Pidato Presiden

Sambutan Buka Puasa Bersama Tim Sukses dan Partai Koalisi

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
BUKA PUASA BERSAMA DENGAN TIM SUKSES
DAN PIMPINAN PARTAI KOALISI
JCC, 13 SEPTEMBER 2009



Bismillahirahmanirahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulilahirrobill alamin,


Bapak Boediono yang saya hormati,
Teman-teman seperjuangan yang saya cintai dan saya banggakan,
Tadi Pak Boediono mengatakan, bahwa oleh banyak pihak di tingkat dunia, Indonesia diramalkan untuk bisa tumbuh dan berkembang lebih baik di masa depan, dengan istilah di hadapan kita ada peluang emas, golden opportunity. Pak Hatta Radjasa dalam sambutan Beliau mengatakan mengutip firman Allah SWT dalam surat Al Insyiroh, bahwa setelah satu urusan selesai, kita lanjutkan mengerjakan urusan yang lain, next work to be done.

Dari dua kata penting itu, saya ingin mengajak Saudara semua untuk seraya bersyukur ke hadirat Allah SWT, atas keberhasilan perjuangan kita, sebagaimana yang saya sampaikan dalam pidato penerimaan pada tanggal 19 Agustus yang lalu. Maka tugas kita ke depan adalah mewujudkan apa yang kita cita-citakan dan kita perjuangkan bersama dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang lalu.

Ingat, kita memiliki visi, misi dan program aksi. Oleh karena itu, 5 tahun mendatang, kita harus mewujudkan apa yang bersama-sama kita janjikan kepada rakyat kita. We have to deliver our promise. Dan tentunya, saya punya keyakinan dengan ridho Allah SWT, there is golden opportunity dan kita akan mengerjakan tugas-tugas lanjutan, maka apa yang telah kita semangatkan bersama waktu itu, insya Allah dapat kita wujudkan.

Dalam kaitan itu, sekarang ini, saya dengan Pak Boediono telah mempersiapkan satu program aksi 5 tahun mendatang, yang akan kita jalankan melalui pemerintahan baru yang akan mulai bertugas setelah tanggal 20 Oktober 2009 mendatang.

Banyak hal yang sekarang tengah kita persiapkan, meskipun kita telah memiliki visi, misi dan program aksi yang sudah kita komunikasikan pada masa kampanye yang lalu. Kita tengah menyusun program 100 hari. Kita tengah menyusun action plans untuk 5 tahun mendatang. Kita tengah menyusun pakta integritas, kita tengah menyusun kontrak kinerja dan aturan main dalam kabinet dan pemerintahan mendatang.

Kami berharap semua itu sudah siap pada tanggal 1 Oktober. Setelah itu, saya dengan dibantu Pak Boediono baru menyusun struktur kabinet mendatang, baru memikirkan siapa berada dimana. The right man on the right place in the right time. Jadi kalau sekarang beredar dimana-mana, di media massa, di warung-warung kopi, di-talkshow, SMS, dari mulut ke mulut tentang posisi kabinet, nama-nama menteri dan sebagainya, jelas itu bukan dari saya. Karena belum saatnya kami menyusun struktur kabinet, termasuk siapa-siapa yang tepat mengawaki pemerintahan mendatang.

Saudara-saudara,
Kunci keberhasilan tugas bersama kita nanti 5 tahun mendatang, pertama-tama, yang namanya kebijakan dan strategi, yang namanya program aksi, baik 5 tahun maupun 100 hari harus tepat dan benar. Itu penting. Yang kedua, yang mesti menjalankan semuanya itu, pemerintahan mendatang kabinet dengan semua jajaran pemerintahan juga harus tepat dan efektif. Setelah itu, setelah kita punya program aksi, dokumen strategis dan cabinet, serta pemerintahan baru telah terbentuk, maka diperlukan manajemen pemerintahan yang tepat. Pekerjaan para awak kabinet dan jajaran pemerintahan yang benar, diperlukan dedikasi, diperlukan akuntabilitas sesuai dengan pakta integritas dan kontrak kinerja, yang insya Allah akan kita tetapkan pada saatnya nanti.

Dan kita bersepakat, kita telah berjuang bersama selama ini, insya Allah kita akan melanjutkan kebersamaan 5 tahun mendatang, dan barangkali boleh jadi kebersamaan selanjutnya untuk membangun bangsa dan negara tercinta ini.

Banyak yang bertanya kebersamaan itu diwujudkan dalam bentuk apa? Yang pertama, jelas kebersamaan di parlemen, di DPR RI maupun DPRD-DPRD. Yang kedua, kebersamaan di pemerintahan, di kabinet ataupun lembaga-lembaga pemerintahan lainnya pada tingkat pusat. Insya Allah juga kebersamaan pada tingkat pemerintahan daerah, baik provinsi, kabupaten maupun kota. Kebersamaan yang lain, kebersamaan di antara sesama pelaku pembangunan. Ingat pembangunan itu bukan hanya dijalankan oleh pemerintah semata, tapi juga semua pihak, pemerintah sendiri, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, semua pihak yang keluarga besar kita ini yang berjuang bersama-sama, tentu diharapkan ikut berperan secara aktif untuk menyukseskan semuanya itu. Kebersamaan, insya Allah, akan sama-sama kita bangun dalam format yang lebih luas dalam forum yang luas pula.

Hadirin yang saya muliakan,
Terakhir, karena nanti sama-sama kita juga ingin mendengarkan renungan Ramadhan dari Prof. Dr. Safii Yunus yang dulu juga membacakan doa kita pada saat deklarasi di Bandung, maka tepat pula pada bulan suci Ramadhan ini, saya mengingatkan dua hal, yaitu kiat ataupun falsafah ataupun jalan menuju ke keberhasilan, kita telah berjanji kepada rakyat, kepada diri kita, kepada Allah SWT akan bekerja lebih baik 5 tahun mendatang, agar semua itu bisa terwujud.

Ada dua lagi yang ingin saya sampaikan. Pertama, sebagaimana kalau kita melakukan refleksi mengapa perjuangan kemarin berhasil, disamping ridho Allah, ada faktor yang barangkali tidak kita sadari. Pertama, agar 5 tahun mendatang kita berhasil mengemban tugas, kita harus berangkat dari keyakinan diri dan semangat yang saya katakan semangat harus bisa, mentalitas harus bisa, can do spirit. Rasullulah bersabda dalam sebuah hadits yang sahih, bahwa jika kita ingin mencapai kebaikan akan dibuka pintu kebaikan itu, apabila kita ingin mencapainya secara sungguh-sungguh. Kita pun bisa dibebaskan, diselamatkan dari keburukan, apabila kita bersungguh-sungguh ingin menjauhkan dari keburukan itu. Mari kita berangkat semua, keyakinan diri, semangat, mentalitas, dengan ridho Allah kita bisa. Semangat harus bisa dalam konteks dan artian itu.

Yang kedua, tiada lain, tidak ada jalan yang lunak untuk mencapai tujuan dan cita-cita yang besar. Sering saya gambarkan perjalanan bangsa tidak di bawah sinar bulan purnama. Lima tahun mendatang memerlukan kerja yang lebih keras, yang lebih cerdas. Oleh karena itu, pasangan dari keyakinan tadi, mari kita bekerja sekuat tenaga, all out, hard work. Hanya dengan itu Saudara-saudara, apa yang kita kampanyekan di waktu yang lalu, apa yang ada dalam hati dan pikiran kita akan diberikan jalan oleh Allah untuk mencapai tujuan yang kita cita-citakan itu.

Demikianlah sambutan saya dan marilah kita jaga kebersamaan kita untuk melangkah ke depan, membangun hari esok yang lebih baik. Sekali lagi, terima kasih kepada semuanya. Semoga Allah SWT memberikan bimbingan, petunjuk, lindungan dan jalan terbaik bagi bangsa kita dan bagi kita semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan