Pidato Presiden
Pengarahan kepada Para Pelaku Industri Pasar Modal
TRANSKRIPSI
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
KEPADA PARA PELAKU INDUSTRI PASAR MODAL
PADA ACARA
PERESMIAN PEMBUKAAN PERDAGANGAN BURSA EFEK HARI PERTAMA
GEDUNG BURSA EFEK JAKARTA, 2 JANUARI 2008
Bismillahirrahmanirrahiim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Saudari Menteri Keuangan, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, para Pimpinan dan Pelaku Pasar Modal Indonesia, para Pimpinan Dunia Usaha,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik dan semoga senantiasa penuh berkah ini, saya mengajak hadirin sekalian untuk, sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta.
Saya juga ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk mengucapkan Selamat Tahun Baru Tahun 2008, semoga tahun ini membawa berkah bagi kita semua, untuk kemajuan ekonomi kita, untuk kesejahteraan rakyat kita, dan untuk perkembangan pasar modal di Indonesia.
Saya juga ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para pelaku pasar modal, karena sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Keuangan tadi, capaian dan prestasi pasar modal kita di samping patut kita syukuri juga membanggakan. Oleh karena itu sekali lagi, seraya bersyukur saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi, baik kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Pimpinan Bursa Efek Indonesia, para regulator, operator, investor, dan semua pihak yang menggunakan jasa pasar modal untuk pengembangan dunia usaha dan perekonomian kita.
Saudara-saudara,
Satu hal, apabila kita mendengarkan tadi laporan Menteri Keuangan sebagaimana pula yang saya ikuti pada beberapa penjelasan dan keterangan beberapa saat yang lalu menyangkut dinamika dan perkembangan pasar modal kita, maka capaian atau prestasi itu sesungguhnya merepresentasikan banyak hal, mencerminkan banyak hal. Yang jelas arah dan agenda pembangunan ekonomi pasca krisis, post crisis economic reconstruction, yang kita laksanakan sudah berada pada arah yang benar. Yang kedua, ini juga menunjukan bahwa fundamental ekonomi kita makin kuat, karena kita bisa merespon dengan baik berbagai gejolak, berbagai ekonomi turbulence seperti yang bulan-bulan terakhir kita rasakan, gejolak pada keuangan global yang dipicu oleh permasalahan subprime mortgage di Amerika Serikat yang ekornya masih terus kita rasakan, pada tingkat dunia maksud saya, dan juga oleh harga minyak mentah dunia, growth oil price, yang masih pada tingkatan yang cukup tinggi. Kalau kita masih bisa mengatasi dan tidak memiliki pengaruh yang kuat berarti sekali lagi, fundamental kita makin kuat, kita pun makin tahan, makin resilient terhadap gejolak-gejolak itu. Ini tentu perlu dicatat dalam rangkain reformasi dan transformasi yang kita laksanakan di negeri kita.
Saudara-saudara,
Pada awal tahun 2008 ini patut kalau kita terus mengikuti dinamika dan perkembangan ekonomi global, global economic environment, global economic outlook. Mengapa? Pada era sekarang ini, abad 21 ini, ekonomi semua negara, termasuk ekonomi Indonesia sudah terintegrasi dengan ekonomi global, connected to global economy. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita untuk memahami perilaku ekonomi global, opportunities, challenges, dan faktor-faktor lain yang bisa gunakan untuk mengembangkan ekonomi di negeri kita. Banyak yang meramalkan memang, akan terjadi economic slow down, resesi pada tingkat dunia, meskipun banyak juga yang percaya slow down atau recession itu tidak seburuk yang diperkirakan orang. Yah, kalau tadinya dari 5,2% global growth dari ekonomi dunia ini menjadi 4,8% perkiraan itu masih dalam batas yang bisa dipahami.
Saudara-saudara,
Bagaimana pun kita mesti mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global tahun ini, saya katakan tadi economic outlook kita pada tahun ini, pertama memang dunia masih sangat concern terhadap financial market street yang saya sampaikan tadi. Yang kedua, volatilitas dari pasar minyak, oil market, yang juga menjadi kepedulian semua ekonomi di dunia. Lantas ada juga bayang-bayang tekanan inflasi, potential inflation pressures, terutama berkaitan dengan food and energy. Energy bisa dijelaskan. Food konon yang ada di negara maju, ataupun emerging market economies karena banyak sekali sumber pangan yang dialihkan untuk biofuel, sehingga ketahanan pangan barangkali juga bisa menimbulkan inflasi pada tingkat tertentu.
Mulai muncul resistance globalization, suara, the voices, di banyak negara yang tentu juga akan menjadi faktor bagaimana kerja sama ekonomi global dapat kita lakukan secara riil dan bisa diterima oleh negara-negara di dunia dan jangan dilupakan global warming, climate change, itu juga merubah tatanan kerja sama global yang juga, kalau climate change itu dimaknai dengan makin banyaknya bencana alam di seluruh dunia, banjir bukan hanya di Indonesia, bahkan di negara-negara lain lebih besar skalanya, tentu akan membikin atau memukul ekonomi negara-negara bersangkutan. Inilah faktor-faktor yang mesti kita terus ikuti, antisipasi dan siap untuk melakukan respon yang cerdas terhadap dinamika perekonomian global tersebut.
Tapi juga ada good news, bahwa emerging market economies, itu ternyata memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang baik, disebut-sebut China, India, Russia, dan jangan lupa supaya kita tidak merasa kecil terus, ekonomi kita yang alhamdulillah tembus 6% dan apabila terus kita pertahankan momentum ini mendekati 7% atau lebih di waktu yang akan datang, ini juga faktor yang tentunya baik bagi perkembangan ekonomi di dunia.
Saudara-saudara,
Setelah saya jelaskan the global economic environment, kita bertanya sejauh mana kalau itu dianggap akan ada economic slow down terhadap perekonomian nasional kita. Kita mesti harus memahami, kita mengantisipasi, tapi saya berpesan dan mengajak tidak perlu terlalu cemas.
Perkiraan yang kita lakukan, prospek ekonomi Indonesia tahun 2008 tetap positif, tetap baik. Dampak subprime mortgage yang memukul banyak sekali pasar finansial di banyak negara, hampir tidak ada pengaruhnya terhadap keuangan kita, no e-xposure yang bisa dikategorikan mengganggu. Lantas kalau kita bicara the volatility of oil market, jangan lupa bahwa Indonesia juga sebuah negara yang memproduksi minyak dan gas.
Oleh karena itu, selalu ada plus dan minus, kantong kanan, kantong kiri, meskipun kita punya persoalan untuk subsidi, tapi penerimaan negara dari segi minyak dan gas dengan harga minyak yang tinggi juga menjadi satu hal yang positif, apalagi saya menelpon Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sebelum saya masuk ke ruangan ini, bagaimana perkiraan harga minyak dunia tahun ini.
Konon lembaga yang, bukan OPEC maksud saya, OPEC sudah kita dengar kemarin, pikiran-pikirannya, pandangannya, policy-nya, action-nya, tapi di luar OPEC mengatakan bahwa ada kecenderungan dan kemungkinan harga minya menuju ke 80 sampai 85 dollar per barrel. Kalau itu terjadi tentunya lebih bagus dibandingkan harga minyak stay pada angka 95 sampai 100 dollar per barrel.
Ekspor kita apabila betul-betul ada global economic slow down juga tidak terlalu mengkhawatirkan, karena kenyataannya produk pertanian, minyak dan gas, itu juga masih positif, harganya baik, termasuk tambang, tentunya yang berkaitan dengan energi, seperti batubara, minyak dan gas itu sendiri. Dan saya pikir, kalau kita memahami the fundamental issue dari oil market di dunia ini dengan segala dinamika dan volatilitasnya adalah karena adanya mix match antara supply dengan demand.
Konsumsi yang luar biasa pada emerging market economies seperti China dan India belum Amerika Serikat, negara-negara maju, maka masih akan ada persoalan yang masih agak panjang menyangkut supply dengan demand ini. Oleh karena itu, dari sisi, dari kacamata industri perminyakan dan per-gas-an, maka selalu ada opportunity untuk tahun 2008 dan seterusnya.
Kita tidak perlu khawatir juga dengan slow down itu, investasi kita akan sangat terganggu, karena catatan menunjukkan justru pada tahun 2007 ini, investasi telah makin bangkit dengan capaian yang menggembirakan. Oleh karena itu, kalau kita lihat dari semua sisi tadi, maka tidak perlu kita terlalu khawatir terhadap dinamika ekonomi global, meskipun kita harus terus mengantisipasi, harus merespon dengan tepat, harus ada satu policy adjustment, apabila ternyata berpengaruh tidak baik bagi perekonomian kita.
Saudara-saudara,
Tentang kinerja pasar modal, saya tidak akan ulangi lagi apa yang disampaikan Saudara Menteri Keuangan tadi, baik itu menyangkut capaian, Inde-x Harga Saham Gabungan 2006-2007. Oleh karena itu, tadi di atas sambil neken bel, saya sampaikan pada para petugas, Insya Allah tahun ini tetap meningkat dengan baik, karena 2006 54%, 2007 52%. Ya kalau tahun ini di atas 30% akan menjadi record atau prestasi sejarah yang patut kita syukuri.
Rasio kapitalisasi pasar modal terhadap Produk Domestik Bruto sudah dijelaskan tadi 67% bukan angka yang sedikit. Alhamdulillah, nilai transaksi harian juga patut kita syukuri. Kaitan sektor riil dengan pasar modal, tentu juga penting. Oleh karena itu, lihatlah utuh makna dari capaian pasar modal di Indonesia ini, dikaitkan dengan semua aktivitas ekonomi dan aktivitas usaha di negeri kita.
Saudara-saudara,
Agar kita bisa mempertahankan prestasi ini, tahun ini, kita harus mengetahui mengapa kinerja dan capaian pasar modal kita baik. Makin mengetahui kita, maka makin bisa memperkokoh pilar-pilar itu, maka kemungkinan untuk tetap tumbuh dengan baik itu menjadi lebih besar.
Capaian atau prestasi pasar modal Indonesia seperti ini 52% growth. Itu tentu menggambarkan bahwa telah terjadi perbaikan tren positif dari perekonomian nasional kita, baik itu menyangkut makro ekonomi maupun sektor riil. Banyak yang mengatakan sektor riil kita belum tumbuh, jalan di tempat. Tidak benar, karena kalau ekonomi tumbuh 6,3% misalnya, maka itu agregat dari pertumbuhan sektor riil. Itu adalah kumpulan dari semua komponen pendukung dari, kalau katakanlah demand side ekonomi kita, dari consumption, dari government spending, dari investment dan dari nett export dan import, jadi selalu ada korelasinya.
Dan sektor riil bisa dilihat pajak yang dikumpulkan oleh Pemerintah, akan ketahuan manakala pajak yang diberikan, yang disampaikan kepada negara itu naik, berarti tentu pendapatannya juga naik. Itu salah satu indikator menguji apakah sektor riil itu telah tumbuh atau belum dan sektor-sektor riil mana yang memiliki pertumbuhan yang cepat, mana yang kurang cepat, memang ada yang masih stagnan.
Saudara-saudara,
Prestasi pasar modal tentu juga menunjukkan kondisi lain, seperti stabilitas politik, kondisi sosial masyarakat, kepastian hukum, faktor keamanan di seluruh tanah air. Karena sesungguhnya, kalau kita bicara pasar modal, itu juga berkaitan dengan confidence, dengan kepercayaan. It is about confidence. Tidak mungkin kalau investor, para pelaku pasar modal gamang melihat keadaan Indonesia tahun 2007 kemarin atau 2008, lantas dia melakukan sesuatu, menginvestasi di pasar modal ini. Itu sudah menunjukkan bahwa we are moving ahead. Oleh karena itulah, pandai bersyukur kita sambil bekerja lebih keras lagi untuk mempertahankan apa yang telah kita capai ini.
Saudara-saudara,
Tahun 2008, saya katakan tadi ada perkiraan bahwa bisa jadi ekonomi dunia melambat. Tetapi marilah kita selalu berpikir apa opportunity yang kita dapatkan, peluang apa yang ada di negeri ini, di tingkat dunia. Mengapa saya katakan tingkat dunia, agar kita pandai mengalirkan sumber-sumber kemakmuran dari negara manapun, agar kita pandai menangkap peluang dalam era kerjasama global sekarang ini.
Pertama, opportunity, peluang, kesempatan untuk tahun 2008 dari sisi ekonomi dan usaha adalah momentum internal pertumbuhan ekonomi kita positif. Kalau growth dari demand side economy kita rumuskan sebagaimana saya sampaikan tadi, consumption, konsumsi meningkat. Menteri Keuangan bisa menjelaskan pertumbuhan konsumsi. Kemudian pengeluaran Pemerintah, dengan reformasi anggaran yang kita lakukan lebih efektif untuk menstimulasi pertumbuhan dengan fiscal policy yang tepat, tanpa mengabaikan kepentingan untuk pengurangan kemiskinan secara sistematis. Ini juga lebih bagus daripada kita boros, tidak hemat, dan tidak memiliki sasaran yang tepat, baik dari aspek pertumbuhan maupun aspek pemerataan.
Investment saya katakan tadi, trend-nya membaik dan nett export meskipun barangkali ada perlemahan pasar-pasar di negara-negara sahabat, tapi kecenderungannya masih naik dengan angka yang baik. Itu first opportunity, momentum internal pertumbuhan ekonomi. Opportunity yang kedua adalah tahun 2008, 2009, 2010, kita akan betul-betul melaksanakan infrastructure building across the country, baik itu listrik, jalan-jalan tol, pelabuhan, housing, semua, yang tentu ini menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan banyak hal, tentunya local economy bergerak, job creation dan lain-lain. Ini second opportunity.
Opportunity yang lain adalah, alhamdulillah, situasi moneter di negara kita ini juga baik, kalau kredit perbankan disalurkan lebih banyak lagi, kalau suku bunga lebih bersahabat dengan dunia usaha, maka saya optimis bahwa inipun juga penggerak bagi kebangkitan sektor riil yang nantinya juga penggerak ekonomi kita secara nasional. Itu opportunity yang ketiga. Oleh karena itu, jangan sia-siakan peluang yang ada, don’t miss dari semua yang tersedia di depan kita ini.
Saudara-saudara,
Sebagai seorang Kepala Negara, saya juga harus mengatakan ada challenge, ada tantangan, tidak boleh saya hanya menceritakan yang baik-baik saja, tentu ada persoalan, ada isu, ada tantangan yang harus kita jawab bersama. Sebagai contoh ya, di banyak negara kalau sudah ada pengamatan tentang ekonomi, para pengamat, para observers itu kan balance, kalau ada capaian yang diraih oleh Pemerintah, oleh sang pengamat dikatakan, ah ini bagus A, B, C, D. Ada yang belum bagus, yang masih gagal, ah ini belum bagus, 1, 2, 3, 4. Dengan demikian, rakyat juga bisa memahami, kita juga tahu mana yang belum kita capai untuk kita genjot dengan kerja keras dan mana yang harus kita pertahankan.
Tentu pahalanya sedikit, kalau dalam pengamatan yang dilakukan komentar-komentar, analisis, semuanya serba baik, itu pahalanya sedikit. Karena itu tidak mungkin, Pemerintah manapun, siapapun Kepala Pemerintahannya, negara manapun, semuanya baik. Seperti jaman dulu ada serial komik ”Diman Pasti Berhasil”, tidak, mesti ada. Ini yang plus-plus, ini yang minus-minus, tidak bagus. Sebaliknya juga tidak bagus kalau semua jelek, semua merah, apa iya. Kita memerlukan sesuatu yang genuine, sesuatu yang objektif, yang jujur, supaya rakyat kita, bangsa kita, kita semua tahu mana yang sudah benar untuk kita pertahankan, apa yang telah kita capaikan, mana-mana yang belum, yang masih harus kita perjuangan dengan sangat sungguh-sungguh.
Challenge, tantangan isu yang akan kita hadapi tahun 2008 ini, nomor satu adalah bagaimana kita mampu memelihara momentum kebangkitan ekonomi kita, growth, saya jelaskan tadi kemudian inflation. Ingat secara global memang akan ada yang disebut bayang-bayang inflasi, terutama menyangkut energi dan pangan, food, kita juga harus bisa mengantisipasi.
Yang kedua, job creation. Karena kalau kita bicara makro ekonomi, bukan hanya bicara growth saja, tetapi juga kita harus bicara inflation and unemployment. Challenge yang kedua adalah memelihara kelanjutan reformasi, reformasi belum selesai. Saya katakan transformasi masih jauh, tapi pasti bergerak maju. Oleh karena itu, saya mengajak semua untuk dengan tegar, gigih, konsisten, tidak menyerah melaksanakan reformasi ini, antara lain demokrasi harus semakin mekar, tapi tetap tertib, jadi stabilitas politik dan demokrasi yang baik harus terus kita pelihara dan kita dorong.
Ekonomi yang efisien dan produktif harus kita kembangkan. Sudah berhentilah ekonomi yang tidak efisien, kongkalikong, tidak transparan, hanya menguntungkan satu pihak, menyengsarakan yang lain, merugikan negara, termasuk rakyatnya. Jadi betul-betul efisien, kompetisi harus bagus sesuai dengan aturan main dan Undang-Undang, yang akhirnya membawa manfaat bagi rakyat kita.
Kepastian hukum, mari kita pelihara. Ada Kapolri di sini. Dan saya kira ada penegak-penegak hukum yang lain, yang meskipun tidak hadir di ruangan ini, saya ajak tegakkan hukum dengan benar, seadil-adilnya, baik bagi semua, termasuk hukum atau legal framework yang berkaitan dengan dunia bisnis dan ekonomi.
Lantas jangan lupa pula menyangkut reformasi, good governance, good corporate governance. Orang sering lupa bahwa bukan hanya pemerintahan harus bagus, responsif, transparan, akuntabel, bersih tentunya, tapi perusahaan-perusahaan, company, corporate juga harus melakukan hal yang sama supaya tidak ada imbas negatif terhadap keseluruhan proses dan aktivitas ekonomi di negara ini.
Tantangan yang ketiga adalah memelihara kinerja ekspor produk industri. Saya katakan kalau pangan, energi, tambang barangkali, termasuk minyak, gas, batubara saya katakan bagus di dunia. Tapi mungkin, mungkin ada kelemahan beberapa pasar di negara sahabat karena slow down tadi, sehingga produk industri harus sangat pandai kita merebut pasar itu, memelihara prestasi ekspor kita.
Kemudian yang kelima tantangannya adalah bagaimana kita memelihara ketepatan, optimasi dari anggaran kita, annual budget, budget 2008. Siang nanti saya akan menyerahkan DIPA kepada para Pimpinan Lembaga Negara, Pimpinan Departemen, para Menteri, para Gubernur. Cukup besar APBN kita tahun ini, tetapi saya akan meminta perhatian, saya instruksikan pada jajaran pemerintahan gunakan sebaik-baiknya, tidak ada artinya besar kita punya APBN, besar belanja barang kita, pembelanjaan kita, tetapi kalau tidak efisien, tidak efektif, bocor, salah sasaran, boros dan sebagainya, tidak berarti apa-apa. Oleh karena itu, kita harus sangat serius menata anggaran kita, sistem dan implementasi dari anggaran kita.
Defisit, dia akan terus kita pertahankan dalam angka reasonable, yang tepat. Kemudian stimulus fiskal selalu ada komponen pengeluaran Pemerintah untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi, misalkan infrastruktur yang dibiayai oleh Pemerintah. Kita akan pastikan semua itu mengalir dengan baik. Tentu ada saja public private partnership membangun infrastructure, membangun infrastruktur yang merupakan kerjasama Pemerintah dengan dunia usaha.
Budget kita juga harus tetap, disamping untuk growth juga pro poor budget allocation. Ini penting, agar keadilan tercapai kemudian juga tidak ada masalah-masalah sosial yang berkaitan dengan pembangunan di negeri ini.
Dan yang terakhir, kalau saya bicara challenge adalah bencana alam, bagaimana kita mengantisipasi bencana alam. Saya katakan tadi ini satu kanal global warming karena climate change terjadi di banyak negara, extreme weather condition, banjir, kekeringan, api, heatwave yang menimbukan banyak kematian banyak sekali. Di Indonesia juga karena kealpaan kita di masa lalu, kurang pandai kita merawat hutan, akhirnya mudah sekali terjadi longsor dan banjir.
Saya berterima kasih Ibu Ani dan Saudara-saudara, kontribusi atau donasi dari keluarga besar pasar modal yang 3 milyar rupiah tadi, tolonglah berikan kepada saudara-saudara kita yang memerlukan. Saya baru saja berkunjung ke Jawa Timur, Jawa Tengah selama 3 hari, melihat beberapa Kabupaten, antara lain Wonogiri-Jawa Tengah, Pacitan-Jawa Timur, Sukoharjo-Jawa Tengah, Solo sendiri, Karanganyar. Dan saya melihat langsung memang banyak masalah yang dihadapi oleh saudara kita, rakyat kita. Oleh karena itu, disamping sistem bekerja, Pemerintah memberikan bantuan, saya mengajak semua yang memiliki kemampuan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita itu.
Tetapi yang saya maksudkan adalah bencana alam ini tentu bisa, saya katakan bisa menganggu ketahanan pangan. Oleh karena itu, harus sejak awal kita kelola supaya aman pangan kita untuk tahun 2008 ini, dan itu bisa kita lakukan dengan kebijakan dengan langkah-langkah yang tepat. Yang kedua juga tentunya akan ada spending tambahan anggaran, resources untuk tanggap darurat, untuk rekonstruksi, untuk rehabilitasi dari bencana-bencana tadi. Itulah challenges setelah saya katakan opportunities.
Yang terakhir Saudara-saudara, saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk menyampaikan harapan saya kepada semua pelaku pasar modal. Lebih, saya berharap lebih banyak lagi emiten yang masuk ke pasar modal kita, ajak semuanya, berikan penjelasan, jelaskan peluang-peluang yang tersedia. Saya berharap lebih banyak lagi investor individu domestik di pasar modal kita, agar yang selalu diteorikan wealth effect dari sebuah pasar modal itu meningkat.
Kalau dua-duanya bisa kita perkuat, maka pasar modal kita akan lebih tahan, resilient dari berbagai external shocks, external turbulences, karena penyangganya, pilarnya kita sendiri. Tapi kalau penyangga yang dari dalam tidak kuat, disanggah yang dari luar, bisa jadi kalau apa-apa pada tingkat global economy mengganggu dan ini tentu harus kita cegah.
Oleh karena itu, mari kita lakukan upaya sangat-sangat serius untuk memperkuat kedua pilar tadi. Dan di atas segalanya adalah confidence, trust. Oleh karena itu, best practices para pelaku pasar modal, regulator, supervisor dan semua, laksanakan dengan baik, best practices dan good corporate governance. Kalau itu bisa dilakukan, saya yakin pasar modal kita makin kuat, makin berketahanan, dan akan berkembang makin baik dan memberikan kontribusi bagi bergeraknya dunia usaha, sektor riil dan perekonomian nasional secara umum.
Itulah Saudara-saudara yang ingin saya sampaikan. Pada kesempatan yang baik ini, dengan harapan dan ajakan, mari kita syukuri capaian ini, mari kita pertahankan prestasinya, mari kita genjot dengan kerja yang sangat keras terhadap hal-hal yang belum bisa kita capai, dan mari kita pelihara optimisme bahwa Indonesia menuju ke arah yang benar dan apabila kita tegar dan gigih melakukan, maka masa depan ekonomi kita, masa depan kesejahteraan rakyat kita akan menjadi lebih baik.
Sekian.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



