Pidato Presiden

Transkripsi Pengantar Rapat Kabinet Persiapan Musrenbangnas

 

TRANSKRIP
PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SIDANG KABINET TENTANG PERSIAPAN MUSRENBANGNAS DALAM RANGKAIAN PENYUSUNAN RKP DAN RAPBN TAHUN 2014
KANTOR PRESIDEN
14 MARET 2013




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua,
Saudara Wakil Presiden dan para Peserta Sidang Kabinet yang saya cintai,

Alhamdulillah, kita dapat kembali menyelenggarakan Sidang Kabinet pada hari ini. Agenda utamanya adalah berkaitan dengan persiapan Musrenbangnas dalam rangkaian penyusunan RKP dan RAPBN tahun 2014. Juga akan dilaporkan rancangan awal, pagu indikatif untuk kita pedomani di dalam proses perencanaan lebih lanjut.

Sebagaimana yang telah saya sampaikan beberapa saat yang lalu, meskipun tahun ini dan tahun depan adalah tahun pemilihan umum, tetapi kita harus tetap harus berkonsentrasi atau fokus pada pelaksanaan tugas kita, termasuk mempersiapkan RAPBN tahun 2014. Dan bahkan tahun depan, pada tahun pemilihan umum itu, kita juga harus mempersiapkan RKP dan RAPBN tahun 2015.

Saya pernah menyampaikan dan mudah-mudahan ini menjadi tradisi politik yang baru untuk RKP dan RAPBN 2015, saya bermaksud untuk melakukan komunikasi dengan Presiden terpilih hasil pemilihan Presiden 2014 mendatang. Kepada beliau akan saya jelaskan, inilah rancangan atau rencana yang telah disusun oleh pemerintahan masa bakti sekarang ini dan kemudian bagus, kalau saya juga bisa berdiskusi. Dengan demikian, harapan saya sungguhpun sangat dimungkinkan dilakukan perubahan oleh Presiden dan pemerintahan berikutnya lagi nanti, maka rencana yang kita buat tentu lebih baik, karena telah dikomunikasikan dan dibicarakan terlebih dahulu.

Saudara-saudara,
Sebelum kita memasuki pada agenda pertemuan kita hari ini, saya ingin menyampaikan beberapa hal. Saya mengikuti apa yang terjadi pada masyarakat luas sekarang ini. Saya menyimak televisi, saya membaca koran, saya mendengarkan percakapan di masyarakat kita tentang kenaikan harga bawang merah dan bawang putih, serta kenaikan daging sapi.

Saya belum melihat langkah-langkah yang lebih serius dan nyata, dan kemudian masalah itu bisa diatasi oleh jajaran pemerintahan terkait. Saya malah mendengar seperti saling menyalahkan dari satu kementerian ke kementerian yang lain. Ini buruk. Yang benar adalah segera atasi masalah itu, duduk bersama, berbicara dengan daerah, gubernur, bupati dan wali kota, dan kemudian stabilisasi yang dilakukan bisa mengatasi masalah ini.

Ini tidak boleh, begini, ketika ada krisis harga pangan dan harga minyak tahun 2008 meluas, karena itu global, bermalam-malam, berhari-hari, kita bekerja, saya pimpin langsung. Nah, kalau tingkatannya masih seperti ini, hanya tiga komoditas yang mengalami kenaikan tidak wajar, selesaikan. Jangan tidur kalau perlu, sampai selesai.

Rakyat memerlukan kepastian. Rakyat memerlukan solusi apa yang dilakukan kementerian terkait, oleh lembaga-lembaga terkait. Saya mendengarnya, bahkan dalam talk show, dalam seminar. Bukan itu, kerja nyata, duduk bersama dengan kementerian terkait dan kemudian solusinya apa.

Kemarin saya mengundang pimpinan KEN dengan beberapa Komite Ekonomi Nasional bersama menteri terkait, ini juga yang saya bicarakan. Lakukan dengan segera, konklusif dan hasilnya riil. Juga saya bicarakan tentang situasi APBN kita, situasi fiskal kita, yang saya ingin juga kita lakukan langkah-langkah yang nyata, yang konkret dilihat dari berbagai aspek. Dengan demikian, beban subsidi kita tidak sangat mengganggu kesehatan APBN dan fiskal kita.

Berkali-kali saya sampaikan, mari kita pilih cara-cara yang di satu sisi, mengatasi permasalahan ekonominya, di sisi lain, tidak menimbulkan permasalahan yang lebih besar dari aspek sosial, keadilan dan lain-lain. Kalau politik selalu ada. Tetapi kalau salah kebijakan yang kita pilih, menimbulkan gangguan sosial, ekonomi juga, keadilan dan keamanan, berarti solusi dan kebijakan tidak tepat.

Itulah yang saya mintakan kementerian terkait dan Komite Ekonomi Nasional memberikan, memikirkan, dan kemudian pada saatnya, kita bahas dan kita putuskan.

Demikian juga program-program pengurangan kemiskinan, saya ingin jangan business as usual. Kita sudah melakukan evaluasi dari semua program pengurangan kemiskinan, meskipun hasilnya riil, nyata, tapi kita ingin lebih cepat lagi. Atas hasil evaluasi itu perlu dilakukan pembenahan. Mari kita lakukan pembenahan, perlu ada tambahan-tambahan rencana aksi dan aksi, mari kita lakukan rencana aksi dan aksi itu.

Ini memerlukan keseriusan, kerja keras, dan ya tindakan nyata dari kita semua. Kita harus mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga kita untuk itu. Saya ingatkan, sekali lagi, saya minta semua bekerja penuh. Jangan bersilat lidah di hadapan pers. Carikan solusinya, atasi dan kemudian hasilnya terbukti ada.

Itu yang ingin saya sampaikan. Dan saya akan ikuti terus nanti. Kalau memang Saudara merasa tidak klop, bawa ke tempat saya, saya putuskan nanti. Tapi saya masih yakin sebenarnya bisa diatasi dengan koordinasi, kerja sama, dan duduk bersama.

Kalau harga-harga komoditas pangan naik, teori ekonomi yang paling awal, yang paling sederhana, berarti tidak pas antara penawaran dan permintaan, supply dengan demand. Itu saja, produksi dengan konsumsi. Jangan berdebat, jangan berbantahan tentang data, harus satu. Kalau harganya membumbung tinggi, there’s something wrong supply dengan demand, distribusi dan lain-lain. Coba, bawa ke situ. Jangan bersilat lidah. Jangan saling salah-menyalahkan dan kemudian rakyat mengirim SMS banyak sekali, “Pak SBY tolong turun tangan untuk bawang merah dan bawang putih.”

Saudara-saudara,
Kalau resources-nya sudah habis, tanpa diminta pun, saya akan turun. Tapi saya pikir ini masih dalam kemampuan kementerian-kementerian terkait untuk mengatasinya.

Saya kira ini yang ingin saya sampaikan. Dan sekali lagi, mari kita utamakan untuk memenuhi apa yang dirasakan oleh rakyatnya, diinginkan oleh rakyat sekarang ini, tiada lain adalah untuk kehidupan mereka yang lebih baik, yang lebih tenang. Dan kalau ada permasalahan yang berkaitan dengan ekonomi dan kesejahteraannya, itulah yang kita harus pecahkan dan carikan jalan keluarnya.

Demikian pengantar saya, Saudara-saudara.
Terima kasih.


*****

Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Presiden