Pidato Presiden

Sambutan Pembukaan Pekan Raya Jakarta

 

SAMBUTAN PRESIDEN RI
PADA ACARA
PERESMIAN PEMBUKAAN PEKAN RAYA JAKARTA
ARENA PRJ KEMAYORAN, 15 JUNI 2006



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat Malam,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan Para Pimpinan Lembaga-lembaga Negara,
Yang mulia Para Duta Besar Negara-negara sahabat, Saudara Gubernur DKI Jakarta, Saudari Ketua Panitia Pekan Raya Jakarta,

Hadirin Sekalian yang saya hormati,
Malam ini, kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul di tempat ini untuk meresmikan Pembukaan Pekan Raya Jakarta ke-39. Setiap tahun, kita selenggarakan kegiatan Pekan Raya Jakarta, yang kita rangkaikan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta. Tahun ini, Kota Jakarta memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-479. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini, untuk menyampaikan ucapan Selamat Ulang Tahun Kota kepada seluruh warga kota Jakarta beserta seluruh jajaran pemerintahan DKI Jakarta. Mudah-mudahan, dengan peringatan ulang tahun ini, kota Jakarta terus meningkatkan dirinya menjadi kota yang kita banggakan bersama. Kota yang makin aman, makin tenteram dan makin damai, serta makin berseri, bersih, sehat, rapih dan indah.



Hadirin sekalian,
Di tengah-tengah kemeriahan menyambut Hari Ulang Tahun DKI Jakarta, saya mengajak, janganlah kita meluapkan kegembiraan secara berlebihan. Sebagian saudara-saudara kita yang di Yogyakarta dan Jawa Tengah, masih diliputi oleh suasana duka, kesedihan, dan penderitaan akibat bencana alam, baik gempa bumi maupun aktivitas Gunung Merapi. Saya juga mengajak seluruh warga kota Jakarta agar, menjadikan perayaan ulang tahun ini sebagai sarana instrospeksi dan evaluasi. Kepada Saudara-saudara kita yang tertimpa bencana, kita doakan agar dapat segera bangkit kembali menyongsong hari esok yang lebih baik. Kita berharap musibah itu tidak terus menerus membuat saudara-saudara kita larut dalam kesedihan.

Sebaliknya, mereka semua harus tetap tegar, kuat dan terus berjuang untuk mencapai hari esoknya yang lebih baik. Kita semua perlu membantu meringankan beban dengan kesetiakawanan dan kasih sayang yang setinggi-tingginya agar sekali lagi beban mereka dapat diringankan dan kemudian dapat menjalani kehidupannya kembali sesuai dengan yang dicita-citakan secara bersama. Kita harus ingat bahwa pendahulu kita juga mengalami penderitaan yang tidak ringan ketika kita di bawah penjajahan bangsa lain. Mereka bangkit berjuang dan berani melawan yang menjajah negeri kita.

Kota Jakarta adalah bukti dari kegigihan, perjuangan dan keberanian para pendahulu kita itu. Fatahillah, tokoh pahlawan kita, telah berhasil mengusir Pasukan Portugis dari Bandar Sunda Kelapa. Di bawah kekuasaan Fatahillah, pada tanggal 22 Juni 1527, Bandar Sunda Kelapa diganti namanya menjadi Jayakarta, yang berarti kota kemenangan. Kota ini, telah lama menjadi kota yang ramai dan menjadi lalu lintas perdagangan internasional.

Kota Jayakarta, yang kemudian lebih dikenal dengan kota Jakarta, dari bandar pelabuhannya tumbuh berkembang menjadi sebuah kota metropolitan. Jakarta menjadi pusat pemerintahan, pusat kegiatan ekonomi, kegiatan sosial dan budaya, serta pusat pendidikan dan dakwah keagamaan. Jakarta, menjadi tumpuan harapan bagi siapa saja yang mengharapkan kehidupan yang lebih baik. Sebagai Ibu Kota Negara, Jakarta sering dijadikan sebagai tolak ukur kemajuan, baik oleh bangsa kita, maupun oleh bangsa-bangsa lain. Akibatnya, banyak orang mengadu nasib ke Jakarta. Jakarta semakin penuh sesak. Penduduk Jakarta, kini lebih dari 12 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, tentu saja muncul berbagai masalah yang dihadapi warga kota. Kemacetan lalu lintas terjadi di mana-mana. Udara sebagian tercemar oleh asap kendaraan bermotor. Sumber air bersih telah mulai berkurang. Lahan hijau sering harus tergusur oleh perumahan dan gedung-gedung bertingkat. Kesemuanya itu, menunjukkan wajah Jakarta masa kini, dengan segala problematikanya.

Namun, kita harus tetap berupaya menjaga kota ini dengan sebaik-baiknya. Jakarta, adalah kota tujuan dari tamu-tamu kita, baik saudara-saudara kita dari luar Jakarta maupun tamu-tamu dari mancanegara. Kita harus memperlihatkan ”wajah Indonesia” melalui kota ini. Saya berpesan kepada seluruh warga kota Jakarta, agar benar-benar menjaga kerapian, kebersihan, ketertiban, dan keindahan kota yang kita cintai ini. Kepada Pemerintah Daerah, saya minta untuk meningkatkan kinerja dalam merawat, memelihara, dan menciptakan kota Jakarta yang bersih, yang sehat, yang rapih dan yang indah.

Kita perlu pula meningkatkan rasa aman dan damai di seluruh pelosok ibu kota. Tingkat kejahatan harus diminimalkan. Pencurian, pencopetan, pemerasan, penganiayaan, dan pembunuhan, harus kita berantas. Demikian pula, penyalahgunaan narkotika yang masih saja dilakukan oleh sebagian warga kota, harus terus kita perangi. Seluruh warga kota, harus bahu-membahu, bergotong royong, dan bersama-sama mengurangi tindak kejahatan. Janganlah warga kota bersikap apatis dan individualis, sehingga tidak peduli kepada nasib orang lain. Kita tetap menjadi bangsa Indonesia, yang dikenal dengan sebutan bangsa yang ramah, santun, dan pandai bergotong royong. Marilah kita hidupkan kembali budaya ramah, budaya santun dan budaya gotong royong itu, agar tercipta masyarakat damai, adil dan sejahtera.

Hadirin yang saya muliakan,
Selain daya tarik Jakarta sebagai pusat pemerintahan, pusat kegiatan ekonomi, sosial dan budaya, serta pusat pendidikan dan dakwah keagamaan yang saya kemukakan tadi, Jakarta juga memiliki daya tarik berbagai kegiatan hiburan, pariwisata, dan perdagangan. Salah satu kegiatan yang memadukan unsur hiburan, pariwisata, dan perdagangan adalah kegiatan Pekan Raya Jakarta ini, yang kembali malam ini kita buka kembali. Pekan Raya Jakarta yang dulu bernama Jakarta Fair kini kita selenggarakan untuk yang ke-39 kalinya. Sejak diselenggarakan pertama kali oleh Gubernur Ali Sadikin, di masa itu, kegiatan ini berlangsung sampai sekarang. Kegiatan ini terus tumbuh, berkembang, dan berubah dengan inovasi-inovasi, dengan kreasi-kreasi baru setiap tahunnya.

Penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta, telah menjadi ajang perkenalan, promosi, dan transaksi bisnis para pengusaha dalam dan luar negeri. Produk yang diperkenalkan antara lain manufaktur, kerajinan, dan jasa. Semua produk itu sangat penting dalam upaya mendorong kemajuan sektor riil dan mengembangkan perekonomian nasional. Penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta juga mengalami peningkatan setiap tahunnya baik dari jumlah pengunjung maupun transaksi yang dicapai. Kita bersyukur, pada penyelengaraan Pekan Raya Jakarta tahun 2005 yang lalu, sekitar 2,2 juta orang mengunjungi ajang Pekan Raya ini, dengan nilai transaksi hingga 450 milyar rupiah. Tidaklah berlebihan, apabila Pekan Raya Jakarta ini adalah pameran besar dan berkualitas yang menjadi kebanggaan masyarakat Ibu Kota Jakarta khususnya, dan bahkan kebanggaan bangsa Indonesia.

Kegiatan Pekan Raya Jakarta, kita jadikan pula sebagai sarana untuk mendorong investasi dari dalam dan dari luar negeri. Kita menyadari bahwa, hingga saat ini, kita belum sepenuhnya dapat menarik investasi asing ke tanah air. Untuk itu, kita tidak boleh berdiam diri. Berbagai upaya harus terus menerus kita upayakan untuk menarik para penanam modal guna menanam modalnya di tanah air. Pemerintah, sebagaimana telah berulangkali saya kemukakan, telah bertekad dengan sungguh-sungguh untuk melakukan revitalisasi di semua sektor kehidupan ekonomi, serta untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional kita. Dengan meningkat pertumbuhan ekonomi, kita akan mampu membuka lapangan kerja baru. Dengan cara itu, kita akan mampu mengurangi angka pengangguran dan mengurangi angka kemiskinan. Usaha itu memerlukan kerja keras dan kebersamaan kita semua.

Hadirin yang saya muliakan,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya berharap di masa yang akan datang, Pekan Raya Jakarta, terus dapat dikembangkan menjadi arena yang lengkap disebutkan tadi sebagai arena main, meeting, invention, convention dan exhibition, baik yang berskala regional maupun internasional. Dengan demikian, Pekan Raya Jakarta akan menjadi jembatan bagi para pengusaha lokal menuju pasar global. Secara perlahan, Pekan Raya Jakarta akan dapat bersaing dengan pameran sejenis di luar negeri. Saya mengajak semua pihak, mulai dari Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, pihak swasta, dan masyarakat luas untuk lebih bergairah lagi dalam melakukan promosi dan produksi barang dan jasa. Meningkatnya produksi barang dan jasa, diharapkan pula dapat meningkatkan perekomian bangsa kita.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta dan seluruh jajarannya yang telah bekerja kera selama ini, baik untuk kota Jakarta maupun untuk pengembangan Pekan raya Jakarta ini. Demikian pula kepada ketua Panitia Penyelenggara dengan jajarannya yang telah bekerja keras hingga menampilkan sosok yang membanggakan ini, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan. Saya mengajak segenap lapisan masyarakat, baik dari Jakarta maupun kota-kota di seluruh tanah air, untuk beramai-ramai datang ke Pekan Raya Jakarta. Jadikanlah, masa liburan sekolah yang panjang itu, dengan kegiatan yang bermanfaat. Demikianlah yang dapat saya sampaikan, sekali lagi kepada pemerintah DKI Jakarta dan segenap jajarannya serta PT Jakarta Internasional Expo sebagai panitia penyelenggara, saya ucapkan selamat dan peghargaan yang setinggi-tingginya. Dengan mengucapkan Bismilahirrahmanirrahim Pekan Raya Jakarta ke-39 saya nyatakan dengan resmi.

Sekian.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.