Arsip Sudut Istana

« Februari 2011 »
M S S R K J S
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728     

Sudut Istana

Lukisan Pejuang Pantang Menyerah

Lukisan Pejuang Pantang Menyerah merupakan karya (alm) Rustamadji. (foto:istimewa)
Lukisan Pejuang Pantang Menyerah merupakan karya (alm) Rustamadji. (foto:istimewa)
Dari banyaknya karya seni yang menghiasi Istana Presiden di Jakarta, Lukisan Pejuang Pantang Menyerah karya (alm) Rustamadji adalah salah satu kesukaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Museum dan Sanggar Seni Biro Istana-istana Rumah Tangga Presiden, Ade Wahyuni. “Lukisan ini sangat disukai Presiden SBY, karena pernah saya ganti, kemudian beliau mencarinya,” kata Ade.

Dibuat pada tahun1963, lukisan Pejuang Pantang Menyerah merupakan karya (alm) Rustamadji kelahiran Klaten, Jawa Tengah, yang merupakan salah satu maestro pelukis tanah air yang gemar melukis dengan tema naturalis. Lukisan ini berbahan cat minyak dan dilukis di kanvas dengan ukuran 137 x 300 cm, dengan dominasi warna coklat.

Dalam lukisan tersebut tergambar bagaimana para pejuang sedang menaiki bukit berbatu dekat pantai. Dilukiskan ada dua belas orang pejuang yang sangat gigih dan semangat. Salah satu pejuang yang digambarkan adalah pejuang perempuan. Sikap tolong menolong antar pejuang juga terlihat dalam lukisan, dimana terdapat salah satu pejuang yang terluka dan dibopong oleh pejuang lainnya.

Ade Wahyuni menjelaskan bahwa Presiden SBY menyukai lukisan tersebut karena temanya yang memberikan motivasi kepada generasi muda. “Waktu itu lukisan dipindah sementara karena ruang tamu Istana Negara akan digunakan untuk menyambut pimpinan dari negara Iran. Saat itu kami menerima catatan dari pihak tamu bahwa tidak boleh ada lukisan manusia atau bintang. Itu adalah hal yang biasa diterapkan oleh negara Islam,” jelas Ade.

Saat itu lukisan Pejuang Pantang Menyerah diganti dengan lukisan pemandangan untuk sementara, namun menjelang tamu datang Presiden SBY kaget melihat lukisan Pejuang Pantang Menyerah tidak berada ditempat biasanya. “Ia segara meminta untuk dikembalikan ke tempat semula segara usai menerima tamu negara, “ Ade Wahyuni menjelaskan. (dit)