Arsip Sudut Istana

« Juli 2010 »
M S S R K J S
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Sudut Istana

Persiapan HUT RI di Gedung Agung Yogyakarta

Istana Kepresidenan Yogyakarta atau biasa disebut Gedung Agung. (foto: istimewa)
Istana Kepresidenan Yogyakarta atau biasa disebut Gedung Agung. (foto: istimewa)
Jakarta: Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Agustus dan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia semakin dekat. Setiap warga sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut hari kemerdekaan yang tahun ini menginjak usia 65 tahun. Dari Kantor Presiden, SBY juga tengah sibuk mempersiapkan pidato kenegaraanya yang biasa dibacakan menjelang peringatan 17 Agustus. Sementara Istana Kepresidenan yang setiap tahunnya menjadi tuan rumah penyelenggaraan puncak HUT RI juga ikut sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Selain Istana Kepresidenan Jakarta, sejak 17 Agustus 1991, secara resmi Istana Kepresidenan Yogyakarta atau biasa disebut Gedung Agung digunakan sebagai tempat memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan untuk masyarakat di wilayah Yogyakarta. Menurut Kepala Istana Yogyakarta, Samadi persiapan penyelenggaraan HUT RI untuk tahun ini dilakukan lebih cepat karena pada pertengahan bulan Agustus sudah memasuki bulan Ramadhan.

“Untuk persiapan akhir secara menyeluruh di bagian Istana dimulai tanggal 5 Agustus, dan tanggal 6 Istana sudah digunakan untuk latihan anggota Paskibra. Sedangkan untuk pemasangan umbul-umbul di sekitar Istana, mungkin akan dilakukan tanggal 9 Agustus, tepat sebelum puasa dimulai,“ terang Samadi.

Untuk persiapan akhir atau gladi kotor dilakukan tanggal 14 Agustus, sementara gladi bersih dilakukan tanggal 15 Agustus. "Pada tanggal 16 Agustus akan diselenggarakan pengukuhan Paskibra oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X,“ lanjut Kepala Istana yang telah menjabat selama 4,5 tahun itu.

Dijelaskan Samadi, rangkaian acara 17 Agustusan di Istana Gedung Agung sama dengan rangkaian acara di Istana Jakarta. Bedanya, yang menyelenggarakan acara di Yogyakarta adalah pihak pemerintah daerah, dalam hal ini adalah gubernur. "Kami yang menyediakan tempat disini ikut membantu apa saja yang bisa kita bantu,“ ujar Samadi. “Di Yogyakarta, peringatan Detik-detik Proklamasi persis sama dengan apa yang diperingati di Jakarta, hanya saja skalanya lebih kecil," tambahnya.

“Mungkin tahun ini acaranya lebih sedikit, terutama saat penurunan bendera karena berdekatan dengan waktu berbuka puasa. Tapi yang hampir pasti, ada penampilan drum band dari AAU dan UGM, “ lanjut Samadi. Sementara untuk Paskibra, anggotanya diambil dari masing-masing kabupaten yang terdapat di provinsi Jawa Tengah.

Selain menjadi tempat peringatan Detik-detik Proklamasi, sejak tanggal 17 April 1988, Istana Kepresidenan Yogyakarta juga menjadi tuan rumah dari penyelenggaraan Upacara Parade Senja pada tanggal 17, di setiap bulannya. (dit)