Pidato Presiden

Dialog dengan Para Pelaku Pasar Modal

 

TRANSKRIPSI
DIALOG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DENGAN PELAKU PASAR
MODAL INDONESIA
PADA ACARA
PERTEMUAN DENGAN PARA PELAKU PASAR MODAL INDONESIA
GEDUNG BURSA EFEK INDONESIA, 4 JANUARI 2010



Menteri Keuangan
Dalam kesempatan ini, ada beberapa pelaku yang akan menyampaikan pandangan dan memberikan kesempatan mungkin untuk tiga orang penanya, karena memang Bapak Presiden akan ada acara lain sesudah pukul 11.00. Jadi mohon untuk segera menyampaikan secara singkat, namun jelas kepada Bapak Presiden sebutkan juga namanya, silakan siapa satu Pak Steve, saya kenal. Belakang Ibu Meli yah. Jadi 2 di belakang, 3, Ibu di tengah dan di belakang. Silakan sampaikan namanya, Pak Steve dulu yang sebelah kanan.

Sdr. Steve
Ya Terima kasih, Ibu Ani. Saya gembira benar-benar dapat kesempatan seperti ini dapat penjelasan langsung dari Pak Presiden, mengenai apa yang sudah terjadi. Tapi tentunya juga pada kesempatan ini is there opportunity for us, kita bisa dapat langsung pelajaran dari Pak Presiden mengenai kiat-kiatnya bagaimana sih caranya kita bisa, Bapak bisa menakodai kapal yang namanya Republik Indonesia. Saya tahu pada tahun 2008 badainya benar-benar luar biasa, badai yang size-nya itu hanya bisa terjadi mungkin delapan dasawarsa yang lalu waktu terjadi great depression. Tapi di waktu tahun 2008 besarnya ombak itu besar sekali, sehingga kapal-kapal banyak yang tumbang kita masih survive. Di tahun 2009, kapal yang terbesar yang namanya US itupun tumbang. Saya perkirakan akan tumbuh dibawah 0%, demikian juga kapal-kapal Eropa semuanya kemungkinan akan tumbuh secara negatif. Tapi kita kemungkinan masih bisa tumbuh diatas 4%, mungkin 4,2 dan 4,4, 4,3 persen itu merupakan suatu hal yang luar biasa, tentunya kita mau belajar dari sana, kiat-kiatnya itu bagaimana caranya Bapak Presiden bisa menempatkan, but menciptakan internal condition preferable, sehingga perekonomian bisa jalan.

Dan kita pun diakui sama dunia luar, bahkan kalau kita ngeliat, tentunya kita ngelihat bagaimana kita bisa diakui sebagai salah satu dari anggota G-20. Padahal kita baru mulai, ini suatu prestasi yang menurut saya, suatu prestasi yang luar biasa. Luar negeri bahkan udah ada satu foreign house mengusulkan supaya kita masuk menjadi salah satu, menambah kelompok yang namanya BRIC Brazil, Rusia, India, China, kita menjadi ditambah satu lagi. Seharusnya menjadi BRICI: Brazilia, India, China and Indonesia masuk ke sana. Dan ini bisa terjadi tentunya Bapak juga melakukan konsolidasi secara internal untuk mendukung tim ekonomi, sehingga pada waktu badai benar-benar tsunami terjadi, kita masih bisa survive, kita masih bisa lega dan dunia luar masih bisa melihat ini yang mengapung di samudera ini kelihatannya cuma tiga, China, India dan Indonesia. Yang lain kemana? Yang lain tenggelam, termasuk US sendiri, bahkan kapalnya US sampai ganti nahkoda, tapi kita nahkodanya masih jalan terus.

Ini merupakan satu hal yang menurut saya hal yang luar biasa tentunya punya kiat-kiat sendiri. Saya juga percaya, karena Bapak juga pandai dalam memilih tim kabinetnya, tim ekonominya juga merupakan the A-team tersendiri yang credible. Tapi tantangan ke depan tentunya jauh lebih berat. Banyak orang berpikir bahwa permasalahan ombak tsunami yang terjadi di tahun 2008 usai, tapi ancaman sebelumnya ke depan masih tetap ada, masih ada kemungkinan permasalahan yang terjadi di sector riil itu muncul lagi. Ada kemungkinan harga minyak naik lagi, ada kemungkinan spekulasi meningkat lagi, sehingga yang namanya globalization berlanjut. Bagaimana kita semua sebagai penumpang so far kita meyakini enak yah punya nahkoda seperti Pak SBY, kita tenang-tenang aja enggak kita bisa melewati masa seperti ini. Kita dengan tenang masuk ke sana. Dan ke depan saya tentunya sekarang udah optimis mendengar penjelasan dari Bapak, kita optimis tentunya, ke depan lebih besar lagi. Tapi kalau Bapak bisa share, I mean that will be great for us to learn directly from you bagaimana caranya nanti kita bisa menghadapi tantangan yang lebih besar, menghadapi ombak yang lebih besar and when that comes what we should do and bagaimana kiat-kiat untuk navigate the country so that we can sell safely as a country. Kita bisa menyongsong masa depan yang lebih baik dan kita melihat Indonesia akan menjadi negara yang dipandang oleh negara-negara lain secara lebih terhormat masuk ke sana ya Terima kasih, Pak.

Menteri Keuangan
Terima kasih, Pak Steve.

Presiden Republik Indonesia
Baik. Bapak yang jelas supaya apa namanya, lebih obyektif, saya sebagai Presiden, meskipun nahkoda adalah hanya salah satu dari kita semua yang selama setahun ini berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan perekonomian. Itu yang pertama.

Saya juga mengingatkan sebetulnya krisis global ini belum sepenuhnya usai. Betul. Pertemuan G-20 yang terbaru, the latest one, yang kita laksanakan di Pittsburgh, semua sepakat bahwa sebetulnya counter cyclical economy dengan kebijakan stimulus, itu masih dilanjutkan dalam batas-batas tertentu, di negara-negara tertentu, dengan kebijakan tertentu pula. Dan kita bersepakat jangan dulu berbicara exit strategy. Poin saya adalah meskipun, alhamdulillah, ekonomi kita selamat dibandingkan 11 tahun yang lalu, tetapi PR masih kita hadapi untuk terus mengamankan 2010 ini, agar 2011 betul-betul kita sudah back to normal, dan kemudian bisa meningkatkan perekonomian kita.

Di forum G-20 selalu ada diskursus di situ, apakah kita lebih pada reformasi dan penataan atau regulasi yang baru, atau melanjutkan counter cyclical economy, membangun demand dan dengan kebijakan stimulus. Akhirnya kita sepakat bahwa dua-duanya kita perlukan. Oleh karena itu, dengan jawaban saya ini sekaligus kita bandingkan mengapa kita lebih resilient, lebih berketahanan, dibandingkan 10, 11 tahun yang lalu.

Pertama, why Indonesia bisa meminimalkan, dampaknya tetap ada Bapak. Ingat tahun lalu, drop kita punya saham, drop kita punya currency, drop kita punya ekspor, banyak sekali. Siapa bilang tidak ada dampaknya, siapa bilang kita tidak mengalami krisis? Tapi we are able to minimize, to moderate the impact of the crisis. Satu, kita melaksanakan reformasi perekonomian selama hampir 10 tahun, 1998–2008. Meskipun kita belum puas, banyak dikritik jalan di tempat ini, itu, toh ada hasilnya. Dunia perbankan lebih kuat, kemudian kita lebih siap untuk menghadapi gejolak-gejolak, policy, undang-undang, manajemen juga kita tata semuanya. Jadi kalau saya mengatakan apa yang menyebabkan kali ini kita bisa selamat dari krisis, reformasi yang kita lakukan selama 10 tahun ini sejak krisis terjadi, itu membikin perekonomian kita berketahanan. Itu yang pertama.

Yang kedua, dulu 1998 ingat, ada istilah saya SDM, “Selamatkan Diri Masing-masing.” Kurang bersinergi, pemerintah, dunia usaha, perbankan dalam dan luar negeri. Panik kita semuanya. Belum ada krisis politik, macam-macam. Akhirnya tidak ada sinergi, tidak ada kohesi, tidak ada sinkronisasi. Kali ini kita lebih baik di dalam bersinergi, dalam berkoordinasi satu sama lain, tentu ini sangat-sangat berpengaruh kepada keberhasilan langkah-langkah untuk menyelamatkan diri dari krisis.

Kemudian yang ketiga, ingat sebelum Indonesia krisis, laporan World Bank waktu itu mengatakan everything is ok, baik-baik saja. Kita ingat sejak September, Oktober, November, Desember tahun lalu kita telah bekerja mengantisipasi langkah-langkah proaktif, berjaga-jaga, bekerja sama di dalam dan di luar negeri. Itu juga faktor. Artinya kita tidak menunggu sampai hujan lebat datang, kemudian banjir. Kita sudah mempersiapkan segalanya itu, mengurangi, meminimalkan dampak. Lantas ya pilihan kebijakan kita tidak keliru sebenarnya. Kalau keliru pasti sudah jatuh kita, mana mungkin pertumbuhan positif, mana mungkin survive seperti ini. Berarti our policy choices itu juga tidak salah.

Satu lagi sebenarnya, tapi ini jangan disalahmengertikan. Dulu saya baca banyak buku, mengapa Indonesia krisis, mengalami krisis 1998, banyak literatur itu, karena saya ingin tahu apa yang menyebabkan. Tujuannya apa? Jangan sampai kalau ada krisis lagi Indonesia mengalami nasib buruk seperti itu. Dulu memang hubungan kita dengan negara-negara sahabat ada masalah, ada gap, ya kasarnya ketika kita repot benar, uluran tangan itu tidak segera datang. IMF datang, resepnya malah banyak yang salah, jadilah malapetaka perekonomian kita waktu itu. Pada saat menghadapi krisis, karena tahun-tahun terakhir saya katakan tadi kita membangun kemitraan strategis, kerjasama, G-8 Plus kita diundang, G-20 kita masuk, ASEAN menjadi salah satu penjuru dan sebagainya. Maka ketika ada bayang-bayang krisis, kita bisa bekerja sama lebih baik lagi. Mereka paham Indonesia pada arah yang benar, sehingga mereka merasa harus di-back up kalau ada apa-apa. Meskipun, alhamdulillah, kini tidak kita perlukan back up yang berlebihan, karena kita bisa mengatasi. Tapi artinya pasar lebih tenang, karena Indonesia punya banyak kawan kalau ada apa-apa bisa ikut diringankan bebannya.

Saya kira faktor-faktor itulah yang menurut saya yang terjadi. Saudara bisa menulis buku, silakan. Masing-masing, karena punya pengalaman masing-masing. Silakan, yang sudah baik tulis yang baik, yang belum baik tulis belum baik. Jadi tidak mungkin pemerintah ini gagal semuanya, tidak ada yang dilakukan, kenyataannya seperti ini. Tapi juga takabur kalau kita mengatakan semuanya serba baik, banyak kekurangan kita, banyak pekerjaan rumah kita, banyak sasaran yang harus kita capai.

Saya kira faktor-faktor itu, Bapak, yang dapat kita petik. Dan saya justru mengundang dunia usaha, tulislah apa yang terjadi di negeri kita dan mengapa kita dapat meminimalkan dampak itu untuk pembelajaran bagi generasi yang akan datang, bagi pemerintahan, pemerintahan mendatang. Terima kasih.

Menteri Keuangan
Terima kasih. Mungkin tadi yang di belakang Ibu. Bisa ke depan sini Ibu.

Sdri. Wina, Asosiasi Pengelola Reksadana
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Saya Wina dari Bahana dan juga mewakili Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia, yang Alhamdulillah saat ini dana kelolaan di pasar modal reksadana telah mencapai Rp 113 triliun, Pak. Terima kasih banyak atas kesempatan untuk bisa mengajukan pertanyaan di forum yang baik ini. Kami sangat tertarik dengan uraian Bapak tadi, salah satunya mengenai rencana kerja besar dalam 5 tahun ke depan, terkait masalah pembangunan infrastruktur, Pak. Karena memang tema ini merupakan suatu perkembangan dari pembangunan infrastruktur ini menjadi suatu tema yang sangat menjadi perhatian dari para pelaku pasar dan investor, Pak. Karena kami menyadari juga kita semua menyadari di sini peran strategisnya dalam menunjang pembangunan yang berkelanjutan, juga meningkatkan daya saing Indonesia, terutama kita mau menghadapi era ASEAN-China Free Trade juga, Pak. Jadi setiap perkembangannya memang menjadi perhatian, Pak, di satu sisi kami sangat menyambut baik setiap perkembangan positif, seperti kemarin dengan selesainya proyek 10.000 MW. Tapi di lain pihak perlunya percepatan pelaksanaan dari proyek-proyek infarastruktur di sektor-sektor lain.

Pertanyaannya adalah mengingat strategisnya isu ini, apakah Bapak Presiden memiliki suatu langkah-langkah khusus gitu Pak dalam memastikan bahwa para Menteri dalam Kabinet juga bisa akan merealisasikan pelaksanaan dari rencana infrastruktur ini seperti yang sudah Bapak harapkan dan dalam waktu yang tepat juga dalam waktu 5 tahun ke depan ini Pak. Kami rasa itu akan menjadi faktor stimulus penting juga, Pak dan meningkatkan kepercayaan investor di pasar modal. Terima kasih, Pak.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Wa’alaikumussalam. Terima kasih Ibu. Tahun 2005 dulu kita menggelar Infrastructure Summit, ternyata tidak begitu berhasil. Setelah kita evaluasi, kita belum siap benar dulu. Semangatnya tinggi, wah ini infrastruktur penting, ya sudah kita bikin Infrastructure Summit. Kita undang, investor dalam dan luar negeri dan kita menggebu-gebu waktu itu. Setelah summit selesai, mengalir kepada implementasi, terhambat di sana-sini. Kita belum siap waktu itu, kebijakan, peraturan, daerah sendiri, sinergi di antara kita sendiri, di dalam negeri dan sebagainya.

Oleh karena itulah, kita belajar, kemudian kita bikin Infrastucture Summit berikutnya lagi, ditambah dengan dunia usaha, Kadin juga melakukan hal-hal yang serupa dengan itu, Dewan Perwakilan Daerah juga menyelenggarakan semacam itu, mengundang para gubernur, bupati dan walikota dan akhirnya mulai mengalir. Jawabannya iya, saya pastikan bahwa pembangunan infrastruktur, infrastruktur 5 tahun mendatang akan lebih baik dibandingkan 5 tahun yang lalu. Mengapa?

Sangat sering saya memimpin pertemuan antara para menteri dengan para gubernur. Gubernur itu dengan otonomi daerah menjadi ujung tombak. Ini Pak Fauzi Bowo juga sering ikut. Jadi kalau sudah klop pikiran kita di Jakarta, dengan pikiran para Gubernur untuk pembangunan infrastruktur, apakah pelabuhan, apakah bandara, apakah rel kereta api, apakah jalan tol, apakah infrastruktur pertanian, industri dan sebagainya, maka hampir pasti sasaran dari pembangunan infrastruktur itu akan tepat dan langsung bisa menggerakan perekonomian, baik lokal maupun nasional. Itu yang pertama.

Yang kedua, kebijakan, regulasi, peraturan sudah makin siap dan semuanya telah kita perbaiki, kita revisi. Dengan demikian, diharapkan tidak ada hambatan yang prinsipil terhadap aturan-aturan atau kebijakan yang kita persiapkan itu. Harapan kita tentunya komitmen yang sudah diberikan untuk membangun infrastruktur itu benar-benar bisa dijalankan. Itu yang kedua.

Yang ketiga, sumber pembiayaan, financing. Kita sudah menyusun public private partnership, sudah jadi. Jadi nanti akan jelas infrastruktur mana yang memang menjadi tanggung jawab pemerintah, APBN, APBD. Misalnya pertanian lokal, infrastruktur pedesaan dan yang tidak punya nilai komersial yang tinggi, pemerintah yang bertanggung jawab. Tetapi infrastruktur yang memiliki nilai bisnis yang tinggi, tentu kita dorong dunia usaha, boleh juga dalam format public private partnership. Dengan demikian, harapan kita dari segi financing itu, perbankan kita lembaga keuangan non bank, begitu melihat semuanya sudah siap dengan apa namanya format yang baik, tentu akan bisa diberikan. Ini faktor yang ketiga dari segi financing.

Kemudian yang keempat, upaya untuk mengajak masyarakat luas di dalam bekerjasamalah untuk fasilitas umum itu makin baik. Dulu banyak hambatan dalam pembebasan tanah, banyak sekali. Sekarang secara persuasif itu sudah mulai bisa diatasi. Saya senang misalkan Banjir Kanal Timur atau Barat? Timur sudah siap untuk diinagurasikan dalam arti sudah tembus pembangunannya. Saya juga mendengar banyak sekali ruas-ruas jalan yang dulunya macet karena enggak selesai ganti ruginya misalnya, sekarang bisa diselesaikan dengan baik. Pesan saya yang penting masyarakat jangan dirugikan, tapi juga jangan ada pula makelar-makelar yang menyandera, sehingga itu tidak bisa dibangun akhirnya yang menderita juga masyarakat, karena ekonomi kita tidak tumbuh. Itu juga factor lain.

Yang terakhir, ekonomi kita tumbuh, penerimaan negara makin besar. Alhamdulillah dikasih hadiah tadi oleh Ibu Ani saya, ada silpa 38 trilyun. Ini bukan karena spending kita enggak habis, tetapi karena penerimaan kita lebih besar dibandingkan yang diramalkan di era krisis ini.

Faktor-faktor itu saya yakin, bahwa pembangunan infrastruktur 5 tahun mendatang akan lebih baik, lebih banyak lagi yang bisa kita lakukan, dengan harapan, semuanya bisa menggerakan perekonomian kita. Saya pesan pada Menteri, Menko Perekonomian, Meneg BUMN, Menteri ESDM, listrik usahakan 2010 ini yang biarpet sudah teratasi. Dan kemudian bukan hanya menambah 10.000 MW yang lalu, tapi kita tambah lagi 10.000 MW berikutnya lagi dengan format yang baik antara public private partnership tadi.

Itulah jawaban saya. Dan tolong berkontribusi, di sini banyak pelaku dunia usaha, bareng-bareng kita lakukan. Dengan demikianm lebih cepat lagi, lebih banyak lagi yang bisa kita lakukan dalam pembanguan infrastruktur ini. Terima kasih.

Menteri Keuangan
Bapak masih berkenan yang terakhir? Silakan Ibu yang di tengah tadi.

Sdri. Ibu Melli Darsa
Terima kasih. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Perkenalkan diri saya, saya adalah Melli Darsa, Pimpinan dari Kantor Advokat yang aktif di bidang pasar modal Melli Darsa & Co. Dan juga memberi pelayanan jasa hukum di bidang investasi, financing, dan korporasi pada umumnya.

Adapun pertanyaan yang ingin saya tanyakan pada hari ini kepada Bapak Presiden adalah sebagai berikut: sebagaimana juga Bapak sampaikan dalam pidato Bapak. Betul sekali dalam periode pertama kepemimpinan Bapak, walaupun banyak masalah besar, bencana alam, wabah penyakit, tetapi kami juga menilai, bahwa telah terjadi suatu kestabilan politik yang pada gilirannya merupakan suatu prasyarat penting untuk terciptanya kepastian hukum dan juga membuat suatu kondisi yang kondusif bagi investasi dan bisnis. Kami menilai bahwa pada periode pertama itu, geliat dan gairah bisnis sangat baik, jauh lebih baik daripada periode sebelumnya.

Namun di periode kedua ini, dimana Bapak memenangkan kepemimpinan Bapak secara mutlak dalam Pemilu Legislatif maupun Presiden, nampaknya di awal-awal ini banyak dilanda dengan masalah yang di bidang politik dan hukum, khususnya di isu KPK dan Bank Century. Dirasakan oleh banyak kalangan, bahwa masalah-masalah seperti ini berlanjut agak berlarut-larut. Dan juga dikhawatirkan oleh beberapa kalangan, bahwa bila terjadi dibiarkan berlarut-larut, maka berpotensi menjadi suatu bola liar secara politik. Selain itu juga dikhawatirkan juga oleh beberapa kalangan, bahwa bukannya tidak mungkin potensi juga mengorbankan pejabat-pejabat publik yang selama ini dianggap sangat baik dan positif kinerjanya dan juga bersih.

Selain itu masalah KPK dan Bank Century ini terjadi di tengah, sesungguhnya banyak masalah di bidang hukum HAM yang harus dibenahi. Mungkin saya karena bergerak di bidang hukum bisnis, saya akan berbicara di bidang hukum-ekonomi saja, bahwa kita mencatat setidak-tidaknya ada masalah-masalah yang mesti harus diperbaiki. Dan saya bergembira bahwa di bidang infrastruktur kerangka hukumnya Insya Allah akan dibuat lebih baik, sehingga terjadi alokasi resiko yang lebih seusai, sehingga bisa menunjang project financing dalam skala besar dalam waktu dekat. Tetapi kita masih mengatahui persis bahwa masih banyak sekali terjadi tumpang tindih peraturan, disharmonisasi antara peraturan-peraturan yang penting dan khususnya terkait sektor-sektor yang strategis, seperti sumber daya alam, energi. Hal-hal yang memang harus dibenahi. Apabila tidak, pembangunan tidak akan bisa terjadi.

Selain itu juga saya bisa mencatat di bidang pajak pun, walaupun kami mengetahui pajak adalah sumber revenue pemerintah. Dirasakan bahwa kadang-kadang bahwa ada peraturan pajak yang menjadi disinsentif bagi bisnis, antar lain saya mencatat peraturan yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak di bulan November, khususnya tentang pencegahan penyalahgunaan tax, Double Tax Treaty. Yang saya mengetahui persis adalah sesuai dengan konstitusi internasional untuk menghindari penyalahgunaan tax treaty dalam rangka financial engineering and non-transparent. Tetapi dikhawatirkan oleh dunia usaha akan mengurangi opsi-opsi yang selama ini legitimate dikaitkan dengan cara financing yang menggunakan skema-skema penghematan pajak bukan penggelapan pajak.

Oleh karena itu semua, Bapak presiden yang saya hormati dan cintai, saya ingin menanyakan bagaimana pendapat Bapak mengenai hal ini? Dan juga apa langkah dan kiat dari Bapak Presiden sebagai pimpinan negara Republik kami tercinta untuk agar di tahun 2010 ini kita bisa berlari cepat, supaya kita dari sudut iklim polhukam dan investasi tidak semata-mata terfokus pada masalah KPK dan Bank Century yang kami tahu memang harus diselesaikan dengan benar dan adil, tetapi bagaimana supaya juga lebih tercipta suatu iklim yang lebih kondusif sehingga memang bisa terjadi pembangunan secara baik. Terima kasih Bapak Presiden.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih Ibu. Pertanyaan atau pandangan itu sebagian tepat ditujukan kepada saya selaku Kepala Pemerintahan, Kepala Negara, sebagian saya kira patut untuk didengar oleh semua komponen bangsa. Karena tujuannya, intinya bagaimana kita tidak merugi, tidak menyia-nyiakan momentum yang ada. Segeralah kita menjalankan pekerjaan besar 5 tahun mendatang, meningkatkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Demokrasi kita ini, istilah saya dalam proses konsolidasi. We are in the procces of consolidating our democracy. We are in the procces of nurturing our democracy. Jadi bagi saya tidak luar biasa. Ini harus kita alami, harus kita lalui. We have to go through dengan semua dinamika, sebagaimana yang kita hadapi sekarang ini.

Dulu tahun 2004, ketika pemerintahan hasil pemilihan presiden langsung, saya masih ingat pemerintah juga menghadapi gejolak politik waktu itu. Saudara masih merasakan sekian bulan, alhamdulillah bisa kita melewati. Kita sama-sama belajar dan akhirnya kita menghasilkan banyak hal, meskipun tetap ada pekerjaan rumah kita. Harapan saya sekarang ini, apa yang berkaitan dengan dunia politik pada saatnya ada solusi yang adil, yang bijak, yang tegak, yang tepat, yang rasional, dengan demikian, ya sekali lagi membawa kebaikan bagi kita semua, begitu.

Kadang-kadang tidak bisa dilihat secara hitam-putih, begitu ya sebagai contoh kasus apa namanya yang disebut KPK. Itu ada proses penegakan hukum, ada dinamika di masyarakat luas, harus ada satu solusi yang bijak. Dengan demikian, semua yang perlu berbenah, berbenah diri. Kemudian setelah itu, kita melangkah ke depan, move on dengan sinergi dan kerjasama yang lebih baik lagi, intinya di situ. Tidak serta-merta langsung dihentikan semua proses yang sedang berlangsung itu, tetapi Saudara mengikuti ada proses verifikasi yang dilaksanakan tim independen, ada proses yang dilakukan oleh Kepolisian, dilakukan oleh Kejaksaan. Dan akhirnya ketika situasinya memerlukan penanganan yang tepat, saya turun tangan. Alhamdulillah bisa kita selesaikan dengan baik dan sekarang kita menuju ke langkah-langkah yang lain untuk ke pembangunan di negeri ini.

Yang berkaitan dengan Bank Century tidak serta-merta seorang Presiden bisa menghentikan langkah ini, karena Saudara tahu ada proses, misalkan Dewan Perwakilan Rakyat minta investigasi dilakukan oleh BPK. Setelah itu DPR membentuk Panitia Angket untuk melakukan pekerjaan tertentu ya penyelidikanlah begitu, berkaitan dengan tindakan terhadap Bank Century itu. Ada timeline-nya. Dengan demikian tentu pada saatnya harapan kita bisa diselesaikan dengan tepat.

Saya tentu berharap semua itu dilaksanakan dengan baik, objektif, jujur, jernih, tidak keluar dari konteks, kemudian apa yang harus dilakukan oleh kita semua. Ini menurut saya juga bagian dari pengembangan demokrasi yang sedang kita lakukan. Dan saya secara moral tentu ikut bertanggung jawab, seraya menyeru dan mengajak semua pihak agar negara kita tidak menyia-nyiakan momentum yang ada, tidak merugi, maka masalah inipun harapan saya bisa diselesaikan dengan tepat, tanpa ada komplikasi apapun dan tanpa ada interest-interest atau kepentingan maksud saya yang tidak relevan dengan inti dari kasus itu sendiri. Ini sangat penting dengan demikian pada saatnya kita kembali we move on untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah saya sampaikan tadi.

Memang demokrasi itu memerlukan kesiapan bagi semua. Pemilu baru saja kita laksanakan. Selesai pemilu kita harusnya lebih bersatu, kemudian bekerja bersama-sama untuk membangun negeri ini. 3,5 tahun lagi akan dimulai Pemilihan Legislatif, kemudian 4,5 tahun lagi akan dimulai Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Ada masa seperti itu, yang semua pihak bisa kembali berkompetisi dengan sehat dan tentunya banyak hal bagaimana kita menjadi pelaku dari demokrasi yang telah berjalan ini. Rakyat juga memiliki mata hati yang jernih untuk melihat apa yang sesungguhnya terjadi di negeri kita ini. Oleh karena itu, marilah bersama-sama kita jalankan demokrasi ini dengan sebaik-baiknya, kita jalankan pembangunan ini dengan sebaik-baiknya pula. Ada masalah, kita selesaikan dengan baik sesuai dengan konstitusi, undang-undang, akal sehat atau common sense, dan bagaimana aturan main atau etika politik yang berlaku dewasa ini.

Saya kira itu komentar saya tentang hingar-bingar ataupun dinamika perpolitikan yang terjadi sekarang ini. Ya marilah kita selamatkan dan kita bangun bersamalah demokrasi di negeri ini ya. Kita sama-sama tahu sebenarnya dalam open society tidak ada yang serba rahasia. Kita bisa menduga apa saja yang ada dalam pikiran kita semua tentang sebutlah kasus Bank Century. Marilah sambil saya menghormati DPR RI untuk menggunakan hak angketnya, tapi rakyat ingin semuanya terang-benderang, objektif, jujur dan jernih di dalam penyelesaiannya.

Yang kedua, kalau yang berkaitan dengan entah kebijakan dan peraturan yang masih belum klop satu sama lain, ada tumpang-tindih barangkali di antara kita sendiri, kita dengan pihak internasional, mari kita tata dengan baik. Ini negeri kita, negeri kita sendiri, semua bisa kita bicarakan dengan baik, yang kurang-kurang kita perbaiki, yang klop, yang konflik satu sama lain kita selesaikan. Kalau hubungan kita dengan luar negeri kita juga bisa, di satu sisi tentu menyelaraskan apa yang kita lakukan dengan apa yang dilakukan masyarakat dunia, tetapi di sisi lain kita juga punya kondisi khusus yang tentu harus kita jadikan pertimbangan. Dengan demikian, ada jalan tengah yang baik, bahwa kita bagian dari solusi untuk dunia, tapi kita juga memperjuangkan kepentingan kita untuk kepentingan rakyat kita.

Saya kira itulah jawaban saya dua-duanya. Terima kasih dan sekali lagi, selamat berkarya Saudara-saudara, mari kita bangun perekonomian kita untuk lebih baik lagi. Terima kasih.

Menteri Keuangan
Terima kasih Bapak Presiden atas arahan dan juga pertanyaan yang telah dijawab secara lengkap. Saya kembalikan lagi kepada MC untuk memberikan arahan acara selanjutnya. Terima kasih Bapak Presiden.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan