Sudut Istana
Selasa, 17 Agustus 2010
Tuan Rumah HUT ke-65 Proklamasi RI
Kesenian gamelan Bali yang menghibur para undangan di depan Istana Negara saat peringatan HUT ke-65 Proklamasi RI, Selasa (17/8). (foto: adit/presidensby.info)
Sebagai tuan rumah serangkaian acara Peringatan HUT ke-65 Proklamasi Kemerdekaan RI, tentu saja Istana Presiden mempercantik dirinya. Dekorasi bernuansa warna merah dan putih nampak mendominasi beberapa sudut Istana. Beberapa panggung juga nampak didirikan untuk menampilkan beberapa kesenian yang dapat dinikmati para undangan yang hadir.
Tema yang diambil tahun ini adalah nuansa Bali. Para undangan yang memasuki Istana dari pintu depan Istana Negara langsung disambut oleh kesenian gamelan dari Bali. Sementara halaman tengah Istana yang digunakan sebagai tempat jamuan santap malam kenegaraan, dihiasi beberapa ornamen khas Bali seperti gapura, payung serta kain-kain berwarna putih dan hitam khas dekorasi Bali. Semuanya diatur cantik.
Di depan halaman Istana Merdeka didirikan panggung untuk marching band yang mengiringi proses upacara dan panggung kesenian yang digunakan oleh para seniman dan paduan suara menghibur setelah pengibaran bendera Merah Putih.
Sebuah stan didirikan di lingkungan Wisma Negara bagi para undangan yang hendak membeli souvenir HUT ke-65 RI. Stan ini nampak ramai dikunjungi para undangan yang hendak membeli atau sekedar melihat-lihat souvenir yang dijual. Masih di sekitar lingkungan Wisma Negara, sebuah panggung digunakan oleh kesenian karawitan yang memperlihatkan kepiawaian mereka. Panggung ini diisi oleh kelompok Sekolah Dasar Ngadiboyo 2 Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
“Ini merupakan ekstrakulikuler dari SD Ngadiboyo 2, yang tujuan dibentuknya adalah untuk melestarikan seni budaya tradisional yang ada di Indonesia,” ujar pembina ekstrakulikuler Edi Brojo Wakito. Kelompok karawitan ini terbentuk sejak tahun 2004 dan telah berhasil mendapatkan prestasi lima besar terbaik di Festival Karawitan Jawa Timur. Ekstrakulikuler Sekolah SD Ngadiboyo tersebut saat ini beranggotakan 25 siswa. “Namun yang dibawa ke Jakarta hanya enam belas anak, “ kata Edi Brojo Waskito.
“Anak-anak ini berlatih secara intensif selama satu minggu sebelum tampil untuk ikut meriahkan HUT RI di lingkungan Istana, “ lanjut Edi yang juga bekerja di Dinas pendidikan provinsi Jawa Timur.
Indonesia yang kaya akan keanekaragaman budaya dan kesenian, seolah terefleksi dari beberapa pertunjukan kesenian yang ditampilkan di Istana dan juga dekorasi yang menghiasi setiap sudut Istana. Dirgahayu ke-65 Indonesia tercinta, semoga selalu jaya. (dit)



