Arsip Sudut Istana

« November 2007 »
M S S R K J S
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Serba-Serbi

Press Room Kantor Presiden

Press Room di bawah Kantor Presiden, tempat Presiden dan tamu memberi keterangan pers. (foto: cahyo/presidensby.info)
Press Room di bawah Kantor Presiden, tempat Presiden dan tamu memberi keterangan pers. (foto: cahyo/presidensby.info)
Kantor tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkantor sehari-hari berada di tengah antara Istana Negara dan Istana Merdeka. Persis di hadapannya terbentang taman yang asri dan tertata indah lengkap dengan gazebo untuk bersantai. Di Kantor inilah Presiden menerima para tamu negara, menteri, tamu-tamu lain, serta mengadakan rapat atau sidang-sidang kabinet.

Kantor Presiden ini berupa bangunan dua lantai. Ruang kerja Presiden SBy di lantai dua. Di lantai satu, terdapat ruang pers atau press room. Di sinilah para wartawan dari berbagai media, dalam dan luar negeri, peliput kegiatan Presiden sehari-hari mangkal. Mereka biasa disebut wartawan istana.

Biasanya, usai bertemu Presiden atau mengikuti rapoat-rapat kabinet, para tamu akan memberikan keterangan pers di press room ini. Kadang-kadang, ada juga narasumber yang enggan memberi keterangan. Nah, kalau sudah begini, wartawan biasanya mencegatnya --dalam istilah teman-teman wartawan, disebut doorstop.

Ruang Pers terletak persis di depan tangga menuju lantai dua. Ruang berukuran 6 x 6 meter itu dilengkapi peralatan sound system, lighting, dan berderet-deret kursi berwarna merah untuk para wartawan duduk menunggu. Di bagian depan terdapat panggung setinggi 10 cm dan podium berlogo burung Garuda yang selalu dihiasi bunga segar, yang disediakan untuk para pejabat yang memberikan keterangan pers.

Di belakang podium itu terdapat latar foto Istana Merdeka dalam ukuran besar. Di kanan podium terdapat foto para Presiden RI sejak Ir.Soekarno hingga SBY. Di kanan-kiri podium ada deretan meja dan kursi dimana para wartawan biasanya duduk dan menulis. Di bagian belakang, terdapat panggung setinggi 15 cm juga yang disediakan untuk para kamerawan televisi menaruh tripod kamera, dan dilengkapi dengan loud speaker untuk para wartawan radio dan cetak merekam keterangan para narasumber di panggung.

Di sudut lain, ada dapur yang menyediakan minuman teh, kopi, dan air mineral untuk para wartawan yang memerlukan. Selain itu terdapat dua toilet untuk pria dan wanita. Untuk wartawan yang merokok, disediakan ruang terbuka, lengkap dengan kursi -kursi yang berderet.

Menurut Hartono, pejabat penanggungjawab Kantor Presiden, kondisi ruang pers yang lengkap seperti sekarang ini baru berumur dua tahun. Sebelumnya, tidak ada panggung, melainkan hanya kursi dan meja saja untuk para pejabat yang memberikan keterangan pers. “Waktu itu tidak ada panggung dan podium, semua sejajar. Hanya ada empat kursi dan meja yang dihadapkan ke arah para wartawan yang bertanya,“ kata Hartono.

Hartono, yang sebelumnya adalah penanggungjawab Istana Merdeka, mengatakan bahwa ruangan tersebut sempat tidak digunakan selama satu tahun. “Kosong saja tidak digunakan, baru digunakan pada masa pemerintahan Presiden SBY, “ ia bercerita. Penataan baru dilakukan dua tahun terakhir ini, dengan perlengkapan untuk menunjang pekerjaan para wartawan yang meliput kegiatan Presiden.

Selain Ruang Pers di Kantor Presiden, wartawan istana juga memiliki tempat mangkal lain, biasa disebut "gedung bioskop". Lokasinya di kiri depan Istana Negara. Dulu, tempat ini digunakan Presiden Soekarno untuk menonton bioskop, dan nama ruangan itu masih melekat hingga sekarang. Gedung bioskop biasa digunakan wartawan istana untuk membuat laporan dan mengirimkannya ke media masing-masing. (nnf)