Arsip
| « | Februari 2010 | » | ||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | ||||||
PERNYATAAN PERS
KUNJUNGAN (KENEGARAAN) PRESIDEN RI DAN IBU NEGARA
KE AUSTRALIA DAN PAPUA NUGINI
9 – 12 MARET 2010
KUNJUNGAN (KENEGARAAN) KE AUSTRALIA, 9-11 MARET 2010
Presiden RI, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono dan rombongan pada Senin malam tanggal 8 Maret 2010 akan bertolak ke Canberra, Australia untuk mengawali kunjungan (kenegaraan) ke Australia dan Papua Nugini. Presiden akan berada di Australia sampai tanggal 11 Maret 2010. Selanjutnya Presiden akan berkunjung ke Papua Nugini tanggal 11-12 Maret 2010.
Kunjungan ke Australia ini, semula direncanakan pada bulan November 2009 setelah menghadiri KTT APEC di Singapura. Namun karena padatnya kegiatan Presiden di dalam negeri, kunjungan itu ditunda.
Selama di Australia, Presiden Yudhoyono akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Jenderal Persemakmuran Australia dan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Kevin Rudd, dimana kedua pemimpin akan membicarakan hubungan dan kerjasama bilateral serta isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian masyarakat dunia.
Presiden Yudhoyono dijadwalkan akan menerima Ketua Oposisi, Hon. Tony Abbot dan menyampaikan pidato di hadapan sidang gabungan Parlemen Australia di Canberra serta melangsungkan forum bisnis dengan para pengusaha di Sydney.
Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional mengatakan:
“Kunjungan kenegaraan Presiden Yudhoyono ke Australia mempunyai arti yang strategis untuk menjaga momentum peningkatan hubungan yang selama ini dibangun. Australia adalah negara yang sangat penting bagi Indonesia. Presiden Yudhoyono ingin membangun hubungan kerja yang konstruktif serta hubungan pribadi yang erat dengan PM Rudd. Banyak kerjasama yang dapat dilakukan oleh Indonesia dan Australia, seperti dalam bidang ekonomi, lingkungan hidup dan perubahan iklim serta pembangunan”.
KUNJUNGAN (KENEGARAAN) KE PAPUA NUGINI, 11-12 MARET 2010
Dari Sydney, Presiden Yudhoyono akan melanjutkan kunjungan (kenegaraan) ke Papua Nugini yang akan berlangsung tanggal 11-12 Maret 2010. Kunjungan Presiden Yudhoyono merupakan kunjungan Presiden RI yang kedua sejak dibukanya hubungan diplomatik dengan Papua Nugini tahun 1975. Kunjungan pertama dilakukan oleh mantan Presiden RI, alm. Soeharto tahun 1979. Sementara PM Papua Nugini Rt. Hon. Grand Chief Michael T Somare telah dua kali melakukan kunjungan kerja ke Indonesia, yaitu saat pertemuan UNFCCC di Bali bulan Desember 2007 dan pertemuan CTI Summit di Manado bulan Mei 2009.
Indonesia-PNG memiliki hubungan yang sangat strategis, terutama karena wilayah kedua negara berbatasan langsung. Kondisi tersebut rawan menimbulkan masalah perbatasan. Namun isu tersebut selama ini berhasil ditangani melalui forum Joint Border Committee yang dilangsungkan setiap tahunnya. PNG tercatat senantiasa konsisten mendukung integritas NKRI dan dalam isu-isu lainnya di forum regional maupun internasional.
Kunjungan kenegaraan Presiden Yudhoyono ke Papua Nugini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral kedua negara, terutama di bidang ekonomi dan perdagangan yang memiliki potensi besar untuk ditingkatkan.
Selama di Papua Nugini, Presiden Yudhoyono dijadwalkan akan melakukan kunjungan kehormatan kepada PM Somare dan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral.
Presiden akan kembali ke tanah air pada hari Jumat tanggal 12 Maret 2010 siang hari.
Jakarta, 18 Februari 2010
Dr. Dino Patti Djalal