Pidato Presiden

Sambutan Peninjauan ke Kedubes RI di Kuala Lumpur di Hadapan Para TKI

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DALAM RANGKA PENINJAUAN KE
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA KUALA LUMPUR
DI HADAPAN PARA TKI
KBRI KUALA LUMPUR-MALAYSIA, 11 JANUARI 2008



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Saya Kepala Negara Republik Indonesia, yang ada di Kuala Lumpur beserta Ibu Negara dan para Menteri. Sebelumnya saya berkunjung ke KBRI pada tanggal 29 Mei tahun lalu. Waktu itu pelayanannya meskipun sudah lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya, saya melihat masih bisa ditingkatkan. Oleh karena itulah, saya meminta waktu itu kepada KBRI Kuala Lumpur di depan Menteri Luar Negeri dan pejabat yang lain, tolong lakukan perbaikan, berikan pelayanan terbaik kepada para pekerja Indonesia. Alhamdullilah, saya bersyukur dan saya senang telah ada perubahan yang signifikan, perubahan yang baik dalam pelayanan kepada Saudara-saudara.

Perlu diketahui, saya berkunjung ke Kuala Lumpur kali ini bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia dan para pejabat Pemerintahan Malaysia, bertemu dengan Yang Dipertuan Agong ke-13 dengan tujuan yang utama adalah untuk memastikan bahwa para pekerja Indonesia mendapatkan perlindungan dan mendapatkan pelayanan yang baik.

Saudara-saudara,
Bekerja di Malaysia, pertama-tama kita berterima kasih kepada Malaysia yang menyediakan lapangan pekerjaan, meskipun Malaysia juga berterima kasih kepada Saudara-saudara karena ikut membangun ekonomi Malaysia. Kerjasama yang baik, kerjasama yang membawa manfaat, oleh karena itu harus saling hormat-menghormati antara Malaysia kepada Indonesia, Indonesia kepada Malaysia.

Kita akan terus meningkatkan pelayanan, terus meningkatkan perlindungan, termasuk apabila ada pekerja yang mengalami masalah. Kalau saya lihat rata-rata 1.500 orang pekerja Indonesia, 1 diantaranya punya masalah, karena pekerja Indonesia di sini banyak lebih dari 1,2 juta masalahnya juga relatif banyak. Yang penting tiap masalah harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya secara adil, kalau itu menyangkut hak pekerja, hak itu harus diberikan.

Saudara-saudara,
Tadi saya juga mendapatkan penjelasan dari Perdana Menteri Malaysia, pekerja Indonesia yang ada masalah hukum, terutama yang bukan kesalahannya, justru saudara-saudara di Malaysia yang memiliki kesalahan untuk memproses secara hukum, memprosesnya dengan baik, agar keadilan bisa ditegakkan.

Kemarin saya berbicara dengan Nirmala Bonat, alhamdullilah beberapa hari yang lalu yang mempekerjakan Nirmala Bonat dinyatakan bersalah dan mudah-mudahan demikian, siapapun yang bersalah harus mendapatkan sanksi.

Saya pesan pada Saudara-saudara, karena bekerja di Malaysia hormati Undang-Undang di Malaysia, hormati adat istiadat yang ada di Malaysia, karena saya tahu banyak pekerja Indonesia yang di sini juga bekerja dengan baik, mereka juga senang bekerja sama dengan pekerja indonesia, mari kita pertahankan situasi seperti itu.

Setelah menghormati hukum dan adat istiadat Malaysia, kalau ada persoalan dan Saudara mendapatkan perlakuan yang tidak baik, tentu harus kita bantu menyelesaikannya, hukum kita tegakkan. Tetapi kalau ada pekerja Indonesia berbuat kejahatan yang berat, tentu itu ya sesuai dengan hukum yang ada di Malaysia, ada proses kepada yang bersangkutan. Marilah kita cegah, jangan sampai ada masalah-masalah hukum, tanyakan kepada KBRI, tanyakan kepada semua bagaimana peraturan yang berlaku di tempat ini.

Kami semua mencintai Saudara-saudara, kami semua ingin melindungi Saudara-saudara. Dulu pernah 3 tahun yang lalu tiba-tiba karena ada masalah belasan ribu, puluhan ribu tenaga kerja dari Malaysia pulang ke Indonesia, saya menjemput di Dumai, saya menjemput di Tanjung Pinang, saya menjemput di Tarakan yang kembali ke tanah air waktu itu. Pesan saya, kalau surat-suratnya belum lengkap, lengkapilah surat itu, Pemerintah akan membantu agar bisa bekerja kembali, bekerja baik-baik.

Dan saya memang tidak suka, kepada agen-agen, kepada calo-calo, pemeras-pemeras yang tidak bertanggung jawab, termasuk yang ada di Indonesia karena para pekerja harus dilindungi, harus dibantu, harus diberikan pelayanan terbaik jangan justru dipersulit, dihambat ataupun dilakukan tindakan yang baik.

Inilah Saudara-saudara yang ingin saya sampaikan. Selamat bekerja, bekerjalah baik-baik. Kalau ada rezeki, jangan lupa saudara-saudara yang ada di tempat Saudara-saudara. Berkomunikasi dengan baik dan di atas segalanya, mari kita memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga Saudara-saudara diberikan kesejahteraan dan bekerja dengan baik di tempat ini.

Demikian, terima kasih.
Wassalam’ualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan