Pidato Presiden
Sambutan pada Peringatan HUT ke 4 Partai DEMOKRAT
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN HUT KE-4 PARTAI DEMOKRAT
ARENA PRJ KEMAYORAN, 9 SEPTEMBER 2005
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat malam,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Ketua Umum Partai Golkar, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, yang kita tahu juga Wakil Presiden Indonesia,
Yang saya hormati Saudara Ketua Umum Partai Demokrat beserta Ibu,
Yang saya hormati para Tamu Undangan diantaranya para Pimpinan Partai-partai Politik dan Anggota Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya muliakan para Ulama, Cendekiawan, Budayawan dan Tokoh-tokoh Masyarakat,
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Marilah sekali lagi pada kesempatan yang cukup baik dan insya Allah penuh berkah ini, kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas perkenan rahmat dan ridho-Nya kita dapat berada di tempat ini untuk bersama-sama memperingati hari ulang tahun Partai Demokrat yang ke-4.
Sembilan September hari ini memang cukup semarak. Pertama, tadi pagi, kita bersama-sama memperingati Hari Olahraga Nasional. Kemudian, tadi siang, di depan Istana Merdeka juga dimeriahkan oleh unjuk rasa. Malam hari ini kita memperingati ulang tahun dari Partai Demokrat.
Unjuk rasa itu bagian dari demokrasi. Saya membaca spanduknya, saya mendengar apa yang disampaikan, saya harus mendengar, sebagaimana saya juga mendengar pandangan-pandangan yang lain, saya berkomunikasi dengan rakyat, melalui radio, SMS dan lain-lain. Pendek kata, mendengar dari banyak pihak, itu selalu membawa kebaikan. Tentu tidak mungkin saya harus mengikuti satu per satu apa yang diinginkan. Tapi kita pilih mana yang menurut ukuran yang tepat, bermanfaat bagi sebagian besar rakyat kita, dan tentunya bagi masa depan bangsa dan negara kita.
Sesungguhnya saya tidak ingin berpanjang lebar dalam sambutan saya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini, tetapi tentu baik kalau dalam kesempatan seperti ini saya ingin memberikan, paling tidak ingin mengajak dan menyampaikan sesuatu, utamanya kepada Keluarga Besar Partai Demokrat, baik para anggota Dewan Pembina, maupun para pimpinan dan anggota Dewan Pimpinan, baik di pusat maupun di daerah.
Hadirin sekalian,
Pertama-tama tentu saya juga ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Keluarga Besar Partai Demokrat di seluruh tanah air, di manapun Saudara berada. Bersyukurlah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas telah kita masukinya usia keempat dari partai ini. Tetapi sadarilah bahwa perjalanan partai ini masih jauh dan masih panjang. Empat tahun, usia yang relatif muda, Partai Demokrat harus banyak belajar, belajar dan belajar. Saya senang, kalau dalam masa konsolidasi dan perkembangan partai, partai ini juga belajar, menimba pengalaman dari partai lain di negeri kita. Bahkan saya juga senang mendengar, justru juga dibuka komunikasi dengan partai-partai lain di luar negeri. Marilah kita menjadi bagian dari pemekaran demokrasi dengan budaya demokrasi yang baik. Baik menurut ukuran universal, baik pula bagi ukuran bangsa dan negara kita sendiri.
Tugas besar yang harus dilaksanakan oleh jajaran partai sekarang ini adalah konsolidasi dan kemudian membangun partai ke depan, menuju sesosok partai yang baik, baik dalam arti yang luas. Saya meminta pimpinan partai untuk melakukan konsolidasi sungguh-sungguh di seluruh wilayah tanah air, di provinsi, di kabupaten, di kota, bahkan sampai lapisan bawah masyarakat kita.
Berkonsolidasi artinya benar-benar membangun partai yang dapat mengemban amanah demokrasi. Partai yang dekat dengan rakyat, mendengar aspirasi mereka dan berjuang untuk memenuhi aspirasi itu. Dengan konsolidasi yang tekun, yang gigih dan yang sabar, diikuti dengan pembangunan partai yang konseptual, terencana dengan aksi-aksi yang nyata, saya yakin, dengan ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, Partai Demokrat makin ke depan akan tumbuh menjadi partai yang dibanggakan oleh kita semua.
Saya juga ingin mengingatkan, atas ideologi dan idealisme partai. Ingat, partai ini harus tetap bertumpu pada nilai, jati diri dan konsensus-konsensus dasar yang telah diletakkan oleh para pendiri republik dan para pendahulu. Kita kenal ada empat konsensus dasar, satu Pancasila, kedua Undang-Undang Dasar 1945, yang kita lihat semuanya tercermin dalam pembukaannya, yang ketiga Negara Kesatuan Republik Indonesia, sistem negara kesatuan, dan yang keemat adalah bhinneka tunggal ika. Jangan sampai perkembanagn partai keluar dari empat konsensus dasar yang telah kita tetapkan sejak berdirinya partai ini.
Saya juga mengingatkan, partai ini adalah partai nasionalis religius. Artinya partai yang cinta kepada bangsa dan tanah airnya, dan yang juga terus menjalankan kegiatan yang religius, yang dapat membangun moral, akhlak dan perilaku yang baik. Dan saya ingatkan pula, bahwa ada tiga idealisme yang harus kita junjung tinggi, sebagai roh, sebagai jiwa dari pergerakan partai ini. Pertama adalah nasionalisme, kedua adalah humanisme, dan yang ketiga pluralisme, hidup rukun dalam kemajemukan. Saya minta, kapanpun partai ini bergerak, ke manapun tumbuh dan berkemban, jangan tinggalkan ideologi dan idealisme yang saya sampaikan tadi.
Kemudian saya mengajak, saya meminta kepada para pimpinan partai, kalau pemerintah, kalau negara sekarang ini terus membangun menuju good government, tata pemerintahan yang baik, saya minta Partai Demokrat pun dalam konsolidasi dan pembangunannya juga mempraktekkan tata pemerintahan yang baik. Tata pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang bersih, pemerintahan yang responsif, pemerintahan yang transparan, pemerintahan yang akuntabel, dan pemerintahan yang efisien serta produktif dalam mengemban tugas-tugasnya. Saya ingin karakter, ciri dan sifat-sifat seperti itu juga melekat pada tubuh Partai Demokrat. Mulai dari sekarang, jangan suatu saat, ada diantara kita yang tidak tanggap, yang tidak konsisten untuk mempraktekkan good government di dalam kehidupan Partai Demokrat ini.
Saya juga ingin dalam rangka pengembangan demokrasi lebih lanjut, sekarang ada pemilihan-pemilihan kepala daerah, berkontribusilah dengan baik. Ajukan calon-calon kepala daerah yang tepat. Jangan karena faktor-faktor yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, Partai Demokrat mengajukan calon yang nyata-nyata tidak tepat dan tidak mendapatkan dukungan yang memadai. Setelah itu, berjuanglah dengan sungguh-sungguh, berkompetisilah dengan sangat keras. Tetapi apabila tidak berhasil, terimalah itu sebagai keniscayaan demokratis. Tetapi kalau berhasil, jadikan itu amanah, bahwa kader Partai Demokrat atau calon yang didukung Partai Demokrat benar-benar mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat di daerah itu.
Dan saya minta, kepada jajaran Partai Demokrat di seluruh Indonesia, yang kebetulan tidak berhasil di dalam pemilihan kepala daerah, dukunglah dengan penuh, siapa pun yang menjadi kepala daerah di wilayah itu, dari partai manapun, dukunglah, berkontribusilah. Silahkan menyampaikan kritik kepada kepala daerah-kepala daerah itu, apabila tidak tepat kebijakan dan langkah yang ditempuh. Berikan solusi. Tetapi kalau kebijakan dan langkah yang ditempuh, dukunglah, karena semuanya tiada lain adalah untuk kepentingan rakyat kita.
Kemudian, yang ingin saya sampaikan juga, situasi nasional yang kita hadapi sekarang ini, sebagaimana dijelaskan oleh Saudara Ketua Umum Partai Demokrat, memang penuh dengan tantangan. Tahun 2005 ini adalah tahun yang berat. Ada tsunami, ada krisis, minyak sedunia. Harga minyak dalam kurun waktu sekitar dua tahun meroket, dari 25 dolar per barel, 30, 35, 40, 55, 60, 65, dan bahkan sekarang pada kisaran 70 dolar. Ini memukul ekonomi di banyak negara, terutama di Asia. Meskipun dunia juga mengalami perlambatan pertumbuhan, Saudara mengikuti media massa, mengikuti siaran-siaran media, baik di dalam maupun di luar negeri, di Eropa, di Amerika, di Jepang pun, ada faktor-faktor yang memperlambat pertumbuhan ekonomi, lebih-lebih Asia, karena Asia itu pada prinsipnya masih diberikan subsidi, baik subsidi langsung kepada minyak dan BBM, subsidi kepada pengelola atau … minyak, padaan kita ataupun bentuk-bentuk lain. Kalau negara yang tidak mengenal subsidi sudah terpukul dengan ekonomi kita, negara-negara Asia juga lebih terpukul karena dua faktor tadi. Indonesia, lebih terpukul lagi, karena subsidi yang berikan selama ini memang cukup besar, apalagi dengan pertumbuhan harga minyak yang tinggi, nilainya, nominalnya, memang juga cukup besar.
Itulah yang kita hadapi, berpengaruh pada nilai tukar, berpengaruh pada APBN, berpengaruh pada defisit dan lain-lain. Kita akan mencari solusi. Tidak ada pilihan yang ideal, karena keadaannya serba sulit. Tapi tidak mungkin pemerintah tidak memilih, tidak mengambil pilihan dan menetapkan kebijakan. Inilah yang sedang kita lakukan sekarang ini.
Memang banyak faktor yang harus kita pertimbangkan. Ketika pemerintah mempertimbangkan dengan seksama, apa solusi yang harus kita ambil, dengan jelas saya katakan waktu itu, dalam kapasitas saya sebagai kepala pemerintahan, saya jelaskan pada kader Partai Demokrat bahwa, kita memang harus menjalankan langkah yang simultan, langkah moneter juga dilakukan, langkah fiskal dilakukan, kebijakan investasi dikembangkan dan demikian juga kebijakan energi. Salah satu yang menjadi wacana sekarang, kenaikan harga BBM.
Kenaikan harga BBM, dari segala sudut memang opsi yang tidak bisa dielakkan. Tetapi persoalannya bagi pengambil keputusan pada tingkat pemerintahan, bukan kapan BBM akan naik, berapa banyak BBM itu akan dinaikkan, bagaimana proses tahapan atau road map-nya, tetapi yang penting bagi pengambil keputusan dan yang sekarang sedang dijalankan siang dan malam adalah, apabila suatu saat ada kenaikan bahan bakar minyak, harus kita pastikan mereka yang paling terkena, yang paling mendapatkan dampak dari kenaikan itu harus mendapatkan bantuan yang tepat, bantuan yang signifikan. Kita sedang menghitung, berapa puluh juta saudara-saudara kita yang miskin dan yang setengah miskin, yang patut mendapatkan bantuan itu. Kita harus cermat, sebelum BBM betul-betul dinaikkan.
Kita juga harus melakukan langkah-langkah agar ketersediaan bahan pokok itu ada. Kita harus berbuat sesuatu agar harga sembako juga bisa dikelola. Kita harus berpikir bagaimana dampaknya terhadap angkutan, kita harus berpikir bagaimana dampaknya terhadap perusahaan dan lain-lain. Pendek kata, yang kita kerjakan sekarang ini, untuk memastikan apabila pilihan-pilihan itu kita ambil secara rasional, dengan pendekatan ekonomi, aspek sosial, politik dan keadilan, hendaknya tidak kita abaikan. Dalam konteks itulah sebenarnya sekarang pemerintah sedang bekerja untuk memastikan bahwa, apapun yang diambil, kita menjalankan tugas-tugas yang semestinya, terutama membantu Saudara-saudara kita, komunitas yang tertinggal, rakyat kecil dan Saudara-saudara kita yang masih tergolong miskin.
Itulah yang menjadi inti permasalahan. Saya berterima kasih kepada Partai Demokrat yang memberikan dukungan apapun yang digiring oleh pemerintah. Tetapi percayalah pemerintah tidak akan gegabah, sembrono, begitu saja mengambil keputusan, tanpa dipertimbangkan secara menyeluruh, dan tanpa melakukan langkah-langkah untuk membantu mereka yang paling terkena dampak dari kenaikan bahan bakar minyak itu.
Kemudian yang terakhir, saya mengajak, saya berpesan kepada seluruh kader dan anggota Partai Demokrat untuk tegakkan kebenaran dan keadilan. Di seluruh wilayah Indonesia, sampaikan kalau itu benar, sampaikan kalau itu membawa keadilan. Berikan kritik kalau itu tidak benar dan tidak adil, dalam mengelola kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ini. Orang yang mengutamakan kebenaran dan keadilan akan muncul dari lubuk hatinya yang paling dalam. Sesungguhnya apa, yang diketahui inti permasalahannya, dan bagaimana kita bisa memecahkan masalah itu. Kembalilah pada lubuk hati, hati nurani, apa sesungguhnya yang menjadi inti masalah dengan menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan tadi.
Yang kedua, saya meminta, kader Partai Demokrat di seluruh tanah air, jelaskan kepada rakyat keadaan yang sesungguhnya. Jangan dininabobokan, jangan diberikan angina surga, ini keadaannya seperti ini, karena ini akibatnya ini, dan jelaskan pula apa jalan keluar, solusi dan langkah-langkah yang semestinya ditempuh oleh pemerintah untuk mengatasi masalah itu. Jelaskan, jelaskan dan jelaskan kepada mereka.
Yang ketiga, saya senang, ulang tahun kali ini sederhana, dan memang saya meminta lebih banyak kegiatan sosial di seluruh Indonesia, dan dalam suasana seperti ini, teruslah dekat dengan rakyat. Bantulah rakyat kita, apapun yang bisa dibantu. Dengan demikian, Partai Demokrat memang lahir dari masyarakat kita, dari rakyat kita yang mengerti persoalan mereka, dan dalam batas kemampuan yang kita miliki, kita juga memberikan bantuan kepada mereka.
Kemudian yang keempat, bantu pemerintah. Saya sebagai Ketua Dewan Pembina, bantu pemerintah, jangan ada tafsir lain. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten maupun kota. Siapapun yang memimpin pemerintahan itu, bantu dengan sepenuh hati.
Kemudian yang terakhir, saya juga berharap, ada peran konstruktif dari Fraksi Partai Demokrat yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat kita. Lakukan itu dengan konstruktif, kritis, memberikan solusi, bersama-sama mengatasi keadaan. Saya ingin kematangan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrat, di manapun Saudara berada, tunjukkan bahwa Saudara betul-betul ingin menjadi bagian dari solusi, bukan menjadi bagian dari masalah.
Dan instruksi khusus saya, harapan saya kepada Saudara sekalian, melewati Pimpinan Partai Demokrat, pada saatnya nanti tentu ada kenaikan bahan bakar minyak. Pilihan yang tidak mudah, pilihan yang pahit, pilihan yang tidak popular, tetapi demi ekonomi kita, demi memecahkan masalah yang kita hadapi ini, pertumbuhan kita ke depan, maka pilihan itu tidak bisa hindari. Tetapi sebagaimana saya katakan tadi, pemerintah akan memperhatikan semua hal untuk membantu Saudara-saudara kita, utamanya kaum miskin yang perlu mendapatkan bantuan, saya minta kepada semua kader dan bahkan anggota Partai Demokrat di seluruh tanah air, ikutlah melakukan pengawasan, ikutlah membantu, ikutlah monitor. Kalau ada penyimpangan, keganjilan, segera disamapaikan kepada yang bersangkutan.
Ini penting, agar Saudara juga peduli, merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat kecil. Oleh karena itu, saya sungguh berharap, Partai Demokrat menjadi pelopor di seluruh Indonesia, untuk sekali lagi, memastikan bahwa upaya pemerintah untuk membantu mereka, yang harus kita bantu itu, dapat terlaksana dengan baik.
Itulah, Bapak, Ibu, Hadirin sekalian, yang dapat saya sampaikan pada ulang tahun Partai Demokrat yang keempat ini. Kepada Saudara-saudara dari partai politik lain, kita dapat meningkatkan kerjasama untuk melakukan sesuatu yang terbaik, dalam kehidupan bangsa dan negara kita. Dalam demokrasi, diniscayakan ada perbedaan-perbedaan diantara kita. Harapan saya, perbedaan politik, sikap politik, pandangan politik itu, tidak lantas memisahkan kita sebagai keluarga besar bangsa Indonesia yang harus terus bersilahturahim, membangun persahabatan, kerukunan dan harmoni di antara kita semua.
Itulah Hadirin sekalian yang dapat saya sampaikan, Dirgahayu Partai Demokrat! Mari kita membangun bangsa dan negara bersama komponen bangsa yang lain.
Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* * * * *
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



