Pidato Presiden
Sambutan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1429 H
MASJID AN NUR KERAMAT EMPANG
Jl. LOLONGOK, BOGOR-JAWA BARAT
1 APRIL 2008
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bismillahirrahmannirrahim,
Alhamdulillahirabbilalamin wassalatu wassalamu ala asrafil amya iwa mursalim sayidina wa maulana wa muhammaddin wa ala alihi sobhihi adz’main, amma ba’du,
Yang saya muliakan para Ulama, para Habib, para Kyai, para Pimpinan Pondok Pesantren,
Yang saya hormati Saudara Menteri Agama Republik Indonesia dan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia,
Hadirin-hadirat sekalian yang dimuliakan Allah SWT,
Marilah sekali lagi pada kesempatan yang membahagiakan dan semoga senantiasa penuh berkah ini, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena kepada kita semua atas rahmat dan ridho-Nya masih diberi kesempatan, kekuatan dan insya Allah kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta.
Shalawat dan salam marilah bersama-sama kita panjatkan kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga Rasulullah, sahabat-sahabat beliau dan pengikut-pengikut Rasul, insya Allah termasuk kita semua sampai akhir zaman.
Hadirin-hadirat yang saya cintai,
Malam ini kita juga bersyukur karena bersama-sama dapat melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kita juga bersyukur karena bersama-sama bisa mengikuti Haul Habib Abdullah bin Muchsin Alatas, tokoh yang sangat kita kagumi, yang memberikan dakwah pada masa beliau di daerah Bogor dan tentu di tempat-tempat yang lain.
Memperingati Maulid Nabi Saudara-saudara, kita mengenang kembali, menghormati dan mengagumi kepribadian dan kepemimpinan Rasulullah. Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin terbesar di dunia, belum ada bandingannya, barangkali tidak pernah ada pemimpin seagung, semulia Rasulullah. Tidak akan pernah habis kalau kita harus membicarakan kepribadian, kemuliaan, kepemimpinan, kenegarawan dari Rasulullah.
Di antara banyak nilai, sifat mulia beliau, kita kenal Rasulullah adalah pemimpin yang amanah, yang sidiq, yang tabligh, yang fathonah. Rasulullah memiliki tutur kata, sikap dan perilaku yang sungguh mulia, yang meneduhkan kehidupan umat, kehidupan masyarakat dan kehidupan bangsa. Ketika menghadapi ujian, cobaan, dan tantangan yang maha berat, yang seolah-olah tidak mungkin diatasi oleh manusia manapun, Rasulullah dengan kepemimpinannya tetap sabar, tetap tawakal, tetap tegar, terus bersyukur dan berikhtiar untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh umat dan bangsanya.
Oleh karena itu, sejarah mencatat menghadapi tantangan yang maha-maha berat dengan ketauladanan, dengan kepribadian dan kepemimpinan Rasulullah itu, maka bangsa dan negara yang beliau pimpin akhirnya tumbuh menjadi bangsa dan negara yang besar. Rasulullah dalam melaksanakan perubahan atau yang sekarang kita kenal dengan transformasi, dengan reformasi, beliau melakukan perubahan itu dengan sabar, dengan penuh pengertian, tetapi tetap bertekad dengan semangat yang tinggi mengubah dari kegelapan menjadi yang serba terang.
Beliau mengajak semua, tidak menunjukkan sikap-sikap yang radikal, beliau tidak melancarkan perang, perang adalah untuk mempertahankan diri, perang di jalan Allah SWT. Cara-cara melakukan perubahan besar itulah akhirnya, sekali lagi sejarah mencatat tujuan yang ingin dicapai oleh bangsa dan negara yang beliau pimpin, akhirnya bisa dicapai dengan baik.
Pelajaran yang kita petik, Saudara-saudara, adalah ketika dunia tempat hidup kita ini juga menghadapi banyak persoalan, banyak tantangan dan banyak ujian, seperti sekarang ini perubahan iklim yang mengganggu kehidupan hampir semua bangsa, krisis harga minyak yang menyulitkan ekonomi-ekonomi semua bangsa, krisis harga pangan yang juga memberikan persoalan kepada semua bangsa, termasuk kepada bangsa Indonesia. Kalau kita ingin sebagaimana Rasulullah mengatasi persoalan yang dihadapi oleh bangsa dan negara yang beliau pimpin, maka kita semua harus tetap tegar, tidak boleh menyerah, sabar tetapi tetap berikhtiar, bersatu, tidak saling salah-menyalahkan, tidak saling memusuhi, justru harus bersama-sama mengatasi persoalan ini.
Pemerintah terus bekerja sekuat tenaga siang dan malam. Kita ingin mulai dari saya, para Menteri, para Gubernur, para Bupati, para Walikota, semua bekerja keras untuk mengatasi persoalan ini. Yang kita harapkan adalah dukungan, nasehat, tausiah dari para Ulama, dukungan kebersamaan dari semua rakyat Indonesia, umat untuk bersama-sama mengatasi persoalan ini. Tidak ada persoalan yang sulit apabila kita ingin sungguh mengatasinya, seraya memohon ridho Allah SWT. Tuhan tidak akan merubah nasib sebuah kaum, kecuali kaum itu yang merubahnya. Tuhan Yang Maha Kuasa juga tidak begitu saja, mengubah nasib dan masa depan bangsa kita, kecuali kita sendiri yang seraya memohon bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT, kita sungguh bekerja siang dan malam mengatasi masalah ini.
Sebagai seorang yang mengemban amanah, saya percaya dengan ridho Allah persoalan apapun yang dihadapi oleh bangsa Indonesia pada saatnya, satu demi satu akan dapat kita atasi. Sesungguhnya Saudara-saudara, di dunia ini bangsa-bangsa lain banyak mengalami persoalan yang lebih berat dibandingkan kita, karena perubahan iklim, karena kemiskinan, karena penyakit, karena peperangan, karena kekerasan-kekerasan. Kalau melihat seperti itu, saudara-saudara kita di Asia Tengah, di Afrika dan di tempat-tempat yang lain, tentunya kita mendoakan agar mereka bisa mengatasi keadaan itu, seraya kita bersyukur keadaan kita di sini tidak lebih buruk dari keadaan di tempat-tempat itu.
Namun kita harus dengan jujur juga harus mengetahui, bahwa di negeri kita masih ada saudara-saudara kita yang masih miskin, yang belum sejahtera, yang masih memerlukan bantuan kita semua. Oleh karena itu, dalam kesempatan yang baik ini, seraya Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk membantu mereka mengatasi kesulitannya, saya juga mengajak bagi yang memiliki kemampuan yang lebih untuk membantu mereka. Islam sangat menganjurkan agar kita membantu, menolong kaum dhuafa, fakir miskin dan saudara-saudara kita yang memerlukan. Apabila ini kita lakukan, sungguh indah kehidupan di negeri ini.
Kemiskinan, ini persoalan dunia, persoalan yang dihadapi oleh bangsa kita sebelum kemerdekaan maupun setelah kemerdekaan. Tahun demi tahun, dasawarsa demi dasawarsa, kita terus bergulat untuk mengatasi kemiskinan itu. Oleh karena itu, marilah bersama-sama kita merapatkan barisan, membangun negeri ini, meningkatkan pendidikan masyarakat, meningkatkan kesehatan masyarakat, memajukan usaha mikro, usaha kecil masyarakat, mengatasi masalah-masalah keamanan dan lain-lain.
Pemimpin-pemimpin dunia menyadari bahwa kemiskinan pada tingkat dunia yang juga besar harus dikurangi terus-menerus. Itulah Pemimpin Dunia bersepakat untuk mengurangi kemiskinan dunia separuhnya dalam waktu 15 tahun. Kita pun menjadi bagian dari upaya itu. Oleh karena itu, tidak perlu cemas dan kecil hati, marilah terus kita berbuat dan berbuat untuk mengatasi masalah itu. Pemerintah tentu bertanggung jawab, Pemerintah akan melakukan apa saja untuk mengatasi masalah itu meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.
Hadirin-hadirat yang saya muliakan,
Kesejahteraan rakyat akan dapat kita tingkatkan, akan lebih baik kebutuhan untuk mencukupi pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, rasa aman dan sebagainya. Kita membangun untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat itu. Agar kita membangun, diperlukan situasi yang aman, yang tertib, yang tenang di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, apabila ada masalah, ada perbedaan di antara kita, mari kita selesaikan masalah itu secara damai, tak perlu dengan kekerasan. Kalau kekerasan yang digunakan, maka akan terjadi gangguan keamanan, gangguan sosial di banyak tempat di negeri ini. Dan apabila itu terjadi, hampir pasti kita tidak bisa membangun dengan baik. Kalau kita tidak bisa membangun dengan baik, hampir pasti kesejahteraan rakyat tidak bisa kita tingkatkan.
Banyak hal yang mesti kita renungkan bersama dalam Peringatan Maulid Nabi ini. Contoh tauladan apa yang dilaksanakan Rasulullah dulu, sehingga beliau berhasil mengatasi tantangan, ujian dan cobaan. Mari kita benar-benar mencontoh, menauladani Rasulullah. Mari kita ikuti jejak beliau dalam mengatasi masalah-masalah berat itu.
Hadirin yang saya muliakan,
Malam ini kita juga sebagaimana yang saya katakan tadi mengenang dalam rangka Haul Al Habib Abdullah bin Muchsin Alatas. Kita kenal almarhum adalah ulama besar yang istiqomah. Almarhum memiliki sikap, perilaku, kepribadian yang mulia, yang luhur, yang terpuji, tareqah-nya lurus dan benar. Banyak sekali pencerahan-pencerahan batin, pesan-pesan moral dan spiritual yang pada zaman beliau diajarkan kepada umat. Oleh karena itu, tepat pada malam hari ini, kita melaksanakan perenungan pula untuk meneruskan apa yang dilaksanakan oleh Ulama Besar kita, Almarhum Habib Abdullah bin Muchsin Alatas dengan harapan Masjid dan Majelis An Nur ini terus berkembang, menjadi tempat dakwah yang teduh, yang bisa memberikan ketenteraman jiwa, yang bisa meyebarkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, yang membawa kabahagiaan, kesejahteraan bagi semua umat.
Hadirin yang saya muliakan,
Dua minggu yang lalu saya berkunjung ke Timur Tengah dan ke Afrika. Saya bersama Pemimpin-pemimpin Islam yang lain, ada Presiden, ada Perdana Menteri, ada Raja, ada Pangeran bertemu di Senegal, Afrika Barat untuk menghadiri Puncak Organisasi Konferensi Islam. Kami sepakat untuk betul-betul meningkatkan peradaban Islam, untuk betul-betul menaburkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, untuk betul-betul membangun ukhuwah islamiyah dengan cara membantu umat, membantu saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan.
Alhamdulillah kita semua bertekad, agar Islam yang sekarang banyak disalahmengertikan oleh pihak lain dapat betul-betul kita tunjukkan. Islam adalah agama yang teduh, agama yang membawa salam dan kedamaian, agama yang mengibarkan panji-panji keadilan, agama yang juga ingin hidup berdampingan secara damai dengan peradaban yang lain. Kita ingin sekali lagi membangun kembali peradaban Islam, sehingga Islam bisa memberikan solusi, memberikan jawaban bagi banyak persoalan di dunia ini. Kita ingin dunia melihat Islam dengan penglihatan yang baik, karena Islam memang betul-betul membawa kebajikan, membawa kebaikan, membawa solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi oleh umat manusia. Kalau dunia sedang bergegas, dunia Islam sedang membangun kembali peradaban Islam yang terpuji, mari kita juga terus melakukan secara bersama upaya untuk kembali membangun peradaban Islam yang sejati.
Kita perlukan dakwah yang terus mengajarkan ajaran-ajaran Islam yang benar, yang mulia, yang benar-benar menjadi rahmat bagi semesta alam. Islam yang bisa hidup berdampingan secara damai dengan saudara-saudaranya di negeri ini. Kalau itu dapat kita wujudkan, maka kehidupan bangsa dan negara kita akan tumbuh dengan baik, kehidupan umat Islam akan semakin Islami, yang menjunjung akhlaqul qarimah, yang betul-betul menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, yang betul-betul membantu meringankan mereka yang memerlukan kaum dhuafa dan fakir miskin, yang membangun kerukunan hidup sesama bangsa Indonesia. Ini yang kita tuju. Peradaban Islam bagian dari peradaban umat manusia yang luhur. Marilah kita menjadi bagian dari upaya besar seperti itu.
Saudara-saudara,
Waktu kami berkumpul di Senegal, kami juga sependapat untuk membantu negara-negara Islam yang sedang mengalami masalah, mungkin karena peperangan, mungkin karena kemiskinan, mungkin karena lingkungan, mungkin karena persoalan hidup yang lain. Kita bertekad untuk bersama-sama mengumpulkan sumber daya, mengumpulkan dana untuk membantu saudara-saudara kita seperti itu. Apabila pada tingkat dunia ada kesadaran besar seperti itu, mari pada tingkat nasional, pada tingkat lokal kitapun juga mengembangkan seperti itu.
Indonesia negara yang rawan bencana, sebagian karena kehendak Allah SWT, karena peristiwa alam, sebagian bencana datang karena kecerobohan, karena kesalahan umat manusia. Mari kita berbenah diri, benar-benar bisa merawat lingkungan kita sebaik-baiknya, agar tidak mendatangkan bencana, seraya kita membangun kembali lingkungan kita, menghijaukan kembali hutan-hutan kita. Apabila masih ada bencana di negeri ini, maka uluran tangan saudara-saudara untuk membantu saudara yang memerlukan sangat-sangat diperlukan. Ini sejiwa dengan gerakan ke-Islaman sedunia yang juga ingin meringankan beban saudara-saudaranya yang memerlukan.
Hadirin-hadirat yang saya hormati,
Belum lama ini di negeri Belanda ada seorang politisi yang tidak bertanggung jawab, yang membikin film yang berjudul film Fitna yang menimbulkan kebencian, yang merusak nama baik Islam, agama kita. Oleh karena itu, kemarin saya sudah mengeluarkan pernyataan Pemerintah, Indonesia melarang masuknya film Fitna itu ke negeri kita. Pemerintah Indonesia mencekal yang membuat film yang tidak bertanggung jawab itu. Kita juga menghimbau kepada Pemerintah dan Parlemen Belanda untuk betul-betul menghentikan penayangan film itu.
Saya senang karena Perdana Menteri Belanda terus berupaya untuk menghentikan penayangan film itu. Duta Besar Belanda yang ada di Indonesia juga mengecam, juga menolak kehadiran film itu, demikian juga Pemimpin Dunia yang lain, Sekretaris Jenderal PBB. Indonesia tentu sangat tegas sikapnya. Kalau itu dibiarkan merusak persatuan umat di dunia. Sekarang ini justru yang kita bangun kerukunan antar umat beragama, kerukunan antar bangsa, bukan dengan cara mengobarkan permusuhan.
Oleh karena itu, saya yang sedang mengemban amanah sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan akan terus menyerukan kepada dunia, berjuang pada tingkat dunia, jangan sampai kegiatan-kegiatan itu terus berlangsung. Dari Indonesia kita taburkan salam perdamaian, tetapi saya berharap negara-negara lain, pihak lain juga melakukan hal yang sama. Saya berharap Saudara-saudara, umat Islam di Indonesia untuk tidak terpancing dengan tindakan-tindakan yang tidak perlu. Karena kalau kita terpancing, kita melakukan kekerasan, itulah yang diharapkan oleh meraka, seolah-olah umat Islam itu senang dengan kekerasan, umat Islam senang dengan keadilan sesungguhnya. Oleh karena itu, Pemerintah telah menjalankan amanahnya dan kami akan terus bekerja dan berjuang, Saudara-saudara tetap tenang, marilah beribadah dengan baik dan pastilah ada keadilan Allah SWT. Siapa yang bermain api, siapa yang punya niat tidak baik, tentulah keadilan Allah akan datang pada mereka-mereka itu.
Terakhir, terakhir sekali, tahun depan adalah tahun pemilihan umum. Tiap 5 tahun sekali negara kita ada pemilihan umum, memilih anggota-anggota DPR, DPR RI, DPR Daerah tingkat Provinsi dan Kabupaten, memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah, memilih Presiden dan Wakil Presiden. Ketika kita melaksanakan pemilihan itu, saya minta hubungan silaturahim di antara rakyat Indonesia tetap dipelihara, tidak boleh kita bermusuhan kelewat batas, tidak boleh seolah-olah kita tidak mengenal satu sama lain, jangan ada kekerasan apapun. Demokrasi juga perlu amanah, kebebasan perlu akhlak, andaikata kita menyadari seperti itu, maka pemilu yang akan datang, kegiatan demokrasi yang akan datang, insya Allah akan berjalan dengan baik.
Saudara bisa memilih calon-calon yang Saudara inginkan, sambil memohon ridho Allah SWT, karena Allah akan menakdirkan siapa-siapa nanti yang akan diberikan amanah. Kita hanya bisa berikhtiar, semua memiliki hak dan kewajiban yang sama, berkompetisi dengan baik.
Saya sebagai Kepala Negara menyerukan kepada semua pihak, marilah tetap kita pelihara ketenangan, persaudaraan dan kerukunan di antara kita. Harapan kita pemilu berjalan dengan baik, muncul pemimpin-pemimpin yang memang berjuang untuk rakyatnya, sementara kehidupan tidak terganggu, kalau kehidupan terganggu yang susah adalah rakyat, kita semua, Saudara-saudara semua. Oleh karena itulah, marilah kita harapkan semua berjalan seperti biasa, yang sekolah, sekolah. Yang dagang, dagang. Yang mengajar, mengajar. Yang dakwah, dakwah. Semua berjalan seperti biasa, ditambah dengan kegiatan pemilihan umum itu.
Itulah pesan dan harapan saya. Dan saya ingin Majelis An Nur, Masjid An Nur Empang Bogor ini tetap menjadi tempat yang teduh, yang menaburkan kebajikan, dengan demikian, bisa dicontoh oleh saudara-saudara kita yang lain. Demikianlah para Ulama, Bapak, Ibu, Saudara-saudara, Hadirin-hadirat yang sangat saya cintai, marilah kita bersatu dalam doa, memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia terus diberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan, agar kita diberikan jalan, tuntunan jalan yang benar, jalan Allah SWT, agar persoalan apapun dapat kita atasi dengan baik, agar kegiatan keagamaan tumbuh dengan baik seraya menaburkan kedamaian, salam dan keteduhan.
Demikianlah yang saya sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



