Arsip

« Maret 2008 »
M S S R K J S
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031     

Pidato Presiden

Sambutan Acara Menyaksikan Pemutaran Film "Ayat-ayat Cinta"

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
MENYAKSIKAN PEMUTARAN FILM “AYAT-AYAT CINTA”
STUDIO 21, EX-PLAZA INDONESIA
28 MARET 2008



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Selamat malam,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Hadirin yang saya muliakan,
Kita sungguh bersyukur pada malam hari ini bersama-sama ada di ruangan ini untuk menyaksikan sebuah karya anak bangsa yang sungguh luar biasa. Saya bangga, kita semua bangga dan marilah kita berikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua yang telah menghasilkan buah karya besar yang mudah-mudahan menjadi tonggak baru bagi kebangkitan dunia perfilman di negeri kita, di Indonesia.

Kita makin optimis, sebagaimana yang sering saya sampaikan di banyak kesempatan, bahwa ekonomi kreatif, ekonomi produk budaya, ekonomi warisan di negeri kita ini akan tumbuh mekar, berkembang menjadi salah satu keunggulan dan sumber ekonomi baru pada abad ke-21 ini. Di tangan putra-putri yang relatif muda, pengarang buku, produser, sutradara, artis pemain, dan semua kru menunjukkan kualitas, menunjukkan excellent yang patut sekali lagi kita berikan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Saya ingin semua menyambut dengan syukur dan gembira munculnya karya ini dan terus mendorong, agar lebih banyak lagi yang dapat kita produksi. Dan dengan demikian, film di Indonesia akan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Insya Allah, kita bisa berkembang dan ditonton oleh saudara-saudara kita dari negara-negara sahabat. Sekali lagi, terimalah ucapan terima kasih dan penghargaan saya. Saya berkali-kali harus ikut menyeka air mata saya juga. Pesannya sampai, saya kira semua juga sepakat.

To all Ambassadors and Diplomat community who are present with us tonight would like to to join Dino and Manoj Punjabi to thank you all for being with us tonight to see the great screen film tittled “Ayat-Ayat Cinta”. What we are doing tonight is carrying out the reflexion, reflexion about values, about civilazation, about the teaching of Islam and other religions as well.

Islam is opened limits understood by man. That’s why it is the test of all moslems to tell to the world that Islam is religion of peace, love, tolerance, and harmony. Islam heaps slender while of other things that are not reflected through values and behaviour of Islam and Moslem.

I do believe that this kind of values are also possesed by other civilazation. The big issue is now how to break between civilazation. We pray to God Almighty Allah SWT. We do our best to avoid so called clash of civilazation. Our test is to do the other things how to build harmony among civilazation. When all civilazation in this world are expressing values rather than symbols, there is easy for us to communicate, to create, to play again harmony, tolerance and peace.

And this is my appeal as one of world leader that are now working together with other leaders on how to build real harmony among us, how to avoid unnecessary clash among us, the clash of civilazation, the clash among civilazation. This is our spirit and I do hope by seeing this film, we are, we should remember about for our tough things that we could stay together more united and confronting our global challenges, the challenge of todays world in the 4th millenium that what we need is more peaceful, more just, and more prosperous of what that we are living.

So once again, let take good lessons from seeing this film. Once again is to always remember the values, the values that we could talk to the other than we’ll be entering what we are dreaming so far in a world that dreams peace, harmony, and tolerance.

So once again, thank you for your presence here, all Ambassadors, Diplomat community
dan terima kasih sekali lagi kepada semua yang telah tampil dengan sangat cantiknya, dan saya semakin optimis dunia perfilman akan tumbuh kembali, sudah lama kita nantikan. Dua tahun yang lalu saya sudah bicara dan saya kira the time has come, bahwa negeri kita yang kita cintai ini bisa memproduksi karya-karya seni yang luhur, karya seni yang adiluhung sebagaimana tadi yang sama-sama kita lihat.

Terima kasih.
Selamat sekali lagi, marilah terus berjuang, sukses selalu.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



*****



Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan