Arsip

« Maret 2008 »
M S S R K J S
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031     

Pidato Presiden

Sambutan Peninjauan Realisasi PNPM Mandiri di Jawa Barat

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENINJAUAN REALISASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI
DI PROVINSI JAWA BARAT
KELURAHAN KERTAMAYA, BOGOR, JAWA BARAT
5 MARET 2008



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati para Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Jawa Barat, Walikota Bogor, Walikota Depok, dan para Pejabat Negara dan Pemerintahan yang bertugas di Jawa Barat, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang saya cintai dan saya muliakan para Ulama, para Tokoh Masyarakat,

Saudara-saudara sekalian yang saya muliakan,
Marilah pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan semoga senantiasa kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta.

Kita juga bersyukur ke hadirat Allah karena hari ini, kita dapat bersama-sama bersilaturahim dan bertemu di tempat ini untuk melaksanakan penyerahan bantuan langsung masyarakat, untuk membantu saudara-saudara kita di Jawa Barat dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan melalui program PNPM Mandiri. Kita juga hadir untuk bersama-sama untuk meresmikan penggunaan jalan layang Arief Rahman Hakim di Depok dan Rumah Susun Sederhana Sewa atau Rusunawa di Kota Bogor.

Hari ini saya datang dengan rombongan yang cukup besar disamping Menko Kesra, ada di belakang saya, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Pertanian, Menteri Pembangunan Daerah, Menteri Pendidikan Nasional dulu, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Perumahan Rakyat, Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia.

Beliau-beliau itu semua adalah menterinya rakyat. Pak Hatta Rajasa dan Pak Bambang Soedibyo, Mensesneg dan Mendiknas bukan menterinya PAN. Pak Anton Apriyantono, Menteri Pertanian bukan menterinya PKS. Pak Lukman Eddy, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal bukan menterinya PKB. Pak Yusuf Ashaari, Menteri Perumahan Rakyat bukan menterinya PKS. Pak Freddy Numberi, Menteri Kelautan dan Perikanan bukan menterinya Partai Demokrat. Baik saya sebagai Presiden, Pak Aburizal Bakrie meskipun dari Golkar dan semua adalah menterinya rakyat. Saya ajak supaya langsung bertemu dengan rakyat, memahami kesulitan dan persoalan yang dihadapi rakyat kita agar beliau semua terus tidak berhenti untuk berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air.

Hadirin yang saya hormati,
Ini kesempatan yang baik bagi saya untuk berbicara langsung dengan Saudara-saudara. Pertama-tama, saya ingin mengingatkan bahwa negara kita sejak merdeka pada tahun 1945 terus membangun, tidak pernah berhenti. Kita membangun bangsa dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indoensia. Rakyat dikatakan makin sejahtera, apabila kebutuhan pokoknya makin dapat dipenuhi, kebutuhan akan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, rasa aman, lingkungan yang baik dan lain-lain. Itulah sebabnya Pemerintah tidak pernah berhenti untuk berikhtiar meningkatkan kesejahteraan rakyat itu, sekaligus mengurangi kemiskinan yang masih ada di negeri kita.

Tetapi Saudara-saudara pembangunan itu adalah proses jangka panjang, demikian pula pembangunan yang dilaksanakan di negara-negara lain di seluruh dunia. Membangun bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat sebuah proses, sebuah upaya, sebuah ikhtiar yang berkesinambungan. Demikian juga persoalan kemiskinan, persoalan kemiskinan ini bukan khas, bukan hanya dialami oleh bangsa Indonesia, tetapi persoalan kemiskinan adalah persoalan dunia, persoalan global yang juga dialami oleh bangsa-bangsa lain, terutama negara-negara yang sedang berkembang.

Ada 2 negara yang amat besar, yaitu Republik Rakyat Tiongkok atau dalam bahasa inggrisnya China dan India. Tiongkok itu penduduknya 1,3 miliar, India penduduknya 1,1 miliar. Meskipun kedua negara ini ekonominya tumbuh luar biasa, pertumbuhan yang tertinggi di dunia bagi ukuran sebuah negara yang penduduknya besar, tetapi kemiskinannya juga tinggi. Misalnya di India tercatat ada 30 persen penduduk yang masih miskin, itu setara dengan 350 juta, lebih besar dibandingkan dengan penduduk kita, di Tiongkok kurang lebih jumlahnya sama.

Saudara-saudara,
Di seluruh dunia ini, terutama negara-negara yang masih banyak persoalan kemiskinan, miss developed country namanya, ada 800 juta yang tiap malam tidurnya kurang nyenyak, karena perutnya lapar. Di antara 800 juta itu, 200 juta adalah anak-anak.

Bapak-ibu, Saudara-saudara,
Bisa melihat diri sendiri apakah kalau malam hari tidurnya kurang nyenyak atau lapar. Kalau tidak bersyukurlah kepada Tuhan yang Maha Kuasa, karena lebih baik dibandingkan saudara-saudara lain di negara lain yang mengalami masalah itu. Tetapi kita harus jujur, kita harus mengakui saudara-saudara kita juga masih ada yang memang masih miskin, yang kondisinya perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari kita semua.

Oleh karena itulah, pada tahun 2000, 8 tahun yang lalu, 189 negara bersatu, berkomitmen, bercita-cita dan berikhtiar untuk mengurangi kemiskinan di dunia ini sampai tahun 2015 separuhnya. Inilah yang Saudara Menko Kesra, Pak Aburizal Bakrie mengatakan MDGs, M itu Millenium, D itu Development, G itu maksudnya Goals, tujuan pembangunan pada milenium ini sedunia untuk mengurangi jumlah manusia yang miskin di seluruh jagad raya ini.

Saudara-saudara,
Lantas bagaimana kemiskinan di Indonesia? Masalah kemiskinan adalah masalah yang mendasar sebagaimana tadi Pak Gubernur Jawa Barat mengatakan. Sejak kita merdeka, masalah ini kita hadapi, dan terus-menerus dari masa ke masa, dari pemimpin ke pemimpin, kita berusaha untuk menguranginya. Apalagi ketika negara kita mengalami krisis, 10 tahun yang lalu tepat 1998, akibat krisis yang luar biasa dalam dan dahsyatnya itu, kemiskinan meningkat tajam, pengangguran meningkat tajam, hutang luar negeri juga meningkat tajam. Itulah 10 tahun terakhir ini kita berusaha sangat keras untuk menurunkan angka-angka itu, menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Dengan demikian, kalau ada yang bertanya, apakah kemiskinan kita biarkan di negeri ini? Jawabannya adalah tidak, tidak mungkin. Berdosa kalau di antara kita, apakah Presiden, apakah Menteri, apakah Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Kepala Desa, dan semua yang mengemban amanah di negeri tercinta ini membiarkan kemiskinan terjadi dan tidak ada upaya untuk menguranginya. Kita siang dan malam berpikir, berikhtiar dan diikuti langkah-langkah nyata untuk mengurangi kemiskinan ini, termasuk apa yang saya serahkan tadi bantuan kepada Pimpinan Jawa Barat untuk terus-menerus meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengurangi kemiskinan saudara-saudara kita.

Saya kira tidak ada pemimpin di negeri ini yang tidak punya hati, tidak berjuang secara gigih untuk mengurangi kemiskinan. Tapi Saudara-saudara, saya harus mengatakan, saya tidak boleh meninabobokan, memberikan informasi yang tidak benar, keliru kalau pemimpin seperti itu, harus dengan jujur saya katakan meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengurangi kemiskinan, sebagaimana pula pengalaman negara-negara lain, memerlukan waktu tidak seperti membalik telapak tangan. Tidak cukup hanya dengan seminar, memasang iklan, membuat stiker ditempelkan dimana-mana, lantas esok atau minggu depan atau bulan depan, kemiskinan sirna di negeri tercinta ini.

Saya sering mendengarkan kalau sudah Pilkada, calon Bupati, calon Walikota, calon Gubernur dalam kampanyenya dengan semangat yang tinggi ditepuktangani.” Kalau saya terpilih akan saya bikin gratis ini, gratis itu, gratis sana, gratis sini. Saya akan kurangi kemiskinan, rakyat akan makmur dan sejahtera. Hati-hati, itu sama dengan membikin angin surga, dosanya besar. Jangan, tetapi lakukan tanpa banyak bicara, bahwa kita terus berusaha, masuk ke desa-desa, Kecamatan di pelosok tanah air ini meningkatkan kesejahteraan, mengurangi kemiskinan. Itu yang menjadi amanah para pemimpin di seluruh negeri ini.

Saudara-saudara,
Ada isu beredar dimana-mana, bahwa kemiskinan di negeri ini terus naik dan terus meningkat dengan tajam. Apakah benar? Saudara-saudara, tidak. Sepuluh tahun terakhir ini, sejak tahun 2000 yang meledak waktu itu, kecenderungannya, kecenderungannya menurun. Saya punya angka. Kalau kita menjelaskan kepada publik, kepada rakyat, kepada masyarakat, baiknya kita menggunakan angka, data yang resmi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik yang kita anut selama ini, atau sejak kita melaksanakan pembangunan.

Saya punya data, data ini sama yang ada di jajaran Pemerintah, di Bappenas, di BPS. Kalau kita mengukur kemiskinan selama ini, sejak 10, 20, 30 tahun yang lalu, yang digunakan data BPS, lembaga kita sendiri, Badan Pusat Statistik yang digunakan ukuran yang sama, jangan menggunakan ukuran Bank Dunia, World Bank, susah. Kalau dari dulu kita menggunakan statistik World Bank, ya kita konsisten dan konsekuen, tapi kalau dari dulu menggunakan data dari BPS, ya kita gunakan. Ini percaya kepada lembaga kita sendiri, lembaga yang sah yang ada di negeri ini.

Tahun 1998 persentase kemiskinan 24,2%. Kalau ada 4 orang warga negara kita, 1 miskin betul kan. Tahun 1999, turun 23,4%. Tahun 2000, 19,1%. Tahun 2001, 18,4%. Tahun 2002, 18,2%. Tahun 2003, 17,4%. Tahun 2004, akhir tahun saya mengemban amanah 16,6%. Tahun 2005, 15,9%. Tahun 2006 memang naik karena harga minyak di dunia tinggi sekali. Saudara masih ingat dengan sangat terpaksa dulu kita menaikkan BBM. Tapi tahun 2007 turun kembali 16,5% atau penduduk miskin turun 2,13 juta, sehingga jelas arahnya menurun kemudian angka yang paling baik itu pada tahun 2005, 15,9%, kemudian berikutnya lagi tahun 2007 yang lalu, lalu yang berikutnya lagi tahun 2004. Ini angka yang benar, Alhamdulillah turun, tapi belum cukup, masih harus bekerja sangat keras, agar penurunannya makin signifikan makin cepat, di waktu yang akan datang.

Saudara-saudara,
Ada pertanyaan, “Kalau begitu Pak Presiden, Pak SBY, apa bisa tiba-tiba pada masa tahun x, kemiskinan itu meningkat angkanya, jumlahnya?” Kalau mengukur kemiskinan itu dari harga-harga, dari komponen kebutuhan masyarakat sehari-hari, bisa saja. Tetapi setelah itu nanti dengan bantuan, dengan penyesuaian dapat diturunkan kembali. Ini harus saya jelaskan, ini berlaku juga di negara manapun. Contoh, dunia kita dunia dimana kita hidup ini sedang kurang bersahabat, sedang nakal, pertama, harga minyak dunia, tahun 2005 itu baru 60 dolar per barel, sekarang harganya lebih dari 100 dolar per barel. Kalau dulu minyak tanah yang dijual kepada rakyat itu harganya dijual Rp 2.000 kan, di harga eceran, ulangi harga yang saya tetapkan oleh Presiden, Keppres, kemudian di masyarakat tambah dengan ongkos angkot dan lain-lain. Pemerintah memberikan subsidi, sebanyak Rp 4.000. Jadi 1 liter yang dikonsumsi Saudara-saudara sekalian, Bapak, Ibu sekalian, bayar Rp 2.000 atau bayar Rp 3.000 sekian, Pemerintah mengeluarkan Rp 4.000.

Sekarang ini dengan harga minyak yang 100 dolar lebih per barel, setiap 1 liter minyak tanah, Pemerintah mengeluarkan Rp 7.000 untuk subsidi minyak tanah itu. Dunia nakal minyak tanah, ulangi, harga minyak atau crude bertengger tinggi sekali.

Dunia juga sedang nakal, karena terjadi kenaikan harga pangan di seluruh dunia. Di Rusia, banyak yang protes, yang unjuk rasa, karena harga roti, harga bawang, dan harga minyak goreng juga naik. Di Saudi Arabia, ada khotbah di Masjidil Haram, di Masjid Nabawi tentang kenaikan harga, padahal Saudi Arabia itu penjual minyak terbesar, harga minyak sedang seperti ini, tetap mengalami persoalan kenaikan harga. Di Malaysia, di China, dan di tempat-tempat lain, ini terjadi di negara-negara lain juga.

Yang ketiga, mengapa dunia nakal? Ini keuangan juga bergejolak akibat kredit macet perumahan yang ada di Amerika Serikat berpengaruh pada negara-negara yang lain.

Kemudian kenakalan yang keempat, sebagian karena kesalahan kita, terjadinya berbagai bencana alam di seluruh dunia. Menghadapi ini tidak perlu mengeluh, tidak perlu putus asa, tidak perlu menyalahkan siapa-siapa, mari kita dengan tegar, kita hadapi dan saya mengajak semua, tentunya jajaran pemerintah akan bekerja keras untuk mengatasi setiap persoalan yang ada ini dengan tujuan menyelamatkan rakyat kita, dengan tujuan, agar mereka tidak memikul beban yang tidak mampu dipikulnya.

Itulah yang kita lakukan menyangkut berbagai gejolak sekarang ini, termasuk stabilisasi harga. Misalnya mengapa harga minyak goreng naik, karena banyak minyak goreng kita diekspor, kita ini produsen, kita ini eksportir. Tapi karena harga dunia menggiurkan, pengusaha-pengusaha kita ya menjual di luar negeri. Sampai saya minta, “Eh Saudara-saudara, tolong bertenggang rasa dengan rakyat, dengan negara. Jangan diekspor semua, bagaimana rakyat kita kalau membeli dengan harga mahal”. Tapi pedagang kan, “Pak, inikan bisa rugi”. Boleh kami bebaskan, yang ini, yang ini, pajak ini, pajak itu, dengan harapan tolonglah, bertenggang rasa, kalau ngambil untung nggak usah banyak-banyak dulu, karena rakyat sedang susah, itu saya sampaikan.

Kemudian ada juga yang kita mengimpor dari dulu, misalnya kedelai dan terigu. Kita tolong importir beli terigu dan kedelai, tolong, jangan banyak-banyak keuntungannya. Nggak mau rugi, boleh, saya bebaskan tarif masuknya, kita tambah lagi pembebasan pajak yang lain. Itupun belum cukup, karena masih tinggi, kita keluarkan uang dari APBN bersama-sama DPR untuk membantu agar harganya tidak setinggi langit. Kita mengatasi kenaikan harga dengan cara seperti itu, karena permasalahannya memang pelik yang terjadi di seluruh dunia.

Hadirin yang Saya muliakan,
Dengan cerita saya seperti itu, maka apa yang Pemerintah lakukan untuk mengurangi kemiskinan, ya. Saya minta dimengerti oleh saudara-saudara semua supaya mengertilah apa yang kita lakukan dengan sekuat tenaga ini. Kita terus menjalankan mengembangkan berbagai program nyata, yang penting kesejahteraan rakyat makin meningkat.

Saudara-saudara,
Dari uang negara, dari APBN, itu setiap tahun terus kita naikkan komponen atau bagian dari dana pengurangan kemiskinan. Tahun 2004, dulu jumlahnya Rp 19 triliun. Tahun 2004, kita naikkan 24 triliun. Tahun 2006, kita naikkan Rp 41 triliun. Tahun 2007, kita naikkan Rp 51 triliun, dan untuk APBN 2008, kita naikkan menjadi Rp 80 triliun atau naik 57%. Harapan saya, harapan kita semua makin banyak yang kita bantu, meskipun tentu tidak bisa membantu secara besar-besaran, serentak bagi saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan itu, termasuk program pendidikan, yang menggratiskan bagi mereka yang miskin dengan BOS dan lain-lain.

Minggu lalu saya mengecek sekolah 3 SD, 1 SMP, apakah betul BOS dan bantuan-bantuan lain itu sampai? Saya ketemu para orang tua, ketemu guru, ketemu anak, Alhamdulillah kata mereka, Pak, kami karena tidak punya, tidak lagi membayar. Kita ingin makin ke depan makin seperti itu, pendidikan di seluruh Indonesia.

Kemudian kesehatan, kita menggelar asuransi kesehatan, untuk menggratiskan bagi yang masih miskin, dan berbagai upaya kesehatan dalam batas kemampuan kita, tujuannya agar ke depan sekali lagi pendidikan dan kesehatan makin murah, makin mudah, makin berkualitas, termasuk program yang diluncurkan tahun lalu, PNPM Mandiri ini yang tahun ini kita tingkatkan, apa namanya jangkauan dan besaran bantuannya.

Mengapa PNPM Mandiri yang dijelaskan Saudara Aburizal Bakrie itu penting dan harus kita sukseskan? Sekali lagi, kita mengeluarkan dana yang besar mengintegrasikan program yang banyak, agar akhirnya semua Kecamatan betul-betul menerima program PNPM Mandiri ini. Besarnya mulai tahun ini bisa mencapai 3 milyar per Kecamatan, tahun depan Insya Allah, kita bisa memberikan bantuan pada seluruh Kecamatan yang jumlahnya tadi Pak Ical mengatakan 5.263 kecamatan. Untuk anggaran 2007 yang lalu, PNPM kita jumlahnya Rp 3,6 triliun. Untuk tahun ini, jumlahnya Rp 13 triliun atau naik 400%. Kita ingin teruskan itu sampai 2009 kita akan terus sampai 2015 sehingga sasaran MDG tadi Insya Allah dapat kita capai. Saya berharap siapapun tahun 2009 ke depan nanti, Presidennya, pemerintahnya semua, tolong bisa dilanjutkan program-program ini untuk betul-betul bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat seluruh Indonesia.

Saudara-saudara,
Mengapa namanya Pemberdayaan Masyarakat? Begini, dulu seolah-olah saudara-saudara kita di desa, di Kecamatan itu kurang pandai merencanakan, melaksanakan pembangunan setempat, semua dari atas ini yang dinamakan top down program. Ternyata bisa tidak tepat, karena yang diinginkan desa itu bukan itu, yang diperlukan oleh masyarakat di Kecamatan itu yang lain, belum kalau ada yang belok kesana kemari, bocor kesana kemari. Oleh karena itulah ini, perlu melibatkan masyarakat lokal, tanyakan para tokoh para ulama, bagaimana baiknya, libatkan kaum perempuan, libatkan semua untuk apa yang perlu dibangun di desa dan Kecamatan itu.

Harapan saya itu tentu lebih tepat, ide baik, dan tidak ada kebocoran dana di sana-sini. Ini juga koreksi dari pembangunan yang seolah-olah semua diambil alih oleh negara, oleh Pemerintah, keliru. Makin ke depan masyarakat, kita makin cerdas, makin bertanggung jawab, makin siap untuk mengelola pembangunan-pembangunan lokal, terutama pada tingkat Kecamatan dan desa ini.

Hadirin yang saya muliakan,
Khusus Jawa Barat, saya tadi kalau tidak salah, ya meskipun yang miskin itu, orangnya masih banyak, kemiskinan itu di Bekasi, Karawang, Indramayu, Cirebon, betul Pak ya? Bogor, Subang, kemudian kalau Selatan tadi Sukabumi, Cianjur dan Garut. Tetapi di luar Kabupaten itu, pasti masih ada yang harus kita tingkatkan kesejahteraannya. Oleh karena itu, Pak Danny Setiawan, Rp 720,63 miliar tadi segeralah diserahkan ke Kecamatan dan desa untuk segera bisa dilakukan. Saya tidak suka kalau dana itu berhenti lama. Jangan berprasangka dulu. Cepat sampai semuanya. Sekarang sudah tidak musim, ada pejabat-pejabat mengurangi anggaran itu, udah nggak zamannya lagi. Itu dosanya besar. Saya yakin bahwa semua akan mengalir, tidak berhenti dimanapun, karena semua ingin menyukseskan program untuk rakyat.

Saya minta semualah, mulai dari saya, Pak Menteri, Pak Menko Kesra, Pak Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, turun ke lapangan, lihat langsung apa yang dilakukan hasilnya dialoglah, karena ini program berlanjut gitulah, jangan seolah-olah saya kan cukup di tempat saja biarkan mereka. Mari kita turun, turun betul-betul untuk mengecek hasil dari PNPM ini, termasuk hari ini saya akan mengecek nanti apa yang sudah dilakukan.

Saya sudah mengatakan kemiskinan permasalahan kita semua, permasalahan dunia, saya minta semua pihak terutama yang memilki kelebihan uang kelebihan harta, tolonglah bantu yang memerlukan, jangan hanya pandai mencerca dan memprovokasi rakyat. Kalau punya uang uang berlebih ya serahkan kepada rakyat, ikhlas. Itu baru namanya tokoh sejati, pemimpin sejati, karena dia ikhlas dan sayang kepada rakyatnya. Kalau kemiskinan ini, ya Insya Allah tidak terus terjadi di negara kita ini justru dijadikan alat politik, tersinggung rakyat. “Pak, kami ini bukan untuk diperdagangkan secara politik, Bapak bantu bantu saja pak kan begitu toh?” Itu sebetulnya yang paling bagus.

Hadirin yang saya muliakan,
Hari ini saya juga akan meresmikan 2 proyek, jalan laying, fly over, di Kota Depok panjangnya 600 meter. Kedua, Rumah Susun Sederhana Sewa betul Rusunawa, tadi disebut twin block. Twin block itu maksudnya bangunan kembar kiri kanan begitu, satu di Depok, satu di Bogor. Alhamdulillah, meskipun ekonomi dunia seperti ini, APBN kita juga mendapatkan tekanan kita terus membangun infrastruktur.

Saudara-saudara,
Maunya infrastruktur di seluruh Indonesia itu kita bangun semua dan cepat. Kemarin saya menerima Gubernur Papua, Pimpinan Papua Barat dengan jajarannya, juga ingin segera dibangun infrastrukutr di seluruh Papua dan Papua Barat. Setelah itu sore harinya saya menerima, Gubernur se-Sumatera, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung, semuanya ingin infrastruktur dibangun dengan cepat, jalan, pelabuhan, pelabuhan udara, jembatan segala macam. Kita setuju, tapi uangnya tidak cukup untuk sekaligus. Oleh karena itulah bertahap, dengan prioritas, tidak sedikit biayanya saudara-saudara.

Saudara tahu, kalau ini APBN, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, yang tiap tahun kita naikkan, tahun 2008 Insya Allah besarnya Rp 850 triliun lebih, itu sekarang kita disiplinkan, saya mengontrol langsung, para Menteri juga mencermati. Pada prinsipnya harus ada 3 bagian yang tidak boleh dilupakan. Sebagai bagian pertama untuk membiayai tugas-tugas pemerintahan umum di seluruh Indonesia, sudah keluar sekian ratus triliun. Sebagian lagi untuk membikin ekonomi tumbuh seperti infrastruktur itu dan sekian ratus triliun. Sebagian lagi yang menjadi tekad pemerintahan sekarang ini, jangan lupakan peningkatan kesejahteraan rakyat, pengurangan kemiskinan, termasuk PNPM Mandiri ini, yang juga mendapatkan porsi yang besar.

Saya menginstruksikan, tahun-tahun yang berat dari anggaran karena harga minyak tadi, tolong berhemat, semua Departemen, Kementerian, Provinsi, Kabupaten dan kota berhemat, tidak perlu membangun yang bisa kita tunda, nanti saja. Kemudian juga tentunya, kita melakukan penyesuaian, ada yang meminta”. Ya sudahlah Pak, dari pada capek-capek naikkan saja harga listrik dan BBM”. Ada. Pesan saya jangan buru-buru, jangan langsung saja kita berpikir menaikkan harga BBM dan listrik, karena yang memikul beban seluruh rakyat Indonesia. Mari kita memikir berpikir secara bersungguh-sungguh, untuk pertama-tama kita hemat pengeluaran, kemudian yang tentu saja bagi yang kaya, apalagi kaya sekali, tidak perlulah disubsidi listriknya, ataupun bahan bakarnya.

Cara-cara seperti itulah yang sedang digodok sekarang antara Pemerintah dan DPR RI, agar selamat dulu APBN kita tahun ini, dan tidak buru-buru harus menaikkan harga BBM ataupun harga listrik, karena kita ingin melindungi saudara-saudara kita. Kenaikkan tahun 2005 dulu berat sekali bukan? Saya sebagai pemimpin, tidak bisa tidur berminggu-minggu untuk itu, tapi tidak ada jalan lain waktu itu, karena negara kita harus selamat, kemudian APBN dan lain-lain. Tapi pahit karena memerlukan waktu yang panjang untuk memulihkan daya beli. Oleh karena itu, dengan jujur saya katakan, sekarang pun Pemerintah dan DPR sedang mencari solusi, bagaimana APBN kita, selamat, aman karena perkembangan ekonomi dunia yang tadi saya katakan itu.

Saudara-saudara,
Jalan ini penting, infrastruktur jalan ini penting, Jakarta apalagi. Ada yang meramalkan kalau tidak ditambah jaring jalannya, entah jalan kendaraan, jalan kereta, apapun, 2013 itu macet total, bayangkan. Oleh karena itu, dengan uang yang ada, kita bikin program yang lebih tepat, salah satunya adalah untuk mengatasi kemacetan, sebagaimana yang kita resmikan hari ini adalah jalan layang di kota Depok. Saya meminta Saudara-saudara untuk kepentingan umum, untuk mengurangi kemacetan, untuk mengurangi biaya ekonomi yang tinggi, kalau ada pembebasan tanah, marilah kita bekerja sama.

Dulu barangkali banyak yang menipu rakyat, harganya sekian, dibeli sangat murah, itulah pertanggungjawaban di akhirat nanti itu. Sekarang ini kita ingin betul-betul harganya yang pantas, yang pas, yang sesuai dengan harapan rakyat. Tetapi kalau sudah pas, ya tolong dilepas sebagaimana negara-negara lain sehingga kita bisa bangun semuanya itu. Hati-hati dengan spekulan, dengan makelar tanah. Negara macet terus, banjir terus, ekonomi lambat terus akibat ulah mereka yang menghambat pembangunan untuk fasilitas umum. Rakyat dininabobokan, dikasih uang sedikit, tapi ruginya banyak nantinya, dia yang mengantongi uang bermilyar-milyar. Tolong ketuk hatinya, ya kalau nggak bisa diketuk hatinya, kasih tahu saya.

Banjir dimana-mana, tapi membangun kanal nggak bisa, karena ada yang pokoknya kalau nggak 1 meter Rp 50 juta tidak. Bayangkan, yang lain mau Rp 2 juta, yang lain mau Rp 1 juta. Di daerah lain harganya memang jauh lebih rendah, mau Rp 200 ribu. Dia, pokoknya jangan coba-coba melewati ini langkahi mayat saya, kecuali kalau bayar sekian miliar. Menyusahkan yang lain. Padahal barangkali itu ulah dari spekulan dan beberapa orang yang tidak bertanggung jawab. Mari kita bikin mudah negara kita ini, bikin maju negara kita ini, bikin baik infrastrukturnya. Jangan 1, 2 orang untuk kepentingan pribadinya, mengabaikan kepentingan rakyat, kepentingan umum.

Perumahan rakyat penting, supaya lebih banyak yang memiliki rumah yang layak huni. Kalau belum mampu beli sewa, kalau bisa beli rumah yang sederhana beli. Nanti kalau rejeki datang dari Allah SWT, tentu bisa membeli yang lebih baik lagi.

Akhirnya Saudara-saudara, pertama-tama kepada Menkokesra, sebagai koordinator tim penanggulangan kemiskinan, tolong PNPM Mandiri ini laksanakan, dipercepat, diperluas. Kepada para Menteri yang membidangi fungsi dan tugasnya masing-masing, sukseskan, turun untuk memastikan program ini berjalan dengan baik.

Untuk para Gubernur seluruh Indonesia, bukan hanya Pak Gubernur Jawa Barat, para Bupati, para Walikota, para Camat betul-betul sukseskan PNPM Mandiri ini, libatkan masyarakat, cek pelaksanaannya. Dan ini pesan untuk semua, berlaku bagi saya, bagi Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota seluruh Indonesia, di kesempatan yang baik tahun 2008 ini politik mulai panas, betul? Namanya tahun politik. Tahun depan mungkin lebih panas lagi, karena Pemilu, ini wajar, demokrasi itu seperti itu, tidak usah gamang, tidak usah khawatir, sepanjang para elite, kita semua bisa menahan diri, politik bisa panas, tapi jangan merusak keamanan, stabilitas, dan ketenteraman kehidupan masyarakat kita.

Para pejabat pemerintahan yang saya pimpin, boleh misalkan dari partai politik tertentu, boleh, ya ikut menyukseskan Pemilu, tetapi secara proporsional, lebih mengutamakan menjalankan tugas dalam pemerintahan ini, karena Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota, itu dipilih langsung oleh rakyat, maka dalam keadaan apapun yang dipikirkan rakyat dulu. Kalau menteri diangkat oleh Presiden, tidak dipilih, tapi saya dipilih oleh rakyat, sama, yang memberikan sumpah itu ya Presiden untuk bekerja sepenuhnya untuk tugas pemerintahan, kadang-kadang diwakili Mendagri, waktu melantik Gubernur dan pejabat yang lain, tapi hakekatnya negara menyumpah melalui Presiden. Rakyat memilih, mereka-mereka itu, maka meskipun tahun ini, tahun politik, tahun depan tahun Pemilu, jangan lalaikan tugas pemerintahan, tugas untuk membantu rakyat kita semua.

Kepada Bank Dunia atau perwakilannya saya mengucapkan terima kasih atas bantuannya, banyak negara-negara sahabat, organisasi internasional yang bekerja sama dengan Indonesia, membantu negara-negara lain agar sejagat, sedunia kemiskinan ini menurun dan MDG’s berhasil.

Demikianlah Saudara-saudara, pesan, ajakan dan harapan saya. Dan akhirnya, dengan terlebih dahulu memohon ridho Allah SWT, seraya mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim”, Jalan Layang Arief Rahman Hakim, Depok dan Rusunawa Menteng Asri Bogor, saya resmikan penggunaannya.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan