Pidato Presiden

Sambutan pada Puncak Peringatan Hari Lahir Ke-78 Gerakan Pemuda Ansor dan Peresmian Pembukaan The 1st International Islamic Financial Inclusion Summit (IFIS)

 

TRANSKRIP
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PUNCAK PERINGATAN HARI LAHIR KE-78 GERAKAN PEMUDA ANSOR DAN
PERESMIAN PEMBUKAAN THE 1ST INTERNATIONAL ISLAMIC FINANCIAL INCLUSION SUMMIT (IFIS)
STADION MANAHAN, SURAKARTA
16 JULI 2012




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Bismilahirahmanirrahiim,
Alhamdulillahirabbil’alamin washalatu wassalamu ala’asyrafil anbiya’ wal mursalin, sayyidina wa maulana Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi ajmain amaba’du,


Yang sama-sama kita cintai, Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid beserta para Sesepuh, para Kyai dan para Habaib, para Tamu Undangan, baik yang datang dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang saya hormati,
Saudara Ketua Umum Pengurus besar Nahdlatul Ulama beserta para Pimpinan jajaran Nahdlatul Ulama yang saya muliakan,
Saudara Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor dan segenap keluarga besar Gerakan Pemuda Ansor yang saya cintai dan saya banggakan,

Pada kesempatan yang amat bersejarah dan insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak Hadirin sekalian untuk sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena pada malam hari ini, kita bersatu dalam doa, dalam tekad untuk berbakti kepada nusa dan bangsa, sekaligus memperingati Hari Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor yang ke-78.

Salawat dan salam marilah sama-sama kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat, dan pengikut-pengikut Rasulullah hingga akhir zaman.

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Pertama-tama, atas nama negara dan pemerintah dan selaku pribadi, saya ingin sekali lagi menyampaikan selamat atas Hari Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor yang ke-78.

Teruslah Saudara-saudara, menjadi benteng dan pengawal Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Baik pada masa Orde Lama, Orde Baru hingga Orde Reformasi, bangsa ini selalu menghadapi tantangan terhadap Pancasila, NKRI, Undang-Undang Dasar 1945, dan juga semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Oleh karena itu, bagi Gerakan Pemuda Ansor teruslah berdiri di depan menjadi benteng dan pengawalnya. Saya juga berharap Gerakan Pemuda Ansor juga terus menjadi pelopor untuk menjalankan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Teruslah pula Saudara-saudara menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama.

Bangsa dan negara mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada Gerakan Pemuda Ansor, atas apa yang telah disumbangkan kepada negeri tercinta ini. Oleh karena itu, pertahankan dan terus tingkatkan, aktiflah menjaga Islam dan Indonesia kita. Teruslah berjuang bersama-sama pemerintah dan segenap komponen bangsa untuk mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan bersama-sama memberantas korupsi.

Saudara-saudara, utamanya Gerakan Pemuda Ansor yang saya cintai,
Pada kesempatan yang baik ini pula, saya juga ingin menyampaikan selamat atas penyelenggaraan pertemuan internasional tentang keuangan untuk semua, atas dasar kaidah dan aturan Islam atau yang disebut dengan Islamic Financial Inclusion. Sekaligus saya ucapkan selamat datang bagi para peserta yang datang dari berbagai negara.

Saya berharap dalam pertemuan internasional yang diselenggarakan di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia ini, Saudara-saudara bisa merumuskan pengembangan keuangan untuk semua di Indonesia, sehingga nantinya setiap unsur masyarakat mendapatkan layanan jasa keuangan, guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Rumuskan pula dalam pertemuan internasional ini, kerja sama internasional dalam hal keuangan untuk semua yang bernafaskan Islam ini dengan negara-negara sahabat, utamanya negara-negara Islam.

Saudara-saudara,
Hadirin sekalian yang saya cintai,
Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan keadaan, sekaligus tantangan yang kita hadapi dewasa ini. Dengan harapan keluarga besar Nahdlatul Ulama, utamanya keluarga besar Gerakan Pemuda Ansor bisa aktif dan berdiri di depan untuk menghadapi dan mengatasi tantangan-tantangan ini. Ada lima hal.

Pertama, sepuluh tahun terakhir ini, banyak yang kita capai dan hasilkan, baik di bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional. Bandingkan Saudara-saudara, dengan keadaan ketika kita mengalami krisis di waktu yang lalu, utamanya tahun 1998 dan 1999. Mari apa yang kita capai ini, kita syukuri. Tetapi sebagaimana perjalanan sebuah bangsa, juga pengalaman bangsa-bangsa lain, ada yang kita capai, ada pula yang belum kita capai. Masih banyak pekerjaan rumah kita, mari kita selesaikan bersama-sama.

Kedua, lima tahun terakhir ini, dunia mengalami krisis ekonomi. Semua negara menerima dampak dan getahnya, termasuk Indonesia. Namun alhamdulillah, atas kerja keras kita semua, dibandingkan bangsa-bangsa lain, ekonomi Indonesia tergolong tetap tumbuh baik. Mari ini pun kita syukuri. Tetapi ingat, krisis dunia belum selesai. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah.

Pemerintah akan terus bekerja keras untuk menjaga keselamatan dan pertumbuhan ekonomi kita. Saya berharap, semua pihak di negeri ini tetap bersatu, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha dan masyarakat luas untuk menjaga perekonomian kita.

Ketiga, delapan tahun terakhir ini, disamping ekonomi kita tumbuh, kemiskinan dan pengangguran sesungguhnya terus berkurang. Silakan bandingkan dengan banyak negara, bandingkan dengan kondisi masa lalu.

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang bekerja keras untuk mencapai sasaran itu, termasuk harus saya sebut di sini adalah peran keluarga besar Gerakan Pemuda Ansor dan keluarga besar Nahdlatul Ulama yang amat peduli pada pengentasan kemiskinan. Namun, Saudara-saudara, kita belum puas. Kemiskinan dan pengangguran harus dapat kita turunkan lebih tinggi lagi. Kebijakan dan program-program pembangunan untuk menurunkan kemiskinan, banyak sekali jumlahnya harus sungguh dijalankan di seluruh tanah air.

Saya mengajak GP Ansor untuk mengawasi dan ikut menyukseskan semua program-program pro-rakyat yang dijalankan di seluruh Indonesia untuk mengurangi kemiskinan di negeri ini. Sebenarnya pertemuan internasional tentang keuangan untuk semua juga bagian dari upaya kita untuk mengurangi kemiskinan, bagian dari upaya bangsa-bangsa lain juga untuk mengurangi kemiskinannya.

Yang keempat, sesungguhnya persatuan di antara sesama warga bangsa yang majemuk, termasuk kerukunan antarumat beragama di negara kita, pada umumnya baik. Mari kita syukuri, mari kita jaga. Namun, akhir-akhir ini, ada sejumlah kasus dan kejadian yang mengganggu kerukunan dan toleransi. Mari kita cegah tindakan kekerasan dan main hakim sendiri yang tidak sepatutnya.

Mari kita pastikan bahwa Islam itu cinta kedamaian, tertib hukum, dan menjauhi kekerasan, serta anti radikalisme dan ekstrimisme. Gerakan Pemuda Ansor berdirilah di depan untuk mengibarkan keagungan Islam. Islam yang menaburkan salam dan keteduhan, dan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.

Yang kelima, dua tahun lagi Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Umum, termasuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Suhu politik pasti akan meningkat, itu biasa dalam kehidupan demokrasi. Yang penting, janganlah berlebihan dan melebihi kepatutannya. Sebab, jika politik amat tidak stabil dan masyarakat kita pecah belah, maka ekonomi akan terganggu, sehingga upaya untuk menurunkan kemiskinan dan pengangguran juga akan terganggu. Keamanan dan ketertiban masyarakat juga terganggu, akhirnya yang susah adalah rakyat kita.

Saya mengajak dan berharap kepada para pemimpin partai-partai politik dan para calon Presiden dan Wakil Presiden nantinya, teruslah ikut menciptakan keteduhan dalam politik. Para calon Presiden, mulailah berkomunikasi dengan rakyat, apa visinya, apa rencananya, dan bagaimana mengatasi masalah yang kompleks, yang kita hadapi bersama ini. Biarkan setelah itu, rakyat menilainya, karena nanti akan memilihnya, mana janji para capres tersebut yang dapat diterima oleh mereka semua.

Saudara-saudara,
Dalam kaitan itu, menghadapi tahun-tahun politik dua tahun mendatang, saya mengajak dan meminta seluruh pejabat Pemerintahan, termasuk Menteri, Gubernur, Bupati dan Wali Kota di seluruh Indonesia, disamping menjalankan kegiatan politik, jangan meninggalkan tugas-tugas Pemerintahan. Sesuai dengan sumpah jabatan, nomor satukan tugas dan kewajiban untuk melayani rakyat. Insya Allah, dengan pertolongan Allah SWT, jika dalam Pemilu tahun 2004 dan 2009 yang lalu, kita bisa selenggarakan dengan baik, Pemilu 2014, insya Allah akan demikian juga.

Lagi-lagi, saya mengajak Gerakan Pemuda Ansor dan keluarga besar Nahdlatul Ulama untuk ikut aktif menjalankan politik dan demokrasi yang bermartabat, yang santun, dan yang penuh amanah.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Khusus pertemuan internasional tentang keuangan bagi semua, saya menyambut baik dan mendukung penuh penyelenggaraan pertemuan internasional ini. Hal ini sesuai pula dengan kebijakan dan program Pemerintahan yang kita jalankan dan terus kita tingkatkan sejak tahun 2007 yang lalu, sebagaimana disampaikan oleh Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor tadi, Saudara Nusron Wahid.

Sesuai semangat dunia, termasuk forum G-20, di mana Indonesia menjadi salah satu anggotanya, saya selalu mengingatkan di berbagai forum agar pada saat dunia mengalami perkembangan ekonomi seperti ini, janganlah financial inclusion, keuangan untuk semua, termasuk rakyat yang berpenghasilan rendah itu diabaikan.

Belum lama ini, di Los Cabos, Meksiko, saya bersama sejumlah pemimpin negara lain melancarkan sebuah kebijakan bersama, yaitu kemitraan global bagi keuangan untuk semua.

Perlu saya sampaikan, Saudara-saudara, dalam menjalankan kebijakan dan program keuangan untuk semua atau financial inclusion, sejak akhir 2007 yang lalu sampai dengan bulan Juni 2012, berarti bulan lalu, telah kita alirkan kredit modal usaha untuk usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat sebanyak 77,43 triliun, dengan jumlah nasabah 6.595.000. Ini jumlah yang besar dari segi ukuran mana pun untuk kredit mikro yang dijalankan negara kita. Juga telah diluncurkan kebijakan tabungan bagi rakyat kecil atau Tabunganku, dengan cara yang mudah dan murah.

Saudara-saudara,
Program Kredit Usaha Rakyat yang telah mencapai 77,43 triliun dengan nasabah 6.595.000 tadi, kita laksanakan, tujuannya tiada lain adalah juga untuk mengurangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran, serta menciptakan rasa keadilan.

Kita bertekad hingga tahun 2014 mendatang dapat meningkatkan lagi program dan kebijakan keuangan untuk semua ini, agar lebih banyak lagi usaha mikro, kecil, dan menengah yang mendapatkan aliran bantuan permodalan, agar saudara kita yang berpenghasilan rendah juga mendapatkan kemudahan dalam kegiatan simpan pinjam dalam sistem perbankan kita.

Oleh karena itu, saya menyambut baik, sekali lagi, dan saya mendukung prakarsa yang luar biasa dari Gerakan Pemuda Ansor untuk mengembangkan kewirausahaan bagi para santri dan keuangan bagi semua ini. Saya juga bersyukur, bahwa lembaga Baitul Maal wat Tamwil juga berkembang dengan baik, dengan sponsorship dan dukungan dari Gerakan Pemuda Ansor.

Saudara-saudara,
Akhirnya, saya mengajak semua pihak, demi rakyat kita, demi usaha mikro, kecil, dan menengah kita, kepada seluruh jajaran Pemerintah, seluruh perbankan nasional, seluruh dunia usaha, seluruh rakyat Indonesia untuk menyukseskan kebijakan dan program keuangan untuk semua atau financial inclusion atau membantu saudara kita yang berpenghasilan rendah dalam akses keuangan untuk dua tahun mendatang, dan bahkan untuk seterusnya. Saya salut dan berterima kasih kepada Gerakan Pemuda Ansor yang memiliki kepedulian yang tinggi, menyangkut keuangan untuk semua ini.

Itulah Saudara-saudara, yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Akhirnya, dengan terlebih dahulu memohon ridho dari Allah SWT dan dengan mengucapkan Bismilahirahmanirrahiim, Pertemuan Internasional tentang Keuangan untuk Semua yang Bernafaskan Islam atau The 1st International Islamic Financial Inclusion Summit, dengan resmi saya nyatakan dibuka.

Sekian.
Terima kasih.
Dirgahayu Gerakan Pemuda Ansor.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers, Media dan Informasi
Sekretariat Presiden