Pidato Presiden

Sambutan Acara Jamuan Makan Malam dengan PM Malaysia

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
JAMUAN MAKAN MALAM DENGAN PERDANA MENTERI MALAYSIA
KEDIAMAN RESMI PM MALAYSIA-PUTRAJAYA, MALAYSIA
11 NOVEMBER 2009



Bismillahirrahmanirrahin,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang Amat Berhormat Bapak Perdana Menteri Malaysia beserta Yang Amat Berbahagia Datin Sri Rosmah,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Pertama-tama, saya juga mengajak, marilah kita semua tidak lupa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena kita semua masih diberikan nikmat kesempatan, nikmat kekuatan, dan insya Allah nikmat kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara, dan tentunya juga bagi kepentingan umat manusia sedunia.

Pada malam yang amat penting ini, izinkan saya, Bapak Perdana Menteri atas nama rombongan dari Jakarta mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas penyambutan yang hangat, serta keramahtamahan yang diberikan kepada delegasi Indonesia sejak kami tiba di Malaysia petang tadi.

Apa yang kami rasakan ini menunjukkan bahwa, kedua bangsa di antara kita memang bersaudara, memiliki ikatan kesejarahan, budaya dan peradaban yang apabila ini kita pelihara, kita jaga dan kita pupuk akan menjadi capitals, menjadi modal yang amat penting bagi peningkatan, persahabatan, kemitraan dan kerjasama di antara kedua bangsa di masa mendatang.

Saya juga ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk atas nama rakyat Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih kepada saudara-saudara kami, Malaysia yang mengulurkan tangan, memberikan bantuan ketika beberapa saat yang lalu wilayah Sumatera Barat mengalami bencana alam dalam skala yang besar. Solidaritas, bantuan dan perhatian pribadi, baik banyak pihak di Malaysia maupun Bapak Perdana Menteri sendiri, sekali lagi menunjukan bahwa kita memang partner yang kokoh dan sahabat yang baik, baik ketika kita mengalami masa-masa yang penuh suka cita maupun ketika kita menghadapi musibah dan masa-masa yang diliputi oleh duka cita.

Saya bersetuju dengan yang disampaikan oleh Bapak Perdana Menteri, bahwa ikatan kesejarahan, budaya dan peradaban di antara Malaysia dan Indonesia tidak boleh to be taken for granted dan menjadi kewajiban moral kita semua untuk memeliharanya, memupuknya dan menghadapi tantangan jaman, tantangan perubahan serta globalisasi kiranya modal besar itu tidak akan pudar dan tidak akan susut, justru mesti kita perkuat dengan bentuk-bentuk kerjasama yang lebih luas lagi.

Kita berada dalam perubahan besar dunia, termasuk Asia tampil sebagai kekuatan ekonomi di awal abad 21 ini. Saya sering berbincang dengan Bapak Najib di berbagai forum, alangkah baiknya, jika pertumbuhan Asia menjadi pilar penting dalam perekonomian global. Malaysia dan Indonesia ikut berperan dan juga menjadi kontributor yang penting bagi peningkatan pilar perekonomian dunia, utamanya di kawasan Asia ini. Oleh karena itu, kerjasama dan kemitraan kedua negara, kedua Pemerintah Malaysia dan Indonesia, tentulah pertama-tama diabdikan untuk kepentingan bersama kita, kedua rakyat kita, tetapi juga mesti kita kontribusikan bagi peningkatan perekonomian di kawasan ini, seraya memelihara kawasan Asia yang tetap stabil, tetap dinamis, dan penuh dengan kerjasama dan persahabatan yang kokoh di antara kita.

Tentu saja sebagai kedua bagsa yang bertetangga dekat, yang kerap berinteraksi di berbagai bidang, ekonomi, pendidikan dan berbagai bentuk kerjasama kita, sekali-kali ada perbedaan pandangan, ada sebutlah gesekan-gesekan. Justru saya sering mengatakan, Indonesia tidak pernah mengalami masalah dengan Kolombia, dengan Ruanda, atau dengan Irlandia, karena tempatnya begitu jauh, tetapi tentu di antara kita sekali-kali ada perbedaan. Tetapi yang menguatkan hati saya, kita semua sadar, bahwa it is a normal sesuatu seperti itu yang penting kita sama-sama mengelolahnya dengan arif dan bijak, agar semua dapat kita kelola dengan baik, dan justru semua yang kita miliki harus kita perkuat bagi kepentingan kedua bangsa dan negara.

Dialog amat penting, saya setuju Pak Najib. Orang mengatakan dialogue among civilization, tetapi tidak kalah pentinnya, dialogue within civilization, inter-media dialogue, dialog antar parlemen, people to people contact dan banyak lagi mesti selalu kita jaga dari masa ke masa. Saya juga menggarisbawahi pentingnya hubungan baik yang mesti kita perkuat sejak sekarang antar generasi muda, antar elemen-elemen yang 10, 20, 30 tahun mendatang akan memimpin, baik bangsa Malaysia maupun bangsa Indonesia. Oleh karena itu, marilah kita berikan ruang, agar mereka bisa saling berintraksi, saling memperkenalkan diri, saling menyapa. Dengan demikian, sejak awal terbangunlah kedekatan persaudaraan dan persahabatan yag abadi.

Saya kira itu sangat-sangat penting dan di atas segalanya kunjungan kami, kunjungan pertama saya pada periode terakhir, saya mengemban tugas memimpin Indonesia, tiada lain adalah modal besar yang kita miliki, persahabatan, persaudaraan dan partnership yang baik di antara kedua bangsa yang bertetangga dapat senantiasa kita jaga dan kita kembangkan.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Bapak, Ibu, hadirin sekalian sekali lagi, terima kasih dan semoga Allah SWT selalu membimbing kedua bangsa, untuk kejayaan kedua bangsa di masa mendatang. Dan di bawah kepemimpinan Bapak Najib, saya memiliki harapan yang tinggi, agar kita bisa menemukan peluang-peluang baru bagi penguatan persahabatan dan kerjasama kita.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan