Pidato Presiden

Sambutan Peninjauan Pemudik KRI Banda Aceh-5

 

TRANSKRIP
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PENINJAUAN PEMUDIK KRI BANDA ACEH-593
PELABUHAN TANJUNG PRIOK, JAKARTA
4 AGUSTUS 2013




Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillahirabbilalamin,


Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara, Anak-anakku sekalian yang saya cintai,
Saya bersyukur, kami senang, karena pemerintah bisa membantu untuk semua saudara-saudara kita, termasuk Bapak-Ibu dan Saudara-saudara berkunjung menemui sanak saudara untuk berhalalbihalal dalam rangka perayaan Idul Fitri tahun ini.

Saya bersama Bapak Wakil Presiden, para menteri dan pejabat terkait, hari ini datang, tiada lain untuk melihat persiapan dan kesiapan pemerintah, termasuk Tentara Nasional Indonesia, lebih khusus TNI Angkatan Laut, yang mengerahkan kapal-kapal perang ini untuk membantu saudara-saudaranya menjalankan yang disebut mudik Lebaran.

Saya sudah bertemu dengan yang ada di kamar-kamar tadi. Dan saya sudah berpesan agar dalam bepergian, terutama yang menggunakan motor, itu mengutamakan keselamatan, apalagi ada yang membawa putra-putrinya yang masih kecil. Jangan ngebut. Kalau hujan, ya lebih hati-hati, kalau perlu berhenti. Kalau ngantuk, ya berhenti. Kemudian kalau menggunakan motor itu tetap sekali lagi, menjaga keamanan dan keselamatannya.

Sanak keluarga yang di rumah masing-masing, di Pati, Grobokan, Magelang, Madiun tadi, tentu menginginkan Bapak-Ibu semua kembali dengan selamat, bisa bertemu dengan sanak saudara, bisa berhalalbihal. Nanti, setelah selesai halalbihalal, kalau kembali ke Jakarta, kembali ke tempat asal, sama menjaga keamanan dan keselamatannya. Itu yang paling pokok. Itu yang paling penting.

Kemudian selama di kapal, saya sudah pesan tadi kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut dan semua, komandan kapal. Kalau ombaknya goyang-goyang, mungkin agak pusing-pusing sedikit, ya ke luar ke geladak ini, lihat luar, menghirup udara yang segar, biasanya sehat kembali. Karena ada yang tidak biasa menggunakan kapal.

Siapa yang baru pertama kali menaiki kapal? Ada seninya, ada indahnya, banyak kenangannya nanti. Tetapi kalau ada ombak, rada pusing-pusing, segera ke luar dari kamar, carilah tempat seperti ini, di geladak supaya sekali lagi, segar kembali badannya. Itu resep yang paling baik. Ada yang siap Antimo kanan-kiri, belakang begitu. Boleh. Boleh, tetapi yang paling bagus, naik seperti ini, lihat luar dan menghirup udara yang segar.

Yang lain, saya kira sudah dijelaskan. Dan terima kasih kepada TNI, terima kasih kepada Menteri Perhubungan dan semua yang membantu saudara-saudara kita untuk berkunjung ke famili dan sanak saudaranya.

Dan yang terakhir, sampaikan salam saya kepada semua keluarga yang ada di rumah. Dan nanti pada saatnya, kepada Bapak-Ibu, Saudara dan juga keluarga, saya ucapkan, ”Selamat Idul Fitri. Minal ''aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.”

Saya kira begitu. Selamat sampai di perjalanan. Selamat kembali ke tempat asal. Semoga Allah SWT memberkati, melindungi, dan memberikan keselamatan kepada semua.

Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Presiden