Pidato Presiden

Sambutan Pembukaan Jambore Nasional VIII

 

SAMBUTAN PRESIDEN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PEMBUKAAN JAMBORE NASIONAL VIII
JATINANGOR, JAWA BARAT, 16 JULI 2006



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang mulia para Duta Besar dan Kepala Perwakilan Negara-negara Sahabat, Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Barat dan para Gubernur, Bupati dan Walikota,
Yang saya hormati Saudara Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan segenap pimpinan jajaran Kwarnas dan Mabenas, saudara-saudara para pimpinan organisasi kepanduan dari negara-negara sahabat, adik-adik pramuka penggalang yang saya cintai,

Peserta jambore sekalian, Salam pramuka,
Hari ini, kita bersyukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul bersama-sama melaksanakan Upacara Pembukaan Jambore Nasional, Gerakan Pramuka Tahun 2006.

Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Jambore dari seluruh tanah air dan Gerakan Kepanduan, Scouting Movement, dari negara-negara sahabat, di bumi Perkemahan Tiara Payung, Sumedang, Jawa Barat, yang indah ini. Tempat ini bukan hanya indah, tetapi juga bersejarah, terlebih lagi telah diabadikan seorang tokoh besar, salah satu putra terbaik bangsa, tokoh pramuka dan yang sangat mencintai pramuka, negarawan dan pemimpin Almarhum Kak Mashudi. Kita patut mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Kak Mashudi untuk Pramuka yang dicintainya, bahkan untuk bangsa dan negara yang tercinta.

Sebelum beliau wafat, sangat sering beliau berkomunikasi dengan saya, menyampaikan pandangan-pandangan beliau yang jernih, yang konstruktif dan semuanya diabadikan untuk kepentingan bangsa dan negara dan bukan kepentingan beliau sendiri. Kita patut memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan tepatlah kalau nama besar beliau diabadikan di bumi perkemahan ini.

Hadirin yang saya hormati,
Tema Jambore Nasional kali ini adalah “Satu Hati, Satu Janji, Satu Bumi Pertiwi”. Tema ini memiliki makna yang sangat dalam, sebagai upaya menumbuhkan semangat dan rasa kebangsaan kepada generasi muda, untuk memperkokoh keutuhan dan sekaligus membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak dini kepada generasi muda bangsa kita, memang sudah harus ditanamkan jiwa dan semangat cinta tanah air, serta ditumbuhkan semangat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia yang memiliki begitu banyak pejuang-pejuang pembela tanah air. Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia yang merebut kemerdekaannya dengan tetesan keringat dan darah dari putra-putri terbaik bangsa. Kami orang tua juga percaya, bahwa adik-adik Pramuka pasti akan tampil dalam barisan terdepan, apabila ada kelompok atau golongan yang ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karena itu, adik-adik Pramuka harus terus-menerus memupuk jiwa patriotisme, nasionalisme dan semangat membangun untuk kejayaan negara kita. Kalian adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa di masa yang akan datang. Jambore Nasional yang diselenggarakan 5 tahun sekali, tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh adik-adik sebagai anggota Pramuka Penggalang. Melalui seleksi ketat dari masing-masing Gugus Depan hingga ke tingkat Kwartir Cabang kalian telah terpilih. Dan kini hadir disini sebagai peserta Jambore Nasional. Saya ucapkan selamat dan penghargaan. Oleh karena itu, jadikan Jamboree Nasional ini sebagai sarana belajar, berkarya dan memperkokoh persaudaraan dan persatuan diantara kalian sebagai sebagai sesama anak bangsa.

Jambore Nasional yang diikuti oleh para Pramuka Penggalang dari seluruh tanah air, serta organisasi kepanduan dari luar negeri amat berguna untuk menjalin persahabatan dan kebersamaan diantara kalian yang berasal dari berbagai suku, bahasa, agama dan adat istiadat yang berbeda, serta dengan teman-teman dari negara lain. Jadikanlah pula Jambore Nasional ini menjadi wahana perekat keutuhan bangsa.

Saudara-saudara,
Sebagaimana kita ketahui, gerakan Pramuka merupakan suatu sistem pendidikan non formal, yang membantu dan melengkapi pendidikan formal. Gerakan Pramuka adalah wahana penting untuk membentuk watak atau karakter dan kepribadian nasional bagi generasi muda bangsa. Gerakan Pramuka adalah tempat menempa ketrampilan dan pengetahuan, memupuk jiwa disiplin dan membina semangat kebersamaan bagi para anggotanya.

Bagi saudara-saudara yang sebaya atau satu generasi dengan saya, kita teringat semasa kecil dan remaja dulu, ketika menjadi anggota Kepanduan dan juga Pramuka. Alhamdulillah, saya aktif di kedua-duanya, baik Kepanduan maupun Pramuka. Kita belajar berbagai ketrampilan, yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Kita belajar berkomunikasi dengan berbagai kalangan. Belajar bermain di alam bebas, membangun kebranian dan tanggung jawab dan belajar memimpin anggota yang lain. Semuanya itu menempa kita untuk mandiri, berani, bertanggung jawab, berdisiplin dan terampil. Sejujurnya saya, kita semua merasa bangga pernah menjadi anggota Pramuka.

Oleh karena itu, saya sangat yakin bahwa pendidikan kepramukaan penting untuk generasi Indonesia. Insya Allah, saya ulangi Insya Allah pada Peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 yang akan datang, 14 Agustus yang akan datang, akan saya canangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka di seluruh tanah air. Menggalakkan terus gerakan Pramuka sungguh amat penting, sebab akhir-akhir ini ada kecenderungan gerakan pramuka kurang diminati oleh para pelajar, para pemuda dan mahasiswa. Agar gerakan pramuka memiliki daya tarik sebagai kegiatan ekstrakurikuler, bagi anak-anak dan remaja di tanah air, saya minta dilakukan upaya-upaya peningkatan kualitas pembinaan, perluasan ketrampilan, serta pembenahan organisasi dan manajemen.

Saya berharap revitalisasi gerakan Pramuka nanti, dapat dijadikan bagian dari revitalisasi pendidikan nasional kita. Sudah saatnya pula, payung hukum gerakan pramuka yang selama ini, berdasarkan Keputusan Presiden, kita perjuangkan dan tingkatkan menjadi Undang-Undang.

Para peserta upacara sekalian,
Dengan potensi jumlah anggota, dan persebaran organisasi yang merata di seluruh tanah air, mulai Kwartir Ranting hingga Kwartir Nasional, potensi dan kekuatan gerakan Pramuka dalam membina generasi muda sungguh amat strategis. Oleh karena itu, lakukan pengelolaan gerakan ini dengan baik, lakukan pembaharuan metode kegiatan dan pelatihan, upayakan untuk melakukan penyegaran bagi para pelatih dan pembina di tingkat gugus depan sebagai fasilitator gerakan pramuka, di garda terdepan.
Pertahankan terus berbagai kegiatan, berkesinambungan, mulai dari lomba Jambore Ranting se-Kecamatan hingga Jambore Tingkat Nasional. Galang terus persaudaraan dan persahabatan diantara sesama anggota Pramuka melalui berbagai kegiatan yang tepat. Terapkan secara nyata Bhineka Tunggal Ika dalam organisasi kepramukaan. Jadilah model bagi terciptanya persatuan, kerukunan dan harmoni dalam kemajemukan bangsa Indonesia. Untuk menggairahkan kembali kegiatan gerakan Pramuka, saya minta kepada para Menteri untuk mendukung pencapaian tujuan gerakan Pramuka.

Kepada Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga, saya minta diupayakan sinergi kegiatan antar Departemen Pendidikan Nasional dan Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga, agar pembinaan dan pengembangan tunas-tunas muda bangsa Indonesia dapat berjalan lebih baik dan lebih efektif. Kepada para Gubernur, Bupati dan Walikota, saya juga meminta agar dilakukan pembinaan yang terencana dan berkesinambungan untuk kegiatan gerakan Pramuka. Berikan alokasi dana yang memadai, tentu sesuai batas-batas kemampuan APBD, untuk pendidikan pembinaan, kegiatan operasional organisasi kegiatan Pramuka. Dengan bantuan dan ketersediaan dana operasional, Insya Allah kegiatan dan mobilitas gerakan pramuka akan lebih meningkat lagi di masa yang akan datang.

Hadirin sekalian, adik-adik Pramuka Penggalang yang saya cintai peserta Jamboree sekalian,
Sebelum mengakhiri amanat ini, sekali lagi saya berharap agar Jambore Nasional dapat menjadi wahana, pembelajaran yang bermanfaat bagi adik-adik Pramuka Penggalang. Sekembalinya dari kegiatan Jambore Nasional ini, kalian dapat menyampaikan pengalaman, kepada teman-teman di daerah masing-masing, bagi anggota Pramuka Penggalang di seluruh tanah air yang belum mendapat kesempatan, mengikuti Jambore Nasional kali ini, jangan berkecil hati, tetaplah belajar dengan rajin dan tekun, berlatihlah dengan baik, tanamkan semangat juang para pahlawan dan patriot bangsa dalam diri dan jiwa kalian, pegang teguh Janji Trisatya dan Dasa Dharma dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota Pramuka.

Kepada seluruh pembina pramuka dari tingkat gugus depan hingga Kwartir Nasional, saya sampaikan ucapan terima kasih dan pengabdian yang tulus dengan segala kegigihan dan pengorbanan saudara-saudara. Kepada Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Gubernur Jawa Barat dan Bupati Sumedang dan seluruh jajarannya, saya ucapkan selamat dan penghargaan yang setingi-tingginya atas terlaksananya Jambore Nasional VIII tahun 2006 sekarang ini.

Akhirnya, dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa serta dengan mengucapkan. Bismillahirrahmanirrahim, Jambore Nasional VIII Gerakan Pramuka Tahun 2006 dengan resmi saya nyatakan dibuka.

Jayalah pramuka dan jayalah Indonesiaku.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan