Pidato Presiden
Telekonferensi dengan Masyarakat Kabupaten Kapuas dan Kota Waringin Barat, pada Acara Pencanangan Pembangunan Model Daerah Tertinggal
TRANSKRIPSI
TELEKONFERENSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MASYARAKAT KABUPATEN KAPUAS DAN KABUPATEN
KOTA WARINGIN BARAT
PADA ACARA
PENCANANGAN PEMBANGUNAN
DESA MODEL DAERAH TERTINGGAL INDONESIA
DENGAN MAMANGUN TUNTANG MAHAGA LEWU
DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
DAN PERESMIAN PEMBUKAAN REMBUG DESA NASIONAL
SERTA PENYERAHAN BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI (PNPM MANDIRI)
DAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR)
TJILIK RIWUT, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
24 APRIL 2008
Gubernur Kalimantan Tengah
Bapak Presiden yang kami hormati,
Pada hari ini sesuai dengan jadwal yang ditentukan akan kita lakukan teleconference, wawancara jarak jauh dengan 2 Kabupaten, yaitu Kabupaten Kota Waringin Barat yang berlokasi di Pangkalan Bun, kemudian Kabupaten Kapuas yang akan langsung dari ibukota Kabupaten Kapuas, yaitu Kuala Kapuas. Dan atas ijin Bapak Presiden, nanti kita akan memulai dari Kabupaten Kapuas. Dan khusus untuk Kabupaten Kapuas, saya ingin tanyakan, apakah sudah siap?
Perwakilan Kabupaten Kapuas
Siap, Pak. Sudah siap.
Gubernur Kalimantan Tengah
Baik. Apakah sudah terlihat Bapak Presiden di situ?
Perwakilan Kabupaten Kapuas
Belum. Hanya Bapak Gubernur yang terlihat ini.
Gubernur Kalimantan Tengah
Iya. Sekarang sudah lihat?
Perwakilan Kabupaten Kapuas
Sudah terlihat, sudah.
Gubernur Kalimantan Tengah
Tepuk tangan dulu buat Bapak Presiden. Mana tepukan yang dari Kapuas kurang keras. Baik, terima kasih. Baik, saya persilakan. Ada berapa orang yang nanti akan bicara?
Perwakilan Kabupaten Kapuas
Dua orang, Pak.
Gubernur Kalimantan Tengah
Tolong singkat-singkat. Saya persilakan, Pak Haji.
H. Sugianor, Kab. Kapuas
Assalamu’alaikum, Pak Presiden dan Pak Gubernur.
Presiden Republik Indonesia
Walaikumussalam.
H. Sugianor, Kab. Kapuas
Kami dari warga Kabupaten Kapuas, pertama, menyampaikan titipan salam dari seluruh aparat Pemerintah Kabupaten Kapuas dan seluruh masyarakat kepada Bapak. Semoga Bapak Presiden selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dapat memimpin negara Indonesia yang besar ini menjadi negara yang termaju di dunia ini nanti pada masa yang akan datang.
Presiden Republik Indonesia
Terimakasih.
H. Sugianor, Kab. Kapuas
Kami semuanya, Pak, mendoakan.
Bapak Presiden yang kami muliakan,
Perlu kami informasikan dalam acara ini, bahwa masyarakat Kabupaten Kapuas keadaannya sangat rukun sekali, Pak, sangat rukun, baik intern umat beragama, antar umat beragama, dan antar umat beragama dengan Pemerintah, sangat baik sekali, Pak.
Kemudian, agar kerukunan ini bisa kita tingkatkan, minimal kita pertahankan, ini perlu, Pak, kita memberikan ilmu pengetahuan agama yang mantap kepada generasi-generasi muda kita. Karena kami yakin, mereka yang berpengetahuan agama, yang bisa menjaga kerukunan ini. Maka untuk demikian, di Kabupaten Kapuas, Pak, keadaan guru agama yang mendidik di sekolah-sekolah umum ataupun di sekolah agama ini sangat kurang, sangat kurang, Pak. Maka oleh demikian, agar ini terpenuhi, kami mohon kepada Bapak Presiden kiranya berkenan nanti, pada tahun yang akan datang, lebih banyak lagi mengangkat guru-guru agama, karena mereka inilah sebagai penanam benih kerukunan dan akhlak yang baik kepada masyarakat, sehingga kerukunan dan ketenteraman masyarakat bisa tercipta. Itu yang pertama, Pak.
Dan yang kedua, setelah mereka memiliki agama, tentu mereka ingin beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa atau Allah SWT dan ini semua agama, Pak. Jadi kami mohon juga disamping guru agama, perlu rumah ibadah yang memadai, Pak, karena ada di antara Desa, bahkan Kecamatan, rumah ibadah itu lebih baik rumah Camat atau rumah RT daripada rumah ibadah, Pak. Jadi kami inginkan agar rumah ibadah, rumah Tuhan ini, baik agama Islam, punya semua agama, itu lebih baik. Kalau mereka di Desa, paling baik bangunan di desa adalah rumah ibadah, apakah Islam, Kristen, dan lain sebagainya. Kalau di Kecamatan, usahakan rumah ibadah paling baik bangunan yang ada di Kecamatan, begitu juga di Kabupaten, di Kotamadya, dan di Provinsi, serta di Pusat, Pak. Karena dengan baiknya rumah ibadah, ini mencerminkan kebaikan agama itu.
Jadi kami menyarankan kepada Bapak Presiden kiranya apa yang pernah dirintis dan dilakukan oleh orde baru dulu, Pak, ada yang namanya itu Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila yang setiap tahunnya membangun beberapa buah mesjid. Saya kira cara atau sistem seperti ini baik kita pertahankan, Pak. Jadi kita jangan berasumsi orde baru itu semua jahat, ndak Pak. Ada di antara orde baru itu yang baik, dan yang baik ini perlu kita pertahankan, dan kalau kurang baik atau tidak baik, itu kita tinggalkan dan kita perbaiki. Diantaranya orde baru yang baik menurut hemat kami adalah membangun mesjid ini tadi. Dengan baiknya mesjid, berarti baiknya agama. Baiknya gereja, baiknya agama. Baiknya agama, berarti baiknya masyarakat. Baiknya masyarakat, Pemerintah akan mudah melaksanakan pembangunan dan perubahan-perubahan apa yang akan dilaksanakan.
Yang selanjutnya mengenai semboyan Rakyat Sehat, Negara Kuat. Nah, maka agar rakyat sehat perlu sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Kapuas lebih ditingkatkan. Memang kami terus terang sangat berterima kasih atas adanya bantuan merehabilitasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kapuas, Pak. Tapi sarana dan prasarananya masih kurang, Pak, sehingga Kabupaten Kapuas ini kadang-kadang masyarakatnya berobat ke Kalimantan Selatan, karena mengingat sarana dan prasarana yang masih kurang. Padahal kalau masyarakat Kabupaten Kapuas berobat ke Kalimantan Selatan, tentu ini akan menambah biaya, bahkan kadang-kadang menjalaninya itu, di tengah jalan sudah dijemput malaikat maut, Pak.
Gubernur Kalimantan Selatan
Pak Haji Sugianor sebentar-sebentar bisa dengar saya? Ya, mohon maaf Pak Haji Sugianor ini masih ada lagi, karena ini ada Kabupaten Kota Waringin Barat dan kemudian di sini juga ada 2 lagi penanya ya. Bisa dialihkan ke Kota Waringin Barat?
Sdr. Pangeran Muhadzidin Syah, Kab. Kota Waringin Barat
Siap, Bapak Gubernur, dari Kabupaten Kota Waringin Barat.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang saya hormati Bapak Presiden Republik Indonesia, beserta Ibu Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono, Bapak Gubernur Kalimantan Tengah, Bapak Agustin Teras Narang, beserta jajaran. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya menyampaikan mengenai biodata. Nama, Pangeran Muhadzidin Syah ingin menyampaikan hal-hal sebagai berikut atau menyampaikan unek-unek kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Namun sebelumnya, saya minta dengan hormat lagi sangat, Bapak Wakil Bupati Kabupaten Kota Waringin Barat beserta seluruh undangan agar berdiri memberikan tepuk tangan rasa hormat kita dan kebanggaan kita kepada Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Terima kasih.
Bapak Presiden yang saya banggakan,
Kabupaten Kota Waringin Barat merupakan Kabupaten satu-satunya yang dulu bekas kesultanan, dimana tentunya tidak salah apabila saya salah satu dari putra Sultan yang ke-14 mengharapkan dan memohon kepada Bapak Presiden dapat kiranya lebih memperhatikan mengenai situs peninggalan sejarah, dimana di dalam ada seni, budaya, yang tidak ternilai harganya.
Kemudian melalui situs peninggalan sejarah, dengan bekerja sama Dinas Pariwisata Seni dan Budaya, kita dapat meningkatkan kontribusi kepada Pemerintah Daerah, khususnya Kabupaten Kota Waringin Barat, Provinsi pada umumnya, yang mana bahwasanya Pemerintah juga mencanangkan tahun kunjungan wisata melalui program lebih meningkatkannya sektor-sektor di kepariwisataan.
Sementara di daerah Kabupaten Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah pada umumnya, banyak sumber daya alam yang tidak kalah bagus baiknya dengan daerah-daerah lain, sehingga dengan adanya obyek-obyek wisata, maka akan bermunculan aktivitas kegiatan masyarakat, sehingga juga dapat memberikan peluang bagi masyarakat yang kebetulan mengalami kesulitan untuk mencari mata pencaharian.
Dengan adanya kegiatan di sektor, di bidang apapun, maka kita sudah ikut membantu mengurangi daripada pengangguran, kemudian meningkatkan income per kapita. Dengan naiknya income per kapita, maka akan tingginya daya beli masyarakat, yang pada akhirnya kita harapkan masyarakat Kota Waringin Barat khususnya, Kalimantan Tengah pada umumnya dapat lebih sejahtera, tidak harus mentergantungkan kepada salah satu sektor usaha. Di samping adanya sumber daya alam yang cukup, lebih banyak, juga banyaknya sumber daya manusia, putra-putra daerah yang memimpin, contoh seperti halnya dengan Bapak Gubernur Agustin Teras Narang dari putra daerah kita.
Saya berharap dan saya memohon sekali lagi kepada Bapak Presiden, marilah kita sama-sama merasa ikut memiliki, ikut merawat, dan ikut menjaganya, meluwo rumongso handuweni, hanggarbeni, hangulunkebi, sebagai seorang pemimpin dapatlah menjadikan contoh ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.
Saya terima kasih Bapak Presiden, mohon maaf. Kebanggaan buat saya dan seluruh masyarakat Kota Waringin Barat beserta para Pejabat, Aparat Keamanan. Kemudian juga sangat kami sayangkan bahwa Bapak pernah datang ke Kota Waringin Barat, namun kami cuma bertemu di Lanud TNI AU Iskandar. Kemudian saat ini saya juga bertemu dengan Bapak, namun hanya melalui video conference. Untuk itu, kami berharap kapan Bapak ingin berkunjung ke Kota Waringin Barat dan bertatap muka langsung dengan masyarakat Kota Waringin Barat.
Semoga Bapak selalu mendapatkan perlindungan daripada Allah SWT di dalam memimpin negara Republik Indonesia, masyarakatnya aman, tenteram, dan damai. Untuk Kabupaten Kota Waringin Barat, alhamdulillah selalu dalam keadaan kondusif. Demikian, kurang lebihnya mohon maaf. Saya akhiri dengan ucapan wabillahitaufiq walhidayah wassalamu’alaikum warahmatulahitalai wabarakatuh.
Gubernur Kalimantan Tengah
Walaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih. Demikian Bapak Presiden dari Kapuas dan dari Pangkalan Bun. Selanjutnya, saya atas perkenan Bapak Presiden untuk memberikan kesempatan kepada yang hadir di sini untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan. Saya persilakan. Ada 2 saja kita batasi, bukan batasi mohon maaf bukan membatasi, tapi karena waktu jadi sebelah kanan 1, Ibu satu ya. Dibagi Bu, enggak bisa dua-duanya. Nanti Ibu satu dulu setelah itu sebelah kanan. Saya persilakan, Ibu yang di depan. Ya sudah Bu, ngalah dulu Bu ya. Terimakasih.
Sdri. Zubariah, Kab. Polewali Mandar Sulawesi Barat
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Bapak Presiden Republik Indonesia beserta Ibu, dan rombongan yang kami hormati. Tuan rumah, Bapak Gubernur dan rombongan yang kami hormati. Alhamdulillah, kami dari Sulawesi Barat, Kabupaten Polewali Mandar sebagai daerah Propinsi yang terbungsu di Indonesia.
Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden beserta Kementerian PDT yang telah mengundang kami hadir di tengah-tengah seluruh saudara-saudara kami di seluruh Indonesia pada hari ini. Yang kami sangat berterima kasih kepada Kementerian PDT, karena tentunya kepedulian ke daerah kami dan sudah menjadi 2 tahun kami mendapat bantuan langsung dari PDT, yaitu melalui 15 kelompok yang kami bina, karena kami adalah selaku pendamping kelompok penenun sutera asli daerah Mandar, sebagai ciri khas budaya kami.
Dalam hal ini, kami sangat bersyukur dan pada hari ini, kami membawa kelompok tersebut yang terdiri dari orang bisu. Jadi kami yang dibina, Pak, orang bisu yang menghasilkan tenun sutera asli Mandar. Dan pada hari ini kami membawa 2 orang. Kalau Bapak Presiden berkenan, kami sangat hormat, meminta dengan hormat bahwa kami ingin berfoto dengan Bapak Presiden, beserta Ibu dengan kelompok kami ini. Oleh karena ini merupakan hal yang sangat baru bagi kami dan ini mungkin satu kali dalam seumur hidup kami bertemu dengan Bapak Presiden secara langsung. Itu yang pertama, Pak.
Yang kedua, kami ingin agar hal-hal yang seperti ini tetap ditindaklanjuti kepada kami, oleh karena ini pada mulanya, Pak, kelompok kami ini adalah tukang tenun atau tukang menenun atau pesanan dari tengkulak, melalui benangnya dan segalanya. Tapi setelah ada bantuan dari Kementerian PDT, alhamdulillah, teman-teman kami atau di kelompok kami ini, mereka mulai berdaya dengan bantuan tersebut dan yang menjadi hanya satu hal yang menjadi kendala kami, oleh karena pemasarannya yang belum tersentuh mungkin oleh Bapak Presiden. Artinya, kerajinan kami ini belum dipakai oleh Bapak Presiden. Kami hanya baru sampai kepada Gubernur Sulawesi Barat, Bapak Anwar Adnan Saleh, bahwa kerajinan kami ini sudah diinstruksikan kepada seluruh staf Pemda yang ada di Sulawesi Barat, agar memakai sebagai seragam, satu hari dalam satu minggu bagi pegawai negeri.
Jadi kami sangat mengharapkan ada perhatian khusus kepada daerah kami dan kalau berkenan Bapak Presiden menginstruksikan kepada yang hadir pada hari ini, khususnya rombongan Bapak Presiden karena kami membawa sutera tersebut meskipun masih ada di Asrama Haji, kami membawa itu untuk berkenan membawa itu dan membeli oleh Bapak Presiden.
Demikian untuk sementara sekali lagi, kami berkenan agar sudi kiranya Bapak Presiden mau berfoto dengan kami.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia
Walaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Gubernur Kalimantan Tengah
Bu, namanya dulu siapa, Bu?
Sdri. Zubariah, Kab. Polewali Mandar Sulawesi Barat
Kami mohon maaf lupa, Pak. Kami atas nama Zubariah.
Gubernur Kalimantan Tengah
Ibu Zubariah.
Sdri. Zubariah, Kab. Polewali Mandar Sulawesi Barat
Iya. Dari Lembaga Mitra Perempuan, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Gubernur Kalimantan Tengah
Baik, terima kasih, Bu Zubariah. Yang sebelah kanan sabar dulu, tadi Ibu. Silakan.
Sdri. Nursiah, Kab. Parigi Moutong Sulawesi Tengah
Terimakasih, Pak. Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bapak Presiden bersama Ibu yang kami hormati. Saya bernama Nursiah dari Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Saya sangat tertarik sekali, Pak, dengan apa yang Bapak sampaikan tentang program-program Kabinet Bersatu. Sebagai Warga Negara Republik Indonesia, sangat saya sayangkan apabila program yang dicanangkan oleh Bapak Presiden akan putus di tengah jalan karena hanya sebuah perhelatan politik. Olehnya itu, kami sangat-sangat mendukung apa yang Bapak sampaikan kepada kita sekalian.
Melalui kesempatan ini, Pak, kami berterima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan bantuan ke daerah kami melalui Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Kami juga Parigi Moutong mendapat bantuan tersebut sebanyak 5 kelompok untuk tahun 2007.
Saran kami, Pak, dalam hal ini, sekarang memang sudah diberikan bantuan berupa dana yang cukup besar. Namun yang sangat kami sayangkan di daerah-daerah, kami sangat kekurangan tenaga-tenaga ahli untuk membantu mendampingi pengelolaan sumber daya alam dan telah mendapatkan dana yang begitu besar dari Pemerintah Pusat. Olehnya itu, melalui kesempatan ini, kami menyampaikan kepada Bapak Presiden, agar di daerah-daerah tertinggal dapat pula diberikan selain dana, dapat memberikan tenaga-tenaga ahli yang bisa mendampingi kami di daerah-daerah.
Sebab apa, Pak? Banyak keterampilan-keterampilan, khususnya yang dikelola oleh perempuan-perempuan sekarang ini, boleh dikata kualitasnya belum bisa diharapkan. Jangankan untuk diekspor. di daerah-daerah sendiri saja, biasanya kami di daerah lebih suka belanja ke luar negeri daripada belanja di daerah sendiri. Karena apa? Karena kualitas untuk pengelolaan apa-apa yang diusahakan oleh daerah itu belum bisa mampu menyaingi. Jangankan daerah-daerah yang sudah terkemuka di Indonesia, menyaingi luar negeri juga tidak mampu, Pak.
Olehnya itu, Pak, melalui kesempatan ini, kami sangat memohon kepada Bapak Presiden, sekali lagi menurunkan para tenaga ahli, baik dia dokter, guru, dan lain sebagainya. Karena apa, Pak? Buktinya sekarang ini, di daerah-daerah tertinggal, apabila dia berprofesi sebagai dokter, kalau dia sudah ahli, dia akan pindah ke kota, dia tinggalkan daerah. Kalau dia guru yang ahli, dia akan pindah ke kota, dia tinggalkan daerah. Ini adalah pengalaman yang nyata bagi kami daerah-daerah. Mohon maaf, Pak. Demikian. Wabilahitaufiq walhidayah wassalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia
Walaikumussalam. Terima kasih, Ibu.
Gubernur Kalimantan Tengah
Silakan, sebelah kanan tadi. Ya, yang satu juga, silakan duluan.
Sdr. Sugio Wiratmojo, Ketua HIPMI Kalimantan Tengah
Bismillahhirahmannirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia
Walaikumussalam.
Sdr. Sugio Wiratmojo, Ketua HIPMI Kalimantan Tengah
Yang saya hormati Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu, Bapak-bapak dari Kementerian dan Tamu Undangan yang berbahagia. Nama saya, saya perkenalkan, Sugio Wiratmojo, Ketua HIPMI Kalimantan Tengah.
Sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Bapak Gubernur tadi, Bapak Presiden, program revitalisasi perkebunan, baik karet maupun sawit di wilayah Kalimantan Tengah yang sudah dicanangkan mulai 2007, kelihatannya belum bisa terealisasi. Padahal program tersebut sangat mulia dan bisa segera mensejahterakan rakyat Kalimantan Tengah secara khusus dan tentunya bisa mengentaskan kemiskinan. Namun Bapak Presiden, terkait dengan RT, RW di Kalimantan Tengah yang tadi sudah disampaikan, sampai hari ini belum bisa direalisasikan, maka program tersebut juga belum bisa terealisasi. Itu yang pertama.
Kemudian yang kedua, Bapak Presiden, bahwa PBS, Perusahaan Besar Perkebunan Sawit yang sudah memiliki ijin yang sudah berjalan dan sebagian besar ada juga yang belum memiliki plasma. Kami harapkan segera membuat kebun plasma kurang lebih 20%, yang tujuannya adalah untuk mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan rakyat. HIPMI Kalimantan Tengah, Bapak Presiden, kami laporkan dari tahun 2006 memiliki program memberikan pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan dalam rangka mencetak para pelaku-pelaku ekonomi baru. Dan ini sampai hari ini, sungguh sangat dahsyat, tanpa ada yang macet sama sekali.
Bapak Presiden, bahwa Kalimantan Tengah tahun 2007, pertumbuhan ekonominya adalah 6,06%. Namun dengan pertumbuhan sebesar itu, yang diawali tahun 2006 sektor riil sudah mulai berjalan, tetapi terhambat dengan salah satunya adalah kelangkaan bahan bakar minyak. Kita contohkan, Bapak Presiden, kita mau berangkat ke Kuala Purun, Gunung Mas, kita harus ngantri BBM 4 jam, itu hanya bisa membeli kurang lebih Rp 100.000. Dan nanti dalam perjalanan tidak ada lagi yang jual BBM lagi, Pak. Sehingga kelangkaan BBM, utamanya di Kalimantan Tengah sangat menghambat pertumbuhan ekonomi, khususnya adalah sektor riil. Dan ini mohon solusi dari Bapak Presiden, utamanya adalah BBM ini.
Dan kami mohon juga Bapak Presiden, bahwa minyak tanah misalnya yang harga dari Pemerintah ditetapkan harganya cukup murah, tetapi sampai di masyarakat ternyata harganya sampai Rp 7.000, sampai mungkin di atas Rp 7.000 pun masyarakat bisa membeli. Apakah ini bisa dipecahkan bersama-sama, karena kita amati bersama-sama bahwa minyak tanah ini sebagian besar dipergunakan oleh oknum tertentu untuk dioplos dengan minyak solar sehingga menjadi minyak solar. Sehingga ini mohon solusi dan kebijakan dari Bapak Presiden, mudah-mudahan minyak tanah ini sampai ke rakyat kecil dengan harga yang cukup murah, sebagaimana harga yang sudah dibuat oleh Pemerintah.
Jadi itu yang dapat kami sampaikan Bapak Presiden. Mudah-mudahan Bapak selalu diberikan keselamatan, kesehatan, ketenteraman dan bisa menjalankan negara ini, mengisi pembangunan secara berkesinambungan. Terima kasih. Wabilahitaufiq walhidayah wassalamu’alaikum warrahmatulahi wabarakatuh.
Presiden Republik Indonesia
Walaikumussalam.
Gubernur Kalimantan Tengah
Dari sarjana, silakan.
Sdr. Simerman, Sarjana Mamangun Tuntang Mahaga Lewu
Selamat siang, salam sejahtera. Nama saya Simerman. Sebelumnya kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk bisa bertatap muka dan berdialog dengan Bapak Presiden, Bapak Gubernur Kalimantan Tengah juga, dan para Undangan semua.
Pada saat ini saya mewakili 42 orang Sarjana Mamangun Tuntang Mahaga Lewu ingin menyampaikan 2 hal yang menjadi harapan kami.
Gubernur Kalimantan Tengah
Maaf, namanya?
Sdr. Simerman, Sarjana Mamangun Tuntang Mahaga Lewu
Simerman. Mewakili harapan-harapan kami yang lain. Pertama, saya minta ijin kepada Bapak Presiden, kepada Bapak Gubernur Kalimantan Tengah dan minta maaf jika dalam penyampaian kami ada kesalahan. Kami melihat bahwa desa menjadi tertinggal, itu diakibatkan karena desa tersebut belum bisa memanfaatkan potensi yang ada pada desa tersebut secara maksimal. Kedua, diakibatkan juga karena program Pemerintah yang sampai kepada desa tersebut belum bisa berjalan dengan baik, kurangnya dukungan dari Pemerintah juga, dan kurangnya respon dari masyarakat itu sendiri. Dan kami sangat berbangga kepada Bapak Gubernur, dengan adanya program Mamangun Tuntang Mahaga Lewu ini dan ini merupakan harapan bagi masyarakat di desa, sehingga bisa bangkit dari ketertinggalannya.
Kedua, kami juga mengharapkan perhatian Pemerintah kepada kami 42 orang sarjana Mamangun Tuntang Mahaga Lewu ini. Selama 3 tahun kami bertugas, begitu pun juga setelah kami selesai bertugas nanti. Dan kiranya, terakhir saya mohon kiranya Bapak Presiden berkenan memberikan kepada kami nasehat atau wejangan kepada kami untuk kami bisa melaksanakan tugas kami dengan baik nanti di desa-desa tertinggal. Demikian harapan kami. Terima kasih. Selamat siang.
Gubernur Kalimantan Tengah
Terimakasih. Demikian Bapak Presiden beberapa hal yang disampaikan. Selanjutnya mohon perkenan, Bapak.
Presiden Republik Indonesia
Terimakasih. Saya bisa mulai berkomunikasi dengan Kuala Kapuas, dengan Bapak Haji Sugianor. Bisa disambungkan ke Kuala Kapuas?
Baik Bapak, terima kasih. Saya sudah mendengar tadi apa yang Bapak sampaikan. Alhamdulillah apabila kehidupan Saudara-saudara kami yang ada di Kuala Kapuas rukun dan damai, itulah yang kita tuju. Kita harus tetap rukun, damai, saling menghormati dan dengan toleransi yang tinggi, tidak boleh kita terpecah-belah karena perbedaan agama, perbedaan etnis, perbedaan suku, perbedaan golongan, termasuk perbedaan partai politik, tidak boleh. Kita harus tetap rukun dan damai sebagai sesama bangsa Indonesia.
Yang kedua, saya setuju bahwa guru-guru agama harus makin kita tambah jumlahnya dan kita tingkatkan mutunya. Anggaran yang kita keluarkan untuk Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama terus meningkat. Kita juga mengangkat yang tadinya guru ataupun Pegawai Negeri Sipil yang masih honorer maupun bantu. Apa yang Bapak sampaikan, saya akan cek nanti sejauh mana rencana dari Departemen Agama untuk tahun 2008 dan tahun-tahun berikutnya, terutama yang berkaitan dengan peningkatan jumlah dari guru agama, termasuk yang diperlukan di Kalimantan tengah dan di Kuala Kapuas. Mudah-mudahan ke depan makin dapat kita penuhi, tentunya kita Pak Haji Sugianor, betul ya? Kita sesuaikan dengan kemampuan Pemerintah, kemampuan negara yang kjita tingkatkan banyak, termasuk saudara-saudara kita, calon-calon guru agama dari provinsi lain.
Dan yang ketiga atau yang terakhir, saya juga setuju bahwa rumah-rumah ibadah agama manapun harus banyak dan berkualitas. Ini juga tentu memerlukan anggaran yang tidak sedikit, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, termasuk pemerintah kabupaten juga masyarakat luas, juga saudara-saudara kita dari dunia usaha ikut menyumbang, agar rumah-rumah ibadah dapat terus kita tingkatkan.
Memang Pak? Dulu ada yayasan-yaaysan yang bisa memberikan bantuan untuk pembangunan rumah ibadah. Terus terang yayasan-yayasan itu, karena reformasi dilakukan penertiban-penertiban agar pengelolaannya benar, dananya bisa dipertanggungjawabkan dan seterusnya. Saya sebagai Presiden tidak mengelola yayasan satu pun.
Pesan saya Bapak, insya Allah dengan kemampuan negara, pembangunan rumah ibadah kita tingkatkan, umatnya, umat agama manapun juga harus rajin beribadah. Yang menentukan adalah hati kita, keimanan kita, ketakwaan kita. Mohon para Ulama, para Pemuka Agama membimbing semua umatnya untuk terus menjalankan ibadah yang baik, saling menghormati, berperilaku yang baik, dengan demikian masyarakat akan menjadi baik. Demikian Bapak Sugianor atas pandangannya. Terimakasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya ingin berkomunikasi dengan Bapak Muhadzidin Syah tadi dari Pangkalan Bun, bisa disambungkan ke sana?
Sdr. Pangeran Muhadzidin Syah, Kab. Kota Waringin Barat
Siap Bapak Presiden kami sudah ada di tempat.
Presiden Republik Indonesia
Bapak, terima kasih. Saya sungguh terharu mendengar pandangan dan pemikiran-pemikiran Bapak. Mudah-mudahan kita bisa bertemu, insya Allah kalau saya bisa berkunjung ke Pangkalan Bun akan baik nanti kita bisa bertemu dengan saudara-saudara kita di sana.
Sdr. Pangeran Muhadzidin Syah, Kab. Kota Waringin Barat
Amin. Terimakasih, Bapak.
Presiden Republik Indonesia
Yang kedua, pikiran Bapak sama dengan pikiran saya, sama dengan pikiran barangkali budayawan dan saudara-saudara kita yang lain. Kita harus terus-menerus meningkatkan apresiasi dan bahkan pengelolaan yang berkaitan dengan sektor kebudayaan, sektor kepariwisataan dan sektor sejarah, termasuk warisan sejarah atau heritage. Banyak sekali program yang telah kita lakukan, tentu harus kita tambah dan kita tingkatkan.
Dan bahkan Bapak Muhadzidin Syah, sekarang ini dunia bukan hanya Indonesia meningkatkan ekonomi kreatif, ekonomi berbasiskan produk budaya, ekonomi warisan atau heritage economy, ekonomi lingkungan. Saya kira bangsa kita memiliki keunggulan yang tinggi. Oleh karena itu, atas usulan Bapak tadi untuk kembali memelihara, mengembangkan, mengelola situs-situs sejarah akan kami tingkatkan terus dan saya akan menugasi nanti Menteri Pariwisata dan Kebudayaan dengan pejabat terkait bersama-sama Pak Gubernur untuk bisa mendalami lebih dalam lagi apa yang Bapak usulkan tadi, khususnya dari Pangkalan Bun, dari Kota Waringin Barat, agar juga bisa kita pelihara dan kita tingkatkan. Bapak, itu yang dapat saya sampaikan. Terima kasih pemikirannya dan akan kita tindaklanjuti.
Sdr. Pangeran Muhadzidin Syah, Kab. Kota Waringin Barat
Terimakasih, Bapak.
Presiden Republik Indonesia
Salam untuk saudara-saudara kita di Pangkalan Bun.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sdr. Pangeran Muhadzidin Syah, Kab. Kota Waringin Barat
Wassalam. Walaikumussalam warahmatullahi wabaraktuh, Bapak Presiden.
Presiden Republik Indonesia
Terimakasih. Sekarang yang terakhir dari ada yang di depan saya, Ibu yang dari Sulawesi Barat tadi, Ibu Zubariah. Kalau foto itu barokah Ibu, jadi mari kita nanti berfoto ya sebagai kecintaan kita semua, kita harus rukun satu sama lain.
Yang kedua, saya belum melihat produk yang dihasilkan oleh ibu-ibu dan teman-teman di Sulawesi Barat. Insya Allah ini ada Karumga Kepresidenan, tolong ikut majukan ekonomi di sana, dengan tentunya nanti membeli apa yang Ibu hasilkan.
Ibu kemarin saya membuka Pameran Kerajinan Indonesia yang namanya INACRAFT. Sudah 4 kali, 4 tahun berturut-turut saya hadir dalam pameran itu, termasuk pameran di Kemayoran. Mengapa? Karena kerajinan buatan putra-putri Indonesia makin ke depan makin baik, luar biasa indah, cantik.
Ibu harus tahu, tahun 2006 ke tahun 2007, produk kerajinan kita naik 19,5%, dengan sumbangan kepada negara 620 juta dolar Amerika sama dengan Rp 6 triliun. Besar sekali. Sumbangan produksi perhiasan buatan kita dari 2006 ke 2007 naik 36,6% dengan sumbangan 953 juta dolar, itu sama dengan Rp 9 triliun. Besar sekali. Oleh karena itu, jangan ragu-ragu kembangkan terus produk-produk kerajinan kita, handicraft, desainnya yang baik, mutunya yang baik, pasar bersama-sama kita cari dan bantu. Setelah ada pasarnya ada yang produktif, sehingga pasar bisa membeli apa yang mereka lakukan.
Saya setujui bahwa nanti diturunkan bimbingan teknis. Saya akan sampaikan kepada Dekranas, kepada yayasan yang dikelola oleh Pusat, seperti Mutumanikam ataupun Kadin untuk bekerja sama dengan tentunya Pemerintah Sulawesi Barat, agar bisa dimajukan. Bakatnya luar biasa seniman-seniman kita, tinggal teknologinya, tinggal manajemennya, tinggal modalnya, tinggal pasarnya. Kita akan bimbing ke situ. Sampaikan salam saya. Insya Allah saya akan berkunjung ke Sulawesi Barat. Kapan Seskab? 6 bulan Mei, insya Allah saya akan ke Sulawesi Barat.
Baik, kemudian Ibu dari Sulawesi Tengah, dari Kabupaten Parigi Moutong. Saya pernah datang ke sana. Alhamdullilah sudah rukun sekali. Saya senang sekali saudara-saudara kita di Sulawesi, di Poso, dimana-mana sudah hampir sudah pulih, rukun kembali, indah, Ibu, jangan ada apapun di sana. Tidak baik di antara kita saling bermusuhan, apalagi dengan kekerasan-kekerasan. Mari kita pertahankan suasana yang rukun dan damai di Poso utamanya dan di Sulawesi Tengah pada khususnya.
Saya dukung penuh apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita di sana. Kemudian Ibu mengatakan yang dari Sulawesi, jangan sampai diputus bantuan, insya Allah akan dilanjutkan, PNPM akan berlanjut, bantuan langsung akan berlanjut, Kredit Usaha Rakyat akan berlanjut dan saya minta dukungan semuanya, pemerintahan 2009, siapa pun yang memerintah insya Allah akan terus berlanjut, karena ini untuk rakyat semuanya. Semua pemimpin di negeri ini tentu berjuang untuk rakyatnya ya.
Kemudian tenaga ahli dari Sulawesi barat tadi. Insya Allah akan kita tingkatkan dan mudah-mudahan semua yang Ibu-ibu laksanakan itu terus berlanjut dan makin berkembang.Terimakasih.
Kemudian dari Pimpinan HIPMI Kalimantan tengah, saya kira bagus sekali pandangan-pandangannya. Tata ruang akan segera kita bereskan. Ini tolong nanti sampaikan ke Menteri Kehutanan, ada apa gerangan ini supaya segera rampung dan selesai begitu. Kemudian silakan dikembangkan plasma inti, itu kerjasama yang baik, perusahaan dengan rakyat di sekitar saudara-saudara kita. Kalau tumbuh-tumbuh bersama, maju-maju bersama, untung-untung bersama, jangan hanya perusahaannya saja, tapi rakyat di sekitarnya tidak mendapatkan penghasilan yang layak. Itu harus kita tingkatkan.
Dan kemudian terima kasih tadi juga memberikan pinjaman. Saya yakin untuk usaha-usaha kecil itu, bahkan jarang yang macet kreditnya itu. Kalau tidak bisa membayar mungkin ada musibah, tidak ada yang nakal, kecil sekali yang tidak patuh. Mari kita terus berikan bantuan kepada mereka-mereka, supaya bisa mengembangkan usahanya dengan baik. Saya kira semua mengambil pelajaran yang pahit dari krisis yang dulu, semua di dunia usaha, usaha besar, usaha menengah, usaha kecil, mari kita kelola dengan baik, mari kita patuhi ketentuan perbankan dengan baik. Dunia perbankan juga harus begitu, yang baik, jangan ada kolusi, jangan ada nepotisme, jangan ada korupsi. Dengan demikian, semua uang negara bisa kita keluarkan dan kita gunakan untuk kepentingan yang baik.
Kita harus mengambil pelajaran dari masa lalu, yang baik kita lanjutkan, yang tidak baik, jangan kita lanjutkan. Apa yang dilaksanakan oleh Presiden terdahulu, mulai dari almarhum Bung Karno, almarhum Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Ibu Megawati, yang baik-baik kita lanjutkan, yang tidak cocok dengan perkembangan zaman bersama-sama kita perbaiki untuk kepentingan yang lebih baik.
Kemudian masalah bahan bakar minyak begini, memang dunia sedang mengalami krisis energi, harganya selangit, meroket, ampun-ampun. Subsidi kita besar sekali. Minyak tanah kalau dilepas harganya Rp 10.000, meskipun harga patokan atau harga eceran yang dikeluarkan Pemerintah hanya Rp 2.000.
Mari kita atasi semuanya. Tapi yang penting, Pemerintah akan mencari solusi terus, Pemerintah akan mengatur volume yang tepat, harga yang terjangkau, subsidi yang tidak boleh hancur-hancuran besarnya, merusak ekonomi kita. Tetapi saya minta masyarakat juga harus menghemat. Kita harus menghemat energi, terutama di Pulau Jawa banyak sekali pengeluaran-pengeluaran yang besar, yang harus kita tertibkan. Tetapi daerah-daerah yang lain sejalan dengan kebijakan itu, mari kita lakukan penghematan yang baik.
Yang terakhir adalah dari Saudara Sinarman tadi betul ya. Siapa Sinarman? betul, Simerman. Saya ingat terus nama ini. Baik, terima kasih. Yang Saudara sampaikan Saudara Simerman benar, banyak potensi yang belum kita gunakan di Desa, di Kecamatan, mari kita bersama-sama Kepala Desa, Pak Camat, masyarakat lokal, kita gunakan potensi kita dayagunakan. Itulah gunanya kader, itulah gunanya sarjana masuk desa. Oleh karena itu, tolong laksanakan yang Saudara sampaikan itu langsung di lapangan, dengan demikian hasilnya menjadi bagus.
Kemudian selamat bertugas, saya titip kalau sudah 3 tahun sudah mengemban tugas, Pak Gubernur, Pak Bupati ya bantulah kalau ada kesempatan. Memang mencari lapangan pekerjaan tidak mudah, tetapi kalau jasanya besar, patut dicarikan bantuan sesuai dengan kesempatan yang ada. Ya teruslah berbuat. Kemudian saya titip saja kepada Pak Gubernur, ada para Menteri di sini, yang begini-begini ini, para sarjana, kader-kader yang masuk desa bertahun-tahun, apalagi daerah terpencil mestilah mendapatkan perhatian dari kita semua.
Terima kasih atas semuanya dan saya akan melanjutkan kegiatan yang lain. Selamat berjuang, selamat bertugas. Tuhan beserta kita.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



