Pidato Presiden

Sambutan Presiden RI pada Acara Peresmian Pembukaan Pekan Raya Jakarta

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA PERESMIAN PEMBUKAAN PEKAN RAYA JAKARTA (PRJ)
DI GEDUNG JAKARTA INTERNATIONAL EXPO, JAKARTA
TANGGAL 9 JUNI 2011



Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati para pimpinan lembaga-lembaga negara,
Para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II,
Yang mulia para duta besar dan pimpinan organisasi internasional,
Saudara Gubernur DKI Jakarta,
Pimpinan dan manajemen Jakarta International Expo, yang juga ketua panitia Pekan Raya Jakarta 2011,
Yang saya muliakan para pemuka agama, para tokoh masyarakat, para pimpinan dunia usaha, baik usaha milik negara maupun usaha swasta,
Para peserta pameran,
Hadirin sekalian yang saya muliakan,

Malam ini kita bersyukur karena pada bulan Juni ini ada dua peristiwa yang penting. Pertama adalah hari ulang tahun Jakarta yang kita cintai, yang berusia hampir lima abad, tepatnya ulang tahun yang ke-484. Yang kedua, yang juga ditunggu-tunggu oleh masyarakat adalah dilangsungkannya kembali Pekan Raya Jakarta yang ke-44 pada tahun 2011 ini. Semoga kedua kegiatan utama ini membawa kebaikan, menyemarakkan Kota Jakarta, dan pada gilirannya bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.

Saya menyimak dan mendengarkan secara seksama apa yang disampaikan oleh Ibu Hartati Murdaya tadi, pimpinan Pekan Raya Jakarta, dan kemudian juga apa yang disampaikan oleh Saudara Gubernur DKI Jakarta, Bapak Fauzi Bowo. Saya ingin menggarisbawahi bahwa Pekan Raya Jakarta memang kenyataannya memang memiliki progress yang amat baik.

Saya punya catatan: tahun 2005, pengunjungnya dulu baru 1,5 juta. Tahun lalu, 2010, berarti lima tahun kemudian pengunjungnya sudah menjadi 3,5 juta. Peserta pameran tahun 2005 berjumlah 1.721. Lima tahun kemudian atau tahun lalu, jumlahnya menjadi 2.850, sedangkan omset penjualan dari Pekan Raya Jakarta ini dalam kurun waktu lima tahun juga memiliki kenaikan yang signifikan, dari 477 miliar atau hampir setengah triliun tahun 2005, tahun lalu sudah meningkat menjadi 3,1 triliun. Kita boleh memberikan applause atas keberhasilan penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta ini.

Saudara-saudara,
Saya ingin mengimbau kepada warga Jakarta atau pengunjung pameran yang memiliki kemampuan, yang memiliki kemampuan finansial yang tinggi, berbelanjalah karena dengan berbelanja ekonomi akan bergerak. Kalau ekonomi bergerak, pajak yang diterima oleh negara makin tinggi. Kalau pajak makin tinggi, penerimaan negara makin besar. Kalau penerimaan negara makin besar, makin banyak yang kita gunakan untuk membiayai pembangunan, membantu rakyat kita, apakah pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, pengurangan kemiskinan, dan lain-lain.

Kalau ekonomi bergerak, dunia usaha juga tumbuh, maka lapangan pekerjaan akan terserap, dan tidak akan terjadi gelombang PHK. Oleh karena itu, yang benar-benar bisa berbelanja, spending, sesuai dengan yang diperlukan, berbelanjalah.

Bagi yang juga memiliki kemampuan finansial yang tinggi, janganlah uang itu ibaratnya disimpan di bawah bantal. Tapi investasikan. Dengan diinvestasikan, maka sekali lagi akan terjadi pergerakan ekonomi. Kalau ekonomi bergerak, negara diuntungkan, yang berinvestasi juga mendapatkan keuntungan, rakyat kita pun secara tidak langsung akan mendapatkan manfaat daripadanya.

Ini sekali lagi tidak berarti kita hidup konsumtif. Oleh karena itu, spending, belanja pada tingkat yang diperlukan karena secara tidak langsung dengan aliran ekonomi, maka rakyat kita yang penghasilannya pas-pasan, karena dapat pekerjaan, karena anggaran pemerintah lebih besar, mereka pun juga diuntungkan.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Tahun-tahun terakhir ini, kita memiliki momentum yang baik. Tahun-tahun terakhir ini, ada peluang besar bagi bangsa ini untuk meningkatkan perekonomiannya. Kita masih ingat ketika negara kita mengalami krisis yang berat 10 sampai 13 tahun yang lalu, segalanya menjadi susah. Tetapi Tuhan Maha Besar, kita bersatu padu, semua bekerja keras, akhirnya tahun demi tahun kita bisa keluar dari krisis itu, dan tahun-tahun terakhir ini saya katakan tadi, pertumbuhan ekonomi kita baik, momentum kita baik, opportunity kita baik. Kalau ini tidak kita sia-siakan, maka insya Allah ekonomi akan semakin tumbuh dan berkembang, dan dengan kebijakan yang tepat. Kita juga berharap pengangguran akan berkurang, kemiskinan pun akan berkurang.

Mari, Saudara-saudara, tidak kita sia-siakan momentum dan peluang yang ada di negeri kita ini.

Sementara kita lihat karena krisis global beberapa saat yang lalu, masih banyak negara yang bergulat dengan persoalan ekonomi di negaranya. Kita pernah mengalami di masa yang lalu. Alhamdulillah, dalam krisis global kemarin, kita selamat karena kita dapat mengurangi dampaknya.

Jangan sia-siakan momentum yang baik ini, mari semua bekerja keras, dengan cerdas juga menangkap peluang, menggerakkan perekonomian kita, sambil memeratakan hasil pembangunan seadil-adilnya.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Menyangkut perkembangan Kota Jakarta, kita mendengarkan tadi apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur. Saya setuju bahwa Jakarta sudah sangat berkembang sejak kota ini didirikan pada tahun 1527, abad ke-16 yang lalu. Bayangkan, penduduknya berkisar 10 sampai 14 juta, tergantung apakah siang atau malam. Tetapi satu hal, dengan mekarnya kota ini, berkembangnya kota ini secara luar biasa, ada persoalan ekologi, ada persoalan daya dukung lingkungan, ada persoalan rasio antara manusia dengan lingkungan yang sehat.

Oleh karena itu, permasalahan di Jakarta sungguh kompleks. Oleh karena itu, saya mendukung gubernur, walikota, dan semua jajaran untuk terus mencari solusi, mengusahakan agar persoalan yang kompleks ini karena besarnya penduduk, itu bisa diatasi dan dikelola.

Pada jangka menengah, kelolalah semua persoalan dengan sebaik-baiknya, saya tahu tidak mudah, tetapi dengan kerja keras, dengan thinking outside the box, dengan mendapatkan, dengan menemukan opsi dan solusi yang tepat, permasalahan ini akan dapat dikelola dengan baik. Tapi pada jangka panjang, megapolitan ini harus dimekarkan, dalam arti harus ada satu zona baru, new megapolitan, the greater Jakarta yang tentu mengintegrasikan ekonomi di kawasan ini sehingga perkembangannya menjadi adil, Jakarta tumbuh, sekitarnya juga tumbuh dengan manajemen yang baik, dengan planning yang baik, dan dengan implementasi pembangunan yang baik.

Saya berharap, upaya percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi yang kita rumuskan dalam MP3EI, jadikan landasan pula untuk mengembangkan megapolitan Jakarta dalam jangka panjang menjadi kawasan ekonomi baru yang membawa keuntungan bagi bukan hanya warga Jakarta tapi juga daerah-daerah lain di sekeliling Jakarta. Hanya dengan pemikiran besar seperti itulah, Saudara-saudara, Jakarta yang terus mekar dan berkembang ini akan membawa manfaat, dan masalah-masalah yang fundamental akan dapat kita carikan solusinya.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Itulah yang dapat saya sampaikan, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah DKI Jakarta yang telah bekerja keras untuk membangun kota ini, sekaligus mendorong dilaksanakannya Pekan Raya Jakarta tahun ini, dan juga kepada manajemen Jakarta International Expo atas kerja kerasnya bisa kembali menyelenggarakan Pekan Raya Jakarta yang ke-44 tahun 2011 ini.

Akhirnya, dengan memohon ridho Allah SWT dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pekan Raya Jakarta ke-44 tahun 2011 dengan resmi saya nyatakan dibuka.

Sekian,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

*****

Biro Pers, Media dan Informasi
Sekretariat Presiden