Pidato Presiden

Sambutan pada Presidential Lecture oleh Kofi Annan

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
ACARA ACARA
PRESIDENTIAL LECTURE OLEH KOFI ANNAN
ISTANA MERDEKA, 4 MARET 2010



Mr. Annan, allow me to speak in bahasa Indonesia.
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Saudara Wakil Presiden,
Yang Mulia Bapak Kofi Annan,
Para Menteri, para Anggota Dewan Pertimbangan Presiden,
Para Pimpinan Organisasi Pemerintahan,
Para Pimpinan Organisasi non pemerintahan,
Para Wartawan Senior,

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Alhamdulillah, hari ini kita kembali menyelenggarakan acara Presidential Lecture. Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat datang kepada Yang Mulia Bapak Kofi Annan. Selamat datang kembali ke Indonesia. Saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kesediaan Bapak Annan untuk memberikan lecture pada forum yang penting ini. Forum seperti ini, Presidential Lecture telah dihadiri oleh beberapa tokoh dunia, antara lain Bill Gates, Prince Charles, Muhammad Yunus dari Bangladesh, Kishore Mahbubani dan sejumlah tokoh yang Alhamdulillah memberikan ceramah di forum ini.

Saya senang karena Bapak Annan bisa berkunjung kembali ke Indonesia. Saya teringat sewaktu beliau menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, hadir memenuhi undangan saya, kurang lebih 10 hari setelah terjadi bencana tsunami. Dan kita menyelenggarakan Tsunami Summit di Jakarta, beliau dari datang dari New York untuk ikut membantu Indonesia di dalam mengatasi bencana waktu itu. Beliau kembali hadir pada saat kita menjadi tuan rumah bagi Konferensi Asia Afrika yang kedua, yang kita selenggarakan di Jakarta dan Bandung pada bulan Mei tahun 2005.

Saudara-saudara,
Hubungan saya dengan Bapak Kofi Annan sudah berlangsung sejak lama. Tahun 1995-1996 kami sama-sama bertugas di Bosnia. Beliau adalah mantan bos saya sebagai Head of the Mission atau lengkapnya di Special Representative of the Secretariat General of the United Nations dan saya sebagai komandan pengamat militer PBB waktu itu. Kemudian kami bertemu kembali dengan beliau, ketika Indonesia harus menghadiri Sidang Dewan Keamanan PBB berkaitan dengan permasalahan Timor Timur pada tahun 1999 dan tahun 2000. Dan tentu saja setelah saya menjadi Presiden, beberapa kali betemu beliau, memecahkan masalah-masalah global, terutama yang juga menyangkut kepentingan Indonesia.

Saudara-saudara,
Beliau menjabat sebagai Sekjen PBB selama 10 tahun, tahun 1997 sampai 2006. Kita ingat sewaktu memimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa, beliau menekankan dua agenda, yaitu revitalisasi PBB dan juga ingin membuat sistem internasional itu berjalan lebih efektif. Kita juga mencatat Bapak Annan, beliau memberikan perhatian yang sungguh-sungguh pada Hak Azasi Manusia, rule of Law, Millennium Development Goals, Climate Change, menangani communicable diseases, resolusi konflik di banyak tempat di dunia, counter terorism, termasuk atensi beliau yang luar biasa dalam misi-misi perdamaian dunia, peace keeping missions. Oleh karena itu, tepatlah kalau beliau mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian, dan tentu sesuatu yang sangat prestigious dan tepat disandang oleh beliau.

Bapak Kofi Annan, Indonesia sekarang ini berada dalam proses transformasi dan bukan hanya reformasi. Setelah kami mengalami krisis yang luar biasa, 10, 11 tahun yang lalu. Agenda nasional kami sekarang ini adalah melanjutkan pembangunan, development, utamanya pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan derajat hidup seluruh rakyat Indonesia.

Agenda yang kedua, kita ingin demokrasi yang ada di negeri ini makin matang dan tentunya membawa manfaat bagi seluruh rakyat. Tadi saya mengatakan pada Bapak Kofi Annan, bahwa freedom dan rule of law, dua-duanya sangat dipentingkan. Di masa lalu, Indonesia mengalami defisit freedom, barangkali terlalu banyak kontrol dan peraturan. Sekarang kami mengalami surplus freedom yang diperlukan adalah sambil menjaga kebebasan itu, membikin rule of law dan kepatuhan pada pranata sosial makin berakar. Dengan demikian, akan terjadi harmoni yang bagus dalam kehidupan demokrasi di waktu mendatang.

Sedangkan agenda yang ketiga, justice. Kami punya tekad Bapak Annan, bahwa pembangunan itu harus untuk semuanya, development for all yang tentu sangat didambakan oleh rakyat Indonesia. Indonesia sekarang ini dan ke depan akan terus menjaga dan meningkatkan peran internasionalnya, antara lain kami aktif di dalam kerjasama kawasan, ASEAN, ASEAN+, maupun APEC. Kami juga terus berkontribusi dalam pemeliharaan keamanan dan perdamaian dunia.

Kami juga menjadi bagian dari global economic cooperations, termasuk keberadaan kami di G-20. Indonesia aktif untuk betul-betul menjembatani perbedaan antar peradaban, untuk membangun harmoni among civilization. Kami juga sangat gigih untuk bersama-sama negara-negara lain menangani perubahan iklim dan pemanasan global, dan juga sebagai korban dari aksi-aksi terorisme Indonesia kerjasama dengan dunia, untuk menggalang kebersamaan memerangi ancaman terorisme.

Hadirin yang saya muliakan,
Topik ceramah yang akan dibawakan oleh Bapak Kofi Annan adalah “The Challanges for Leaders in Multipolar World”. Saya percaya dengan ketokohan beliau, dengan wawasan dan pengalaman beliau, beliau akan bisa mengedepankan isu atau topik yang sangat penting ini. Dan saya berharap kita bisa berinteraksi dengan beliau nanti. Dengan demikian, bisa menambah understanding kita, wawasan kita, outlook kita tentang berbagai isu yang ada di tingkat global.

Dengan pengantar ini, saya persilakan kepada Bapak Kofi Annan untuk memberikan ceramah beliau, saya persilakan. The floors is yours.

Thank you.

*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan