Pidato Presiden

Sambutan pada HUT Ke-2 APPSI

 

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE-2
ASOSIASI PEDAGANG PASAR SELURUH INDONESIA (APPSI)
ISTORA SENAYAN, 1 JUNI 2006



Bissmilahirohmanirrohim,
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat siang,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Ketua Mahkamah Konstitusi Bapak Jimly Asshiddiqie, Wakil Ketua MPR RI Bapak AM Fatwa, Ibu Moeryati Sudibyo, Saudara Menteri Perdagangan, Sekretaris Kabinet, Saudara Gubernur DKI Jakarta, Pimpinan APPSI Saudara Ibih TG Hassan dan Majelis Pertimbangan serta para pengurus APPSI Seluruh Indonesia,
Saudara-saudara para pengusaha dan pedagang pasar yang saya cintai, para pelajar,

Hadirin sekalian,
Pertama-tama marilah kita bersyukur kehadirat Allah SWT, atas perkenan rahmat dan ridhoNya kita masih diberi kekuatan dan kesehatan lahir dan batin. Yang kedua saya juga ikut mengajak saudara sekalian untuk bersama-sama mengucapkan bela sungkawa kepada saudara-saudara kita di Yogyakarta dan di Jawa Tengah yang mengalami musibah bencana alam. Sebagian dari saudara-saudara kita itu yang meninggal dunia, yang luka dan kehilangan rumah serta harta bendanya adalah juga pedagang-pedagang pasar, saudara-saudara kita sekalian.

Mari kita mendoakan dengan tulus semoga yang meninggal menjadi syuhada diterima oleh Allah SWT dan yang masih hidup diberikan kesembuhan dan dapat mengarungi kehidupan dengan baik.

Saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun yang ke-2 kepada APPSI, semoga APPSI dapat berperan makin baik, dapat terus maju dan yang penting memikirkan anggota-anggotanya para pedagang pasar tradisional. Di hari ulang tahun yang ke-2 ini, saya juga berdoa semoga Allah berikan rezeki yang panjang kepada para pedagang pasar, rezeki yang halal, rezeki yang tidak putus, rezeki yang banyak manfaat dan berkahnya, Insya Allah.

Saudara-saudara, pasar sangat penting. Kita semua sudah sering pergi ke pasar. Saya sama isteri dari dulu pengunjung setia pasar, terutama pasar di Cijantung. Sekarang kalau saya masuk pasar malah rusak pasarnya, karena pada ingin berjabat tangan malah nabrak barang sana barang sini. Pegawai di rumah saya, saya tidak boleh, tidak pernah menyebut pembantu, pegawai di rumah saya masih berbelanja ke pasar tradisional sampai sekarang. Jadi tahu, tempe, sayur, lauk pauk, yang saya makan dan krupuknya juga dibeli dari pasar tradisional, sampai sekarang.

Oleh karena itu saya sangat mengerti saudara Hassan, pasar sangat penting. Penting untuk kehidupan para pedagang pasar dan keluarganya, betul? Pasarnya ada 13 ribu, pedagang pasar dan keluarganya ada 13 juta harus kita hidupi dan Insya Allah kesejahteraannya makin baik. Dengan pasar orang bisa berbelanja. Tidak semua orang bisa berbelanja ke hypermarket, tidak semua orang senang belanja ke hypermarket.

Saya yakin, nanti setelah kita kelola bersama pasar-pasar akan tetap menjadi tujuan pembelanjaan. Kalau pasar tidak ada, petani singkong, petani bonteng, petani cabe, petani yang lain-lain menjualnya dimana? Nelayan penangkap ikan menjualnya dimana? pengrajin kerajinan tangan jualnya dimana? usaha kecil dan menengah jualnya dimana? mesti pergi ke pasar, jangan sampai pasar-pasar pada tutup, karena mereka tidak ada tempat untuk jualan.

Oleh karena itu, kita semua, APPSI, pemerintah daerah mulai Gubernur, Bupati, Camat, Desa termasuk saya dan para menteri harus memikirkan supaya pasar-pasar tradisional tetap hidup, makin baik. Dengan demikian terjadi perputaran perdagangan di pasar itu yang membawa keuntungan bagi semua.

Saudara-saudara, kita sudah tahu orang senang berbelanja kepasar, kalau pasar itu makin menarik, makin bersih, makin enak tempat parkirnya, makin tertata barang-barangnya, makin aman dari copet dan pungli, makin aman dari kebakaran karena listriknya kesana kemari dan lain-lain.

Mari kita bangun, pemerintah, baik pusat maupun daerah, APPSI, semua, investor mari kita bangun pasar itu dengan demikian tidak hanya saja yang kuat dan tidak kalah dengan pasar-pasar yang modern, pasar-pasar yang besar. Kita semua yang bikin pasar itu tetap menarik. Dari 100 orang 80 orang tetap belanja ke pasar tradisional, begitu hasil survey.

Oleh karena itu mari terus kita pertahankan. Yang kedua, saya setuju tidak boleh pasar-pasar tradisional dibiarkan bersaing bebas dengan hypermarket, dengan pasar-pasar raksasa. Sebenarnya aturannya ada, banyak daerah yang sudah mengatur dengan baik, ada tata ruangnya, kalau hypermarket tempatnya disini, tidak boleh disini, tidak boleh disini, ada aturannya. Yang sudah baik-baik saya ucapkan terima kasih pada Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Walikota dan lain-lain. Yang belum, saya ingatkan atur dengan baik, supaya semuanya bisa tumbuh, ekonomi rakyat bisa tumbuh.

Saudara-saudara, kita sedang menyusun peraturan Presiden. Dulu namanya surat keputusan bersama menteri, Menteri Perdagangan, Menteri Dalam Negeri, nanti yang teken saya. Sebelum saya teken, tolong direncanakan dengan baik, ajak bicara para pimpinan daerah, ajak bicara APPSI. Dengan demikian Insya Allah peraturan itu bagus, adil, tepat, melindungi yang lemah. Dengan demikian ekonomi kerakyatan akan tumbuh. Ekonomi di negeri kita ini tidak menganut sistem kapitalistik yang hanya menguntungkan pemegang modal-modal yang besar. Memang ada sistem untuk pasar tebuka diseluruh dunia tetapi Indonesia tetap memberikan keberpihakan kepada yang lemah, ada keadilan sosialnya, ada kesejahteraan rakyatnya.

Dengan demikian, pemilik modal silahkan tumbuh untuk kepentingan tenaga kerja, pajak dan lain-lain, sementara yang pasar-pasar tradisional, usaha kecil dan menengah kita lindungi, kita dorong untuk tetap tumbuh dengan baik. Saya setuju harus makin baik manajemennya, jangan amburadul mengelola pasar. Kita akan perbaiki bersama-sama, saya akan mengajak nanti para pimpinan daerah, Pak Bupati, Pak Walikota ke bawah, karena pasar ada dimana-mana, mari kita kelola, jangan ada ekonomi biaya tinggi, jangan ada pungutan-pungutan yang tidak perlu. Kalau ada pajak ketentuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tetapi dengan tetap memberikan ruang agar ekonomi kerakyatan tetap tumbuh dengan baik.

Nah, selebihnya mari saya mengajak para pedagang pasar mari kita bikin cantik pasar kita, kita bikin menarik, kita bikin bersih, kita bikin tidak katakanlah orang enggan datang Insya Allah bisa. Itulah yang saya sampaikan. Saya dengar semuanya tadi, nanti kapan-kapan pimpinan APPSI didampingi Menteri Perdagangan tolong ketemu saya, mari kita tata dan kita bicarakan dengan pimpinan-pimpinan daerah, para Gubernur, Bupati, Walikota juga ingin membantu saudara semua. Mari kita jadikan semangat baru ini untuk membangun ekonomi secara utuh.

Demikianlah saudara-saudara, selamat berjuang, selamat berusaha, kami akan membantu, mudah-mudahan masa depan kita lebih baik, ekonomi tumbuh dengan baik, kemiskinan berkurang, lapangan pekerjaan tambah lagi sehingga saudara-saudara kita mendapatkan hari esok yang makin baik. Dengan catatan kita berjuang bersama, kita bikin suasana negara yang tertib, yang aman, yang damai, jangan pakai kerusuhan-kerusuhan, jangan banyak kekerasan-kekerasan agar ekonomi rakyat juga tumbuh dengan baik, setuju? Alhamdulillah, Alhamdulillah kalau kita setuju mari kita melangkah bersama. Selamat berjuang, selamat berulang tahun, Tuhan beserta kita.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan