Pidato Presiden

Sambutan Peresmian Gedung Politeknik Batam

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
PADA PERESMIAN GEDUNG POLITEKNIK BATAM
MINGGU, 25 JUNI 2006


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore, salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati para Menteri Koordinator, Saudara Menteri Pendidikan Nasional dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Kepulauan Riau beserta para Pimpinan dan Pejabat Negara di Kepulauan Riau, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, maupun TNI dan Polri,
Yang saya hormati Saudara Direktur Politeknik Batam dan para Pimpinan Lembaga-Lembaga Pendidikan dan Pimpinan Dunia Usaha,
Yang saya cintai para mahasiswa, para mahasiswi, para anggota Paduan Suara Otorita Batam, para penari tarian persembahan,

Hadirin yang saya muliakan,
Hari ini, kita patut bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul bersama-sama untuk menyaksikan peresmian Gedung Politeknik Batam. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini, untuk menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh civitas akademicka Politeknik Batam. Mudah-mudahan kampus ini, dapat meningkatkan kesungguhan seluruh civitas akademika, dalam meningkatkan kualitas pendidikan politeknik di daerah ini.

Saudara-saudara sekalian,
Sebagaimana kita ketahui, bahwa kita terus menerus berjuang untuk sungguh-sungguh meningkatkan pendidikan di tanah air kita. Kita ingin, bangsa kita menjadi bangsa yang cerdas, yang unggul dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Salah satu upaya untuk mewujudkan bangsa yang cerdas, unggul dan mampu bersaing itu adalah proses pendidikan, yang terencana secara konseptual, sistematis, menyeluruh dan berkelanjutan. Proses pendidikan inilah, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Kita menyadari bahwa lembaga-lembaga pendidikan di tanah air, baik jenjang pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah, maupun perguruan tinggi, masih memerlukan peningkatan. Peningkatan itu, tidak saja sarana dan prasarananya, termasuk gedungnya, tetapi juga kurikulumnya, metodologinya, sistem evaluasinya, termasuk kualitas tenaga kependidikan yang menjadi ujung tombaknya.

Hadirin sekalian,
Standardisasi pendidikan, merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak didik kita. Peningkatan kualitas pendidikan itu, merupakan tantangan mendasar yang harus kita jawab dalam era globalisasi sekarang ini. Era globalisasi sekarang ini adalah era persaingan mutu, yang bermutu menang, yang tidak bermutu kalah. Oleh karena itu, jika kita ingin berkiprah dalam percaturan global, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membangun sumber daya manusia, human capital. Baik dari aspek intelektual, emosional, spiritual, kreativitas maupun moral. Pembangunan itu, harus diupayakan secara bertahap dan berkesinambungan melalui sistem dan pengelolaan pendidikan, system and management yang berkualitas, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

Hal itu, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yaitu untuk meningkatkan mutu pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan. Salah satu konsekuensinya adalah disamping upaya peningkatan kualitas tenaga kependidikan, sekali lagi peningkatan sistem dan metodologi, termasuk segi-segi proses belajar mengajar dan evaluasi juga sangat penting, untuk sama-sama kita tingkatkan.

Kita juga memberikan perhatian terhadap layanan pendidikan di daerah-daerah, termasuk daerah perbatasan, pulau-pulau terpencil dan pedalaman. Demikian pula, kita akan memberikan perhatian terhadap gedung-gedung sekolah yang tidak layak digunakan. Saya minta kepada para Kepala Daerah, para Gubernur, para Bupati, para Walikota, agar melakukan pendataan kondisi riil gedung sekolah yang ada di daerahnya, dan segera bertindak mengatasi bangunan sekolah yang rusak. Jangan ditunggu-tunggu.

Dengan menggunakan biaya yang telah ditentukan persentasenya antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Jangan biarkan murid-murid sekolah, belajar di ruang-ruang yang sangat tidak memadai, bahkan ada yang belajar menggunakan tenda darurat, karena gedung sekolahnya dalam keadaan rusak berat. Dalam tataran desentralisasi dan Otonomi Daerah, tanggung jawab membangun, memelihara dan memperbaiki sekolah-sekolah itu, harus menjadi prioritas para pimpinan daerah.

Demikian pula pendidikan di Perguruan Tinggi. Kita ingin perguruan tinggi kita dapat bersaing dengan perguruan tinggi lain di luar negeri. Kita harus memiliki arah yang jelas dalam pembentukan kultur dan semangat keilmuan, yang dapat membangun kesadaran penelitian dan kemampuan individual agar memiliki daya saing yang tinggi. Proses perkuliahan jangan hanya diartikan sebagai sarana untuk memperoleh nilai dan ijazah semata, tetapi lebih berorientasi kepada pengembangan kapasitas keilmuan dan kesiapan lulusan memenuhi kebutuhan pasar. Kita harus memperhatikan minat, motivasi, kemampuan dan kebutuhan mahasiswa dengan orientasi masa depannya. Kita pun perlu menempatkan proses pembelajaran yang dapat berfungsi sebagai alat penuntun sikap, pemikiran, dan perilaku mahasiswa ke depan.

Janganlah kita hanya mengejar status dan gelar semata. Saya prihatin, ketika banyak pihak yang tidak malu-malu menyandang gelar dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan proses pendidikan yang benar. Mari kita sadari, bukan gelarnya yang penting, ilmunya, kemampuannya, penguasaannya. Kalau mengikuti proses pendidikan dengan benar, kemampuannya ada, pasti gelar didapat.

Hadirin yang saya muliakan,
Di tengah-tengah upaya perbaikan kualitas pendidikan sebagaimana yang saya kemukakan tadi, pihak perguruan tinggi harus memainkan peran paling depan. Apalagi, pihak perguruan tinggi sudah diberikan desentralisasi otoritas dan pemberian otonomi yang lebih besar, hingga akan lebih leluasa dalam mengembangkan pendidikannya. Institusi pendidikan tinggi, tidak lagi merupakan institusi pendidikan tradisional, melainkan harus melakukan pembaharuan. Perguruan Tinggi harus dapat melakukan perubahan melalui perencanaan strategis dan perubahan dari pendekatan komparatif menjadi pendekatan kompetitif. Cara-cara itu akan membantu perkembangan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi kita.

Dengan adanya desentralisasi dan pemberian otonomi yang lebih luas kepada perguruan tinggi, diharapkan, perguruan tinggi akan lebih mandiri, maju dan cepat berkembang. Fungsi pemerintah sebagai regulator, telah berubah menjadi motivator dalam memberikan pemberdayaan, pembinaan, dan fasilitator. Perguruan tinggi diharapkan dapat mengambil peranan besar dalam pengembangan riset, baik yang difasilitasi oleh Pemerintah maupun swasta, sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air.

Hadirin yang saya muliakan,
Kehadiran Politeknik satu-satunya di Pulau Batam ini, saya nilai memiliki peran penting dan strategis. Ketersediaan tenaga kerja terampil setingkat ahli madya yang siap pakai, di kawasan Pulau Batam, dapat mendukung perbaikan iklim investasi. Perguruan Tinggi ini, dapat menjadi perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan keahlian terbaik. Melalui kemitraan dengan kalangan industri dan jasa di Pulau Batam, sebagaimana tadi kita saksikan penandatanganan kerjasama diantara Politeknik Batam dengan lembaga-lembaga pendidikan dan dunia usaha, saya yakin bahwa ke depan dapat dihasilkan lulusan-lulusan terbaik yang siap pakai untuk diterima di dunia usaha maupun di cabang-cabang profesi yang lain.

Politeknik Batam dapat pula menjadi lembaga pendidikan profesional yang dapat menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi. Lulusan seperti itu sangat kita harapkan, untuk memacu perkembangan ekonomi kita dan memacu pembangunan bangsa secara menyeluruh. Politeknik Batam dapat menjadi pusat keunggulan riset terapan bagi pengembangan dunia industri. Bahkan, di masa yang akan datang perlu dipikirkan untuk mengembangkan program pendidikan baru yang dapat menunjang bidang maritim dan pariwisata.

Saudara-saudara sekalian,
Sebelum saya mengakhiri dan meresmikan berdirinya Gedung Politeknik Batam sore hari ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal kepada seluruh rakyat Indonesia, melalui forum terhormat ini, menyangkut bidang pendidikan.

Saudara-saudara,
Kita bisa melihat pendidikan dari berbagai aspek. Aspek pertama, pendidikan merupakan hak warga negara. Oleh karena itu demi keadilan, kita ingin memberikan kesempatan kepada putera puteri bangsa dimanapun, termasuk kelompok ekonomi lemah, untuk bisa mengikuti pendidikan.

Itulah sebabnya, tahun-tahun mendatang kita akan mengalokasikan lebih banyak lagi anggaran pendidikan, menuju ketentuan Undang-Undang Dasar 1945, agar semua mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan. Apabila rakyat kita di seluruh tanah air memiliki pengetahuan dasar, tentu mereka akan dapat memilih cabang profesi dan Insya Allah akan mendapatkan lapangan pekerjaan yang diharapkan.

Yang kedua, pendidikan juga membangun human capital, membangun daya saing bangsa. Wajib hukumnya bagi Indonesia agar bisa tampil terhormat dalam globalisasi, bekerja sama dengan negara lain, sekaligus bersaing secara sehat, kita memerlukan putera puteri bangsa yang cerdas, memerlukan level pendidikan dengan standar yang berlaku secara internasional.

Dan yang ketiga, pendidikan harus bisa memenuhi kebutuhan lapangan kerja. Politeknik misalnya, diharapkan bisa memiliki kurikulum yang lulusannya lebih siap pakai. Bisa bekerja di cabang-cabang atau di lapangan sesuai dengan pasar yang tersedia. Itu semua akan kita dorong sejalan dengan peningkatan human development indek di negara kita, sejalan dengan peningkatan quality of live dari rakyat kita, pendidikan, kesehatan dan pendapatan orang seorang.

Saudara-saudara,
Akhir-akhir ini muncul berbagai wacana tentang mutu pendidikan, sebagaimana disampaikan Saudara Mendiknas tentang Ujian Nasional. Ketika kita mendiskusikan, memikirkan, marilah kita berorientasi pada tujuan dan hakikat apa yang ingin dicapai dalam pendidikan nasional ini.

Saudara-saudara,
Kita ingin membangun landasan yang kokoh, pengetahuan dasar rakyat Indonesia. Kita ingin meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan kita, dengan berbagai upaya, bukan hanya dengan anggaran, tetapi juga dengan cara-cara yang lain. Mutu tidak boleh direndahkan. Standar tidak boleh dikompromikan. Mutu harus kita capai, standar harus kita capai, dengan cara kita tata kurikulum yang benar, bahan ajaran yang benar, metodologi belajar mengajar yang benar, sistem evaluasi yang benar. Dengan demikian output-nya juga benar. Kita mencapai mutu dan standar dengan cara membangun prasarana dan sarana, dengan cara meningkatkan kualitas tenaga-tenaga pengajar kita dan berbagai cara yang dapat kita lakukan ke depan.

Saya meminta Saudara Menteri Pendidikan Nasional untuk memberikan bantuan, asistensi kepada lembaga-lembaga pendidikan yang memerlukan bantuan itu, agar mutu itu bisa dicapai, agar standar itu bisa dicapai. Saya meminta para Pimpinan Daerah, para Gubernur, Bupati, Walikota, memberikan atensi yang serius terhadap pencapaian mutu itu, dengan cara-cara yang dipilih. Saya meminta orang tua memberikan atensi kepada putera puterinya agar mereka mengikuti proses pendidikan dengan benar. Kalau proses pendidikannya benar, Insya Allah output-nya juga benar.

Dan di atas segalanya, saya meminta para mahasiswa, para pelajar, para siswa di seluruh negeri ini, mari kita belajar dengan serius, dengan tujuan yang jelas, dengan semangat yang tinggi, agar mutu itu dapat dicapai. Kalau putera puteri bangsa kita bermutu, tentu semua akan terangkat, Indonesia akan maju, tidak tertinggal dengan negara-negara lain di dunia.

Tahun lalu saya berkunjung ke Amerika Serikat, saya bertemu dengan putera puteri bangsa yang bekerja di Microsoft Company, di Richmond. Saya bertemu dengan mereka, saya bangga, muda-muda tapi cerdas. Saya bertemu dengan beberapa pekerja kita, masyarakat kita di Timur Tengah, mereka juga mendapatkan pujian, karena memiliki expertise yang tinggi di bidang minyak dan gas.

Saya bangga putera puteri Indonesia memiliki prestasi yang tinggi, pendidikan di Jepang, di Amerika, yang ternyata tidak kalah. Artinya apa? Kalau semangat belajar kita tinggi, atensi kita semua mencapai pendidikan yang baik juga tinggi, Pemerintah memberikan bantuan, masyarakat memberikan bantuan, orang tua juga peduli. Yakin, putera puteri Indonesia adalah putera puteri yang cerdas.

Jangan kita lunak pada diri sendiri, jangan kita permisif pada diri sendiri, jangan kita mau tertinggal dalam mutu, kualitas dan standar itu, mari kita tutup segalanya, mari kita lakukan segalanya bersama-sama, mengangkat standar dan mutu itu pada level yang pantas, sehingga kita bisa berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain, kita berkompetisi dengan negara-negara lain. Insya Allah dengan kerja keras kita, dengan semangat kita, dengan sistem dan manajemen yang benar, itu semua dapat kita capai.

Saudara-saudara sekalian,
Sebelum saya akhiri, saya harus mengatakan kepada terutama warga Negara kita yang berada di Batam, sebagai balasan yang disampaikan Pak Ismeth Abdullah tadi:

Jalan-jalan di kebun durian,
Tidak terasa hari mulai menjelang malam,
Indah nian Gedung Politeknik Batam,
Chandra dimuka bagi manusia-manusia masa depan.

Laju-laju perahu laju,
Angin buritan membawa ke tepian,
Maju-maju Kepulauan Riau,
Jadilah kawasan pusat kemajuan.

Demikianlah sambutan saya. Semoga, Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT meridhai cita-cita, niat dan tujuan baik kita membangun masa depan Batam, membangun masa depan Riau dan membangun masa depan Indonesia menuju ke keadaan yang lebih baik.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Gedung Politeknik Batam, saya resmikan penggunaannya.

Sekian.
Wassalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepre