Pidato Presiden

Sambutan Peresmian Jembatan Air Layang

 

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN JEMBATAN AIR LAYANG
KANTOR GUBERNUR PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
PANGKAL PINANG, 28 JUNI 2006



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang bersejarah dan Insya Allah penuh berkah. Saya akan menyampaikan perasaan hati dan suasana batin saya pada hari ini.

Pertama-tama, saya bukan hanya bersyukur ke hadirat Allah SWT, tetapi saya juga sangat optimis bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan ridho Tuhan akan menjadi provinsi yang maju. Pertama-tama sebagai apresiasi saya terhadap Pagelaran Bahtera Bertiang 7 tadi, yang dibawakan oleh seniman, penari dan penyanyi yang luar bisa sangat indahnya telah menggetarkan hati kita, membangkitkan semangat kita sekaligus membuktikan bahwa saudara-saudara semua yang ada di Negeri Serumpun Sebalai ini, telah menentukan pilihannya, belajar dari pengalaman sejarah masa lalu. Pilihan itu tiada lain, yang saya tangkap adalah menuju masa depan Bangka Belitung yang lebih damai, lebih adil dan lebih sejahtera. Cita-cita seperti itulah, semangat seperti itulah, persatuan seperti itulah, Insya Allah akan mengubah masa depan provinsi ini, mengubah masa depan rakyat yang kita cintai di provinsi ini. Ini adalah rasa syukur dan kebahagiaan saya selaku Kepala Negara, yang pertama.
Yang kedua, satu jam sebelum saya menuju ke tempat ini. Tadi Saudara Gubernur didampingi oleh para Bupati dan Walikota, didampingi oleh Ketua DPRD dan para unsur pimpinan di provinsi ini telah memaparkan kepada saya rencana pembangunan ke depan, yang saya nilai sangat jelas visinya, sangat gamblang kebijakan dan rencana aksinya. Yang apabila itu dapat dilaksanakan dengan baik, didukung oleh semua pihak, termasuk rakyat kita di provinsi ini, dengan ridho Tuhan, saya yakin akan merubah, sekali lagi wajah provinsi ini tahun-tahun mendatang.

Sebagaimana yang sering saya sampaikan di banyak kesempatan, wajib hukumnya bagi yang sedang mengemban amanah, termasuk saya, termasuk para Menteri, termasuk Gubernur, Bupati dan Walikota, dan semua sampai ke Camat dan Kepala Desa mencurahkan waktu, pikirannya dan tenaganya untuk untuk melakukan langkah-langkah nyata.

Paling tidak ada 7 hal yang saya jadikan pekerjaan rumah bagi para pemimpin itu adalah satu, terus-menerus mengurangi kemiskinan. Dua, terus-menerus menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak. Yang ketiga, meningkatkan kualitas pendidikan. Yang keempat, meningkatkan kualitas kesehatan. Yang kelima, menambah infrastruktur dasar, air bersih, jembatan, jalan dan lain-lain. Yang keenam memberikan pelayanan terbaik kepada rakyatnya, bukan dipersulit, tetapi harus dipermudah. Dan yang ketujuh, yang tidak kalah pentingnya, bangun tata pemerintahan yang baik dan berantas korupsi.

Tujuh hal itulah yang selalu saya tekankan dimana-mana dan tujuh hal itu pulalah yang tadi dipaparkan oleh Saudara Gubenur dengan rencana aksi yang jelas. Saya berpesan, jalankan itu, capai sasaran-sasaran itu dan setiap saya datang ke Bangka dan Belitung lagi, Insya Allah di waktu yang akan datang, saya hanya ingin mendengar cerita-cerita yang baik, bahwa semua upaya itu membuahkan hasil, setapak demi setapak. Dan akhirnya rakyat kita, utamanya di provinsi ini mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik. Ini optimisme saya yang kedua.

Optimisme saya yang ketiga, ketika saya tadi berjalan, mengendarai mobil maksud saya, dari Parai ke Pangkal Pinang, saya masuk ke wilayah pemerintahan ini, saya melihat tata ruangnya baik, sudah mulai tertata, jelas sekali saya membaca maketnya. Saya ingat itu kompleks pemerintahan di Malaysia seperti ini kelak kalau jadi, ada danaunya, ada tempat rekreasinya, ada pusat pemerintahannya dan lain-lain. Berubah betul wajah kota ini. Kita mohon pada Allah SWT, agar diberikan rahmat, ridho, sehingga apa yang dicita-citakan bisa menjadi baik.

Pesan saya, jangan lupa mulai sekarang menghijaukan kawasan ini. Pesan saya, jangan lupa mulai sekarang bikin indah dengan bunga-bunga yang bagus seperti bougenville, sehingga kawasan ini bukan hanya pusat pemerintahan bagi Pangkal Pinang dan seluruh kota-kota di Bangka Belitung betul-betul menjadi kota yang berseri, bersih, sehat, rapi dan indah. Mari kita tunggu kiprah dari para Bupati dan Walikota untuk menuju kota yang berseri seperti itu.

Tiga hal itu saudara-saudara, cukup bagi saya untuk bersyukur, untuk merasa berbahagia, untuk optimis melihat masa depan saudara-saudara saya yang saya cintai di wilayah ini. Melihat masa depan Bangka Belitung sebagaimana perjalanan sebuah perahu Bahtera Bertiang 7 yang Insya Allah akan mencapai pantai tujuan yang diharapkan bersama. Itulah pengantar saya dan ijinkan saya sekarang menyampaikan sambutan berkenaan dengan Peresmian Jembatan Air Layang yang akan segera kita lakukan.

Yang saya hormati Saudara Menteri Perhubungan yang juga Menteri Pekerjaan Umum ad interim dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan segenap pimpinan dan pejabat daerah, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, maupun TNI dan Polri, Saudara Pimpinan Lembaga Pemerintahan Non Departemen dan Badan Usaha Milik Negara,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Alim Ulama, para tokoh masyarakat, para pemuka adat, para cendekiawan, para budayawan, para usahawan, para Pimpinan Partai Politik dan organisasi kemasyarakatan, generasi muda,

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Kita bersyukur ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, hari ini kita dapat berkumpul di sini untuk meresmikan selesainya Pembangunan Jembatan Air Layang di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Kepada seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum, Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan warga masyarakat di daerah ini, saya ucapkan selamat atas kehadiran jembatan yang baru ini. Semoga jembatan ini dapat lebih memperlancar arus lalu lintas kendaraan darat dari satu daerah ke daerah lain di seluruh Pulau Bangka. Kelancaran arus lalu lintas diperlukan guna mendukung dinamika perkembangan masyarakat, termasuk pula pengembangan ekonomi di daerah ini.

Pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalanan dan jembatan sebagaimana pula disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum ad interim tadi, merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional bangsa kita. Kita menyadari bahwa sejak 8 tahun terakhir ini, pembangunan infrastruktur kita belum sepenuhnya mendapatkan prioritas yang tinggi. Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 merupakan penyebab utamanya. Dana yang kita miliki untuk membangun infrastruktur terpaksa kita alihkan ke sektor-sektor lain yang kita rasakan jauh lebih mendesak untuk diatasi, seperti program pengentasan kemiskinan dan penanganan ketersediaan pangan sebagai kebutuhan dasar masyarakat yang sangat vital. Kita masih ingat, masih segar dalam memori kita, hari-hari yang penuh dengan kesulitan waktu itu awal-awal krisis, sehingga kita harus berbuat menyelamatkan saudara-saudara kita yang terpukul, yang menderita, yang sengsara akibat krisis itu. Namun kita tentu tidak boleh berlama-lama membiarkan pembangunan infrastruktur kita terus tertinggal.

Jika jalan yang kita miliki rusak parah dan jembatan kita runtuh, maka seluruh aktivitas ekonomi di suatu daerah akan mengalami kendala yang besar. Jika sebagian besar jalan dan jembatan kita di tanah air mengalami keadaan seperti itu, maka roda perekonomian nasional akan terganggu. Sebab itulah, pemerintah yang saya pimpin dengan sengaja memberikan kembali prioritas pada pembangunan infrastruktur bukan saja memperbaiki dan memelihara prasarana yang sudah ada, tetapi juga berupaya untuk membangun prasarana yang baru.

Pembangunan infrastruktur tentu tidak terbatas pada pembangunan jalan dan jembatan, kita juga memerlukan sarana pelabuhan laut dan udara untuk melayani permintaan terhadap jasa penerbangan yang terus meningkat. Kita juga memerlukan pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang baru, yang menggunakan energi alternatif. Seluruh masyarakat segera dapat menikmati listrik dan sekaligus dapat mengurangi beban subsidi itu. Oleh karena itu, saya dukung rencana Gubernur untuk meningkatkan kapasitas listrik di daerah ini agar lebih banyak lagi yang bisa dilistriki, baik itu untuk industri, untuk dunia usaha maupun untuk rumah tangga.

Kita juga mendengar komitmen dari Menteri Perhubungan tadi untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan yang ada di tempat ini. Pak Hatta Rajasa ini, setiap memberikan komitmen kepada saya, pernah waktu saya meresmikan bandara di Padang, meresmikan bandara di Palembang, menambah infrastruktur di Meulaboh, beliau berjanji kepada saya, “Pak Presiden, Insya Allah akan kami tingkatkan dalam waktu sekian”. Tuhan kasih jalan dan itu terlaksana. Mudah-mudahan yang akan dilakukan oleh beliau meningkatkan kapasitas pelabuhan di tempat ini juga bisa terwujud dengan baik.

Di berbagai daerah, kita juga memerlukan percepatan pembangunan jalan tol untuk mempercepat arus lalu lintas barang dan jasa serta kegiatan ekonomi pada umumnya. Usaha-usaha itu telah, sedang dan terus kita lakukan agar dapat memacu pertumbuhan ekonomi, yang akhirnya akan mampu pula meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pembangunan ekonomi tentu bukan merupakan tujuan akhir, dengan ekonomi yang tumbuh dan berkembang, maka kesejahteraan rakyat akan meningkat, pangannya, sandangnya, papanya, kesehatannya, pendidikannya, rasa amannya, dan lain-lain. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi penting untuk menuju ke peningkatan kesejahteraan itu.

Di berbagai daerah pembangunan infrastruktur sering kali terkendala oleh masalah tersedianya lahan. Saya menyadari bahwa masyarakat memiliki tanah berdasarkan berbagai hak yang dikenal di dalam Hukum Agraria kita. Tidak jarang tanah itu dimiliki secara turun-temurun berdasarkan hukum adat masyarakat setempat. Saya menyadari pula bahwa lahan yang dimiliki itu menjadi sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun demikian, ada kalanya lahan yang dimiliki masyarakat itu diperlukan untuk pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan umum dan kepentingan orang banyak. Oleh karena itulah, harus dicarikan solusi yang baik. Di satu sisi yang memiliki tanah itu tidak dirugikan, tapi di sisi lain kepentingan umum juga dapat dipenuhi karena memang kepentingan kita bersama.

Setiap aparatur negara berkewajiban untuk melindungi seluruh rakyat, termasuk hak rakyat atas tanah itu. Karena itu jika penyediaan lahan untuk kepentingan umum, berhubungan dengan kepentingan lahan masyarakat maka solusinya, pemecahannya, jalan keluarnya, harus diselesaikan sesuai aturan yang berlaku. Masalah yang kita hadapi bersama itu, kita musyawarahkan secara bersama-sama dengan segala etikad yang baik, yang diliputi oleh kejujuran, keikhlasan dan tanggung jawab. Tidak boleh ada pihak manapun juga yang dirugikan kepentingannya, terutama kepentingan rakyat kita. Dengan musyawarah itu kita saling mendengar dan sama-sama mencari jalan keluar yang terbaik.

Salah satu sila dari Pancasila sebagai dasar negara kita juga menekankan arti penting dari musyawarah. Karena itu saya mengajak, marilah kita kedepankan asas musyawarah itu sehingga benar-benar menjiwai kehidupan masyarakat kita. Sekali lagi, kalau kita bermusyawarah menyangkut penggunaan lahan yang kita lindungi, yang kita harus penuhi adalah kepentingan rakyat yang semula memiliki lahan itu dan kepentingan umum yang juga sesungguhnya kepentingan rakyat banyak. Bukan kepentingan mereka yang berusaha, yang sering berspekulasi terhadap tanah dan lahan itu, bukan mereka yang mencari keuntungan sendiri di atas kepentingan rakyat dan kepentingan umum, juga bukan untuk mereka-mereka para pejabat yang nakal, yang juga mencari-mencari keuntungan dari semuanya itu, bukan untuk calo tanah, bukan untuk spekulan tanah, bukan untuk mereka-mereka yang tergoda untuk menikmati keuntungan, tetapi benar-benar rakyat dan kepentingan umum. Insya Allah, kalau hati kita jernih, pikiran kita terang, etikad kita baik akan sampai mencari jalan keluar seperti itu.

Hadirin yang saya muliakan,
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung lahir di era reformasi. Sudah sangat lama rakyat di daerah ini mendambakan lahirnya sebuah provinsi, kita bisa merasakan pagelaran atau tarian kolosal Bahtera Bertiang 7 tadi. Kini provinsi itu telah lahir, pemekaran daerah kabupaten di daerah ini telah selesai dilakukan lengkah dengan perangkat-perangkat pemerintahan di daerahnya. Seluruh rakyat di provinsi ini kini menunggu nasib perbaikan seperti apakah yang akan mereka alami dengan lahirnya provinsi dan kabupaten-kabupaten baru di daerah ini.

Saya ingin menegaskan kepada saudara-saudara semua di seluruh tanah air bahwa pemekaran daerah-daerah, tujuannya tiada lain adalah mensejahterakan rakyat di daerah itu, bukan untuk tujuan yang lain-lain. Pemekaran daerah hanya akan bermakna bagi rakyat, jika mempercepat proses pembangunan untuk meningkatkan nasib dan masa depan mereka, kesejahteraan mereka. Janganlah pemekaran daerah dijadikan sekedar ajang untuk membangun dan memperkuat posisi-posisi, barangkali politik, barangkali ekonomi bagi kalangan tertentu. Karena bukan itu, kalau itu yang terjadi justru akan makin mahal biaya pembangunan di daerah itu, justru akan menghambat upaya mensejahteraan rakyat di daerah itu, karena biayanya mengalir bukan untuk sesuatu yang produktif, tetapi untuk yang konsumtif, mengalir bukan untuk segera mengentaskan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, tetapi justru untuk membangun hal-hal yang sesungguhnya tidak menjadi prioritas dalam pembangunan kita. Marilah kita camkan itu semua.

Saya yakin dan saya melihat tanda-tanda yang baik di daerah ini bahwa tujuan itu Insya Allah akan dicapai. Saya melihat kesungguhan, kegigihan dan pengabdian dari saudara-saudara semua untuk betul-betul dengan pemekaran daerah ini mencapai tujuan yang tadi telah saya sampaikan.

Rencanakanlah segala sesuatunya dengan matang dan penuh pertimbangan. Jangan membangun asal membangun tanpa tujuan yang jelas, tanpa kelayakan yang mantap dan tanpa sesuatu yang betul-betul bisa memecahkan masalah yang dihadapi di daerah ini. Apa yang saudara sampaikan tadi, Pak Gubernur, di depan para pejabat yang lain, kalau itu dijalankan dengan sungguh-sungguh dengan harapan saya itu bisa berhasil, maka rencana itu sudah mengarah kepada tujuan dari pemekaran daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

Kepada masyarakat saya juga mengajak agar bekerja keras membangun daerah. Kemajuan daerah ini tidak akan datang dari langit kalau masyarakat tidak mempunyai inisiatif untuk memajukan dirinya sendiri. Di masa yang lalu, rakyat di daerah ini dengan mudah mendapatkan sumber kehidupan dengan bekerja di sektor pertambangan. Kini era kejayaan pertambangan timah telah berlalu, meskipun berbagai kegiatan penambangan masih terus berlanjut. Pemerintah Daerah dan masyarakat harus berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menggali berbagai potensi yang dimiliki daerah ini untuk dikembangkan. Kita mengetahui bahwa potensi kelautan, pertanian dan pariwisata di provinsi ini sangat besar.

Pulau Bangka dan Pulau Belitung dikenal memiliki pantai-pantai yang sangat indah dan bahkan dapat dikatakan sebagai pantai-pantai terindah diantara pantai-pantai yang ada di negara kita. Saya telah ikut menikmati tadi. Insya Allah, kalau itu dikembangkan betul, keindahannya ada, pantainya ada, laut birunya ada, burung camar yang terbang di langit biru juga ada. Apabila listriknya ada, jalannya baik, promosinya baik, maka pariwisata bisa menjadi sektor unggulan di tempat ini. Jangan sia-siakan anugerah Allah SWT, akan banyak wisatawan, baik dari dalam negeri maupun dari mancanegara. Bangun dengan inovasi, dengan kreativitas, dengan kebersamaan, ini juga menjanjikan di Kepulauan Bangka dan Belitung ini.

Pulau Bangka dan Belitung juga masih memiliki kawasan hutan tropis dan hutan pantai yang berpotensi untuk dikembangkan. Tentu hutan itu bukan untuk dijadikan sebagai lahan pembalakan, tetapi untuk dilestarikan dan dikembangkan ke arah lain yang lebih produktif, seperti untuk kepentingan riset, pengembangan berbagai jenis obat-obatan. Pemanfaatan hutan tropis ini sangat tergantung kepada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita tidak dapat lagi mengolah hutan dengan cara-cara tradisional apalagi pembalakan yang liar dan tidak terkendali.

Saudara-saudara,
Di Palembang, beberapa hari yang lalu saya memimpin apel yang dihadiri oleh Gubernur, Bupati, Walikota terutama di kawasan Sumatera bagian Selatan, termasuk Jambi, Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan Barat untuk bersama-sama bertekad memerangi kebakaran hutan. Kita malu kepada negara tetangga, yang tahun-tahun yang lalu masih terlalu banyak mengirim asap ke negara tetangga. Asap jangan dikirim, asap harus dipadamkan, menganggu kesehatan rakyat kita, rakyat negara sahabat, menganggu penerbangan, penerbangan kita, penerbangan negara sahabat, menganggu ekonomi kita, ekonomi negara sahabat. Satu-satunya cara, mari kita bersama-sama mencegah kebakaran hutan itu, mencegah asap dan kemudian kita kelola dengan baik. Ini misi kita bersama, saya ingin Bangka Belitung juga melakukan hal yang sama dengan itu.

Pada saatnya, saudara-saudara rakyat di daerah ini dididik dan difasilitasi dengan cara-cara baru dalam mengembangkan potensi laut. Rakyat tidak mungkin dibiarkan selama-lamanya menangkap ikan dengan cara-cara tradisional, cara-cara itu tidak akan pernah menjadikan rakyat, khususnya untuk para nelayan menjadi sejahtera. Mari kita pikirkan bersama, agar betul-betul profesi nelayan itu mendapatkan kesejahteraan yang baik. Karena itu saya mengajak Pemerintahan Daerah untuk membangun sektor kelautan ini dengan sungguh-sungguh. Jangan biarkan ikan di daerah ini terus-menerus dicuri oleh nelayan-nelayan asing, sementara terumbu karang juga mulai rusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Hadirin yang saya muliakan,
Kembali kepada jembatan yang kita resmikan pada hari ini, saya sekali lagi mengajak kepada seluruh masyarakat agar sama-sama memanfaatkan dan sekaligus memeliharanya. Pemeliharaan terhadap infrastruktur yang kita miliki tentu tidak terbatas pada jembatan ini saja, tetapi terhadap semua infrastruktur yang ada di daerah ini. Jembatan ini kita bangun dengan biaya 20 milyar, suatu jumlah yang tidak sedikit. Sebab itu, jembatan ini jangan dirusak oleh tangan-tangan jahil, termasuk perilaku vandalisme. Kerusakan infrastruktur akan menyebabkan kesulitan bagi seluruh warga masyarakat karena itu warga masyarakat harus menyadari betapa pentingnya memelihara dan menjaga setiap infrastruktur yang kita miliki, termasuk fasilitas yang dibangun oleh negara. Di sinilah arti penting dari kesadaran hidup bernegara, yang harus dimiliki oleh setiap orang.

Kita harus mengakui bahwa kesadaran bernegara seperti itu belumlah benar-benar mengakar dalam kehidupan masyarakat. Masih banyak warga yang tidak peduli, bahkan tidak jarang hanya karena keisengan ada warga yang dengan sengaja merusak fasilitas-fasilitas umum tanpa menyadari akibat-akibatnya, padahal fasilitas itu kita bangun bertahun-tahun dengan uang rakyat, dengan segala jerih payah yang kita lakukan. Kita ingin memelihara semuanya itu, sambil bersyukur dan menambah lagi prasarana untuk anak cucu kita.

Itulah saudara-saudara yang perlu saya tekankan. Dan sebelum saya nyatakan dengan resmi, saya ingin mengekspresikan juga pikiran saya dengan sebuah pantun sederhana:

Sungguh indah Kota Pangkal Pinang,
Burung Camar berdendang di pantai,
Mari bersama kita menuju masa datang,
Bersama-sama, bersatu kita membangun negeri,
Berlayarlah terus bahtera bertiang 7,
Majulah terus Negeri Serumpun Sebalai untuk rakyat yang kita cintai.

Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Jembatan Air Layang Kabupaten Bangka dengan resmi saya nyatakan penggunaannya.
Sekian.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.

*****
Biro Pres dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan