Pidato Presiden

Pandangan dan Tanggapan mengenai Presidential Lecture oleh Prof. David T. Ellwood

 

TRANSKRIPSI
PANDANGAN DAN TANGGAPAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI PRESIDENTIAL LECTURE OLEH PROF. DAVID T. ELLWOOD
DENGAN TEMA
“CREATING JOB, REDUCING POVERTY, AND IMPROVING THE WELFARE OF THE PEOPLE: ACTING IN TIME ON HARD PROBLEMS”
DI ISTANA NEGARA, JAKARTA
TANGGAL 15 SEPTEMBER 2010



Saya ingin menyampaikan pandangan dan komentar singkat terhadap apa yang disampaikan oleh Profesor Ellwood dan juga komentar dari saudara-saudara sekalian.

Saya berpikir, Profesor, kalau berbicara tentang grand strategy, tentang pembangunan di negara berkembang ataupun pembangunan ekonomi, maka saya harus mengatakan sustainable development, sustainable economic development. Saya kira untuk abad ke-21 itu yang harus diperhatikan oleh siapapun yang membangun ekonominya.

Yang kedua, saya tertarik beberapa subjects, beberapa poin yang disampaikan oleh Profesor Ellwood dan sekaligus tanggapan atau respon dari yang hadir pada Presidential Lecture hari ini. Saya senang bahwa meskipun ekonomi itu adalah a complex issue, tidak bisa hitam-putih, tidak sesederhana yang kita pikirkan, it’s very, very complex, tetapi ada elemen-elemen yang penting yang menurut saya sangat relevan bagi negara berkembang, seperti pentingnya growth, pentingnya job, pentingnya pengurangan kemiskinan, tanpa pencapaian semua itu harus mengabaikan kelestarian lingkungan.

Saya tertarik dan saya pikir-pikir barangkali menginspirasi saya dan kita semua yang ada di negeri ini, bahwa di samping kita terus bergulat untuk mengurangi kemiskinan dengan berbagai cara, baik itu yang follow market rules, market mechanism maupun yang tidak, yang dengan tangan-tangan pemerintah, karena kita juga sering menghadapi yang disebut market failure. Artinya semua kita padukan dengan tujuan kemiskinan di Indonesia secara sistematis terus berkurang.

Yang ingin saya sampaikan, yang saya maksudkan, saya tertarik dengan yang disampaikan oleh Profesor Ellwood tadi adalah ya kalau kita ingin mengurangi kemiskinan. Sumbernya income mereka yang pas-pasan, penghasilan atau pendapatan mereka yang pas-pasan, tidak bisa in the long run masih harus terus kita berikan apakah bantuan cash, apakah subsidi dan lain-lain meskipun jangka pendek, dan pada mereka yang sangat memerlukan itu tentu tidak bisa diabaikan, tetapi semacam a work-and-pay-oriented strategy. Saya kira itu juga perlu kita pikirkan.

Sesungguhnya tidak bertentangan dengan yang kita gagas, apakah pembangunan ekonomi yang pro growth, pro job and pro poor dan pro environment sekarang ini, tapi pada tataran yang sifatnya operasional tentu kita harus memikirkan bagaimana sesungguhnya. Makin banyak yang mendapatkan lapangan pekerjaan dan kemudian pekerjaan itu mendapatkan penghasilan yang makin baik.

Saya harus mengatakan misalnya a more-jobs-and-better-pay strategy. Mungkin ini juga menginspirasi kita bagaimana ekonomi itu kita kelola seperti itu. Namun, kalau Profesor Ellwood mengatakan the skills, saya juga melihat di negeri kita misalkan saudara-saudara, banyak saudara-saudara kita yang tentu harus kita berikan the capacity. Entah education, entah health care dan sebagainya, supaya dia juga bisa mendapatkan lapangan pekerjaan, dia punya capital, dia punya capacity.

Manakala job itu tersedia, dengan skills dan knowledge dengan apapun dia bisa bekerja dan kemudian job didapat, penghasilan yang baik juga dia dapatkan. Saya kira kalau kita bicara di situ tentu tidak ada perbedaan yang mendasar.

Tentang growth, Profesor, saya ingin share. Di berbagai pertemuan G20 yang saya ikuti, sudah 4 kali kami bertemu, di forum APEC juga sudah berkali-kali, itu memang sekarang sedang diistilahkan strong, balanced and suistainable global growth. Saya kira bagus sebagai koreksi terjadinya imbalanced growth yang akhirnya kemarin terjadilah krisis atau resesi perekonomian global.

Pada tingkat domestik, saya harus memaknai kalau global strong, balanced and suistainable growth, tapi kami ada isu sosial, isu keadilan yang harus kami jaga, sehingga kami harus bicara inclusive growth, tentu strong and equitable growth. Ini pengalaman yang saya hadapi, memimpin negeri 6 tahun ini, aspek-aspek sosial juga kita integrasikan untuk mencapai tujuan-tujuan ekonomi yang in the end adalah to improve the welfare of the people. Saya kira pada tingkat itu, kita juga memiliki pengertian-pengertian yang sama.

Itu saja yang menjadi komentar saya tapi yang jelas dengan saudara-saudara, kita mendengarkan pandangan Profesor Ellwood, kita pernah mendengarkan pandangan Muhammad Yunus tentang apa istilah beliau itu, micro credit, micro economy, micro finance, tujuannya to reduce poverty. Jadi saya kira banyak pandangan yang bisa kita dengarkan, kita kaji untuk membandingkan dengan pilihan kita sendiri, dengan strategi dan kebijakan kita sendiri, karena tentu bagus kalau kita saling sharing ideas and sharing experiences di antara kita semua.

Itu saja komentar saya, sekali lagi terima kasih kepada Profesor Ellwood, dan mari kita berikan tepuk tangan yang paling meriah.

*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan