Pidato Presiden

Dilaog dengan Para Peternak Kambing Ettawa

 

TRANSKRIPSI
DIALOG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DENGAN PARA PETERNAK KAMBING ETTAWA
DESA KARANGSONO, KECAMATAN NGUNUT,
KABUPATEN TULUNGAGUNG
PROVINSI JAWA TIMUR
31 MARET 2010



Assalamu’alaikum waramatullahi wabarakatuh,

Yang terhormat Presiden Republik Indonesia, Bapak DR. Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negara, Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan seluruh rombongan,
Bapak Gubernur beserta Ibu, para Muspida Provinsi dan Muspida Kabupaten, seluruh hadirin, para Peternak yang saya banggakan dan cintai,

Pertama, marilah kita panjatkan syukur kehadiran Allah SWT, karena pagi hari ini kita diberikan rahmat, nikmat, panjang umur manfaat, bisa bersama-sama berkumpul dengan Bapak Presiden kita yang tercinta di lokasi ternak kambing ettawa.

Ibu, Bapak sekalian, yang terhomat Bapak Presiden yang kami hormati, perlu kami sampaikan bahwa ini di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, ada 19 Kecamatan dengan luas sekitar 1.150,4 KM2, penduduknya 1,030 ribu jiwa, 1.030.956 jiwa, dan pertumbuhan ekonomi mencapai 9,0%, kemiskinan sebanyak 15,47%, untuk pengangguran sekitar 9,06%. Tentunya ini semua ada penurunan, baik kemiskinan maupun pengangguran, karena ada program-program pemerintah pusat, baik pemerintah provinsi yang ada Kabupaten Tulungagung, salah satunya adalah Kredit Usaha Rakyat, PNPM Mandiri dan lain sebagainya.
Di sini Bapak adalah bahwa di depan Bapak ini adalah para peternak kambing ettawa dari Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan beserta Bupati Blitar dan peternak. Tentunya kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak. Dan Insya Allah pada pagi hari ini, para peternak ini ingin bertatap muka dan berdialog, semoga bapak berkenan memberikan wawasan, memberikan wejangan untuk para peternak dan memberikan waktu untuk bertatap muka. Ini yang perlu saya sampaikan, mohon maaf.
Wasalamu’alaikum waramatulahi wabarakatuh.

Sebelum kami nanti berdialog Bapak, ada lima penanya yang di bagi 3 session. terima kasih.

Yang pertama mungkin dari Kabupaten Blitar.

Presiden Republik Indonesia
Silakan Pak, monggo.

Sdr. Darulin, Kelompok Tani Ettawa Jaya
Assalamu’alaikum waramatulahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Wa’alaikumussalam.

Sdr. Darulin, Kelompok Tani Ettawa Jaya
Nama Darulin dari Kelompok Tani Ettawa Jaya, Desa Maliran, Kecamatan Togok, Kabupaten Blitar, tergabung dalam Asosiasi Kelompok Ternak Ettawa Patriat Besar.

Yang kami tanyakan, bagaimana solusinya peternak kambing itu untuk berkembang, karena kami peternak kambing orang-orang kecil yang tidak punya modal. Sedangkan kami ingin pinjam modal di bank, kami ditolak karena katanya kredit itu tidak untuk peternak kambing, hanya untuk peternak sapi. Mohon solusinya.
Wassalamu’alaikum waramatulahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih.

Sdr. Budi Utomo, Ketua Asosiasi Dongko Perkasa
Assalamu’alaikum waramatulahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Wa’alaikumussalam.

Sdr. Budi Utomo, Ketua Asosiasi Dongko Perkasa
Kami, nama Budi Utomo dari Ketua Asosiasi Dongko Perkasa. Kami mewakili semua kelompok tani Ettawa, semua kelompok ternak kambing etawa yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Yang terhormat Bapak Presiden beserta Ibu Negara yang kami hormati. Yang perlu kami sampaikan, yang pertama ini kaitannya dengan utamanya perkembangan kambing Ettawa yang ada di Trenggalek yang sekarang mungkin sudah sedikit banyak berubah ke arah susu. Namun, pak saat ini, petani ini masih agak takut di dalam mengembangkan susu, karena belum atau belum ada mungkin pasar yang menjanjikan atau mungkin ini harapan kami kepada yang terhormat Bapak Presiden, mungkin dari luar yang ingin mau menangani kaitan dengan adanya susu kambing ettawa ini. Mungkin kalau di Korea ini ada ginseng, mungkin di Indonesia ini mungkin bisa diangkat dari susu kambing Ettawa, yang pertama.

Yang kedua, pak, karena kambing-kambing Ettawa ini semakin lama juga populasinya ada perkembangan, namun karena para petani ini kelihatannya kekurangan modal, ini sedapat mungkin atau kami mohon kalau bisa ini ada hibah kepada petani. Yang ini saya yakin dengan adanya hibah dari bapak atau mungkin dari pemerintah ini akan lebih menumbuhkembangkan bagaimana kambing Ettawa ini bisa berkembang dengan bagus dan juga bisa untuk nangani mungkin masalah susu.

Disamping itu pemikiran kami ke depan bapak-bapak, kambing-kambing yang sudah tua ini juga, kan juga hanya dapat diambil dagingnya. Lah ini seandainya daging-daging nanti bisa diolah, diawetkan inikan juga lebih bagus. Ini juga mohon kepada bapak, keluhan-keluhan kami saya kira tiga masalah ini yang Insya Allah, apabila ini ada uluran tangan dari pemerintah, baik itu pembinaan maupun permodalan Insya Allah kambing PE-nya akan berkembang dengan baik dan berkembang dengan pesat, sehingga ekonomi masyarakat ini akan bisa tertopang dari kambing tersebut. Disamping itu juga banyak dampak lingkungannya, pak, kaitannya dengan kambing PE ini otomatis warga masyarakat ini juga penghijauannya juga berkembang dengan bagus.

Saya kira ini, Pak. Terima kasih, mohon maaf ada yang kurang.
Wassalamu’alaikum waramatulahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Wa’alaikumussalam.

Bupati Tulungagung
Mungkin dua dulu Bapak.

Presiden Republik Indonesia
Lebih baik bapak, saya dengar lima-limanya saja. Inggih, masing-masing kabupaten yang ingin menyampaikan pandangan atau saran, saya persilakan. Nanti terakhir saya respon.


Sdr. Misno, Peternak Kambing Ettawa Ponorogo
Assalamu’alaikum waramatulahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Wa’alaikumussalam.

Sdr. Misno, Peternak Kambing Ettawa Ponorogo
Terima kasih Bapak Presiden beserta bapak-bapak, ibu-ibu sekalian yang kami hormati. Nama saya Misno dari Kelompok Peternak Kambing Peranakan Ettawa Desa Kuntil, Kecamatan Blungkal, Kabupatan Ponorogo. Ini didalam mengembangkan kambing PE di desa kami atau kelompok kami khususnya dan masyarakat Ponorogo pada umumnya mengalami kesulitan modal. Untuk itu, kami mohon dengan hormat kepada Bapak Presiden untuk arahan atau petunjuk, atau solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Sekian, terima kasih. Ada kekurangannya mohon maaf. Akhirnya, Assalamu’alaikum waramatulahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Wa’alaikumussalam.

Sdr. Alif Sukatno, Peternak Kambing Ettawa Pacitan
Assalamu’alaikum waramatulahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Wa’alaikumussalam.

Sdr. Alif Sukatno, Peternak Kambing Ettawa Pacitan
Nama saya Alif Sukatno, pak dari wakil peternak kambing Ettawa dari Kabupaten Pacitan, Kecamatan Tegal Longgo. Yang perlu kami tanyakan kepada bapak, ini untuk Pacitan saat ini adalah marak-maraknya atau dikembangkan kambing Ettawa, Pak. Dan selama ini, ini sudah ada tapi popularitasnya sangat terbatas. Dan andalan untuk Kapubaten Pacitan karena daerahnya itu daerah tropis, pak ya, daerah agraris, maka di lain sektor pertanian juga perlu dikembangkan juga sektor peternakan. Untuk itu, mungkin sama Pacitan dengan daerah yang lain, himbauan kami kepada bapak adalah masalah permodalan. Permodalan tersebut saya sangat cenderung dan saya mengikuti langkah Tulungagung, alangkah baiknya kalau itu sifatnya hibah begitu, pak. Terima kasih, pak. Wassalamu’alaikum waramatulahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Wa’alaikumussalam.

Sdr. H. Sapuan, Ketua Kelompok Sangkler Group Karangsono
Assalamu’alaikum.
Nama kami H. Sapuan dari Ketua Kelompok Sangkler Group Karangsono, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung perlu dalam kesempatan ini, saya sampaikan bahwa walaupun Kelompok Sangkler Group telah mendapatkan nilai Juara 1 Nasional, namun belum merasa puas, pak.

Walaupun di dalam usahanya kelompok ini sudah mulai dari pembibitan dan usaha lain, yaitu pembuatan pupuk organik, pemerahan susu, namun seperti yang kami laksanakan pembuatan pupuk organik yang telah dibuat oleh Kelompok Sangkler Group ini dan telah dipakai untuk menanam padi. Jadi ini belum semuanya mau memakai, karena masih dengan peralatan manual, dengan cangkul katanya, masih penak kolo kanjang begitu.

Maka dari itu untuk supaya usaha Kelompok Sangkler Group di dalam pembuatan pupuk organik ini bisa digemari oleh masyarakat, minta solusinya, pak. Yang katanya dibuat nanam padi ini ada contohnya di sana, itu lebih baik ada contohnya yang hanya memakai pupuk kimia dan ada yang memakai pupuk organik, dan 25% dari pupuk kimia dan sudah ada contoh 4 kali ini sudah hanya memakai pupuk organik saja.

Kiranya sekian dulu. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia
Wa’alaikumussalam.
Baik. Silakan lenggah Pak Bupati.

Bismillahirrahamirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Para menteri, pak gubernur, para bupati, saudara-saudara yang berusaha di bidang peternakan kambing Ettawa yang saya cintai dan saya banggakan, alhamdulillah, hari ini kita dapat ber-silaturrahim di tempat ini untuk bersama-sama memajukan usaha peternakan kambing Ettawa sebagai bagian dari upaya untuk memajukan perekonomian rakyat.

Sebelum saya menjawab atau merespon 5 usulan kepada saya tadi, terlebih dahulu saya ingin menyampaikan, mengapa saya beserta para menteri kali ini berkunjung ke Jawa Timur, utamanya di kawasan Selatan, lebih khusus lagi mulai dari Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo dan Pacitan. Tiada lain adalah agar kawasan ini juga memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang juga terjadi di kawasan lain.

Kita tahu bahwa kawasan ini, utamanya bagian Selatan, termasuk Selatan Jawa Tengah dan Selatan Jawa barat, itu memiliki kesulitan medan. Misalnya sulit air ataupun kesulitan-kesulitan lain. Oleh karena itu, pemerintah pusat, pemerintah provinsi berkewajiban untuk membantu, mendorong, agar pembangunan di kawasan Selatan ini berjalan dengan baik. Ini kewajiban dan tugas kami semua.

Saudara-saudara,
Saya ingin mengingatkan lagi, bangsa kita ini masih terus membangun sejak Presiden pertama kita, Bung Karno kemudian Pak Harto, kemudian Pak Habibie, Gus Dur, Ibu Megawati, saya dan nanti Presiden-presiden berikutnya lagi terus berkewajiban untuk memimpin pembangunan bangsa. Membangun bangsa tidak seperti membalik telapak tangan, selalu ada kemajuan, tetapi ternyata masih banyak lagi yang harus kita lakukan, agar bangsa ini maju lebih baik lagi. Begitu hakekat pembangunan. Demikian juga di kabupaten, di kota, di provinsi sama saja.

Rasanya pak bupati, pak walikota, pak gubernur sudah bekerja siang dan malam, kok selalu ada kekurangannya, kok masih ada pekerjaan rumah, memang begitu pembangunan itu. Rakyat harus tahu, demikian juga secara nasional, negara-negara lain juga begitu, jangan dikira setahun membangun terus rakyatnya makmur semuanya, tidak. Tetapi percayalah bahwa kalau kita bekerja bersama-sama seperti ini, pasti ada yang kita lakukan dan itu tanda-tandanya pembangunan terus menunjukkan hasilnya.

Yang kita tuju pembangunan itu apa? Tiada lain agar rakyat kita, kita semua makin sejahtera, itu saja. Rakyat dikatakan makin sejahtera, manakala cukup pangan, tidak lapar, cukup sandang, ada rumah, tentunya yang belum punya suatu saat punya, pendidikan bisa berjalan baik, kesehatan pun demikan, lingkungannya baik, rakyatnya merasa aman, tidak diganggu oleh penjahat-penjahat dan sebagainya. Itulah sesungguhnya hakekat pembangunan.

Untuk membangun itu ada dua poros utama. Pertama adalah dengan membangun ekonomi. Kalau ekonominya tumbuh, maka penerimaan negara meningkat. Kalau penerimaan negara meningkat, anggaran negara, apakah APBN, APBD juga meningkat. Kalau itu meningkat semuanya, bisa diarahkan membantu berbagai sektor, membantu pendidikan, membantu kesehatan, membantu koperasi dan UKM, membangun infrastruktur dan sebagainya. Itu yang pertama, ekonomi yang langsung masuk ke anggaran negara dan digunakan membiayai pembangunan.

Jalur kedua, masih tetap ekonomi sebetulnya, tetapi dengan usaha-usaha seperti yang bapak-bapak lakukan ini, maka ekonomi lokal tumbuh, pengangguran berkurang, kemiskinan berkurang, pendapatan rumah tangga-rumah tangga makin meningkat. Contohnya peternakan kambing Ettawa dan sejumlah usaha. Jadi ini harus berjalan pararel, tidak boleh hanya menggantungkan bantuan pemerintah, tetapi kita dorong ekonomi-ekonomi lokal semuanya terus bergerak, semuanya terus berkembang.

Dan kalau dua-duanya berjalan dengan baik, insya Allah, dengan ridho Allah SWT, kemiskinan mesti makin berkurang, pengangguran pun berkurang, pendapatan rumah tangga-rumah tangga akan meningkat. Sehingga kami datang ke sini bersama para menteri untuk memastikan dari sisi pemerintah apalagi yang mesti kita bantu, yang mesti kita dorong, yang mesti kita katakanlah pecahkan masalahnya dari pemerintah, kami.

Saya justru ingin mendengar tadi dari segi ekonomi lokal itu seperti apa. Saya sejak datang tadi mendapatkan briefing terus sampai di tempat ini nampaknya juga terus bergerak. Kalau ini berlangsung terus bulan demi bulan, tahun demi tahun, ada masalah dipecahkan, usahanya berhasil, bantuan pemerintah juga dilakukan, maka akhirnya perekonomian rakyat itu sungguh bergerak. Dan kalau perekonomiannya bergerak, rakyat akan mendapatkan peningkatan kesejahteraan. Ini dulu yang mesti kita pahami.

Yang kedua mengapa ternak? Mengapa daging? Begini, ini Menteri Pertanian juga bersama saya. Lima tahun yang lalu kita semua melakukan revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan. Hasilnya apa? Alhamdullilah, setelah dulu tahun 1985 kita pernah berswasembada beras, setelah itu tidak bisa lagi. Tahun 2008 kemaren, kita kembali berswasembada beras. Ini kerja keras semua seluruh Indonesia. Kita juga sudah berswasembada jagung. Gula konsumsi sudah cukup, tapi keseluruhan gula belum cukup. Lantas daging sapi belum cukup. Kedelai belum cukup.

Kembali daging, kita ingin bukan hanya daging sapi secara nasional yang akan kita galakan ke depan ini, tapi termasuk daging kambing dan unggas. Mengapa? Daging itu sumber gizi yang baik. Padahal sebuah bangsa akan maju, kalau sehat jasmani dan rohani. Bangsa yang unggul manusianya, pasti akan maju. Oleh karena itulah, menjadi kewajiban kita memperbaiki gizi, memperbaiki asupan pangan, dengan komposisi yang baik. Oleh karena itulah, kita tidak boleh hanya menunggu sampai daging sapi cukup, tetapi daging kambing pun kita dorong bersama-sama daging unggas. Dengan demikian, insya Allah akan lebih baik lagi gizi bangsa kita, sehingga sangat-sangat penting.

Dengan peninjauan ini, kembali ke Jakarta, saya akan merumuskan kebijakan seperti apa. Program seperti apa untuk mendorong, meningkatkan lebih maju lagi peternakan kambing Ettawa ini bersama-sama dengan peternakan yang lain. Itu akan menjadi tekad kita dan Insya Allah nanti akan masuk APBN. Kita keluarkan anggaran untuk betul-betul mendorong pengembangbiakan peternakan kambing seluruh Indonesia.

Dengan demikian, sasaran kita untuk betul-betul membikin gizi masyarakat kita makin baik, itu bisa tercapai. Ini hal kedua yang ingin saya sampaikan. Jadi bukan asal-asalan, bukan sekedar datang berkunjung, tapi ada tujuan yang maha besar, sambil bertemu langsung dengan saudara-saudara, sambil mendengarkan tadi permasalahan yang dihadapi oleh para peternak kambing ettawa maupun komunitas, maupun usaha di bidang peternakan ini.

Dengan dua penjelasan itu, maka merespon pertanyaan saudara semua tadi, pertama-tama di sini para menteri, saya instruksikan nanti. Bagi yang tidak hadir, ada Menteri Pertanian, ada Menteri Negara BUMN, Menko Kesra juga ada di sini, kemudian Pak Fadel masih ada. Menteri Kelautan Perikanan juga sudah saya tugasi tadi malam, Mendagri di sini semua. Kita ingin rumuskan segera di Jakarta nanti, langkah-langkah apa dari secara nasional untuk meningkatkan, apa namanya, keberhasilan peternakan kambing Ettawa ini secara nasional. Itu yang pertama.

Yang kedua, pak gubernur, pak bupati, saya barharap juga dengan mendengar semuanya tadi, apa yang direncanakan oleh pemerintah kabupaten, kota dan provinsi, agar kita sikronisasikan nanti dengan program dari pemerintah pusat. Dengan demikian, akan klop, tidak tumpang tindih, tidak ada yang lowong, sehingga usaha ini bisa berjalan dengan lebih baik lagi.

Yang ketiga, modal. Modal ini memang konsepnya tentu yang berjalan adalah kredit usaha, baik yang konvensional maupun Kredit Usaha Rakyat dengan kemudahan-kemudahan tertentu. Kami akan dorong agar Kredit Usaha Rakyat yang agunannya dijaminkan pemerintah itu mengalir lebih baik lagi, lebih banyak lagi ke peternakan.

Yang keempat, andaikata ada bantuan hibah, itu dalam batas tertentu, sebab yang kami bantu ini seluruh rakyat Indonesia, seluruh profesi. Nanti kalau hanya peternak kambing Ettawa yang dikasih hibah, yang lain tidak dikasih bisa dibayangkan, padahal pemimpin harus adil. Namun saya sudah berbicara dengan Meneg BUMN, Badan-badan Usaha Milik Negara itu ada namanya CSR, itu semacam bantuan dana kepada komunitas-komunitas, yaitu bisa hibah sifatnya dari Corporate Social Responsibility, namanya seperti itu. Tapi tentunya akan dilihat berapa jumlahnya, Insya Allah, itu ada juga format untuk memberikan bantuan langsung kepada peternakan kambing Ettawa ini.

Jadi dua-duanya akan kita tempuh, ada yang kredit, jadi Kredit Usaha Rakyat maupun bantuan-bantuan langsung seperti itu, non kredit. Bapak mengatakan hibah dalam batas tertentu, yang Insya Allah nanti akan kita pikirkan pemberiannya. Saya kira dua ini dari segi permodalan harapan saya bisa membantu meringankan beban Saudara.

Yang kedua, tentang pemasaran. Yang lebih tahu pasar-pasar lokal adalah komunitas dari bapak, ibu sendiri. Pak bupati, pak gubernur, kalau ada saran kepada pemerintah pusat bagaimana bisa ada pemasaran misalkan susu kambing Ettawa tadi, kami akan dorong. Jadi sebenarnya kalau berbicara bagaimana peternakan ini baik, produktif, kalau ada penyakit segera kita atasi, bagaimana pakannya baik, solusinya yang tahu bapak semua, bukan saya.

Tapi kalau solusi bagaimana kebijakan nasional, program nasional, agar peternakan kambing ettawa ini maju, saya yang mencarikan solusinya. Jadi bapak tentu lebih tahu dibandingkan saya bagaimana si kambing yang saya lihat tadi, dengan perawatan tertentu, dengan makanan tertentu makin produktif di masa yang akan datang. Oleh karena itulah, mari kita satukan solusi dari segi Bapak seperti apa, solusi dari segi pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun tingkat nasional juga seperti apa. Itu yang kedua.

Yang ketiga, saya belum mejanjikan, tetapi Insya Allah dalam APBN tahun 2011 mendatang, tahun depan akan kita alokasikan anggaran untuk sekali lagi, meningkatkan keberhasilan dari peternakan kambing ettawa ini. Ini karena mengingat tujuannya yang baik tadi, meningkatkan supply atau kecukupanlah daging, baik daging sapi, daging kambing, daging ayam untuk kepentingan makanan rakyat kita.

Itu yang saya respon dari lima pertanyaan yang tadi itu. Dan saya berharap nanti pak gubernur dengan para bupati yang mengembangkan peternakan ini bertemu di Jakarta dengan menteri terkait. Rumuskan di situ, kemudian laporkan hasilnya kepada saya hasilnya, apa saja yang bisa kita lakukan untuk kepentingan rakyat kita.

Dan pesan saya, jagalah kebersihan. Saya kalau berkunjung ke tempat ini senang, hijau, bersih, kemudian kelihatan masyarakatnya dinamis. Saya pikir itulah ciri-ciri masarakat yang baik, good society. Masyarakat yang tidak pernah lupa beribadah, masyarakat yang rukun satu sama lain, masyarakat yang sregep, rajin bekerja, masyarakat yang menjaga lingkungannya dengan baik, masyarakat yang mendorong putra-putrinya bersekolah. Masyarakat yang mengetahui bahwa negara juga memberikan bantuan-bantuan dan bantuan itu digunakan dengan sebaik-baiknya. Saya kira kalau masyarakat di seluruh Indonesia seperti ini, Insya Allah negara kita ya betul-betul akan makin maju dan makin sejahtera.

Pak Menteri Pertanian, saya berikan kesempatan, tolong dijelaskan sekali lagi. Ini ada scheme sebagian sudah saya jelaskan, sebagian silakan Pak Suswono monggo, supaya para peternak kita mendengar langsung dari Pak Menteri Pertanian.

Menteri Pertanian
Terima kasih Bapak Persiden. Jadi ada beberapa tadi yang disampaikan Bapak Presiden soal ada scheme kredit. Yang pertama adalah KKP, yaitu Kredit Ketahanan Pangan dan Energi, itu bisa dimanfaatkan dan bunganya hanya 6%, ya jadi bisa mengajukan. Kalau nanti dipersulit, tolong sampaikan saja nanti ke Kementerian Pertanian, kalau masih ada hambatan di lapangan.

Yang kedua adalah tadi yang disampaikan Bapak Presiden, KUR. Jadi kalau pinjam sampai 5 juta itu tanpa agunan, ya tanpa agunan. Itu bisa langsung di BRI bisa. Lalu kalau di atas 5 juta, itu dijamin anggunannya oleh pemerintah 70%. Jadi agunannya hanya 30% dari yang dipinjam, ya itu dari KUR. Cuma memang bunganya 22%. Tapi daripada ke renternirkan masih lebih murah ya.

Yang ketiga, ada program namanya PUAP ya. Jadi Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan. Itu setiap tahun kabupaten itu mendapatkan minimal 8 desa maksimal 35 desa, satu desa kelompok tani itu atau kelompok peternak nanti tentunya, itu 100 juta, ya itu dikelola langsung ya. Jadi peternak yang menjadi anggota bisa meminjam dana dari 100 juta itu untuk agribisnis pedesaan dan di antaranya tentu ternak ya. Ini yang bisa dimanfaatkan.

Jadi nanti pak bupati biasanya lalu mengajukan nanti desa mana-mana saja. Kalau nanti misalnya di sini yang prioritas nanti untuk kambingnya nanti desa-desa yang pusat-pusat kambing peranakan Ettawa ini misalnya mau dikembangkan, itu bisa mengajukan. Saya kira itu, Pak Presiden.

Presiden Republik Indonesia
Terima kasih Menteri Pertanian. Dan nanti pak gubernur tanggal 19 sampai 21, kita akan rapat kerja lagi para gubernur, para menteri, pimpinan BUMN dan para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian. Salah satu yang kita bahas masalah ini, sehingga nanti diakurkan dengan para bupati, sehingga pada saat membahasnya konkret, tuntas dan ada solusinya, sebagaimana yang diharapkan tadi.

Dan pada kesempatan ini, saya ingin membantu agar lebih sukses lagi. Pemerintah akan menyerahkan masing-masing kabupaten 30 pejantan ya Ettawa untuk digunakan dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan ini pancingan bagi bantuan nanti yang lebih baik lagi ya. Silakan digunakan untuk apa yang lebih tahu ahlinya beliau-beliau, saya kurang ahli di situ.

Sampaikan salam saya kepada semua saudara-saudara kita yang berusaha ini yang ada di kediaman tidak bisa hadir di sini. Sampaikan salam saya untuk keluarga yang di rumah, putra-putrinya dengan harapan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi kita semua, dituntun perjalanan kita dan Insya Allah masa depan kita menjadi lebih baik.

Terima kasih Saudara-saudara.
Wasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan