Ruang Pers

Keterangan Pers Presiden

Keterangan Pers mengenai Insiden Penyerangan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara

 

TRANSKRIPSI
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI
INSIDEN PENYERANGAN ISRAEL TERHADAP KAPAL MAVI MARMARA
HALAMAN KANTOR PRESIDEN, 2 JUNI 2010



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Saudara-saudara,
Pagi ini saya ingin menjelaskan kepada rakyat Indonesia tentang perkembangan diplomasi dan aksi pemerintah Republik Indonesia, berkaitan dengan insiden penyerangan militer Israel terhadap konvoi kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza atau yang kita kenal dengan insiden serangan Israel terhadap kapal Mavi Marmara.

Sebelum saya menyampaikan secara rinci, langkah-langkah konkret yang kita lakukan hingga pagi ini, saya ingin memetik pelajaran dan pengalaman ketika terjadi serangan Israel di Lebanon, beberapa tahun yang lalu, dalam arti apa saja yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk merespon krisis di Lebanon tersebut.

Waktu itu, yang Indonesia lakukan bukan hanya mengeluarkan statement politik, tetapi juga diplomasi nyata dan aksi-aksi yang Alhamdulillah akhirnya menjadi bagian penting dari pengakhiran krisis di Lebanon waktu itu. Saya ingatkan, yang dilakukan pemerintah Indonesia waktu itu adalah, pertama kita mengeluarkan statement yang keras. Kedua, kita mengirim surat kepada Sekjen PBB untuk mengambil langkah-langkah segera terhadap krisis di Lebanon waktu itu, karena saya melihat langkah PBB relatif lambat.

Kemudian Indonesia mendorong Malaysia sebagai chairman dari OKI untuk melaksanakan pertemuan puncak darurat, dan itu terjadi. Dan yang penting, Indonesia mengirim kontingen militer di Lebanon, bahkan masih bertahan hingga hari ini untuk mengakhiri peperangan dan mencegah serangan-serangan serupa di Lebanon.

Saudara-saudara,
Atas dasar itulah, maka ketika terjadi insiden di lepas pantai di dekat Gaza itu. Indonesia pertama-tama tentu sama dengan negara-negara lain, mengeluarkan statement politik yang keras. Saya sendiri ikut memberikan directions, statement politik seperti apa yang kita keluarkan dua hari yang lalu itu. Termasuk dalam statement kita, kita minta PBB untuk melakukan investigasi penuh dan statement Indonesia kita kirim kepada Sekjen PBB, Dewan Keamanan PBB dan Presiden Majelis Umum PBB.

Satu setelah itu, kemarin 1 Juni, dalam pertemuan menteri ASEAN dengan menteri GCC dibikin pernyataan bersama, Indonesia aktif untuk mendorong keluarnya pernyataan itu, dan pernyataan bersama itu satu nafas dengan pernyataan kita, termasuk mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil langkah-langkah segera dan langkah-langkah yang pasti. Diplomasi kita mainkan pada tingkat kawasan.

Kemudian langkah yang lain, Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar kita utamanya yang ada di Amman, Yordan, aktif sejak kejadian itu untuk mencari akses untuk berkomunikasi dengan pihak Palestina dan pihak Yordania dengan tujuan untuk menyelamatkan 12 WNI. Waktu itu yang kita ketahui adalah 12 orang dengan nama yang ada pada Kementerian Luar Negeri kita.

Alhamdulillah, Dubes kita yang ada di Yordania, Saudara Zainul Bahar, bahkan bisa bertemu langsung dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan mendapatkan penjelasan awal bahwa Alhamdulillah 12 orang warga negara Indonesia itu dalam keadaan selamat. Ini modal awal dan setelah itu, hingga pagi ini, duta besar kita dengan jajarannya aktif kerja sama dengan pemerintah Yordania, dengan elemen yang ditunjuk pemerintah Yordania bagi pembebasan sukarelawan, termasuk saudara-saudara kita yang dari Indonesia.

Tadi malam, saya berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri masih dalam rangkaian proses penangan WNI kita utamanya. Dan apa yang saya sampaikan tadi malam, kita harus tetap aktif, sangat aktif, jika perlu kita bentuk satgas untuk memperkuat kedutaan besar kita di Yordania. Kemudian bagaimanapun tugas pokoknya, menyelamatkan warga negara Indonesia yang ada di dalam tahanan Israel. Itu sampai tadi malam.

Kemudian kita pada tingkat Dewan HAM PBB, Dewan Hak-hak Azasi Manusia PBB, Indonesia sekarang sebagai wakil presiden dalam Dewan HAM itu, telah mendorong agar diadakan urgent debate. Dan Indonesia mendorong agar Dewan HAM PBB juga mengeluarkan resolusi yang tepat berkenaan dengan insiden serangan Israel tersebut.

Saudara-saudara,
Saya ingin memberikan update sedikit. 20 menit yang lalu, saya berbicara dengan dubes kita yang ada di Amman, Yordania, saudara Zainul Bahar. Setelah dilaporkan kepada saya perkembangan terkini, sekitar 4 bus berada di border gate Israel yang sesuai rencana akan melepas sekitar 128 relawan, dan di antaranya diinformasikan ada 12 relawan Indonesia. Dan kemudian kalau itu berjalan betul, maka insya Allah kita akan bertemu kembali dengan 12 saudara-saudara kita.

Dubes telah menyiapkan fasilitas untuk penampungan di sebuah hotel, Hotel Sheraton, untuk diberikan tindakan-tindakan seperlunya. Dan saya instruksikan untuk melakukan apa saja. Yang penting mereka bisa diselamatkan, mereka nanti bisa kembali selamat ke Indonesia dan tindakan medis apapun bisa segera diberikan, segera setelah dibebaskan oleh pihak Israel.

Sedang berjalan sekarang, dubes kita proaktif, sudah menjemput ke border dengan segala perangkatnya. Dan saya instruksikan pula, karena menurut informasi yang saya terima, masih ada 2 orang lagi warga negara Indonesia. 1 luka ringan, 1 luka sedang yang menurut informasi akan dibebaskan besok, dengan konvoi yang berbeda. Maka saya instruksikan kepada dubes untuk juga memastikan bahwa 2 orang warga negara Indonesia yang dalam keadaan luka-luka itu bisa selamat, kemudian diberikan perawatan yang tepat. Dan pada saatnya, insya Allah bisa kembali ke tanah air. Itu posisi 20 menit yang lalu, komunikasi kita dengan duta besar kita yang ada di Amman, termasuk direktif dan instruksi saya kepada beliau.

Saudara-saudara,
Langkah diplomasi kita ke depan adalah kita akan terus mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa to take action yang pasti, yang firm, yang tegas terhadap insiden ini. Kemudian Indonesia akan terus menggalang dukungan internasional, untuk meminta Israel menghentikan pembangunan pemukiman baru, yang sebenarnya justru menimbulkan permasalahan baru yang sama-sama tidak kita kehendaki. Dan juga mendorong negara-negara lain untuk meminta Israel menghentikan segala aktivitas militernya, dalam arti serangan-serangan militer dan kembali ke perundingan, yang perundingan itu utamanya adalah untuk segera memberikan kemerdekaan bagi Palestina. Ini diplomasi yang terus kita jalankan pada tingkat global.

Indonesia sebagaimana yang saya sampaikan kepada Presiden Mahmoud Abbas yang berkunjung ke Indonesia minggu lalu, Indonesia siap untuk terlibat aktif dalam perundingan bagi kemerdekaan Palestina. Bahkan manakala nanti perundingan berjalan secara konklusif, kemudian persiapan untuk kemerdekaan Palestina bisa dilakukan dan diperlukan pemeliharaan situasi, semacam tugas peace keeping mission, Indonesia siap untuk mengirimkan kontingennya dalam tugas pemeliharaan perdamaian di wilayah itu di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sama dengan yang kita lakukan pada Lebanon, karena Indonesia ingin dalam kaitan ini sekali lagi, bukan hanya statement, bukan hanya membebaskan warga negaranya yang itu tentu sangat mutlak untuk kita lakukan, tetapi kita ingin berkontribusi lebih jauh bagi kemerdekaan Palestina dan bagi selesainya konflik yang ada di Palestina.

Saudara-saudara,
Di akhir pernyataan saya, Indonesia menyerukan, sebagai salah satu pemimpin dunia. Saya menyerukan kepada world leaders, pemimpin-pemimpin dunia yang lain, termasuk Sekretaris Jenderal PBB, agar kita sangat serius di dalam menangani persoalan yang ada di Palestina ini, termasuk aksi-aksi militer Israel dan bahkan ditujukan kepada tugas kemanusiaan yang dilakukan oleh para relawan. Sebab Indonesia punya pendapat, perdamaian dan keamanan dunia sangat dipengaruhi oleh situasi politik dan keamanan di Timur Tengah, utamanya di Palestina.

Dan Indonesia juga berharap ketika masyarakat dunia bersatu memberikan perhatian yang sangat serius untuk menangani masalah Palestina ini. Tujuannya tiada lain adalah satu, kemerdekaan Palestina. Yang kedua, terwujudnya perdamaian di kawasan itu secara permanen. Barangkali banyak negara yang juga punya kepentingan terhadap situasi di Timur Tengah dan Palestina ini. Saya menyerukan kepada pemimpin dunia yang lain, agar utamakanlah kepentingan Palestina, kepentingan perdamaian, kepentingan kemerdekaan bagi negara atau bangsa itu, dan menomorduakan kepentingan-kepentingan nasional negara-negara lain.

Itulah yang ingin saya sampaikan saudara-saudara. Pemerintah akan terus bekerja. Saya mengikuti langsung, memberikan arahan langsung terhadap utamanya pembebasan saudara-saudara kita dari tawanan Israel. Dan arahan langsung saya terhadap diplomasi yang sedang kita laksanakan sekarang ini, baik di New York, di Jenewa maupun di forum-forum global yang lain.

Terima kasih atas perhatian Saudara.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan