Arsip Sudut Istana

« Agustus 2010 »
M S S R K J S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031    

Sudut Istana

Ruang Soedirman

Gambar Ruang Soedirman (foto diambil dari buku Istana-istana Kepresidenan di Indonesia: Peninggalan Sejarah dan Budaya karya Asti Kleinsteuber)
Gambar Ruang Soedirman (foto diambil dari buku Istana-istana Kepresidenan di Indonesia: Peninggalan Sejarah dan Budaya karya Asti Kleinsteuber)
Nama ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, bahkan mungkin dunia. Salah satu tokoh pahlawan nasional Indonesia yang sangat berperan dalam merebut kemerdekaan negara Republik Indonesia. Jenderal Soedirman adalah Panglima tertinggi TNI yang dilantik Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

Sejarahnya, dari tahun 1945-1948, Belanda perlahan kembali menguasai beberapa wilayah di tanah air kecuali Yogyakarta, Surakarta, dan daerah-daerah seputarnya. Perebutan kembali ini dikenal dengan nama Agresi Militer Belanda ke-II. Pada bulan Desember 1948, Belanda kembali menyerang wilayah yang tersisa di tanah air, dan memproklamirkan bahwa Indonesia berada di bawah kuasa mereka. Jenderal Soedirman yang kala itu sedang sakit, menolak untuk menyerah.

Jenderal Soedirman kemudian berangkat mengambil jalan yang masih terbuka ke arah tenggara Yogyakarta, bergerilya di hutan-hutan dan di desa-desa di sekitar Yogyakarta dan Surakarta. Untuk membantah klaim Belanda maka pada tanggal 7 Agustus 1949, bersama dengan Tentara Republik Indonesia, Jenderal Soedirman melakukan serangan besar-besaran yang dikenal dengan nama ”Serangan Oemoem.”

Untuk mengenang jasa-jasa beliau inilah, maka sebuah ruangan yang ada di Istana Kepresidenan Yogyakarta dinamai Ruang Soedirman. Istana Kepresidenan Yogyakarta ini berada di atas tanah seluas 2,5 ha yang terletak berhadapan dengan bekas benteng VOC Fort Vredenburg di tepi jalan Jendral Ahmad Yani atau yang dikenal sebagai kawasan Malioboro.

Ruang tersebut dinamakan Ruang Soedirman karena di sinilah Jendral Soedirman ketika berangkat gerilya dan sekembalinya dari bergerilya melapor kepada Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Ruang Soedirman sendiri terletak di sebelah kanan bagian depan gedung induk, dengan tiga pintu besar menghadap ke teras bagian depan Istana. Ruangan ini berada di sebelah kanan Ruang Garuda, bersambungan dengan lorong yang menuju Ruang Makan VIP. Di ruangan ini pula dipasang patung dada dan lukisan Jendral Soedirman dan sekarang digunakan untuk ruang duduk para tamu.

Begitulah sekelumit kisah seorang pahlawan Indonesia yang aura perjuangannya tertinggal di ruangan ini. Jenderal Soedirman, seorang pahlawan nasional yang tidak kenal lelah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah Belanda. Meskipun kanker paru-paru menyerang dan telah merusak sebelah paru-parunya, namun beliau tetap gigih bergerilya hingga detik-detik terakhir hidupnya. (yun)

Sumber: Buku "Istana-istana Kepresidenan di Indonesia: Peninggalan Sejarah dan Budaya" karya Asti Kleinsteuber dan berbagai sumber lain.