Pidato Presiden

Sambutan Perayaan Cap Gomeh, Tahun Baru Imlek 2559

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERAYAAN CAP GOMEH TAHUN BARU IMLEK 2559
KEMAYORAN, 21 FEBRUARI 2008



Para Tamu Undangan dan Hadirin yang saya muliakan,
Saudara-saudara Komunitas Tionghoa di seluruh tanah air yang berbahagia,
Selamat malam,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Pertama-tama, marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena pada kita semua masih diberi kekuatan, kesempatan dan kesehatan untuk melanjutkan karya, tugas, dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta. Kita juga bersyukur pada malam hari ini dapat bersama-sama merayakan Cap Gomeh Tahun Baru Imlek 2559.

Selaku Kepala Negara dan selaku pribadi, saya mengucapkan selamat kepada Saudara-saudara komunitas Tionghoa di seluruh Indonesia atas Perayaan Cap Gomeh pada hari ini. Semoga dengan Perayaan Cap Gomeh ini, Saudara-saudara semua, kita semua diberikan kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan. Kita bersyukur kehidupan berbangsa dan bernegara kita semakin baik dan semakin menjanjikan. Pranata yang diskriminatif telah dapat kita tiadakan, semoga ke depan bangsa kita bertambah rukun dan semakin bersatu.

Saudara-saudara,
Malam hari ini kita hadir dalam Perayaan Cap Gomeh setelah 4 hari yang lalu, Saudara-saudara merayakan Tahun Baru Imlek 2559. Bangsa Indonesia yang majemuk, bangsa Indonesia yang beragam terdiri dari berbagai suku, agama, etnis dan daerah memiliki tradisi yang baik, tradisi untuk merayakan beberapa tahun baru, kita kenal Tahun Baru Masehi, Tahun Baru Hijriyah, tahun baru Saka dan Tahun Baru Imlek. Semuanya itu adalah sebagai wujud dari rasa syukur kita dan berdoa kepada Tuhan untuk masa depan kita yang lebih baik.

Saudara-saudara,
Tema Perayaan Cap Gomeh tahun ini adalah “Indonesia Bersatu”. Saya setuju dengan yang disampaikan oleh Bapak Murdaya tadi dan juga oleh Bapak Menteri Kebudayaan dan Pariwisata tadi. Jika kita sungguh bersatu, pasti kita akan maju. Mari kita perkuat, mari kita perkokoh kebersamaan dan persatuan kita dengan cara saling sayang-menyayangi, saling hormat-menghormati, termasuk menghormati perbedaan dan saling tolong-menolong dalam kesetiakawanan yang tinggi. Yang kuat membantu yang lemah, yang kaya membantu yang miskin, yang maju membantu yang belum maju.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, luas wilayah, saya ulangi, bangsa negara kita memiliki wilayah yang luas, memiliki penduduk yang besar, bangsanya beragam, luhur sejarah dan budayanya, serta kaya akan sumber daya alam. Kalau kita tidak terpecah belah, kalau kita tidak saling menyalahkan dan kalau kita tidak saling bermusuhan, maka bangsa kita bukan hanya kuat, tetapi sekali lagi akan maju dan sejahtera. Mari kita yakini semuanya itu, kalau kita bersatu dan bekerja keras, bangsa kita akan tampil sebagai bangsa yang terhormat dan bangsa yang bermartabat di forum dunia.

Saudara-saudara,
Bertepatan dengan Perayaan Cap Gomeh yang menampilkan sisi budaya malam hari ini, saya mengajak Saudara-saudara sekalian, komunitas Tionghoa dan seluruh rakyat Indonesia untuk terus mengembangkan seni dan budaya bangsa, untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan ekonomi produk budaya, untuk memajukan dunia kepariwisataan kita. Negeri kita adalah negeri yang indah, negeri yang berseni budaya tinggi, jangan kita sia-siakan untuk kita jadikan keunggulan, kita jadikan daya saing, membangun ekonomi kita, meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju masa depan yang lebih baik.

Saudara-saudara,
Demikian sambutan saya pada hari yang membahagiakan ini. Sekali lagi, saya mengucapkan selamat merayakan Cap Gomeh kepada seluruh komunitas Tionghoa di Indonesia. Terimalah ucapan terima kasih dan penghargaan saya, Pimpinan dan Keluarga Besar Forum Bersama Indonesia-Tionghoa dan juga Institut Kewarganegaraan Indonesia, semoga Tuhan Yang Maha Besar menuntun perjalanan bangsa kita menuju masa depan, masa depan yang adil, masa depan yang makmur dan mendatangkan kebahagiaan bagi kita semua.

Sekian.
Terima kasih.


*****




Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan