Ruang Pers

Siaran Pers

Rencana Kunjungan Kerja Presiden SBY ke Manado Dalam Rangka WOC dan CTI Summit

 

KANTOR STAF KHUSUS PRESIDEN
BIDANG HUBUNGAN INTERNASIONAL/JURU BICARA KEPRESIDENAN

Gedung Sekretariat Negara Sayap Timur
Jln. Veteran III No.2 , Jakarta
Telp: (62-21) 23545001 ext 7099/7590 Faks (62-21) 2314142


PERNYATAAN PERS JUBIR KEPRESIDENAN DR. DINO PATTI DJALAL


Kunjungan Kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Manado
Dalam Rangka Wprld Ocean Conference dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit

13-15 Mei 2009


Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan akan melakukan kunjungan kerja ke Manado, Sulawesi Utara tanggal 13-15 Mei 2009 guna membuka World Ocean Conference (WOC) dan menghadiri Coral Triangle Initiative (CTI) Summit tanggal 13-15 Mei 2009.

Presiden SBY dijadwalkan membuka WOC tanggal 14 Mei 2009 pagi hari di Grand Kawanua Convention Center kemudian menghadiri gala dinner CTI Summit. Keesokan harinya, 15 Mei 2009 Presiden SBY akan membuka secara resmi CTI Summit serta memimpin jalannya sidang secara penuh. Presiden SBY juga dijadwalkan mengadakan konperensi pers setelah rangkaian CTI Summit selesai.

WOC merupakan inisiatif Pemerintah Indonesia yang ditujukan untuk menggalang kerjasama internasional di sektor kelautan terutama dalam konteks menghadapi perubahan iklim global. Karena itulah, tema WOC di Manado adalah “Ocean Impact to Climate Change and the Role of Ocean to Climate Change”. Penyelenggaraan WOC dilatar-belakangi oleh apresiasi bahwa laut memainkan peran penting dalam sistem iklim dunia. Namun, tren perubahan iklim saat ini menunjukkan tingkat ancaman yang serius terhadap kehidupan laut dan masyarakat sekitarnya. Karenanya, WOC diharapkan dapat menghasilkan suatu komitmen bersama dalam pengelolaan sumber daya laut, yang kini sedang aktif dirundingkan dan dirumuskan dalam “Manado Ocean Declaration”, yang akan ditindaklanjuti dengan suatu rencana aksi dan implementasi aksi.

Agenda penting lain di Manado adalah Coral Triangle Initiative (CTI) Summit, yang akan dihadiri oleh 6 kepala Negara, yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (sebagai tuan rumah), Presiden Filipina Gloria Macapagal-Arroyo, Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, Perdana Menteri Papua Nugini Rt. Hon. Grand Chief Sir Michael Somare, Perdana Menteri Solomon Islands Hon. Dr. Derek Sikua dan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Mohd Najib bin Haji Tun Abdul Razak.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak awal sudah giat mempelopori proses CTI ini, terutama semenjak beliau mendorong masuknya paragraf khusus mengenai CTI dalam Deklarasi APEC di Sidney (September 2007). Inisiatif CTI ini didasarkan atas kenyataan bahwa wilayah terumbu karang di wilayah CTI (Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, PNG, Solomon Islands) mempunyai kekayaan sumber daya hayati yang luar biasa, yang disebut sebagai “Amazon of the seas”, dan karenanya harus dilindungi, apalagi mengingat wilayah ini mempengaruhi kehidupan 120 juta penduduk negara-negara sekitarnya, termasuk Indonesia. Setelah Deklarasi APEC tersebut, proses realisasi kerjasama CTI terus berjalan aktif, dan mencapai puncaknya dalam penyelenggaraan KTT CTI yang pertama di Manado minggu ini.

Inisiatif Presiden Yudhoyono tersebut telah mendapat dukungan dari 5 negara yaitu Filipina, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini, dan Solomon Islands, yang sepakat untuk bekerja-sama dalam meningkatkan perlindungan berkelanjutan atas keanekaragaman hayati yang terdapat dalam kawasan Coral Triangle (CT) yang mencakup wilayah Zona Ekonomi Eksklusif dari enam negara CT termasuk Indonesia.

Pada sidang CTI di Manado tanggal 15 Mei 2009 diharapkan dapat diadopsi Leaders’ Declaration yang di dalamnya antara lain mencakup adopsi terhadap CTI Regional Plan of Action (RPoA). Dalam RPoA akan ditetapkan program bentang laut (seascape), melaksanakan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem, menetapkan marine protected area, mengantisipasi dampak perubahan iklim (climate change adaptation) dan mengurangi daftar jenis-jenis biota laut yang terancam punah dari daftar International Union for the Conservation of Nature (IUCN).

Kedua sidang internasional di Manado ini merupakan tahap baru diplomasi maritim Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai Negara Nusantara yang menjadi pelopor dalam diplomasi hukum laut dan maritim internasional. Dalam kedua sidang akbar di Manado ini, Indonesia mengharapkan terobosan-terobosan penting dalam isyu-isyu yang semakin terkait : kesejahteraan rakyat, lingkungan hidup, perubahan iklim, dan kerjasama kelautan.


Jakarta, Mei 2009

Dr. Dino Patti Djalal