Pidato Presiden
Pengantar Sidang Terbatas Kabinet Bahas APBN-P 2010
TRANSKRIPSI
PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
SIDANG KABINET TERBATAS
KANTOR PRESIDEN, 12 JANUARI 2010
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabakatuh,
Salam Sejahtera untuk kita semua,
Para Menteri dan Saudara-saudara, Peserta Sidang Kabinet Terbatas yang saya cintai,
Hari ini Sidang Kabinet Terbatas mengagendakan satu hal, yaitu rencana penggunaan silpa tahun 2009 dan sekaligus yang berkaitan dengan rencana perubahan APBN tahun 2010. Sebagaimana Saudara ketahui, setelah dihitung oleh Menteri Keuangan dengan jajarannya terdapat surplus penggunaan anggaran sejumlah Rp 38 triliun yang diakibatkan oleh penerimaan negara, yang melebihi dari yang kita perkirakan, dengan demikian terjadi surplus.
Minggu lalu saya telah memberikan direktif awal kepada Saudari Menteri Keuangan, untuk merencanakan penggunaan SILPA yang sejumlah Rp 38 triliun itu dengan beberapa penggarisan. Menteri keuangan telah mempersiapkan rencana itu dan pada forum Sidang Kabinet ini akan dilaporkan.
Tapi yang perlu saya sampaikan kepada Saudara-saudara, utamanya para Menteri Koordinator dan pejabat terkait untuk diteruskan nanti kepada para Menteri dibawah koordinasi Saudara semua, bahwa SIPA yang berjumlah Rp 38 triliun ini bukan untuk dibagi-bagi sama rata di antara jajaran departemen ataupun kementerian. Kita harus memiliki kebijakan untuk penggunaan SILPA ni yang tentunya diharapkan tepat. SILPA ini mesti kita gunakan untuk membiayai keperluan yang mendesak pada tahun 2010 ini dan yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat. Antara lain, karena dengan terjadinya gelombang pemulihan perekonomian global yang mulai kita rasakan di awal tahun ini, maka sudah mulai terlihat kenaikan berbagai komoditas pada tingkat dunia, yang tentu saja ini memberikan implikasi kepada perekonomian kita. Kemungkinan juga akan ada kenaikan dalam jumlah tertentu atas harga-harga komoditas itu. Oleh karena itu, kita harus punya alat, harus punya resources, dengan kebijakan yang tepat nantinya, andaikata benar-benar terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan, agar kita bisa melakukan langkah-langkah stabilisasi. Dengan demikian, dampaknya tidak membebani utamanya rakyat golongan menengah ke bawah. Jadi kita mengantisipasi terjadinya kenaikan harga itu dan kita harus mempersiapkan mulai sekarang langkah-langkah stabilisasi apabila hal itu terjadi.
Yang kedua, kita telah bersepakat bahwa permasalahan listrik, terutama yang berkaitan dengan gelombang pemadaman yang masih terjadi di berbagai daerah, tahun ini harapan kita bisa kita atasi. Oleh karena itu, diperlukan sejumlah anggaran untuk itu. Ditambah tentunya ada kenaikan dari subsidi pada bahan bakar minyak, pada listrik, dan juga pada pangan. Itu juga harus kita atur dan tata dalam rencana penggunaan silpa maupun rencana perubahan APBN tahun 2010 ini.
Yang lain yang sudah saya berikan direktif kepada Menteri Keuangan minggu lalu, ada PR kita yaitu untuk meningkatkan kapasitas rumah-rumah tahanan, atau penjara di seluruh Indonesia yang kondisinya memang sudah kurang layak di banyak tempat. Oleh karena itu, saya minta juga dialokasikan untuk segera bisa dibangun. Dengan demikian, apa yang sudah lama ingin kita tingkatkan itu bisa kita berikan tambahan biaya. Tentu harapan saya yang relatif signifikan tambahan biaya itu. Silakan dihitung nanti secara tepat.
Lantas saya titip satu lagi, masih dalam kerangka penggunaan silpa antara lain dari rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah pasca konflik, utamanya di Poso, kemudian juga di Atambua. Itu residu permasalahan kita dengan Timor Leste di waktu yang lalu, masih ada sejumlah anggaran yang diperlukan misalnya pembangunan rumah sakit, kalau tidak salah itu di Poso, kemudian perumahan saudara-saudara kita yang dulu mengungsi dari Timor Leste ke Indonesia. Semua itu harapan saya bisa kita percepat dengan pendayagunaan silpa yang kita miliki ini.
Itulah beberapa penekanan yang ingin saya sampaikan. Dan setelah ini Saudari Menteri Keuangan silakan melaporkan, mempresentasikan rencananya. Yang penting Saudara-saudara harus tepat benar penggunaan silpa ini, mengantisipasi perekonomian 2010, mencegah dampak yang tidak semestinya yang akan ditanggung oleh rakyat kita. Demikian pengantar saya. Saya persilakan Saudari Menteri Keuangan.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan



