Ruang Pers

Siaran Pers

Tentang Rencana Kunjungan Kenagaraan Amir Qatar

 

PERNYATAAN PERS

PERNYATAAN STAF KHUSUS PRESIDEN BIDANG HUBUNGAN INTERNASIONAL
DR. DINO PATTI DJALAL


“KUNJUNGAN KENEGARAAN AMIR QATAR Y.M. SHEIKH HAMAD BIN KHALIFA AL-THANI
KE INDONESIA
PADA 19 MEI 2009”



Amir Qatar , YM. Sheikh Hamad Bin Khalifa Al-Thani akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada tanggal 19 Mei 2009. Kunjungan Amir Qatar ke Indonesia merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan ke Qatar bulan April 2006. Amir Qatar menurut rencana akan didampingi oleh 12 menteri.

Dalam kunjungan tersebut, Amir Qatar dijadwalkan akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden RI tanggal 19 Mei 2009 di Istana Merdeka. Setelah kunjungan kehormatan, acara dilanjutkan dengan pertemuan bilateral delegasi Indonesia – Qatar serta jamuan santap siang. Pada pertemuan bilateral akan dibahas perkembangan hubungan bilateral RI – Qatar dalam berbagai bidang serta perkembangan isu regional dan internasional.

Hubungan bilateral Indonesia dan Qatar yang dimulai sejak pembukaan hubungan diplomatik pada tahun 1976, hingga kini berjalan baik. Kedua Kementrian Luar Negeri telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Konsultasi Bilateral bulan April 2002. Kedua negara juga telah menandatangani Perjanjian Perlindungan dan Promosi Penanaman Modal (P4M) bulan April 2000 dan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) bulan April 2006.

Kedekatan hubungan kedua negara ditandai antara lain oleh saling kunjung pejabat pemimpin maupun pejabat tinggi negara. Selain kunjungan Presiden SBY bulan April 2006, mantan Presiden Abdurrahman Wahid juga telah mengunjungi Qatar tahun 1999 dan tahun 2000. Sebelum kunjungan Amir Qatar, pejabat tinggi pemerintah Qatar juga telah beberapa kali melakukan kunjungan kerja ke Indonesia guna bertemu mitranya, yang terakhir adalah kunjungan Wakil Perdana Menteri Qatar, Y.M. Abdullah Bin Hamad Al-Attiyah akhir Maret 2009. Saling kunjung ini membawa dampak yang signifikan untuk mendorong dan meningkatkan kerjasama bilateral kedua negara.

Sebagai sesama anggota PBB, GNB dan OKI, kedua negara memiliki posisi yang sejalan dalam memandang berbagai masalah internasional dan regional. Kedua negara juga sama-sama menolak pandangan yang mengaitkan Islam dengan terorisme.

Menurut data statistik Departemen Perdagangan RI, volume perdagangan kedua negara tahun 2003-2007 terus menunjukkan peningkatan (tren 54,95%) dan surplus di pihak Indonesia. Namun tahun 2008 terjadi defisit, dimana volume perdagangan mencapai US$348,56 juta atau meningkat 85,2% jika dibanding tahun 2007 yang mencapai US$188,21 juta. Ekspor Indonesia ke Qatar tahun 2008 mencapai US$85,92 juta atau mengalami penurunan 41,30% dari tahun 2007 yang mencapai US$146,36 juta. Hal ini disebabkan penurunan ekspor atas produk kertas, tekstil, suku cadang mesin dan kayu olahan serta kayu gelondongan. Sedangkan impor Indonesia meningkat sebesar 527,62% dari US$ 41,85 juta tahun 2007 menjadi US$262,64 juta tahun 2008. Hal ini diperkirakan karena kebutuhan gas dalam negeri Indonesia meningkat. Dari US$85,92 juta total ekspor, US$83,39 merupakan eskpor non migas, dan dari US$262,64 juta total impor, US$234,35 juta merupakan impor non migas.

Di sektor investasi, pengusaha Indonesia berpartisipasi dalam pembangunan di Qatar antara lain di sektor pengembangan industri gas, pembangunan sarana infra struktur dan konstruksi bangunan. Di lain pihak, Indonesia mengharapkan investasi Qatar di sektor listrik, agribisnis dan infra struktur yang dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga ketahanan pangan dan energi kedua negara.

Dalam kunjungan Amir Qatar ini, kedua pemimpin negara juga dijadwalkan akan menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama Ekonomi dan Teknik.


Jakarta, Mei 2009

Dr. Dino Patti Djalal