memerintahkan MENHUT segera mengeluarkan JUKNIS agar Pengusaha Kecil di Daerah tidak resah karena aturan sudah tegas, untuk kayu yang berasal dari Hutan Negara bila diangkut harus dilengkapi SKSHHH, tapi jika mengangkut kayu rakyat dengan SKAU yang dikeluarkan Kepala Desa atau Dinas Kehutanan yg ditunjuk !! Tolong Bapak, supaya masyarakat di daerah tidak resah tentunya sesuai janji Bapak saat kampanye , kebijakan Bapak akan berpihak kepada masyarkat kecil, maunya cari untung malah buntung !!
 
Nomor Pesan
:
4245
Tanggal
:
Senin, 12 Juni 2006
Nama
:
Gusti B.J Alamsyah
Profesi
:
Kary. BUMN
Topik
:
Berantas KKN
Isi Pesan
:
Yth.Bp.SBY : Saya sbg warga bangsa bangga dengan kemauan keras bapak untuk memberantas KKN di muka bumi ini. Maju terus pak, semoga hidayah Allah sll tercurah kepada bapak & kita semua. Amin ....
 
Nomor Pesan
:
4244
Tanggal
:
Senin, 12 Juni 2006
Nama
:
Dedek
Profesi
:
Pegawai Negeri
Topik
:
Pegawai Negeri tidak efisien
Isi Pesan
:
Pak SBY Yth, saya pegawai negeri baru, terus terang tidak betah menjadi abdi negara. Bukan harena masalah income yang sudah sejak melamar sudah saya sadari, tetapi karena menyaksikan dan merasakan sendiri betapa tidak efisiennya organisasi pemerintahan di tempat saya. Fenomena pegawai datang siang, duduk mengobrol, dan pulang cepat ada di depan mata kepala saya sendiri, dan saya sakit hati, karena pajak-pajak yang pernah saya bayarkan ternyata hanya untuk membiayai mereka para penganggur terselubung. Meski saya juga tidak bisa menyalahkan mereka sepenuhnya, karena ternyata memang organisasilah yang terlalu gemuk, tidak sepadan dengan tugas-tugas yang diusung. Mestinya organisasi bisa lebih efisien hanya dengan beberapa orang saja, namun karena pegawai terlalu banyak, ya jadilah banyak pula penganggur terselubung berstatus pegawai negeri. Saya niatkan secara ikhlas untuk bekerja di pemerintahan, pak, tetapi akhirnya saya malah menambahkan pengangguran terselubung itu karena ketidakefisienan organisasi. Kira-kira bagaimana solusinya, pak?
 
Nomor Pesan
:
4240
Tanggal
:
Senin, 12 Juni 2006
Nama
:
Syamsul Anwar
Profesi
:
pelajar
Topik
:
perumahan dinas DPR
Isi Pesan
:
Asalamualaikum WArahmatullah Wabarakatuh Bapak presiden yang terhormat. saya ingin mengimformasikan masalah perumahan DPR di mataram, NTB .dimana perumahan DPR yang ada di wilayah kami mataram tidak pernah di tempati di karnakan para anggta DPR lebih memilih mengambil uang rumah sebesar 30 juta/tahun dan yang sangat disayangkan sekarang perumahan tersebut keadaanya sangat memperihatinkan karna tidak pernah di urus dan di rawat,anggota DPr lebih memilih menyewa rumah yang rata-rata pertahun di bawah 30juta yang jadi pertanyaan apakah memang ada aturan pemerintah memberikan 30 juta/tahun untuk tempat tinggal anggota DPR dan kalau memang ada pasti mereka memilih menyewa dengan harga jauh lebih murah.saya sangat menyayangkan rumah yang sudah didirikan tetapi tidak di tempati dan akhirnya sekarang rusak. mohon bapak tindak lanjuti jangan sampai menjadi anggota DPR mempunyai motip untuk mendapatkan keuntungan dengan modal yang di keluarkan yang jumlahnya tidak sedikit fenomena ini banyak sekali terjadi mereka berlomba menjadi Anggota DPR hanya karna mencari keuntungan belaka. mohn bapak presiden untuk meninjau keadaan angggota DPR di Mataram NTB. terima kasih dan SELAMAT BERJUANG BAPAK NEGARAKU TERCINTA