Pidato Presiden

Sambutan Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional

 

SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN HARI ANTI NARKOBA INTERNASIONAL TAHUN 2006 ISTANA NEGARA, 30 JUNI 2006




Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Ketua Mahkamah Agung dan Para Pimpinan serta anggota Lembaga-Lembaga Negara,
Yang saya hormati Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Saudara Kapolri selaku Kepala BNN,
Yang mulia para Duta Besar dan Pimpinan Lembaga-Lembaga Internasional,
Yang saya muliakan para pemuka agama, para tokoh masyarakat, pimpinan dan anggota masyarakat peduli Narkoba, para Gubernur,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Hari ini kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, karena atas rahmat dan karunianya kita dapat berkumpul di Istana Negara untuk memperingati Hari Anti Narkoba Internasional Tahun 2006. Peringatan ini harusnya kita laksanakan setiap tanggal 26 Juni 2006 sebagaimana telah dideklarasikan oleh PBB pada tanggal 26 Juni 1987, namun karena kegiatan kita semua acara baru dapat kita selenggarakan pada hari ini. Keterlambatan penyelenggaraan peringatan ini tidaklah mengurangi arti penting dari Hari Anti Narkoba Internasional.


Saudara sekalian,
Tema peringatan Hari Anti Narkoba Internasional tahun ini adalah Anak-anak dan Narkoba, Children and Drugs. Dengan slogan Narkoba bukanlah permainan anak-anak, Drugs Are Not Child’s Play. Tema dan slogan ini memberikan kesadaran bagi kita semua, terutama generasi muda agar memahami bahaya narkoba sejak dini, karena narkoba dapat menjerumuskan kita semua. Tema dan slogan, sebagaimana saya katakan tadi mengajak seluruh orang tua agar berupaya sekuat tenaga, menjauhkan putra-putri kita dari narkoba demi kelangsungan mereka dan demi kelangsungan bangsa yang kita cintai bersama.

Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional sebagaimana disampaikan oleh Saudara Kepala BNN tadi, kita selenggarakan bukan untuk merayakannya, tetapi untuk menunjukkan keprihatinan kita, kepedulian kita, tanggung jawab kita dan tekad kita untuk memberantas kejahatan yang mengancam masa depan bangsa kita ini. Permasalahan narkoba kini telah menjadi permasalahan seluruh bangsa, permasalahan global. Dampaknya telah merambah ke hampir seluruh negara, tentu dengan tingkat ancaman yang berbeda-beda. Hampir setiap hari kita mendengar adanya korban penyalahgunaan narkoba, baik terjadi di negara lain maupun di negara kita. Itu yang kelihatan, saya kira banyak yang tidak kelihatan laksana puncak gunung es.

Maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba telah membangkitkan komitmen bangsa-bangsa di dunia untuk menanggulanginya. Sejak tanggal 26 Juni 1987, semua bangsa sepakat untuk memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Hal ini dapat dilihat dari berbagai konvensi PBB mengenai pencegahan dan pemberantasan narkoba yang telah diratifikasi hampir seluruh negara. Dalam tatanan regional, ASEAN telah pula mengambil langkah-langkah guna memberantas dan mengurangi tindak kejahatan trans nasional, termasuk kejahatan narkoba. Para Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara ASEAN menyerukan perlunya memperkuat kerjasama guna melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang bebas dari narkoba atau Drug Free South East Asia.

Hadirin yang saya hormati,
Bangsa kita sebagai bagian dari komunitas bangsa-bangsa dunia terus berupaya dengan sungguh-sungguh dalam menangani permasalahan ini. Selain kita telah meratifikasi berbagai konvensi PBB, kita pun telah membentuk Badan Narkotika Nasional, BNN. Badan ini diharapkan dapat menjadi lembaga terdepan dalam upaya memerangi penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba. Dalam upaya ini, BNN mengedepankan strategi pencegahan, penegakkan hukum serta terapi dan rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Melalui koordinasi yang baik antara BNN, Kepolisian, Kejaksaan, Keimigrasian, Badan Pengawas Obat dan Makanan dan seluruh komponen masyarakat. Kita telah mampu memutus sebagian jaringan, cukup banyak yang dapat kita putus, membongkar perdagangan gelap dan menutup pabrik narkoba di berbagai tempat di tanah air.

Usaha ini akan terus kita lakukan tanpa henti. Kita tidak ingin negara kita dijadikan tempat lalu lintas peredaran dan perdagangan narkoba, apalagi menjadi produsen dalam barang haram itu.

Kita harus terus-menerus mengingatkan para pengguna narkoba dan mewaspadai jaringan pengedar yang masih ada di sekitar kita. Korban penyalahgunaan narkoba lebih banyak, menurut penelitian karena kehendaknya sendiri. Karena itu, sosialisasi tentang akibat dari penyalahgunaan narkoba harus ditingkatkan. Saya menghimbau kepada saudara-saudara yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, sebagaimana yang kita saksikan dalam tayangan tadi untuk berhenti dan bertaubat ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa untuk memulai hidup baru.

Dengan penuh kasih sayang kami semua akan menerima kembalinya mereka. Mereka adalah anak-anak kita, bagian dari kita, apabila telah mengubah jalan hidupnya dan siap mengarungi masa depannya kita harus terima dengan baik dan akhirnya menjadi dari bagian dari kita semua. Kita berharap kepada mereka untuk mengulangi perbuatan itu. Melawan narkoba harus berangkat dari niat yang ikhlas, keinginan yang kuat, sekuat gunung karang dan tindakan yang nyata. Mari kita bantu bangun bangsa menjadi bangsa yang sehat, cerdas dan maju.

Kepada para pembuat dan pengedar narkoba, ingatlah bahwa pemerintah sedikit pun tidak akan memberikan toleransi kepada mereka yang dengan sengaja memproduksi dan mengedarkan narkoba. Pemerintah telah dan akan terus melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu. Para pelaku kejahatan narkoba dengan segala bentuk dan modus operandinya akan terus kita lawan dengan sekuat tenaga. Kita tidak boleh bersifat defensif dalam permasalahan ini. Perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti, harus kita lakukan setiap saat.

Memang tugas berat ini tidak mungkin hanya dilaksanakan oleh pemerintah atau aparat Kepolisian semata, tetapi merupakan tugas kita bersama. Saudara menyaksikan tayangan, komitmen Presiden Megawati, komitmen saya, komitmen kita semua untuk terus memberantas narkoba ini seakar-akarnya. Banyak permohonan grasi dari pelaku kejahatan narkoba yang dilayangkan kepada saya, tapi saudara Ketua Mahkamah Agung, saya sendiri, tentu memilih untuk keselamatan bangsa dan negara kita, memilih keselamatan generasi kita, generasi muda kita dibandingkan memberikan grasi kepada mereka yang menghancurkan masa depan itu.

Hadirin yang saya hormati,
Kejahatan narkoba memiliki ciri-ciri yang perlu kita waspadai. Kejahatan ini telah menjadi kejahatan antar negara, trans national crimes. Bentuk kejahatannya merupakan kejahatan terorganisasi, organized crime. Korbannya tidak pilih kasih, indiskriminasi, jaringan pelakunya dilakukan dengan menggelar sistem sel, karena itu penanganannya memerlukan cara-cara yang luar biasa, extraordinary, baik dalam penerapan hukum acaranya maupun metodologi pembuktiannya. Kita juga memerlukan teknologi yang tinggi untuk mampu mendeteksi dan mengindentifikasi gerak-gerik pelaku kejahatan ini.

Saudara-saudara sekalian,
Mengingat tema Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional tahun ini adalah Anak-Anak dan Narkoba. Kita perlu memberikan perhatian yang khusus kepada anak-anak. Anak-anak masih sulit membedakan antara yang baik dengan yang buruk. Anak-anak sangat rentan terhadap pengaruh lingkungannya, teman mainnya. Anak-anak juga masih muda diperdayakan oleh orang lain yang berniat jahat, sebab itu saya mengajak kepada seluruh orang tua agar di tengah kesibukannya masing-masing tetaplah dapat meluangkan waktu untuk memperhatikan anak-anaknya. Kalau tidak terlalu sering bisa bertemu barangkali orang tua bekerja, anak-anak berkuliah atau bersekolah, perhatikan, pelihara kualitas pertemuan itu.

Pertemuan yang berkualitas akan ada dialog, komunikasi timbal balik, orang tua akan mengerti apa yang dilakukan oleh putra-putrinya. Putra-putri akan mengerti apa yang menjadi harapan orang tuanya dengan segala kasih sayangnya. Kualitas saudara-saudara ketika dalam abad sekarang ini kesibukan berada dimana-mana. Berikanlah anak rasa cinta dan kasih sayang serta kepedulian yang tinggi, agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif terutama, sekali lagi penyalahgunaan narkoba. Sebuah bangsa akan hancur, jika generasi mudanya rusak. Generasi muda akan rusak, jika kita tidak mampu melakukan pengasuhan dan bimbingan dalam aspek spiritual, nilai dan prilaku keagamaan yang setinggi-tingginya, kepribadian, pikiran maupun prilaku mereka semua. Oleh karena itu, kita berkewajiban untuk memberikan perlindungan terhadap anak-anak dari hal-hal yang buruk, terutama menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Kita harus cegah mereka, selamat mereka untuk tidak diperalat oleh bandar narkoba, menjadi kurir atau pengedar.

Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh keluarga di tanah air untuk melindungi dan memberi pengertian kepada anak-anak kita dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Berikanlah penjelasan yang tekun, yang sabar melalui komunikasi dan sosialisasi yang efektif sejak ini. Lingkungan pendidikan dan lingkungan tempat tinggal sangat dominan dalam membentuk karakter anak-anak untuk menolak narkoba. Di lingkungan keluarga dan masyarakat hindari kesan sebagai aib, rasa malu sebagaimana diingatkan oleh Saudara Kapolri tadi, jika diantara keluarga kita terkena permasalahan narkoba. Sikap seperti itu bukan hanya tidak menyelesaikan masalah, tapi menambah permasalahan, baik bagi keluarga maupun bagi masyarakat luas karena tujuan kita untuk menyelematkan.

Saya kira masih bisa diselamatkan kalau kita benar-benar peduli, sadar dan tidak harus menutup-nutupi apa yang terjadi pada tingkat keluarga. Kenyataan itu meskipun pahit harus diterima sebagai musibah yang perlu, sekali lagi diatasi dan dicarikan jalan keluarnya. Dengan semakin banyaknya korban penyalahgunaan narkoba yang perlu kita selamatkan, kepada BNN saya harapkan untuk lebih intensif melakukan kerjasama, baik dengan Departemen Kesehatan maupun Departemen Sosial dalam mengembangkan pusat-pusat terapi dan rehabilitasi narkoba. Saya sudah sempat berkunjung ke beberapa panti-panti itu, sangat efektif dan kita harus bangun lebih banyak lagi di seluruh tanah air. Kerjasama ini juga harus sampai pada tingkat daerah, agar pusat-pusat terapi dan rehabilitasi dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat.

Saudara-saudara,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan harapan dan pesan sebagai berikut. Ada 2 entitas yang sangat penting, yang bisa menyelamatkan banyak hal di negeri ini. Yang pertama adalah keluarga, yang kedua adalah desa ataupun lingkungan sosial terkecil. Kalau keluarga dan desa itu kokoh, tangguh menghadapi ancaman apa saja, Insya Allah akan selamat keluarga, masyarakat, bangsa dan negara kita. Kalau keluarga dan desa itu rapuh, tidak kokoh tentu yang terjadi sebaliknya. Keluarga yang kokoh, keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sekali lagi hidup dalam keharmonisan, saling asah, saling asih, saling asuh, memiliki kultur untuk berdialog dan berkomunikasi yang baik, sehingga sebuah keluarga mesti tahu apa yang dilakukan putra-putrinya. Sebuah keluarga mesti tahu apakah putra-putrinya rajin bersekolah, sehingga Insya Allah berhasil baik dalam pendidikannya. Keluarga mesti tahu apakah lingkungan persahabatan putra-putrinya membahayakan dan seterusnya. Marilah kita kembali kepada keluarga sebagai benteng, sebagai entity, sebagai komunitas terkecil untuk membangun masa depan yang baik.

Yang kedua, desa. Saya menggunakan desa siaga. Siaga terhadap kemungkinan menjalarnya penyakit-penyakit menular apa saja. Siaga, barangkali ada kejahatan di tempat itu contohnya, pabrik-pabrik narkotika. Desa yang juga bisa melakukan sesuatu untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi, angka pengangguran dan lain-lain. Pendek kata, kalau kita hidupkan kembali, kita daya gunakan kembali, kita revitalisasikan kembali keluarga dan desa, Insya Allah banyak hal dapat kita pecahkan di negeri ini. Sekali lagi, keluarga dan desa. Mari kita menjadi bagian dari semuanya itu saudara-saudara demi masa depan bangsa dan negara kita.

Akhirnya, saya ingin menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penerima penghargaan yang tadi kita saksikan. Pertahankan dan terus kembangkan di waktu yang akan datang. Saya mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Swadaya Masyarakat, paguyuban-paguyuban masyarakat, masyarakat peduli narkoba yang juga terus gigih berupaya untuk menjadi bagian dalam pemberantasan narkoba ini dan semua pihak yang telah bekerja dengan gigih siang dan malam bersama-sama pemerintah mengemban tugas yang berat namun mulia ini.

Mudah-mudahan perjuangan saudara, perjuangan kita mendapatkan ridho Allah SWT dan dapat mencapai tujuan yang kita harapkan. Demikian saudara-saudara, sekali lagi mari kita lanjutkan perjuangan kita ini, Tuhan beserta kita.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan