Ruang Pers
Keterangan Pers Juru Bicara Presiden
Keterangan Pers tentang Pembatalan Kunjungan Presiden Obama
TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS
STAF KHUSUS PRESIDEN BIDANG HUBUNGAN INTERNASIONAL
DINO PATTI DJALAL
KANTOR PRESIDEN, JAKARTA
4 JUNI 2010
Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian,
Tadi pagi jam 9.00 WIB, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima telepon dari Presiden AS, Barack Obama. Dalam pembicaraan per telepon tadi, Presiden Barack Obama, dia memulai dengan mengucapkan, “Selamat pagi,” dengan bahasa Indonesia kepada Presiden, dan setelah itu membahas sedikit mengenai hubungan bilateral, dan kemudian beliau masuk kepada inti pembicaraannya, yaitu bahwa meminta maaf kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, karena terpaksa menunda sementara kujungannya ke Indonesia dan Australia yang direncanakan pada bulan Juni 2010 ini.
Penundaan tersebut, seperti sebagaimana disampaikan oleh Presiden Barack Obama, semata-mata, semata-mata saya garis bawahi, karena beliau harus memfokuskan perhatiannya kepada upaya pemerintah, menanggulangi bencana lingkungan berupa pencemaran minyak atau oil spill di perairan Teluk Meksiko.
Menjawab hal tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa beliau dapat memahami sepenuhnya, bahwa Presiden Obama perlu berada di negaranya untuk menangani bencana lingkungan yang terburuk dalam sejarah Amerika Serikat. Dan Presiden Yudhoyono sendiri juga mengatakan bahwa, akan sulit bagi beliau untuk meninggalkan Indonesia di tengah bencana alam di dalam negeri, misalnya sewaktu bencana tsunami. Jadi beliau bisa mengerti keputusan dari Presiden Barack Obama tersebut.
Kedua pemimpin juga sepakat untuk mencari tanggal yang tepat untuk kunjungan Presiden Obama ke Indonesia, mungkin bulan November atau sebelumnya. Ini nanti akan dirundingkan pada tingkat, oleh para pejabat kedua negara. Dan Presiden Yudhoyono dan Presiden Barack Obama juga sepakat akan mengadakan pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan KTT G-20 di Toronto, pada akhir bulan ini, bulan Juni tahun 2010.
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan simpati dan keprihatinan yang mendalam kepada pemerintah dan rakyat AS atas bencana lingkungan pencemaran minyak di Teluk Meksiko. Dan Presiden Yudhoyono berharap agar bencana tersebut dapat segera dihentikan, dan dampak lingkungannya juga dapat segera direstorasi, dipulihkan kembali.
Jadi itu adalah hal yang dapat saya sampaikan mengenai pengunduran sementara rencana kunjungan Presiden Barack Obama ke Indonesia.
Pertanyaan?
Joko Haryanto, Reporter Radio Smart
Terkait dengan Gaza, apakah pengunduran Obama juga karena kasus di Israel?
Dino Patti Djalal, Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional
Tidak, tadi Obama, pembicaraan hanya terfokus sepenuhnya pada kunjungan, dan dimulai dengan pembicaraan umum mengenai hubungan bilateral. Dan seperti yang saya katakan tadi, posisi pemerintah adalah kita bisa memahami penundaan sementara kunjungan tersebut.
Memang kalau Presiden Barack Obama tetap datang, sementara ini akan menjadi kontroversi di dalam negeri, dan kalau beliau ke Indonesia dan tidak bisa selalu memusatkan perhatiannya pada kunjungan bilateral ini, juga kurang baik bagi kita, sebagaimana dulu sewaktu ada penundaan itu; prinsipnya Presiden ingin agar kalau ada kunjungan Presiden Barack Obama, beliau bisa datang dengan lapang dada, dengan tanpa beban, dan sepenuhnya bisa memusatkan perhatian pada kunjungan ke Indonesia ini. Jadi, prinsip kita tetap sama, agar hal itu dapat dilakukan untuk mencapai hasil kunjungan yang maksimal.
Dan saya bisa sampaikan juga tadi, nada dari Presiden Barack Obama itu cukup berat, karena saya mendampingi Bapak Presiden sewaktu menerima telepon tadi; nada beliau sama, mengucapkan dengan berat hati, dan beliau memang mengucapkan apologize, meminta maaf atas penundaan ini. Dan Presiden pun menjawabnya juga dengan ikhlas dan legowo sebagai seorang sahabat.
Ada pertanyaan lain?
Rizky Pohan, Jurnalis SKH Jurnal Nasional
Sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia, ada desakan supaya Indonesia ini mengajukan kasus serangan Israel ini ke Pengadilan Internasional, bagaimana tanggapan Presiden?
Dino Patti Djalal, Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional
Itu nanti saja, we’re just talking about the visit now. Ada lagi?
Nur Hidayati, Jurnalis SKH Kompas
Di tengah meningkatnya sentimen masyarakat terhadap Israel karena kasus kemarin, apakah penundaan ini juga ada bagusnya begitu buat kita? Terima kasih.
Dino Patti Djalal, Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional
Pertama, saya ingin tekankan bahwa penundaan ini semata-mata ya, semata-mata karena masalah bencana lingkungan di Gulf Mexico. Jadi, tidak ada faktor lain, selain dari Presiden Barack Obama harus berada di dalam negeri.
Dan kedua, pemerintah Indonesia sebenarnya sudah siap untuk menyambut Presiden Barack Obama, baik dari segi logistik, protokoler, dan subtansi, dan deklarasi kemitraan strategis itu juga sudah hampir rampung, dan sudah siap untuk diusung oleh kedua, untuk diluncurkan oleh kedua pemimpin. Jadi, itu yang bisa saya sampaikan.
Kita sudah siap, tapi kita tentu sepenuhnya memahami bahwa Presiden Barack Obama harus berada di Amerika Serikat, dan terpaksa mengundurkan kunjungannya ke Indonesia dan Australia.
Ada lagi? Bahasa Inggris?
Ladies and Gentlemen,
President Susilo Bambang Yudhoyono today received a call at 9.00 AM from President of United States, Barack Obama, and in that telephone conversation, President Barack Obama firstly talked about bilateral issues, but afterward, President Obama conveyed to President Yudhoyono that he had no choice, but to temporarily postpone his visit to Indonesia and Australia, which was planned in June 2010, and for this, he offered his apology.
President Barack Obama explained that the sole reason for the postponement, for this temporary postponement, was due to the oil spill, which is creating tremendous environmental disaster in the Gulf of Mexico.
President Yudhoyono responded that he fully understood President Barack Obama’s decision to stay in the United States, in order to give full attention to the worst, what is arguably the worst environmental disaster America has ever experienced. President Yudhoyono also said that, he himself would find it very difficult to leave Indonesia in the event of national disasters such as the tsunami, for example. So, that’s why he could understand where President Obama was coming from.
The two leaders agreed that they would find the right time, the right date for the, reschedule the visit of President Obama to Indonesia, either in November or a date prior to November. And both leaders agreed, that they would hold a bilateral meeting in the margins of the G-20 Summit in Toronto, at the end of June this year.
President Yudhoyono also conveyed his deepest sympathy and solidarity with the people and the government of America with regards to the environmental problem in the Gulf of Mexico, and he hoped that this tragedy can be addressed and stopped, and the environmental impact of the oil spill in the Gulf of Mexico can be stopped and reversed and restored.
Nur Hidayati, Jurnalis SKH Kompas
Nasib kemitraan strategis tunggu sampai Obama datang?
Dino Patti Djalal, Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional
Understanding kita, comprehensive partnership itu akan diluncurkan tetap dalam kunjungan Presiden Obama nanti ke Jakarta. Jadi, masih akan menunggu. Sementara itu, kita akan terus menyempurnakan aspek-aspek substantif dari comprehensive partnership.
Terima kasih.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



