Pidato Presiden

Sambutan saat Penyampaian SPT Pajak Tahun 2009

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PENYAMPAIAN SPT PAJAK TAHUN 2009
KANTOR DITJEN PAJAK JAKARTA, 17 MARET 2010



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Saudara Wakil Presiden, para Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, Saudara Gubernur DKI Jakarta, Saudara Dirjen Pajak dan para Pejabat di jajaran Direktorat Jenderal Pajak yang saya cintai dan saya banggakan,

Alhamdulillah, hari ini kita dapat bersama-sama menghadiri satu acara yang penting, yaitu penyerahan SPT Tahunan yang baru saja kita laksanakan secara bersama. Saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk pertama-tama, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Saudari Menteri Keuangan, kepada Saudara Dirjen Pajak dengan semua jajaran yang telah bekerja keras untuk melaksanakan tugas negara, tugas konstitusi, yang menurut penilaian saya dapat dilaksanakan dengan baik.

Saya berharap ke depan tugas-tugas yang saudara emban terus dapat dijaga dan bahkan ditingkatkan lagi. Kita menyimak apa yang disampaikan oleh Menteri Keuangan tadi, tentang arti penting dari pajak, tentang peran pajak dalam pembiayaan pembangunan nasional. Oleh karena itu, saya ingin menggarisbawahi beberapa hal untuk saudara jalankan, kalau itu menyangkut kewajiban dan tugas Saudara. Tapi kalau itu menjadi tugas dan kewajiban pemerintah secara umum, mulai dari saya, Wakil Presiden, para Menteri dan semua pejabat pemerintahan juga wajib menjalankan dengan sebaik-baiknya.

Tiga hal menurut saya yang amat penting untuk kita pastikan terjadi atau berlangsung di negeri kita ini. Yang pertama adalah pelayanan terbaik yang dilaksanakan oleh seluruh petugas. Jajaran Direktorat Jenderal Pajak berikan pelayanan terbaik, itu tugas, itu kewajiban, itu amanah dan boleh dikatakan ibadah. Setelah Saudara memberikan pelayanan terbaik, maka faktor kedua adalah para wajib pajak wajib hukumnya untuk membayar pajak, kepatuhan atau compliance juga menjadi pilar dari berhasilnya sektor perpajakan di negeri kita.

Kita semua masyarakat luas, negara harus memastikan bahwa para wajib pajak wajib hukumnya sekali lagi, untuk memenuhi kewajibannya, apabila dua-duanya dari waktu ke waktu dapat kita tingkatkan, maka faktor ketiga atau yang tidak kalah pentingnya adalah pendayagunaan dan pengelolaan pajak itu. Harapan kita apa yang kita terima dari masyarakat luas dari wajib pajak kita kelola dan kita gunakan dengan sebaik-baiknya sampai pada tujuan dan sasaran yang tepat.

Dengan manajemen yang baik, dengan kebijakan yang memastikan, bahwa semua itu diperuntukkan bagi negara, termasuk dalam pembiayaan, baik pembangunan nasional maupun untuk membiayai fungsi pemerintahan secara umum. Tiga pilar inilah yang harus terus kita perkokoh, kita tegakkan dengan demikian dari tahun ke tahun kontribusi pajak bagi pendapatan negara makin meningkat.

Penerimaan negara yang baik, sebagaimana yang berlangsung di negara-negara maju memang harus berasal dari pajak bukan dibalik. Prosentasenya diharapkan ini kelaziman bagi satu administrasi pemerintahan di negara yang maju, yang menjalankan good governance dan manajemen pemerintahannya pun juga bisa dikelola dengan baik, itu berkirar 70 sampai 80%. Kalau kita sudah mencapai angka itu, berarti kita sudah mendekati rasio, prosentase, porsi yang diharapkan makin sehat dan sustainable.

Persoalannya adalah untuk ukuran Indonesia, dengan GDP yang ada sekarang ini, dengan income per kapita, dengan pendapatan masyarakat kita, dengan magnitude dari dunia usaha atau perekonomian secara nasional sekali lagi, berapa yang paling tepat? Di sinilah kunci dari sesungguhnya keberhasilan sebuah negara, bukan Direktorat Jenderal Pajak negara di dalam menyukseskan sektor perpajakan.

Tentunya logika kita mengatakan, manakala ekonomi terus tumbuh apalagi di atas 6%, sebagai indikasi bahwa kita memiliki high growth tentu pajaknya pun bertambah sebanding dengan pertumbuhan perekonomian itu. Makin tinggi daya beli masyarakat, makin tinggi pendapatan orang-seorang atau yang mudah kita sebut dengan income per kapita, maka manakala kepatuhan sudah berjalan dengan baik, maka porsi itu juga sebanding, dengan pertumbuhan perekonomian dan magnitude dari perekonomian negara.

Kita ingin Saudara-saudara, ekonomi kita terus tumbuh, GDP kita terus tumbuh dan income per kapita terus tumbuh dalam keadilan atau dalam distribusi yang makin adil dan merata. Itu konsep kita. Itu tujuan dan sasaran kita di dalam membangun bangsa ini.

Kalau sekarang APBN kita berkisar sekitar 1.000 triliun dan GDP kita 5.000 triliun, kita ingin 5 tahun lagi bisa kita 2 kalikan. Kalau GDP kita menjadi 10 triliun atau 1 triliun dolar Amerika Serikat kita punya GDP, APBN kita juga sebanding dengan itu bisa meningkat paling tidak 2 kalinya 2.000 triliun, makin banyak yang bisa kita lakukan untuk membangun negeri ini. Itu baru dari porsi pemerintah, dari kemampuan fiskal kita, dari government spending yang menjadi tugas pemerintah dalam APBN dan kemudian APBD-nya.

Tentu ada pergerakan lain, setara dengan peningkatan GDP yang bisa didedikasikan yang berkaitan langsung dengan peningkatan taraf hidup orang-seorang masyarakat kita. Tetapi kalau kita bisa meningkatkan APBN kita dari tahun ke tahun 2011, misalnya kita berharap ekonomi tumbuh 7%, APBN sekitar 2 kali lipat, maka kita bisa berbuat banyak lagi, bisa mengurangi kemiskinan, bisa mengingkatkan rakyat kecil, bisa menciptakan lapangan pekerjaan, bisa meningkatkan pendidikan, kesehatan, usaha mikro, infrastruktur, semua yang diperlukan oleh masyarakat kita.

Oleh karena itu, peran saudara sungguh penting. Pemerintah akan terus menyempurnakan aturan dan kebijakan, sistem dan manajemen, termasuk sisi-sisi lain yang mencerminkan tata pemerintahan yang baik, good governance. Tapi di selebihnya diperlukan ketangguhan, kegigihan, perjuangan dari semua petugas pajak untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Reformasi telah dan terus kita jalankan, termasuk reformasi di bidang perpajakan, hasilnya nyata. Oleh karena itu, mari kalau kita sudah meraih one succes story, kita raih lagi succes story berikutnya lagi, sehingga at the end of the day, ekonomi kita tumbuh pesat, penerimaan negara meningkat tajam dan lebih banyak lagi yang kita keluarkan untuk membiayai pembangunan, untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Ini yang ingin saya sampaikan kepada saudara. Dan pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk benar-benar menyukseskan upaya peningkatan penerimaan negara, upaya untuk meningkatkan penerimaan negara dari pajak. Saya menghimbau kepada semua wajib pajak patuhilah ketentuan konstitusi dan bayarlah pajak sesuai dengan perhitungan yang sebenarnya untuk bisa dibayar.

Wajib pajak yang berdisiplin dan memenuhi kewajibannya adalah pahlawan. Wajib pajak yang lalai mencederai dan mengkhianati rakyat kita, karena mereka ingin mendapatkan peningkatan dan peningkatan kenaikan dari taraf hidupnya. Marilah kita bangun peradaban yang baik di negeri ini, kehidupan yang mulia di negeri tercinta ini dengan antara lain membikin pemerintahan kita makin bersih, makin transparan, makin responsif, makin akuntabel dan warga bangsa patuh untuk menjalankan kewajibannya demi kepentingan bersama dan kepentingan umum.

Itulah yang ingin saya sampaikan dan kepada Saudara Jaya Suprana, saya mengucapkan terima kasih. Bapak peduli betul pada sektor yang amat penting ini, semoga memberikan motivasi, mendorong tekad dan semangat para petugas pajak untuk berbuat lebih baik lagi di waktu yang akan datang.

Demikianlah, selamat bertugas Saudara-saudara, Teman-teman pejuang pajak, marilah kita berbuat yang terbaik untuk rakyat kita, untuk bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai.

Sekian, selamat bertugas.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan