Pidato Presiden
Sambutan pada Peninjauan Bendungan Pelaparado, Bima, NTB
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENINJAUAN BENDUNGAN PELAPARADO
KABUPATEN BIMA - NTB, 5 APRIL 2006
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Yang saya hormati, Para Menteri, Bapak Gubernur, Bapak Bupati dan segenap unsur Pimpinan di Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Bima,
Yang saya muliakan, para ulama, para tokoh masyarakat,
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Alhamdulillah, setelah saya dan para pimpinan dari Jakarta ingin segera berkunjung ke Kabupaten Bima ini, hari ini kami dapat bersilahturahim, dapat bertatap muka dan Insya Allah dapat membangkitkan semangat dan tekad kita untuk membangun Kabupaten Bima menuju masa depan yang lebih baik. Allah SWT tidak akan merubah nasib sebuah kaum, sebuah masyarakat, sebuah bangsa, kalau kaum, masyarakat atau bangsa itu tidak bekerja keras untuk merubahnya.
Hari ini saya datang untuk bersama-sama saudara, membulatkan tekad bukan hanya untuk mendayagunakan sebaik-baiknya Bendungan Pelaparado ini, tetapi juga untuk membangun Bima secara utuh. Bendungan ini multiguna, untuk pertanian, untuk perikanan, untuk penggunaan air bersih, pembangkit tenaga listrik, pariwisata dan lain-lain. Mari kita wujudkan dengan cara pemerintah daerah, pemerintah pusat, kita semua, bersatu-padu untuk benar-benar menggunakan bendungan ini sehingga benar-benar mendatangkan kesejahteraan bagi saudara-saudara kita yang ada di Kabupaten Bima ini, Insya Allah untuk Nusa Tenggara Barat. Dan Insya Allah kalau dari Bima ini tumbuh menjadi daerah penghasil pertanian, sawah luar biasa tadi, ternak dan lain-lain, bisa menjadi lumbung pangan negeri yang tercinta ini.
Kita akan terus membangun ketahanan pangan unuk kita sendiri, padi, jagung, tebu, kedelai, daging sapi, dan lain-lain. Kita tidak ingin ada saudara kita di manapun di tanah air kita ini yang kelangkaan bahan bakar pangan, yang menderita kelaparan, akhirnya meninggal. Mari kita tutup lembaran seperti itu, dengan cara semua pemimpin di negeri ini, kita semua berusaha untuk meningkatkan produksi pangan kita yang saya sebutkan tadi. Insya Allah kalau kita betul-betul bekerja, akan datang saatnya Indonesia berkecukupan dalam pangan dan tidak mustahil nantinga kita bisa mengekspor beras ke negara-negara lain. Karena dari tahun ke tahun impor beras kita sudah menurun, menurun, menurun. Tahun ini hanya 83 ribu ton. Kalau pertanian kita di seluruh Indonesia ditingkatkan, dan bendungan ini menjadi bagian peningkatan produksi sawah padi di Bima ini, maka Insya Allah jumlahnya akan cukup, bahkan bisa lebih. Kalau lebih, pertama-tama kita gunakan, agar bangsa kita bergizi baik, agar bangsa kita memiliki makanan yang berkualitas, akhirnya pandai, akhirnya cerdas, akhirnya sehat. Kalau itu terjadi negara kita maju dan tidak kalah dengan negara-negara lain di dunia.
Inilah yang akan kita lakukan dan mudah-mudahan dengan pembibitan perikanan ini, Pak Gubernur, Pak Bupati, Insya Allah kalau saya datang lagi nanti, barangkali sudah melihat hasilnya. Dan yang penting bagi saya, saya akan bersyukur kehadirat Allah SWT karena rakyat Indonesia, saudara-saudara semua, dari hari ke hari makin memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
Itulah yang dapat saya sampaikan, mengiringi rasa syukur, rasa bahagia saya dan Insya Allah kita bisa bertemu lagi di waktu yang akan datang untuk bersama-sama membangun diri kita sendiri, membangun negara Indonesia tercinta.
Demikian,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
******
Biro Pers dan Media
Rumah Tangg



