Pidato Presiden
Sambutan Peresmian jalur Ganda KA Kutoarjo-Yogya, Lintas Kroya-Yogyakarta, dan Depo KRL Depok
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN JALUR GANDA KERETA API
KUTOARJO-YOGYAKARTA, LINTAS KROYA-YOGYAKARTA
DAN DEPO KERETA REL LISTRIK DEPOK
KUTOARJO-JAWA TENGAH, 22 JANUARI 2008
Bismilahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Menteri Perhubungan Republik Indonesia dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Pimpinan dan Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Saudara Wakil Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Tengah dan Saudara Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta,
Yang saya hormati para Pejabat Negara dan Pemerintahan, baik yang berasal dari Eksekutif, Legislatif, Yudikatif maupun TNI dan Polri yang bertugas di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat, Saudara Bupati Purworejo dan Saudara Walikota Depok, para Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara, Saudara Direktur Utama PT Kereta Api beserta segenap Direksi bersama Komisaris, dan Keluarga Besar PT Kereta Api Indonesia, baik yang ada di Kutoarjo maupun di Depok Jawa Barat, para
Pimpinan Dunia Usaha Transportasi, Saudara Ketua Tim Nasional Evaluasi Keselamatan Transportasi,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik ini, saya akan menyampaikan 2 sambutan, yang pertama berkaitan dengan Peresmian Jalur Ganda Kereta Api Kutoarjo-Yogyakarta hari ini, sekaligus dengan Peresmian Penggunaan Depo Kereta Rel Listrik yang ada di Depok. Dan yang kedua, saya ingin menggunakan kesempatan yang berharga ini untuk berbicara langsung dengan para pengelola dunia usaha transportasi, termasuk jajaran Pemerintah dan Badan-badan Usaha Milik Negara yang juga mengemban tugas yang penting, yaitu pembangunan sektor transportasi.
Hadirin yang saya hormati,
Marilah sekali lagi, kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkan karya, tugas, dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta. Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT, karena hari ini, baik di Kutoarjo maupun di Depok dapat bersama-sama menghadiri peresmian penggunaan 2 fasilitas di bidang transportasi kereta api, yaitu Jalur Ganda Kereta Api Kutoarjo-Yogyakarta dan Depo KRL yang ada di Depok Jawa Barat.
Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berhasil menyelesaikan pembangunan fasilitas yang amat penting menyangkut transportasi kereta api yang kita resmikan pada hari ini, khususnya kepada konsorsium dari Japan Bank International Cooperation JBIC, JFA Civil dari Jepang dan Badan Usaha Milik Negara PT Wijaya Karya dari Indonesia yang telah bekerja keras menyelesaikan proyek pembangunan yang amat penting ini.
Semoga keberadaan jalur ganda yang kita resmikan hari ini benar-benar dapat meningkatkan kapasitas pelayanan mengurangi kepadatan lalu lintas dan waktu tempuh, meminimalkan angka kecelakaan, kalau bisa kita nolkan. Jangan ada kecelakaan lagi, serta meningkatkan kenyamanan perjalanan para pengguna jasa kereta api.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009, saya telah menetapkan 7 butir sasaran strategis pembangunan transportasi nasional.
Pertama, meningkatnya kondisi dan prioritas prasarana dan sarana yang dengan menurunkan tingkat deadlock peliharaan. Kedua, meningkatnya kualitas jumlah dan pelayanan transportasi, terutama keselamatan transportasi nasional. Ketiga, meningkatnya pelayanan transportasi yang berkesinambungan dan ramah lingkungan, serta sesuai dengan standar pelayanan yang dipersyaratkan. Keempat, meningkatnya mobilitas dan distribusi nasional dan wilayah, baik penumpang maupun barang. Kelima, meningkatnya pemerataan dan keadilan pelayanan transportasi, baik antar wilayah maupun antar golongan masyarakat di perkotaan, di perdesaan, maupun daerah terpencil dan perbatasan. Keenam, meningkatnya akuntabilitas pelayanan transportasi melalui pemantapan sistem transportasi nasional, wilayah dan lokal. Dan ketujuh, khusus untuk daerah yang terkena bencana nasional dilakukan program rehabilitasi sarana dan prasarana transportasi. Itulah tujuh sasaran strategis yang kita laksanakan secara intensif 5 tahun dalam rangka Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009.
Saudara-saudara,
Demikian pentingnya sektor transportasi dalam pembangunan, maka berulangkali saya telah tegaskan bahwa pembangunan transportasi harus diarahkan untuk meningkatkan pelayanan jasa transportasi secara efisien, andal, berkualitas, aman, dan dengan harga yang terjangkau. Mengingat sektor transportasi sangat penting dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air, maka perlu kita ketahui keterlambatan sektor transportasi akan berakibat terganggunya upaya pembangunan di sektor perekonomian yang akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Bahkan data menunjukan salah satu kendala yang dihadapi dalam kalangan industri adalah sektor transportasi.
Itulah sebabnya, secara tegas saya menyutujui kenaikan anggaran pembangunan di bidang transportasi. Alokasi anggaran transportasi telah meningkat dari Rp 8,5 triliun tahun 2006 menjadi Rp 11, 2 triliun tahun 2007 atau naik 31,76%. Pada tahun 2008, kembali kita alokasikan dana yang cukup besar, sebesar Rp 16,7 triliun atau meningkat 49,11% dari tahun 2007. Dan apabila dibandingkan dengan pertumbuhan dari tahun 2006 sampai 2008 ini telah terjadi peningkatan sebesar 96,47%, satu prosentase kenaikan yang cukup dramatis. Keemuanya itu kita lakukan karena kita menginginkan rakyat kita dapat menikmati transportasi yang lebih aman, nyaman dan terjangkau, serta memberikan dukungan terhadap keseluruhan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kita pun menyadari, meskipun kita ini melakukan pembangunan secara lebih besar-besaran di bidang transportasi ini, tetapi selalu ada keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Meskipun ekonomi kita alhamdulillah tumbuh makin baik, sudah melampau 6% mulai tahun lalu dan meskipun APBN dan APBD kita juga meningkat secara baik, namun dibandingkan dengan kebutuhan yang besar untuk kepentingan pembangunan di berbagai, termasuk membangun infrastruktur transportasi, maka diperlukan satu kebijakan terpadu untuk mobilisasi anggaran Pemerintah maupun dari pihak swasta.
Dalam kaitan itu, Pemerintah bersama-sama DPR telah dan sedang melakukan perubahan terhadap 4 paket Undang-Undang di bidang transportasi. Perubahan keempat perundang-undangan transportasi itu akan mendorong sektor swasta untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur trasportasi yang berdasarkan Undang-Undang lama hal itu tidak dimungkinkan. Dengan Undang-Undang yang baru itu, saya harapkan Departemen Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia dapat lebih secara proaktif mengajak sektor swasta dalam dan luar negeri untuk bermitra membangun sarana dan prasarana perkeretaapian, seperti misalnya kereta api bandara, kereta api commuter atau circle line dan monorel.
Ke depan perlu dikembangkan pembangunan sistem transportasi nasional untuk mencapai keterpaduan secara intermoda dan keterpaduan dengan sistem tata ruang nasional. Pembangunan wilayah secara berkelanjutan membuka keterisolasian, serta terciptanya sistem pendistribusian nasional, regional dan internasional. Kesemuanya itu diharapkan mampu memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakt luas, termasuk peningkatan jaringan transportasi antara desa dan kota, dan antara daerah produksi dan pemasaran yang lebih baik lagi.
Sebagaimana kita tetapkan, bahwa salah satu prioritas utama kita dalam pembangunan sektor transportasi adalah subsektor perkeretaapian ke depan ini kita perlu melakukan langkah-langkah konkret untuk mengembangkan subsektor ini. Kereta api merupakan suatu moda transportasi yang memiliki karakteristik dan keunggulan yang khusus, terutama dalam kemampuannya untuk mengangkut, baik orang maupun barang secara masal, memiliki faktor keamanan yang tinggi, hemat energi dengan tingkat pencemaran yang rendah, serta lebih efisien dibandingkan dengan moda transportasi jalan, terutama untuk angkutan jarak jauh dan untuk daerah yang padat lalu lintasnya.
Saya mendapatkan laporan, bahwa jumlah penumpang yang diangkut oleh kereta api telah meningkat dari 161.291.000 orang pada tahun 2006 menjadi 168.205.000 orang pada tahun 2007 atau naik sebesar hampir 7 juta orang atau setara dengan hampir 4,5%. Sedangkan jumlah barang yang diangkut oleh kereta api kita juga menunjukan kecenderungan yang semakin meningkat. Data yang saya sampaikan tadi menunjukan bahwa kereta api telah semakin banyak digunakan sebagai sarana untuk angkutan orang maupun barang. Oleh karena itu, dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pemerintah telah mewujudkan pembangunan subsektor perkeretaapian secara efisien, efektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hadirin yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik ini, kita akan segera meresmikan pengoperasian jalur ganda Kutoarjo-Yogyakarta. Jalur Kutoarjo-Yogyakarta itu memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja perkeretaapian nasional, khususnya pada jalur Selatan. Lalu lintas kereta api dari Jawa Timur tujuan Jakarta atau Bandung dan sebaliknya sebagian besar lewat di jalur Selatan. Sebelum dibangunnya jalur ganda ini sebagaimana disampaikan oleh Saudara Gubernur Jawa Tengah dan Saudara Menteri Perhubungan tadi, salah satu kereta api harus berhenti terlebih dahulu di stasiun terdekat, apabila dua kereta api akan melintasi jalur ini. Hal ini tentu mengakibatkan perjalanan kereta api lintas Selatan Jawa menjadi lebih lambat, karena jalur kereta apinya hanya satu lintasan. Dengan selesainya jalur ganda ini, kita berharap, tidak akan terjadi lagi keterlambatan, terutama pada saat musim liburan atau musim angkutan lebaran.
Saudara-saudara,
Pada kesempatan ini pula, saya minta kepada Menteri Perhubungan agar memberikan perhatian yang sungguh-sungguh pada upaya peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi kereta api. Sebab kereta api merupakan sarana transportasi publik yang murah dan banyak digunakan oleh masyarakat kita. Sejumlah kecelakaan kereta api belakangan ini mengharuskan kita untuk tidak boleh menunda-nunda lagi perawatan dan penggantian sarana yang sudah tidak layak lagi. Perawatan secara berkala terhadap jembatan, rel, gerbong lokomotif juga perlu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, kecermatan dan kesinambungan.
Kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perhubungan, serta pihak terkait dalam pembangunan infrastruktur nasional, saya meminta untuk terus melaksanakan pembangunan infrastruktur dengan mengedepankan paradigma pembangunan infrastruktur yang seimbang. Bagi para investor dari dalam dan luar negeri, saya mengundang Saudara-saudara sekalian untuk terlibat aktif dalam berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Alhamdulillah, dengan telah selesainya Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2007 tentang Penyesuaian Pensiun Pegawai PP PNS, eks Departemen Perhubungan pada PT KAI dapat kita lakukan perbaikan kesejahteraan pegawai PT Kereta api Indonesia. Untuk itu saya pun meminta, terima kasih, saya meminta kepada seluruh jajaran Kereta Api Indonesia untuk meningkatkan terus kinerja, disiplin dan produktivitasnya. Tetapkan jadwal perjalanan yang pasti, gerbong yang bersih dan baik, stasiun yang aman, nyaman dan bebas dari berbagai tindak kejahatan.
Dan khusus untuk jalur ganda ini, saya berharap agar benar-benar dapat kita gunakan dengan baik, kita rawat dan kita pelihara dengan baik, sehingga jangka waktu pakainya akan lebih lama. Dan kepada para pengelola Depo KRL Depok juga saya berharap agar dilakukan kegiatan pemeliharaan yang seksama, agar fasilitas itu bisa benar-benar berguna untuk pemeliharaan KRL yang tentunya sangat penting kita lakukan di waktu yang akan datang.
Saudara-saudara,
Bagian kedua dari sambutan saya secara singkat, saya ingin menyampaikan beberapa hal kepada semua pihak yang ikut berperan, dan bertanggung jawab dalam pembangunan sektor transportasi di negeri kita, baik itu Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, baik itu pihak-pihak yang menangani langsung maupun yang tidak langsung, dan tentunya para regulator dan operator dari jasa transportasi. Pertama-tama, perkembangan sektor transportasi meningkat dengan baik, ini patut kita syukuri, karena berarti setelah negeri kita 10 tahun yang lalu mengalami krisis yang dahsyat, sekarang kembali pulih dengan ditandai membaiknya makro ekonomi, menguatnya fundamental ekonomi kita dan bergeraknya sektor riil, termasuk sektor transportasi.
Menurut catatan, kenaikan transportasi domestik adalah 30% untuk, ulangi yang 30% penumpang, sedangkan untuk barang adalah 15%, kemudian untuk yang internasional 20% dan 10%. Tentu ini merupakan peluang, opportunity yang baik. Ini juga untuk membuka kesempatan bagi dunia usaha, bagi mereka yang ingin berusaha di bidang transportasi, baik angkutan darat, angkutan laut maupun angkutan udara.
Atas nama negara dan Pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, para pimpinan dunia usaha yang menjalankan usaha di bidang tarnsportasi ini karena transportasi ini tidak mungkin dijalankan oleh Pemerintah semata. Kami mengundang kehadiran para pelaku usaha jasa transportasi, sekali lagi baik darat, laut maupun udara. Dengan usaha yang Saudara-saudara lakukan, maka rakyat kita bisa menggunakan jasa angkutan itu, kereta api, umum, laut maupun udara.
Harapan saya, sambil Pemerintah terus mengembangkan kebijakan dan peraturan yang tepat, sambil Pemerintah bersama DPR mengeluarkan Undang-Undang yang sesuai dengan perkembangan zaman, sambil Pemerintah sendiri maupun bersama-sama dengan swasta menambahkan lagi, membangun lagi prasarana dan sarana angkutan, maka saya berharap agar para pemimpin dunia usaha transportasi terus mempertahankan profesionalitas dan akuntabilitasnya, termasuk jaminan keselamatan bagi para pengguna jasa angkutan itu darat, laut maupun udara.
Kita ingin semua dapat tumbuh dengan peluang yang ada ini. Kita ingin rakyat kita yang ingin berpergian mendapatkan kesempatan untuk menggunakan jasa angkutan yang ada. Kita ingin ekonomi tumbuh, usaha bidang transportasi juga tumbuh karena ini menciptakan lapangan pekerjaan, karena ini mendatangkan keuntungan negara, yang keuntungan itu selanjutnya dialirkan untuk membantu rakyat kita, mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan lain-lain.
Tuntutan yang harus kita jawab adalah keamanan dan keselamatan transportasi harus berada pada tingkatan yang tinggi, baik itu yang akan digunakan oleh rakyat kita sendiri, saudara-saudara kita sendiri, maupun yang akan digunakan oleh warga negara asing yang menggunakan jasa angkutan kita. Apa yang terjadi beberapa saat yang lalu, terjadinya sejumlah kecelakaan harus menjadikan peringatan besar, bukan lampu kuning barangkali sudah lampu merah untuk kita benar-benar mengelola jasa angkutan ini, sekali lagi regulator dan operator bersama-sama agar keamanan dan keselamatan kita berada pada kondisi yang baik.
Tidak boleh rakyat kita ataupun warga negara asing yang merasa tidak aman menggunakan jasa angkutan kita, termasuk maskapai penerbangan. Kita tidak suka, kalau jasa penerbangan kita dilarang terbang di sebuah kawasan di dunia ini. Tentu Pemerintah kita berusaha keras untuk melakukan langkah-langkah yang tepat dengan diplomasi, dengan negosiasi, dengan lobi dan berbagai cara yang kita lakukan agar semuanya adil, kanan, kiri kita juga melaksanakan langkah yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan derajat keamanan dan keselamatan transportasi kita, termasuk transportasi udara.
Namun marilah kita benar-benar mulai sekarang ke depan mengambil peran dan tanggung jawab yang penuh untuk sekali lagi tidak mengorbankan, tidak lalai pada faktor keamanan dan keselamatan transportasi ini. Memang selalu ada kompetisi di antara para pengelola usaha transportasi. Kompetisi itu dapat dilakukan dengan cara efisiensi, produktivitas pengelolaan yang baik dan lain-lain, tapi tidak boleh sama sekali menyentuh tanda keselamatan dan keamanan transportasi itu.
Saya punya keyakinan yang tinggi, dengan kesadaran bersama, dengan tanggung jawab bersama, dengan kesungguhan kita untuk terus meningkatkan derajat keamanan dan keselamatan transportasi kita, darat, laut dan udara, kita akan benar-benar menjadi bangsa, menjadi negara dan memiliki usaha tranportasi yang akan lebih kredibel, yang lebih terpercaya, karena benar-benar disamping efisien, memberikan kenyamanan, tetapi juga dapat memenuhi sesuatu yang mutlak, yaitu keamanan dan keselamatan transportasi kita.
Saya mengajak kita semua untuk sama-sama mulai hari ini menjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. Saya minta kepada Saudara Menteri Perhubungan, Pimpinan-pimpinan BUMN di bidang transportasi, para Pimpinan Usaha Transportasi untuk menjalankan apa yang telah menjadi roadmap kita untuk menuju keselamatan yang lebih tinggi, yang tadi telah disampaikan oleh Saudara Menteri Perhubungan. Itulah ajakan saya. Dan ini panggilan yang harus kita jawab demi rakyat kita, dan demi negara kita, demi kehormatan kita dan di mata masyarakat internasional.
Saudara-saudara,
Itulah yang sekaligus saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini untuk bersama-sama meningkatkan profesionalitas, dan keamanan dan keselamatan jasa angkutan di negeri tercinta ini.
Akhirnya dengan terlebih dahulu memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Jalur Ganda Kereta Api Yogyakarta-Kutoarjo dan Depo KRL Depok, saya nyatakan dibuka penggunaannya dengan resmi.
Sekian.
Wassalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



