Pidato Presiden

Pengantar pada Sidang Kabinet Terbatas tentang Perubahan APBN 2012

 

TRANSKRIP
PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA RAPAT KABINET TERBATAS
DI KANTOR PRESIDEN, JAKARTA
TANGGAL 4 APRIL 2012




Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirabbilalamin,

Salam sejahtera untuk kita semua,

Para Menteri,
Saudara-saudara,

Rapat Terbatas Kabinet hari ini adalah merupakan kelanjutan dari apa yang kita bahas kemarin kemarin. Sebagaimana yang saya sampaikan kemarin, bahwa kita telah memiliki Undang-Undang APBN Perubahan Tahun 2012. Segala sesuatunya sudah diatur dalam undang-undang ini. Oleh karena itu, kita harus bekerja ekstra keras untuk memastikan bahwa APBN Perubahan ini bisa menjadi means atau sarana dalam upaya mengelola perekonomian kita tahun ini.

Kita senang bahwa akhirnya setelah melalui proses politik yang panjang dan boleh dikata juga melelahkan, tapi akhirnya DPR dengan pemerintah telah menetapkan undang-undang yang baru itu.

Kita ketahui bahwa situasi perekonomian dunia masih tetap menghadirkan sejumlah ketidakpastian. Oleh karena itu, kita harus selalu siap manakala ada masalah-masalah baru yang datangnya dari perekonomian dunia, dan kemudian membawa pengaruh dan dampak kepada perekonomian kita.

Yang penting, dengan APBN yang baru tersebut, kita telah mengetahui berapa besar pengeluaran yang kita perlukan untuk membiayai jalannya pemerintahan ini, untuk membiayai upaya pembangunan tahun ini demi kepentingan rakyat kita. Demikian juga kita sudah mengetahui pula sumber pembiayaan negara.

Dan dengan apa yang kita susun dalam Undang-Undang APBN Perubahan kemarin, kita berharap defisit itu bisa kita jaga pada angka yang relatif aman. Dan ini penting sebagai contoh upaya untuk efisiensi anggaran pemerintah—tolong dibaca—anggaran kementerian dan lembaga, baik pusat maupun daerah. Itu juga cara kita untuk mengurangi defisit yang bisa terjadi sebab kalau itu tidak kita lakukan maka kita dipaksa untuk menambah utang. Menambah utang bukan pilihan kita karena akan menyusahkan pemerintahan-pemerintahan yang akan datang, akan menyusahkan generasi yang akan datang.

Dengan pemahaman inilah, saya ingin semua pihak bersama-bersama pemerintah, benar-benar menyelamatkan perekonomian kita tahun ini. Dan kita jaga agar APBN kita tetap sehat dan betul-betul sekali lagi menjadi tool untuk mencapai sasaran pembangunan ekonomi, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kita.

Memang, di luar esensi dari perubahan APBN ini sering direduksi seolah-olah hanya urusan BBM, padahal lebih dari itu. Tapi tidak mengapa, yang penting APBN Perubahan sudah ada, dan kita punya alat yang baru. Mudah-mudahan kita bisa jaga perekonomian kita tahun ini.

Tentang BBM juga sudah diatur semuanya. Dan saya katakan sekali lagi, meskipun otoritas atau kewenangan untuk menaikkan harga BBM ini ada pada pemerintah, tetapi harus saya jelaskan sekali lagi bahwa penyesuaian harga BBM itu adalah opsi terakhir, pilihan terakhir jika tidak ada pilihan yang lain.

Dan kita sepakat untuk melakukan segala sesuatunya. Tapi kita juga minta dukungan masyarakat luas, agar kita bisa jaga ekonomi kita manakala harga BBM tidak kita naikkan.

Bulan April ini saya akan memimpin langkah maraton kita. Tiap minggu kita bekerja. Dan insya Allah pada awal Mei akan kita berlakukan kebijakan kita, sebuah gerakan penghematan nasional, dan saya minta dukungan masyarakat luas, dukungan dunia usaha, lembaga-lembaga negara. Yang jelas pemerintahan, baik pusat maupun daerah, agar di satu sisi ekonomi kita terjaga, APBN kita tetap sehat, dan kemudian manakala sekali lagi harga BBM tidak perlu kita naikkan, kita bisa pastikan bahwa tahun 2012 ini kita aman dan tidak perlu ada masalah-masalah yang dihadapi oleh rakyat kita.

Jadi kuncinya adalah kita lakukan segala sesuatunya dengan kebijakan yang jelas, dengan arah yang jelas, dan dengan program aksi yang jelas pula. Dan nanti pada saatnya akan saya ajak masyarakat luas, saudara-saudara kita di seluruh tanah air, untuk menyukseskan langkah bersama kita ini.

Itulah yang akan dilaksanakan oleh pemerintah. Dan kemarin ada lima hal yang sebenarnya saya sampaikan dalam pertemuan kemarin. Saya sebut sebagai lima policy sebetulnya, yang harus kita susun dan kemudian kita jalankan.

Pertama, kebijakan pengamanan APBNP 2012 itu sendiri jika tidak ada kenaikan harga BBM, apa yang harus kita lakukan.

Yang kedua, kebijakan untuk peningkatan penerimaan negara. Berat ini. Saya masih melihat ada peluang untuk itu, dengan cara yang baik, ada sumber-sumber, misalkan dari pertambangan tertentu, bukan dengan menggenjot pajak di segala lini. Barangkali, itu juga kontraproduktif, tetapi betul-betul menambah sisi penerimaan negara kita.

Kebijakan atau langkah ketiga adalah, yang akan menjadi gerakan bersama kita pada tingkat nasional, adalah penghematan energi secara total. Saya akan keluarkan instruksi presiden yang baru, termasuk peraturan-peraturan presiden yang diperlukan.

Yang keempat adalah kebijakan penggunaan gas domestik. Ini kita harapkan bisa mendorong industri, menggerakkan sektor riil. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi juga bisa kita jaga.

Ini juga sekaligus nanti kaitannya dengan mengatasi masalah-masalah kelistrikan kita. Dengan demikian, konsumsi BBM untuk pembangkit listrik juga bisa kita turunkan. Ini memerlukan langkah cepat dan langkah tepat di semua lini.

Yang kelima atau yang terakhir, kebijakan yang saya maksud adalah kita memang ingin meningkatkan investasi tahun ini, tahun depan, dan tahun depannya lagi. Semua tahu bahwa investasi akan berkembang manakala iklimnya baik, kondisinya baik, aturan-aturannya juga kondusif bagi pengembangan investasi itu.

Oleh karena itu, mari kita susun, kita pastikan bahwa kondisi untuk itu tersedia. Dengan demikian, investasi akan berjalan di negeri kita. Dan manakala semua atau lima hal yang saya sampaikan tadi bisa kita kelola dengan baik, saya tetap optimis bahwa perekonomian kita tahun 2012 ini akan bisa kita jaga. Dan manakala ada gejolak baru, termasuk kenaikan harga minyak dunia, kita pastikan kita punya solusi dan punya opsi yang top.

Tetapi sekali lagi, situasinya pada tingkat global memang penuh ketidakpastian. Kita harus siap, tapi tidak perlu cemas. Mari kita jaga, kita kelola perekonomian kita dengan sebaik-baiknya.

Setelah ini nanti, saya persilakan Menko Perekonomian untuk memberikan pengantar terlebih dahulu, dan Menteri-menteri terkait saya persilakan nanti untuk menyampaikan rencana dan rekomendasinya kepada saya, sebelum nanti saya putuskan dan kita susun segala sesuatunya menjadi satu kebijakan nasional kita.

Demikian, Saudara-saudara. Terima kasih.

*****

Biro Pers, Media dan Informasi
Sekretariat Presiden