Pidato Presiden

Sambutan Silaturahmi dengan Peserta Musabaqoh Hafalan Alquran dan Hadits

 

TRANSKRIP
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
SILATURRAHIM DENGAN PESERTA
MUSABAQAH HAFALAN AL-QUR’AN DAN HADITS
PANGERAN SULTAN BIN ABDUL AZIZ ALU SU’UD
TINGKAT ASEAN DI INDONESIA TAHUN 2009
ISTANA NEGARA, 29 DESEMBER 2009



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para Tamu Undangan yang saya hormati,

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya, pada hari yang membahagiakan dan Insya Allah penuh berkah ini, kita dapat menghadiri acara silaturrahim dengan para peserta Musabaqah Hafalan Al Qur’an dan Hadits, Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud, Tingkat ASEAN yang kedua.

Shalawat dan salam, semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, dan para pengikut beliau dan Insya Allah termasuk kita semua hingga akhir zaman.

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan ucapan selamat datang kepada utusan resmi Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud, Y.M. Prof. Dr. Abdullah bin Muhammad Al-Muthlaq; Y.M. Dr. Abdurrahman Abdul Aziz al-Sudais, Imam dan Khotib Masjid al-Haram; dan Y.M. Dr. Abdul Muhsin Muhammad al-Qosim, Imam dan Khotib Masjid Nabawi, serta tamu-tamu kehormatan lainnya dari Kerajaan Arab Saudi, yang telah hadir di tengah-tengah kita.

Saya sampaikan pula ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para Peserta Musabaqah dan Khafilah dari negara-negara ASEAN, maupun dari negara-negara Asia lainnya. Kehadiran Saudara-saudara di Indonesia, menunjukkan betapa eratnya jalinan ukhuwah Islamiyah di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada khususnya, dan Asia pada umumnya.

Hadirin yang saya muliakan,
Sungguh merupakan kebahagiaan bagi saya, atas terselenggaranya Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits tingkat ASEAN, yang kita selenggarakan untuk kedua kalinya di Indonesia. Terselenggaranya kegiatan ini, merupakan usulan saya bersama Dr. Hidayat beserta para tokoh Islam kepada Yang Mulia Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud, untuk menyelenggarakan Musabaqah hafalan Al-Qur’an dan Hadits tingkat ASEAN.

Alhamdulillah, beliau menyambut hangat usulan yang baik itu. Atas sambutan hangat dan dorongan beliau, kita dapat mewujudkan pelaksanaan Musabaqah Al-Qur’an dan Hadits tingkat ASEAN untuk pertama kalinya di Jakarta pada tahun 2008 lalu. Karena itulah, Musabaqah Hafalan Al Qur’an dan Hadits Tingkat ASEAN ini kita namakan: Musabaqah Hafalan Al Qur’an dan Hadits Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud.

Saya juga sangat berbahagia, bahwa kegiatan yang mulia ini, disambut dengan penuh suka cita oleh para hafidz Al-Qur’an dan Hadits dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Kita semua berharap, kegiatan ini Insya Allah selain dapat menjadi ajang pemersatu umat, sekaligus juga menjadi media untuk menjalin dan mengokohkan persaudaraan antar umat Islam di seluruh dunia, khususnya di negara-negara Asia Tenggara.

Hadirin yang saya muliakan,
Sebagaimana kita imani bersama, Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang diturunkan sebagai mukjizat kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an diturunkan untuk menjadi pegangan bagi umat manusia yang ingin mencapai kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Sebagai pedoman untuk membimbing umat manusia, Al Quran mengandung nilai-nilai luhur yang agung. Mengajak umat manusia untuk memperteguh keimanan dan ketaqwaan, memahami syariah dan akhlak, serta menuntun kehidupan kita semua, baik sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial. Hal itu tampak jelas dari tema Al-Qur’an yang berisi tiga ajaran pokok yaitu: Pertama, petunjuk mengenai keimanan, yaitu bagaimana manusia secara tepat menempatkan posisi dengan Tuhannya. Kedua, petunjuk mengenai syariat dan hukum serta ibadah, baik mengenai hubungan dengan Tuhan maupun sesama manusia. Dan ketiga, petunjuk mengenai akhlak, baik akhlak terhadap Allah, akhlak terhadap sesama manusia, bahkan akhlak terhadap alam semesta. Ketiga tema pokok itulah yang lazim kita kenal dengan Iman, Islam, dan Ihsan.

Sebagai wahyu Allah SWT, Al-Qur’an juga memiliki keindahan susunan kata dan makna, mengandung nilai sastra dan seni yang sangat tinggi, serta keagungan tuntunannya. Karena itulah, umat Islam dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an dengan tertib, mengumandangkannya dengan lantunan suara yang merdu, serta mengekspresikan nilai kesenian dan keindahan tuntunan yang terkandung di dalamnya. Membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang merdu dan menawan itu, niscaya akan menggetarkan jiwa setiap insan. Semua itu, dimaksudkan untuk menggugah kesadaran ruhaniah, menggugah akal pikiran manusia, serta merenungkan hakikat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.

Hadirin yang saya muliakan,
Pemahaman terhadap Al-Qur’an tidak dapat terbangun secara utuh, tanpa pemahaman atas Hadits Nabi Muhammad SAW. Segala ucapan, tindakan, perilaku, bahkan diamnya Nabi Muhammad SAW, menjadi kumpulan Hadits dan pedoman bagi kita semua. Hadits berfungsi antara lain sebagai penjelasan dari arti dan makna yang terkandung di dalam teks Al-Qur’an. Hadits juga menjadi salah satu sumber hukum Islam. Dengan demikian, Al-Qur’an dan Hadits merupakan pedoman hidup yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat Islam.

Pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai keutamaan universal dari Al-Qur’an dan Hadits, dapat memberikan kontribusi konstruktif dalam membangun tatanan dunia yang aman, tenteram, dan damai. Tatanan dunia yang dibangun atas dasar nilai-nilai illahiah, nilai-nilai ketuhanan yang luhur, serta nilai-nilai kemanusiaan universal. Atas dasar nilai-nilai keutamaan universal inilah, sesungguhnya Islam itu damai dan teduh. Islam itu cinta keadilan dan menjauhi kekerasan, permusuhan dan fitnah. Dan Islam selalu menganjurkan persatuan, kebersamaan, dan ukhuwah. Dengan nilai-nilai inilah, Insya Allah, kita dapat terus memperkokoh toleransi, solidaritas, dan kebersamaan di antara umat manusia di muka bumi ini.

Umat manusia dapat hidup berdampingan satu sama lain, saling hormat-menghormati, dan saling menghargai. Dalam lingkup global, pemahaman nilai-nilai keutamaan Al-Qur’an dan Hadits yang utuh, dapat meningkatkan peran kaum muslimin dalam memajukan citra Islam sebagai rahmatan lil alamin. Islam yang mampu memberikan kontribusi pada pembangunan tatanan peradaban yang lebih maju, lebih adil, dan dapat mewujudkan kesejahteraan lahir dan bathin.

Hadirin yang saya muliakan,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits Tingkat ASEAN yang kedua tahun ini. Semoga keberhasilan itu dapat meningkatkan ibadah dan pengabdian Saudara, dalam ikut menyebarkan syiar Islam, agar masyarakat Islam kita makin tumbuh sebagai masyarakat yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti yang luhur, dengan keimanan dan ketakwaan yang makin mendalam kepada Allah SWT.

Saudara-saudara telah dikaruniai kemampuan untuk menghafal kitab suci Al-Qur’an dan Hadits Rasullullah SAW. Saya berharap, Saudara juga menjadi teladan dalam mewujudkan akhlak, karakter, dan kepribadian yang Islami. Tunjukkan pula perilaku yang damai, ramah, dan toleran. Dengan itu semua, insya Allah, cita-cita Islam yang agung dan mulia, yaitu menjadikan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam akan benar-benar terwujud.

Kepada Saudara Menteri Agama dan Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, serta semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelengaraan acara Musabaqah ini, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Sekali lagi, kegiatan yang kita lakukan ini merupakan salah satu bukti konkret, baik dan eratnya hubungan bilateral antara Negara Republik Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi. Semoga kegiatan yang kita selenggarakan sekarang ini, dapat terus kita laksanakan secara berkelanjutan. Dan Semoga Allah SWT, senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan