Pidato Presiden
Sambutan Buka Bersama dengan Ketua dan Anggota DPD
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
BUKA BERSAMA DENGAN KETUA DPD RI DAN ANGGOTA DPD RI
RUMAH DINAS KETUA DPD, 30 AGUSTUS 2009
Terima kasih Pak Ginandjar,
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang saya hormati Bapak Ginandjar Kartasasmita beserta Ibu selaku shohibul bait,
Bapak Quraish Shihab yang Insya Allah akan memberikan renungan Ramadhan pada sore hari ini,
Hadirin-hadirat yang saya muliakan,
Khususnya rekan-rekan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dan Calon Anggota DPD RI yang Insya Allah akan diambil sumpahnya nanti pada tanggal 1 Oktober mendatang. Dengan tentunya kembali memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, memenuhi permintaan Pak Ginandjar. Saya juga ingin Pak Ginandjar, pertama-tama mewakili semua yang hadir pada sore hari ini mengucapkan terima kasih atas perkenan Bapak, untuk mengajak kami semua di tempat ini, beribadah bersama, berbuka puasa bersama dan Insya Allah bersholat Maghrib berjamaah. Mudah-mudahan ini menambah nilai ibadah kita dan semoga mendapatkan ridho Allah SWT. Semoga pula niat baik Bapak, dan silaturrahim kita pada sore hari ini juga menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Saya barangkali lebih tepat dalam kapasitas saya sebagai Kepala Negara tentu ingin pertama-tama menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Dewan Perwakilan Daerah yang selama hampir 5 tahun ini, telah mengemban tugas bersama Pemerintah, DPD, DPR dan lembaga-lembaga negara yang lainnya untuk menjalankan amanah konstitusi. Tentu banyak suka dan duka, banyak tantangan dan permasalahan, tetapi satu hal yang saya pribadi mencatat, kita semua ingin berbuat yang terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Kadang-kadang ada persoalan di antara lembaga-lembaga negara itu wajar, di negara manapun seperti itu. Tetapi saya lihat tetap dalam bingkai untuk masing-masing bisa berkontribusi yang terbesar, yang terbaik bagi pembangunan kita. Dan tentu atas nama teman-teman yang berada di pemerintahan, Pak Ginanjar, para Pimpinan serta Anggota Dewan Perwakilan Daerah, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.
Kepada rekan-rekan yang akan menjadi mitra baru kami nanti, Insya Allah 2009-2014, jajaran Anggota Dewan Perwakilan Daerah yang baru, saya mengajak, marilah bersama-sama kita menjalankan tugas yang mulia ini dengan sebaik-baiknya.
Di berbagai kesempatan saya mengatakan, bahwa Republik ini berusia relatif muda dibandingkan negara-negara lain yang merdekanya sudah ratusan tahun, yang sistem pemerintahan dan demokrasinya lebih mapan. Sejak kita merdeka selalu ada pasang surut untuk mencari bentuk demokrasi yang terbaik. Kalau di negeri kita juga memiliki banyak Undang-Undang Dasar, itu juga segaris sebenarnya dengan upaya mencari bangun atau bentuk kehidupan berdemokrasi yang paling tepat. Kita pernah menganut demokrasi parlementer, setelah itu demokrasi terpimpin, setelah itu demokrasi yang para ahli politik mengatakan demokrasi semi otoritarian, relatif sama sebetulnya dengan demokrasi sebelumnya. Di era reformasi ini, kita menganut demokrasi multi partai dengan sistem kabinet presidential.
Kita tidak tahu 25 tahun, 50 tahun lagi, barangkali generasi mendatang akan memperbaharui bentuk demokrasi pilihan bangsa ini yang dianggap paling tepat untuk merespon tantangan jaman. Oleh karena itu, tidak perlu ada sakralisasi tentang betuk-bentuk demokrasi, termasuk Undang-Undang Dasar karena undang-undang saja bukan kitab suci agama. Oleh karena itu, apabila bangsa setelah sekian puluh tahun menghendaki adanya perubahan itu dimungkinkan dengan catatan, perubahan itu tidak menjadi tujuan, tapi perubahan itu jawaban untuk betul-betul bisa merespon berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh sebuah bangsa. Dalam konteks seperti ini kalau kita memahami, kita menjadi tenteram, politik itu menjadi indah, demokrasi itu bisa membawa manfaat, tidak perlu ada konflik yang sangat tajam, apalagi dengan pertikaian yang melebar sampai menjadi krisis yang akhirnya mengancam keberlanjutan sebuah bangsa, termasuk upaya untuk membangun dirinya.
Dalam kaitan itu semua, hampir pasti Insya Allah 5 tahun mendatang, kita juga akan masih menjalankan reformasi, barangkali reformasi gelombang dua untuk 10 tahun mendatang, kita juga akan melanjutkan tranformasi, kita melanjutkan pembangunan kembali ekonomi kita setelah krisis dan banyak agenda nasional yang sangat-sangat penting. Kalau 5 tahun ini Alhamdulillah, meskipun di tengah badai dan goncangan kita telah mencapai banyak hal, tapi secara jujur, mari kita akui masih banyak pula pekerjaan rumah kita, tantangan kita dan permasalahan yang harus kita jawab, kita selesaikan dan kita perbaiki. Kalau saya berbicara seperti itu, maka teman-teman di DPD, jangan khawatir tidak kebagian tugas, tidak kebagian pekerjaan, masih banyak tidak akan habis-habisnya, sebagaimana tugas yang diemban oleh jajaran eksekutif maupun lembaga-lembaga negara yang lain.
Oleh karena itu, saya mengajak dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, mari parthership, kebersamaan, untuk sisa waktu yang 2 bulan ini, kita laksanakan dengan tanggung jawab yang penuh untuk menuntaskan semua amanah dan pekerjaan rumah kita untuk periode 2004-2009 ini. Dan dalam kapasitas saya sebagai Presiden terpilih, saya mengajak nanti 5 tahun berikutnya lagi, mari kita lanjutkan untuk membangun negeri ini. Tantangan tidak akan semakin ringan.
Saya membaca banyak buku pada bulan suci ramadhan ini tentang Indonesia yang ditulis oleh lembaga-lembaga internasional. Kalau Bapak, Ibu membaca paling tidak bersyukur, karena apa yang kita lakukan oleh mereka dinilai, karena mereka tidak punya kepentingan politik, mereka lebih objektif, mereka lebih jujur barangkali, kalau kita mencapai sesuatu ditulis, ini capaian pemerintah bersama lembaga-lembaga negara Indonesia lainnya. Lima tahun ini a, b, c, d, e, f, tapi mereka juga mengatakan pekerjaan rumah atau hal-hal yang belum dituntaskan adalah 1, 2, 3, 4, 5, saya nilai itu betul adanya. Yang sudah kita raih, ya mari kita pertahankan, kemudian yang belum selesai, kita perbaiki atau persoalan baru yang muncul dengan penuh tanggung jawab, dengan penuh keikhlasan, mari kita selesaikan masalah-masalah itu untuk rakyat yang sama-sama kita cintai.
Bapak, Ibu dipilih oleh rakyat secara langsung by name. Alhamdulillah, saya dengan Pak Boediono juga dipilih oleh rakyat by name ya. Oleh karena itu, mari kita pertanggungjawabkan kepercayaan dan kehormataan ini dengan sebaik-baiknya. Nobody’s perfect di antara kita tentu disamping memiliki kelebihan, kekuatan, kita juga memiliki kekurangan dan kelemahan. Tetapi kalau kita bersinergi, kita bersatu-padu, Insya Allah seberat apapun persoalan dan tugas yang menghadang kita, kita bisa selesaikan dengan baik.
Dan akhirnya saya sungguh berharap Dewan Perwakilan Daerah makin berperan di waktu yang akan datang, sehingga checks and balances itu betul-betul makin tertata dengan baik, karena saya ingin mengulangi tidak boleh ada kekuasaan yang begitu absolute di negeri ini. Kalau kekuasaan itu absolute, maka mengganggu checks and balances dan bisa salah, power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutly.
Dulu barangkali Presiden sangat kuat, oleh empat kali amandemen kekuasaan Presiden banyak dilucuti, makin menyempit, makin sedikit. Tetapi saya sebagai Presiden yang kekuasaan saya sudah jauh berkurang dibandingkan yang lalu, itu juga berkah. Dengan demikian, tidak tergoda untuk menyalahgunakan kekuasaan, kekuasaan Presiden memang tidak tak terbatas, apalagi sekarang ini sehingga kekuasaan yang ada itupun bisa digunakan dengan baik, dengan checks and balances.
Harapan saya dalam kehidupan ketatanegaraan ke depan masing-masing saling menghormati otoritas lembaga-lembaga negara yang lain, memberikan ruang untuk lembaga negara itu berperan secara baik. Dengan demikian, hasilnya pastilah membawa kebaikan bagi rakyat yang sama-sama kita cintai.
Itulah yang ingin sampaikan dan sekali lagi, semoga ibadah kita mendapatkan ridho Allah SWT. Dan nanti kita tentunya ingin mendengar dari Quraish Shihab. Saya ber-partner dengan beliau Minggu lalu tampil di TVRI, Pak, dengan judul “Islam sebagai Rahmatan Lill’Alamin” Insya Allah menambah pahala kami Pak. Dan malam ini, kita akan dengar dari beliau tentu hal lain yang lebih menyejukkan, yang meneduhkan, yang membawa semangat dan kesadaran bahwa Islam itu betul-betul membawa kebaikan bagi semua, bahkan bagi alam semesta. Pak Ginandjar demikian.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan RI



