Arsip

« Maret 2008 »
M S S R K J S
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031     

Pidato Presiden

Pengarahan Acara Reuni Akbar SMAN 24 Jakarta

 

TRANSKRIPSI
PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
REUNI AKBAR SMAN 24 JAKARTA
GEDUNG PLN PUSAT, 23 MARET 2008



Bismilahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Pimpinan SMAN 24 dengan para Pelajar yang hadir di sini,
Yang saya hormati Saudara Direktur Utama PLN sebagai tuan rumah, para Alumnus SMAN 24 yang saya cintai,

Marilah sekali lagi pada kesempatan yang membahagiakan dan Insya Allah penuh berkah ini, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita, termasuk para alumnus SMAN 24 masih diberi kesempatan, kekuatan, dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, dan tugas, serta pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta.

Meskipun saya bukan alumnus SMAN 24, saya ikut merasa berbahagia. Kalau istri senang, suami ikut senang. Ingat, bagi yang telah sekian tahun melangkah bersama dalam hubungan keluarga, terus kembangkanlah rasa kasih sayang, caring and sharing di antara keluarga besar, sehingga makin tua harus semakin menyayangi satu sama lain. Jangan sampai ketika mengawali bahtera kehidupan bersama-sama, susah waktu itu, begitu sudah merasa berbahagia, lantas masing-masing, jangan sampai terjadi insya Allah, pertahankan harmoni, kerukunan, dan sekali lagi saling berbagi dan saling menyayangi, caring and sharing.

Sebagai seorang yang mengemban amanah yang kebetulan istri tercinta ikut berbahagia hari ini untuk menghadiri Reuni Akbar SMAN 24 dengan tema “Alumnus SMAN 24 Peduli”, saya sungguh memberikan penghargaan atas prakarsa untuk melakukan reuni ini dan atas pilihan tema yang saya anggap sangat tepat. Mengapa? Agama manapun mengajarkan untuk kita semua bisa memelihara silaturrahim, kita dilarang memutus silaturrahim. Oleh karena itu, tepat kalau kita senantiasa memelihara ikatan persaudaraan dan persahabatan ini.

Profesi kita bisa berlainan, identitas kita bisa berbeda-beda, agama, suku, daerah, bahkan barangkali dalam posisi politik pun bisa berbeda, dan itu diniscayakan dalam kehidupan yang majemuk, diniscayakan dalam kehidupan demokrasi yang makin mekar di negeri ini. Tapi jangan sekali-kali memutus tali silaturrahim, jangan memutus persahabatan dan persaudaraan di antara kita.

Kalau bangsa Indonesia kompak dan bersatu, kalau bangsa Indonesia saling sayang-menyayangi, ketika negaranya menghadapi persoalan, justru kita lebih bersatu, melangkah bersama mengatasi masalah itu, insya Allah perjalanan negeri ini disamping benar, tentu akan menuju masa depan yang lebih baik. Bangsa yang besar tidak akan terpecah-pecah oleh perbedaan identitas, justru kebhinekaan inilah yang harus kita jadikan kekuatan. Bangsa yang majemuk, tapi bangsa yang bersatu untuk melangkah ke depan. Akar dari persatuan, nafas kebersamaan antara lain dapat kita pelihara dengan kegiatan semacam ini, reuni di antara para alumni SMAN 24.

Saudara-saudara,
Temanya “SMAN 24 atau Alumnus Peduli”, saya juga menggarisbawahi sebagai tema yang baik. Peduli dalam arti, ketika negara kita sedang membangun menuju hari esok yang lebih baik, ketika negara kita menghadapi banyak persoalan, sebagaimana yang dihadapi oleh negara-negara yang lain, kita merapatkan barisan, kita memperkuat kesetiakawanan, peduli satu sama yang lain, yang kuat membantu yang lemah, yang kaya membantu yang masih miskin, yang sudah maju mengangkat yang belum maju dalam satu harmoni yang indah. Kalau itu terus kita perkuat di negeri ini, insya Allah masa depan kita akan jauh lebih baik dari sekarang ini.

Peduli memiliki dimensi yang luas, tapi ikut berbagi dengan sesama, ikut melangkah dan bekerja bersama dengan yang lain, itu juga peduli. Saya kira tidak baik, kalau ketika negara menghadapi banyak persoalan, sebagian dari kita bekerja siang dan malam, yang lain hanya menonton, ini namanya tidak peduli. Kalau peduli dalam batas kemampuannya, sesuai dengan profesi masing-masing, mereka tentu ikut serta untuk bersama-sama mengatasi persoalan dan memperbaiki keadaan negeri yang kita cintai ini.

Saya kira itu yang perlu saya garis bawahi. Dan untuk anak-anak pelajar SMAN 24, rajinlah belajar, insya Allah kalian akan menjadi “ini putranya enggak ada ini ya?” Putri, putra-putri terbaik bangsa, saya yakin generasi yang akan datang akan lebih baik dibandingkan generasi kita.

Pimpinan sekolah, para Guru, asuh, bimbing, dan didik mereka, agar tetap berkarya, kreatif dan mengembangkan bakat, serta kemampuannya agar sekali lagi, generasi muda Indonesia akan menjadi generasi yang cerdas, berdaya saing, berakhlak baik, rukun satu sama lain, sehingga negeri kita akan dipimpin nanti oleh putra-putri bangsa, penerus kita ke arah yang lebih baik lagi.

Saya kira itu yang saya sampaikan. Sekali lagi selamat bereuni, sampaikan salam saya kepada keluarga besar yang ada di kediaman. Dan marilah kita sebagai bangsa saling rukun, terus bersatu, melangkah bersama mengatasi persoalan, membangun negeri kita menjadi bangsa yang aman, adil, demokratis, dan sejahtera.


Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan