Pidato Presiden
Sambutan Pembukaan Muktamar Ke-2 Parmusi
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PEMBUKAAN MUKTAMAR KE-2
PERSAUDARAAN MUSLIMIN INDONESIA
HOTEL MERCURE ANCOL, 22 FEBRUARI 2008
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang saya hormati para Pimpinan Lembaga-lembaga Tinggi Negara, Ketua Mahkamah Konstitusi, Bapak Jimly Ashiddiqie, Wakil Ketua MPR Bapak AM. Fatwa, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Daerah Bapak, Irman Gusman, Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati para Diplomat Senior dari Negara-negara Sahabat, Saudara Wakil Gubernur DKI Jakarta,
Yang saya hormati Ketua Umum Parmusi, Bapak Bachtiar Chamsyah,
Yang saya hormati Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Bapak Suryadharma Ali,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Sesepuh, para Ulama, para Kader dan Keluarga Besar Parmusi di seluruh tanah air yang berbahagia,
Sebelum saya menyampaikan sambutan pada acara yang penting, pada malam hari ini, ijinkan saya untuk menyampaikan perasaan batin saya ketika bertemu dengan para sesepuh dan senior. Kami teringat ketika 10 tahun yang lalu, pada awal reformasi kita bekerja, berjuang bersama untuk melakukan perubahan di Republik ini. Di sebelah sana ada Ibu Aisyah Amini, ada Bapak Barlianta Harahap, Pak Rihardi Kyai Demak, Bapak Zarkasih Nur, ada Saudara Darmansyah, dan banyak lagi yang tidak saya sebut satu-persatu di ruangan ini, ada Pak Mudrik yang dari Solo. Sepertinya baru tahun lalu padahal sudah satu dasawarsa. Barangkali generasi muda tidak semuanya tahu bahwa reformasi yang lahir pada tahun 1998 banyak pelakunya.
Ada yang tercatat dalam sejarah, ada yang tidak tercatat barangkali dalam sejarah reformasi kita, tapi Allah SWT mencatatnya. Oleh karena itu, sebagai seorang yang sedang mengemban amanah, atas nama bangsa dan negara, saya mengucapkan terima kasih kepada para sesepuh, para senior, semua yang dulu ikut berjuang bersama-sama mengawali reformasi ini.
Saya masih ingat waktu itu menjabat sebagai Ketua Fraksi ABRI di MPR bersama-sama dengan kakak-kakak, sahabat-sahabat dari Partai Persatuan Pembangunan, Golkar, ada Pak Akbar Tanjung, ada dari Partai Demokrasi Indonesia dan semua, indah sekali waktu itu ketika kita bersatu untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik di negeri ini dengan niat dan tujuan yang baik pula. Kkita merindukan suasana seperti itu, kita lebih bersatu, mengatasi permasalahan bangsa, membangun hari esok yang lebih baik.
Hadirin yang saya muliakan,
Saya mengajak sekali lagi untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena kepada kita masih diberi kesempatan, kekuatan dan insya Allah kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta. Marilah tidak lupa kita haturkan shalawat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut Rasulullah, insya Allah kita semua sampai akhir zaman.
Hadirin yang saya muliakan,
Kita sungguh bersyukur hari ini, karena Parmusi yang kita cintai melaksanakan Muktamar yang ke-2. Saya mengucapkan selamat bermuktamar, selamat datang kepada para Peserta Muktamar dari seluruh tanah air. Semoga Muktamar kali ini membawa kebaikan, baik bagi Parmusi, bagi umat, serta bagi bangsa dan negara tercinta.
Pada kesempatan yang membahagiakan ini pula, atas nama negara, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Keluarga Besar Parmusi yang telah berbuat banyak untuk bangsa dan negara, yang telah berjuang dan mengabdi, baik untuk bangsa maupun untuk umat. Apa yang Saudara lakukan pada tahun 1967, kemudian ketika bersama-sama dengan Partai Persatuan Pembangunan, kemudian kembali aktif sebagai ormas pada tahun 1999, semua itu menjadi bagian utuh dari perjalanan sejarah kita. Dan kalau kita melihat negara kita berada dalam perubahan besar, maka kiprah Parmusi juga menjadi bagian dari reformasi yang kita jalankan sekarang ini. Saya berharap Saudara-saudara bisa melanjutkan perjuangan itu, kiprah itu, pengabdian itu untuk 10 tahun mendatang dan seterusnya, sesuai dengan tema yang dirumuskan dalam Muktamar ini adalah “Mengabdi Untuk Bangsa dan Berjuang Untuk Umat”.
Saudara-saudara,
Sebagaimana yang disampaikan oleh Pimpinan Parmusi tadi, ketika mahasiswa-mahasiswi kita melantunkan mars dan hymne Parmusi, saya simak kata-katanya, sungguh dalam, sungguh indah, filosofis. Itu pula yang saya harapkan dapat dijalankan oleh keluarga besar Parmusi dalam kiprah dan perjuangannya untuk ikut mengembangkan kegiatan, termasuk kegiatan politik yang cerdas, kritis, tetapi dengan mengedepankan solusi atau menawarkan solusi, politik yang bersih, baik bagi semua dan politik yang santun yang menghadirkan keteduhan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Marilah kita jalankan sama-sama pesan-pesan spiritual, pesan-pesan moral yang tadi dilantunkan dalam mars dan hymne Parmusi.
Saudara-saudara,
Kalau saya mengatakan tadi kita berpolitik, kita berdemokrasi yang disertai akhlak, yang disertai tanggung jawab, yang cerdas, bersih dan santun, sesungguhnya itulah juga nilai-nilai Islam yang kita musti junjung tinggi dan jalankan dalam kehidupan di negeri tercinta ini.
Saudara-saudara,
Negara kita sekarang ini berada dalam perubahan yang besar, transformasi, sebagaimana transformasi yang dijalankan oleh pemimpin agung, pemimpin terbesar di dunia, Rasulullah, Nabi Muhammad SAW. Tidak perlu kita mencari contoh jauh-jauh, kalau kita membaca riwayat Rasulullah dalam melaksanakan perubahan besar pada zamannya. Ketika beliau memimpin yang disebut dengan nation building, character building, dan state building, maka pemimpin agung dengan para pembantu-pembantunya sungguh tepat di dalam memimpin perubahan maha besar. Perubahan itu dilaksanakan secara bertahap, terus-menerus, dengan menaburkan keteduhan, menghindari kekerasan dan radikalitas, mengajak semuanya dalam proses perubahan itu, mengayomi, kadang kala Rasulullah harus mengalah untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Dan akhirnya sejarah menunjukkan bahwa cara-cara perubahan seperti itulah yang ternyata sungguh berhasil dan kita patut mencontohnya dalam meneruskan pembangunan bangsa, dalam melanjutkan perubahan di negeri ini.
Saudara-saudara,
Di samping transformasi, sesungguhnya bangsa kita juga melaksanakan hijrah. Bangsa kita, boleh saya sebut bangsa yang sedang menuju masa depannya, Indonesia on the move. Kalau saya katakan bangsa, bukan hanya Pemerintah semata yang ingin melakukan perubahan dan pembangunan bangsa ini ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak, seluruh komponen bangsa, termasuk Parmusi untuk bersama-sama mengatasi masalah di negeri ini, membangun negeri kita menuju cita-cita yang telah dirumuskan oleh para pendahulu kita, Indonesia yang lebih aman, Indonesia yang lebih adil, Indonesia yang lebih demokratis, dan Indonesia yang lebih sejahtera.
Saudara-saudara,
Tidak pernah ada jalan yang lunak untuk mencapai tujuan yang besar, itu yang sering saya sampaikan di berbagai kesempatan. Sebagaimana keberhasilan bangsa-bangsa lain di dunia, sebagaimana pula perjuangan besar Nabi Muhammad SAW di waktu yang lalu, luar biasa, cobaan, ujian dan persoalan yang dihadapi. Tetapi saya yakin dengan ridho Allah SWT, apabila kita tetap sabar, tegar, dan terus berikhtiar, bersatu sebagai bangsa, gigih melangkah dan bekerja keras, maka masa depan kita, insya Allah akan lebih baik dari sekarang ini.
Perubahan adalah proses panjang. Menuju Indonesia yang adil dan makmur adalah saya sebut dengan never ending goals. Satu proses berlanjut dengan tujuan yang harus terus-menerus kita capai, kita mengalami pasang surut, kita mengalami dinamika sejak kemerdekaan kita. Tahun-tahun yang berat, tahun 50-an, tahun 60-an ada prahara, kita berkonsolidasi lagi, membangun ada lagi prahara. Tahun 1998, 10 tahun yang lalu, kita berkonsolidasi, bersatu lagi, mudah-mudahan kita makin dewasa sebagai bangsa memetik semua pelajaran itu dan dengan semangat yang baik, dengan semangat patriotisme dan kebangsaan kita, mari kita bersama-sama terus melangkah ke depan mengatasi semua masalah dengan keyakinan, sekali lagi dengan ridho Allah SWT kita akan bisa mengatasi masalah ini. Saya minta Parmusi berdiri di depan. Parmusi bisa dan akan berhasil sebagai ormas untuk bersama-sama mengatasi permasalahan ini, sedikit bicara, banyak bekerja, agar hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Saudara-saudara,
Kalau kita memotret secara jujur, tentu kita bersyukur kepada Allah SWT keadaan negara kita ini sesungguhnya dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu, 1998, 1999, 2000 katakanlah, tentu makin baik. Lihatlah keadaan keamanan, situasi politik, keadaan sosial, ekonomi, meskipun masih banyak ekor dari krisis yang belum kita tuntaskan penyelesaiannya, meskipun kita tahu persoalan-persoalan baru juga muncul dalam keniscayaan kehidupan global maupun kehidupan di negeri ini. Tetapi kalau kita pandai bersyukur, kita syukuri apa yang kita capai, setelah itu mari kita bekerja keras untuk lebih lagi mencapai yang lebih banyak lagi untuk masa depan kita bersama.
Saudara-saudara,
Ketika kita sedang menyelesaikan masalah akibat krisis yang lalu, membangun kembali, muncul persoalan-persoalan baru yang saya berharap Parmusi bisa menjelaskan kepada seluruh rakyat Indonesia. Tiba-tiba tidak pernah terjadi dalam sejarah dunia, harga minyak tiap barelnya mencapai 100 dolar Amerika Serikat. Tiba-tiba harga pangan di tingkat global juga mengalami kenaikan, tiba-tiba ada gejolak keuangan dunia, yang tentu dalam era globalisasi ini, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, ikut memberikan dampak ke negeri kita.
Oleh karena itu, menyadari itu semua tidak perlu kita mengeluh, tidak perlu kita menyalahkan siapa-siapa, sekarang kita mengemban amanah, amanah rakyat, mari kita bersama-sama mengatasi persoalan itu. Seberat apapun, mari kita bersatu untuk mengatasinya. Misi kita dengan demikian, pertama, mari terus kita lanjutkan reformasi dan demokratisasi, mari terus kita lanjutkan membangun ekonomi kita pasca krisis yang lalu, seraya mengatasi persoalan-persoalan baru yang muncul sebagaimana yang saya contohkan tadi, misalnya persoalan pangan, persoalan energi atau persoalan minyak, maupun persoalan keuangan global yang memberikan dampak bagi pembangunan di negeri kita.
Saudara-saudara,
Dengan penjelasan singkat itu, saya sungguh ingin seluruh rakyat Indonesia, komponen bangsa kita, terlebih-lebih Parmusi, yang memiliki reputasi dan kiprah sejarah yang membanggakan ikut aktif untuk mengatasi masalah ini dan kemudian bersama-sama melangkah menuju masa depan yang kita cita-citakan bersama.
Hadirin sekalian,
Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, saya ingin merespon sedikit apa yang disampaikan oleh Ketua Panitia tadi, dan juga oleh Pimpinan Parmusi. Ini baru pertama kali saya berbicara di depan publik tentang 2009. Para wartawan juga bisa mencatat ini pertama kali, saya harus merespon 2009.
Saudara-saudara,
Akan banyak pilihan pada tahun 2009 nanti, jangan tergesa-gesa untuk mengatakan harus memilih ini atau mencalonkan ini, baca hati dan pikiran beliau-beliau, calon-calon pemimpin nanti dengan hati dan pikiran Saudara. Apa yang akan dilakukan, apabila calon-calon pemimpin nasional itu kelak mengemban amanah. Persoalan di negeri ini banyak, tidak selalu mudah, tentu memerlukan pikiran besar, kerja besar dan bagaimana yang akan dilakukan apabila beliau-beliau, saudara-saudara kita, calon-calon pemimpin itu kelak mendapatkan kepercayaan rakyat untuk memimpin negeri ini. Terbuka bagi Saudara, ya saya minta tidak usah terburu-buru, ikuti saja perkembangan dinamika, meskipun sekarang ini belum saatnya berkampanye sebetulnya, jadi masih panjang. Oleh karena itu, saya lebih memilih menuntaskan tugas saya 2008-2009, itu dulu. Kalau saya ikut-ikutan dalam tanda kutip berkampanye, saya tidak bisa fokus untuk mengatasi masalah yang begitu berat untuk rakyat kita.
Saya hanya minta doa restu dari Keluarga Besar Parmusi. Saya ulangi, saya minta doa restu agar tugas yang saya emban 2008-2009 dapat berhasil dengan baik. Itu saja yang saya mohonkan, selebihnya silakan ikuti terus dengan seksama. Insya Allah ada skenario Allah SWT untuk negeri ini dan kita berdoa skenario-skenario yang terbaik, baik untuk Parmusi, baik untuk umat, baik untuk bangsa dan negara tercinta.
Itulah yang ingin saya sampaikan dan dengan harapan dan pesan itu, seraya memohon ridho Allah SWT dan mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Muktamar ke-2 Persaudaraan Muslimin Indonesia dengan resmi saya nyatakan dibuka.
Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



