Pidato Presiden

Sambutan pada Dzikir Akbar Jalalah

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN RI
PADA DZIKIR AKBAR JALALAH
DI TAMAN SILANG MONUMEN NASIONAL
28 FEBRUARI 2010



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillahi robil ‘alamin,


Yang sama-sama kita cintai Almukarom Habib Munsil Al Musawa dan segenap pemuka agama yang sama sama kita muliakan,
Hadirin-hadirot, kaum muslimin dan muslimat yang saya cintai dan saya banggakan dan yang dimuliakan oleh Allah SWT

Pagi ini kita bersatu dalam zikir dan doa. Pagi ini atas prakarsa majelis zikir Rasulullah SAW kita bersama-sama memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Oleh karena itu marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan ridhonya kita semua masih diberi nikmat kesempatan, nikmat kekuatan dan nikmat kesehatan insya Allah untuk terus melanjutkan ibadah kita, karya kita, dan pengabdian kita kepada umat kepada masyarakat dan kepada bangsa dan negara tercinta.

Salawat dan salam marilah bersama-sama kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut Rasulullah sampai akhir jaman.

Pada mimbar yang amat mulia ini hadirin hadirot yang saya cintai, ijinkan saya setelah mendengarkan tausiah dan hikmah Maulid Nabi yang disampaikan oleh Almukarom Habib Musyir Al Musawa, saya ingin menggarisbawahi apa yang telah disampaikan Beliau tadi tentang pemimpin agung kita. Pemimpin besar dunia Nabi Muhammad SAW dan bagaimana kita mencontoh untuk membangun masa depan bangsa menuju hari esok yang lebih baik.

Pertama-tama umat Islam pasti memahami bahwa nabi kita Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin agung yang sejati. Bukan hanya bagi umat Islam sedunia bahkan bagi umat sedunia. Kita patut belajar dan meneladani sikap, perilaku, kepribadian, dan kepemimpinan Rasulullah di dalam memimpin bangsa dan negaranya waktu itu. Kalau kita ingin mengambil contoh tidak perlu mencari kemana-mana, contohnya sudah ada junjungan kita Rasulullah SAW.

Marilah kita contoh pikiran-pikiran Beliau, tutur kata Beliau, perilaku Beliau. Bagaimana Beliau mencintai umat, menghormati sesama dan membawa kemajuan bagi peradaban waktu itu. Kita sungguh mengetahui Nabi Muhammad SAW telah mengubah jalan sejarah pada bangsa dan negaranya dari jaman kegelapan jahiliyah menuju jaman keislaman yang penuh dengan cahaya keimanan dan ketaqwaan.

Rasulullah dengan kepemimpinannya, dengan kepribadiannya telah berhasil mengubah masyarakat bangsa dan negaranya untuk menjadi masyarakat, bangsa dan negara yang maju dan beradab.

Satu hal yang patut kita ketahui bahwa di dalam melakukan perubahan besar, bahwa di dalam memimpin bangsa dan negaranya tidak sedikit ujian, tantangan dan cobaan yang dihadapi oleh Rasulullah beserta para sahabat dan pengikut-pengikutnya. Namun dengan kesabaran Beliau, dengan ketegaran Beliau, dengan mengajak semua untuk menjalankan tugas lurus pada jalan Allah SWT, ternyata sejarah membuktikan bahwa seberat apapun persoalan, tantangan dan ujian itu dapat diatasi dengan ijin dan pertolongan Allah SWT.

Makanya Saudara-saudara di dalam membangun negeri yang kita cintai ini tentu saja juga sarat dengan persoalan, ujian dan tantangan. Mari kita contoh nabi besar Muhammad SAW. Mari kita juga pandai bersyukur, mari kita terus sabar, mari kita tegar, tidak menyerah, tawakal dan terus berikhtiar agar masa depan kita insya Allah lebih baik dari sekarang ini. Masa depan yang diridhoi oleh Allah SWT.

Hadirin-hadirot yang saya muliakan,
Yang kedua kita ingin masyarakat Indonesia benar-benar menjadi masyarakat yang baik. Masyarakat yang baik pertama-tama harus bercirikan masyarakat yang religious. Bagi kaum muslimin dan muslimat haruslah menjadi masyarakat yang Islami. Masyarakat yang menjunjung tinggi akhlak yang mulia dan budi pekerti yang luhur. Masyarakat yang terus mengejar ilmu dengan keimanan yang tinggi diamalkan pada kehidupan masyarakatnya. Masyarakat yang tidak pernah menyerah kepada keadaan tapi terus terikhtiar dan berjuang agar kesejahteraan masyarakatnya bertambah baik di masa depan. Kita dengan ridho Allah SWT insya Allah akan bisa mewujudkan masyarakat seperti itu di negeri yang sama-sama kita cintai.

Saudara-saudara,
Tidak kalah pentingnya adalah persatuan dan kebersamaan diantara kita. Oleh karena itu mari sungguh kita perkokoh dan kita perkuat serta kita amalkan persatuan sesama umat Islam, ukhuwah Islamiyah. Persatuan sesama sebangsa dan setanah air, ukhuwah wathoniah dan persatuan sesama umat manusia di dunia ciptaan Allah SWT, ukhuwah basyariah. Saya yakin kalau kita umat Islam menjadi pelopor atas persatuan itu maka masa depan kita akan lebih baik.

Allah SWT dengan berbagai firman yang kita fahami sungguh mencintai kedamaian, keadilan, persatuan umat dan kita semua. Rasulullah juga mencontohkan dalam perjalanan hidup dan kepemimpinan Beliau sebagaimana yang ditausiahkan oleh Habib Munsil Al Musawa tadi bahwa Rasulullah mengajak semua bersatu, melangkah bersama membangun peradaban dan kemajuan hari esok.

Yang terakhir Saudara-saudara, selaku yang sedang mengemban amanah saya mengajak Saudara-saudara semua umat Islam di Indonesia bahkan seluruh rakyat Indonesia untuk berjuang bersama membangun negeri ini agar makin ke depan makin maju, makin adil, makin aman, dan makin sejahtera. Tidakkah kita tahu bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib sebuah kaum kecuali kaum itu mengubah dirinya, mengubah bangsanya dan mengubah masa depannya.

Sangat jelas dan mari kita jalankan bersama. Tidak ada yang boleh berpangku tangan. Tidak ada yang boleh hanya melihat apalagi mengganggu apa yang kita laksanakan sekarang ini membangun masyarakat, membangun bangsa, meningkatkan kesejahteraan warganya demi masa depan kita yang lebih baik.

Itulah Saudara-saudara yang dapat saya sampaikan. Sekali lagi terima kasih dan penghargaan saya Habib, kepada seluruh jajaran. Sampaikan salam saya kepada semua jamaah yang tidak bisa hadir ditempat ini saya sungguh menyayangi Saudara sebagaimana kita semua menyayangi Allah SWT dan menyayangi Rasulullah SAW. Sekian Saudara-saudara

Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan