Ruang Pers

Keterangan Pers Presiden

Keterangan Pers Pemilihan Gubernur Jawa Barat

 

TRANSKRIP
KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PEMILIHAN GUBERNUR JAWA BARAT
TPS 05, CIKEAS, KABUPATEN BOGOR
24 FEBRUARI 2013





Bismillahirrahmanirrahim,

Saudara-saudara,
Hari ini adalah hari yang amat penting dan juga bersejarah bagi masyarakat Jawa Barat, karena masyarakat Jawa Barat kembali memilih pemimpin-pemimpinnya, dalam hal ini, Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mengemban tugas lima tahun mendatang.

Kita bersyukur sejauh ini pelaksanaan pemungutan suara di Jawa Barat berlangsung secara aman, tertib, dan lancar. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, jajaran KPU, Bawaslu, semua pihak yang telah bisa menyelenggarakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur hari ini. Demikian juga terima kasih kepada semua aparat dan petugas keamanan yang telah bekerja keras untuk itu.

Setiap kali saya mengingatkan, Saudara-saudara, agar kita senantiasa menggunakan hak yang kita miliki, hak pilih, hak untuk memilih siapa yang akan memimpin kita semua, kalau hari ini siapa yang akan memimpin Jawa Barat. Pada kesempatan yang lain, barangkali siapa yang akan memimpin Bogor, bahkan siapa yang akan memimpin desa di Nagrak ini. Suatu saat juga, insya Allah tahun 2014 nanti, Saudara, kita semua, termasuk masyarakat Jawa Barat juga harus memilih siapa yang akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden mendatang.

Mengapa? Kalau warga negara dengan penuh kesadaran menggunakan hak pilihnya, maka pemimpin yang akan mengemban tugas itu memiliki posisi yang jelas, yang kuat dari mana sumber kekuasaan itu berasal, dari siapa mandat itu diberikan dan berapa besar. Inilah nafas dari demokrasi, inilah hakikat dari sebuah pemilihan atau election. Dengan demikian, saya selalu menganjurkan janganlah menjadi golput. Gunakan hak pilihnya masing-masing sesuai dengan apa yang mereka yakini. Jangan sampai golput, tidak mau memilih kemudian nanti tinggal menyalahkan, menyalahkan pemimpin, menyalahkan sana, menyalahkan sini. Padahal yang bersangkutan tidak memiliki kesadaran untuk menggunakan hak pilihnya.

Itulah harapan saya selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan untuk mengajak semua, saudara-saudara kita benar-benar dengan penuh kesadaran berpartisipasi dalam demokrasi dengan cara menggunakan hak pilihnya.

Yang lain, saya sekeluarga selalu ikut dalam proses demokrasi seperti ini. Saya katakan tadi, saya ikut dalam pemilihan Kepala Desa Nagrak, pemilihan Bupati Bogor, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, bahkan pemilihan anggota Legislatif, anggota DPD dan bahkan Presiden dan Wakil Presiden. Saya ingin menjadi warga negara yang juga berpartisipasi pada pembangunan demokrasi di negeri ini.

Yang terakhir, Saudara-saudara, siapapun nanti yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, saya berharap bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Mandat yang diberikan oleh masyarakat Jawa Barat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih nanti, harapan saya dapat dipertanggungjawabkan dan dibarengi dengan kerja keras, upaya yang gigih untuk memajukan kehidupan Jawa Barat, termasuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Jawa Barat. Dan karena pemilihan itu, ada yang kalah, ada yang menang. Yang menang tidak perlu berpesta pora, bersyukur pasti, tapi selebihnya bersiap untuk menjalankan amanah dan mandat yang diberikan oleh rakyat. Yang kalah harus bisa menerima dengan jiwa besar. Itulah yang didapatkan dan selalu hari esok, karena ada orang bijak mengatakan kekalahan itu adalah kemenangan yang tertunda.

Dan yang penting bagi masyarakat Jawa Barat, siapapun yang terpilih nanti, aya mengajak untuk memberikan dukungan yang penuh. Tanpa dukungan masyarakat, tanpa dukungan rakyat, pemimpin mana pun tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Ini berlaku, baik pada tingkat nasional, tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten dan kota.

Itulah Saudara-saudara, yang dapat saya sampaikan. Terima kasih kepada rekan-rekan pers yang dengan tekun dan sabar meliput proses demokrasi seperti ini di seluruh tanah air.

Dan satu lagi, ini sering terjadi dalam pemilihan gubernur, pemilihan bupati dan wali kota. Kalau ada sesuatu, ada perselisihan, ada ketidakpuasan, lakukanlah semuanya itu dengan proses yang telah diatur oleh undang-undang, ada mekanismenya. Jangan sampai ada aksi-aksi kekerasan, jangan sampai mencederai apa yang telah dilakukan oleh rakyat yang tertib, yang berdisiplin, yang penuh kesadaran menyampaikan suaranya. Saya berharap betul kepada semua pihak, kelompok kandidat, kelompok partai pendukung, siapa saja, sekali lagi, kalau ada masalah selesaikan secara damai, tertib sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

Demikian, Saudara-saudara.
Terima kasih.

*****


Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Presiden