Hotel Crown, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis, 25 Agustus 2011
Wawancara Presiden RI Dengan Radio Elshinta Tentang Safari Ramadhan
TRANSKRIP
WAWANCARA RADIO ELSHINTA DENGAN PRESIDEN RI
DI HOTEL CROWN, TASIKMALAYA, JAWA BARAT
25 AGUSTUS 2011
Teguh Tri Sartono, Reporter Radio Elshinta
Pendengar Elshinta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin meninjau kesiapan di jalur lingkar Nagreg, Jawa Barat yang akan digunakan untuk arus mudik lebaran tahun ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda “Presiden Menyapa dan Melakukan Inspeksi Kualitas Pelayanan Daerah Oleh Pemerintah Daerah.” Dan saat ini, di sela-sela perjalanan, Radio Elshinta berkesempatan untuk melakukan wawancara eksklusif dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang kegiatan tersebut.
Selamat siang, Pak Presiden.
Presiden RI
Selamat siang.
Teguh Tri Sartono, Reporter Radio Elshinta
Bapak memulai perjalanan sejak tanggal 22 Agustus yang lalu, yang diawali dengan meninjau fasilitas pendidikan sekolah dasar di kawasan Sentul dan Cianjur, Jawa Barat. Apa hal penting yang menjadi perhatian utama, Bapak? Kami sempat melihat Bapak kurang berkenan dan menegur pejabat setempat seperti di Cianjur, Pak.
Presiden RI
Ya, salah satu tujuan Safari Ramadhan kali ini adalah untuk meninjau pelayanan terhadap masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah daerah, termasuk juga melihat infrastruktur atau prasarana, baik itu untuk sekolah maupun untuk Puskesmas dan prasarana publik yang lain. Benar, waktu saya meninjau SD di Bogor, kemudian SD di Cianjur, saya prihatin dan saya sempat menegur karena kotor ya, tidak rapi, dan kondisinya tidak baguslah untuk proses belajar-mengajar.
Bayangkan kalau anak-anak kita enam tahun dalam keadaan seperti itu, dalam lingkungan yang tidak bersih, yang kotor, yang tidak rapi, itu akan membekas di hati dan pikirannya sehingga harapan kita, anak kita menempuh pendidikan itu di samping cerdas, juga memiliki karakter yang baik, memiliki disiplin, cinta kebersihan, cinta kerapian, cinta ketertiban, kan tidak bisa kita wujudkan.
Saya tahu bahwa yang saya pilih, yang saya kunjungi kali ini memang, Bung Teguh, kondisi SD ataupun SMP yang dianggap rusak atau rusak berat karena dari catatan di Kementerian Pendidikan Nasional, ada sekitar 10 sampai 15 persen bangunan SD, SMP yang rusak atau rusak berat. 85 persen dalam keadaan baik. Yang saya tinjau justru yang tidak baik kali ini karena kita ingin ada perbaikan selama tiga tahun mendatang secara menyeluruh.
Kembali yang saya lihat kemarin, boleh katakanlah sudah tua, boleh katakanlah fasilitasnya ada yang rusak, tapi kan tetap bisa dibangun, dipelihara yang bersih, gitu. Bandingkan waktu saya melihat SD kemarin di Tasikmalaya, juga ada bangunan yang sudah tidak layak tapi tetap dipelihara dengan baik, rapi, tertib, dan demikianlah. Saya sudah sampaikan kepada mereka, kepada kepala sekolahnya, kepada gurunya, pak bupatinya juga di situ, pak gubernurnya juga di situ, nanti kalau pemerintah sudah memperbaiki, sudah menggunakan anggaran yang tidak kecil, jadi bangunan itu, lengkap fasilitasnya, jangan terus tidak dipelihara dengan baik, ada coret-coret, kemudian kotor, ada plastik, atapnya pun kelihatan ada apa itu, sawang, sarang laba-laba, seperti itu. Saya berharap itu tidak terjadi lagi. Itulah saya harus menegur untuk kebaikan.
Teguh Tri Sartono, Reporter Radio Elshinta
Pak Presiden, Bapak juga kemarin sempat mengunjungi puskesmas di Ciranjang, Cianjur. Bagaimana Bapak menilai sarana dan pelayanan yang diberikan puskesmas setempat dan adakah persiapan khusus yang harus dilakukan oleh puskesmas menjelang lebaran tahun ini, Pak?
Presiden RI
Puskesmas ataupun rumah sakit-rumah sakit di sepanjang rute untuk mudik lebaran harus tetap siaga, karena angka menunjukkan setiap tahun, meskipun sudah dilakukan pengaturan, sudah diingatkan, selalu ada kecelakaan. Puskesmas yang di Ciranjang kemarin adalah puskesmas yang sering melayani kalau ada kecelakaan-kecelakaan di sepanjang rute itu, disamping pelayanan yang lain.
Saya lihat nampaknya sudah siap dan ada kekurangan peralatan yang insya Allah akan kita lengkapi tetapi saya senang manajemennya, para dokternya, para perawatnya, bahkan para bidannya yang cekatan melaksanakan tugas. Ini contoh yang baik meskipun saya tegur juga kemarin, ada seratus meter jalan dari puskesmas ke jalan protokol yang tidak bagus. Ini mesti bisa diatasi oleh bupati setempat karena tidak panjang, begitu. Jadi, saya menganggap siap dan yang saya lihat bukan hanya kesiapan lebaran tentunya, bagaimana melayani masyarakat setempat sehingga niat kita untuk menolong rakyat kecil, berobat gratis, dengan pelayanan yang baik, itu betul-betul bisa diwujudkan.
Teguh Tri Sartono, Reporter Radio Elshinta
Pak, kemarin kita bersama-sama meninjau jalur lingkar Nagreg. Bagaimana Bapak Presiden menilai kondisi, fasilitas jalan, serta kesiapan aparat yang akan melayani para pemudik lebaran ini, Pak?
Presiden RI
Saya sudah tiga kali meninjau sejak tahun 2006 sampai kunjungan yang kemarin karena semua tahu dari dulu biangnya macet, biangnya terjadi sebuah bottleneck-lah, begitu. Tanjakannya tinggi sekali; truk gandengan, bus-bus tidak kuat, akhirnya berkilo-kilo meterlah itu macetnya. Oleh karena itu, diatasi, tidak sedikit biayanya karena dipapas, kemudian ambil jalan lingkar untuk manajamen lalu lintas yang bagus, baik dari Bandung, dari Tasik maupun dari Garut, gitu ya.
Saya lihat kemarin jauh lebih baik dan saya cek langsung ke Kepolisiannya, saya cek langsung ke pihak PU-nya. Insya Allah kali ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, harapan kita, sesuai dengan sidang kabinet yang saya pimpin dua kali khusus menghadapi lebaran, tempat-tempat seperti itu harus betul-betul diatasi sehingga makin ke depan karena pengguna jalan makin banyak, itu lebih lancar lagi.
Teguh Tri Sartono, Reporter Radio Elshinta
Pak Presiden, kemarin ada yang sinis dan beranggapan bahwa daerah yang akan dikunjungi oleh Bapak dibersihkan segera oleh aparat daerah setempat, seperti warung liar yang ada di pinggir jalan, namun setelah Bapak lewat, kembali kotor. Bagaimana pendapat, Bapak Presiden?
Presiden RI
Ya, kalau itu enggak baik ya. Kalau saya jadi kepala daerah, ada atau tidak ada kunjungan presiden, kan harus dijaga kebersihan, kalau itu kebersihan lingkungan. Kalau soal warung-warung begini, saya itu termasuk yang tidak suka melarang-larang, mengusur-gusur. Kalau ada orang ingin mendapatkan nafkah yang halal dengan cara berdagang, itu kan baik, untuk penghidupannya, untuk penghasilannya, untuk lapangan pekerjaan. Yang penting diatur, yang penting ditertibkan, dengan demikian, baik semuanya. Tapi saya dari dulu tidak suka lho gusur-menggusur, larang-melarang itu, atur saja. Ini saudara kita ingin cari penghasilan yang halal gitu, mengapa harus digusur-gusur gitu.
Teguh Tri Sartono, Reporter Radio Elshinta
Pak, perjalanan kita masih sampai tanggal 26 mendatang. Siang ini kita di Tasik dan sore akan di Ciamis, di Purwokerto juga ya dan lusa akan ke Tegal. Apa yang ingin Bapak ketahui lebih jauh agar persiapan pemerintah semakin sempurna menjelang Lebaran tahun ini, Pak?
Presiden RI
Pemerintah harus, tidak boleh menganggap melayani masyarakat dalam rangka mudik Lebaran sebagai kegiatan rutin, harus dianggap sebagai operasi yang harus selalu berhasil dan harus selalu diperbaiki dari tahun ke tahun. Semua sudah tahu, kalau mudik lebaran itu penyakitnya misalkan ada pasar tumpah, ada kemacetan di titik-titik tertentu, ada yang ngebut-ngebutan motor, ada kecelakaan sehingga diperlukan pelayanan kesehatan yang cepat, kemudian kadang-kadang ada kehabisan bahan bakar, harus ada mobilitas tangki- tangki bahan bakar untuk melayani motor katakanlah ataupun mobil.
Semua itu sudah diketahui, saya ingin kalau memang sudah tahu masalahnya itu-itu saja, ya dipersiapkan dengan baik, ditata dengan baik, petugasnya juga sigap dan bisa mengatasi setiap permasalahan.
Saya karena selalu mengikuti, Bung Teguh, saya kadang-kadang datang langsung ke tempat-tempat itu, mengecek persiapannya, pada saat polisi kita mengatur, saya datang, saya mengunjungi posko-posko, nampaknya ada perbaikan-perbaikan tapi jangan berpuas diri. Teruslah melakukan perbaikan agar saudara kita yang setahun sekali mudik dan biasanya bawa rejeki ke kampung halaman, begitu kan, itu kan menghidupkan ekonomi di daerah-daerah yang dikunjungi, oleh-oleh untuk sanak keluarganya, orang tuanya, itu kan baik. Berikanlah pelayanan sebaik-baiknya oleh kita semua, pemerintah pusat dan utamanya pemerintah daerah, karena mereka akan ke daerah semua.
Teguh Tri Sartono, Reporter Radio Elshinta
Pak Presiden, apabila Bapak menilai ada kondisi yang belum memuaskan, apa yang Bapak akan lakukan terhadap instansi atau pejabat, termasuk menteri, yang harus bertanggung jawab, dan mungkin Bapak bisa menjelaskan tentang perhatian yang Bapak berikan terhadap Balai Penelitian Ternak, Kementerian Pertanian di Ciawi kemarin, yang kemarin sempat kita kunjungi, Pak?
Presiden RI
Begini, dalam sistem pemerintahan, itu kan ada namanya reward and punishment. Bagi mereka yang berprestasi, yang tugasnya baik, tentu mendapatkan penghargaan. Penghargaan itu macam-macam bentuknya, sampai dengan saya kasih Bintang Mahaputra misalkan untuk gubernur yang bagus. Bintang Jasa Utama untuk bupati, walikota yang bagus. Itu puncak penghargaan dari negara bagi mereka yang berprestasi. Bagi yang lalai, selalu ada teguran, selalu ada sanksi, begitu, bisa oleh negara, bisa oleh rakyatnya. Kalau misalkan walikota, bupati selalu tidak baik sepanjang lima tahun, ya nggak akan dipilih lagi oleh rakyatnya. Itu kan sebetulnya sanksi yang juga harus diterima oleh yang bersangkutan.
Tapi begini ya, kita punya sistem evaluasi, tidak boleh hanya begitu-begitu saja sehingga akan lebih adil. Yang jelas kita harus bersama-sama bertangungjawablah, jangan semua unjuk rasa harus ke presiden. Urusan di daerah, di kecamatan, unjuk rasanya di depan Istana. Itu namanya tidak adil. Oleh karena itu, mari kita semua bertanggung jawab.
Tadi Bung Teguh menanyakan dialog saya dengan para peneliti di Balai Penelitian Ternak yang ada di Ciawi. Begini, itu penting sekali. Kita kan ingin meningkatkan kemandirian pangan, termasuk kemandirian daging sapi, daging ayam, telur, itik, dan sebagainya. Litbang itu adalah penelitian, pengembangan, dan inovasi meningkatkan produktivitas, meningkatkan produksi. Kalau itu dikembangkan dengan baik, insya Allah negara kita akan lebih produktif menghasilkan bahan-bahan pangan, khususnya dari ternak, dan itu baik untuk negara kita, ekonomi kita.
Saya lihat kemarin, ada yang mesti kita modernisasi peralatannya. Saya akan berikan karena ini penting sekali dan sudah lama sekali. Nampaknya itu sejak didirikan pada tahun 1978 kalau nggak salah, oleh Pak Harto, baru saya yang datang kembali dan nampaknya memang ada peralatan yang harus kita adakan yang baru. Saya akan penuhi supaya lebih bagus lagi hasilnya.
Kemudian masalah tunjangan kaum pendidik, ya. Bung Teguh tahu bahwa enam tahun terakhir ini kita naikkan terus gaji pegawai, termasuk para guru besar, guru, dosen, dan sebetulnya peneliti juga, di samping kita meningkatkan penghasilan petani, nelayan, mereka-mereka yang tidak berstatus pegawai negeri, gitu. Kalau saya lihat, saya dengar kemarin, memang masih ada yang jomplang ya.
Peneliti itu kan termasuk pahlawan, pahlawan tanpa tanda jasa. Jadi, negara harus memikirkan dan kami sudah mempersiapkan, kita akan menyesuaikan, agar lebih baik lagi di waktu yang akan datang.
Teguh Tri Sartono, Reporter Radio Elshinta
Pertanyaan terakhir, Bapak Presiden, apabila Bapak menilai, apa yang ingin Bapak sampaikan buat masyarakat yang hendak mudik, pulang ke kampung halaman pada Lebaran tahun ini?
Presiden RI
Pesan saya sebagaimana yang saya sampaikan di waktu yang lalu, hati-hatilah di dalam melakukan perjalanan, terutama motor, karena kecelakaan motor masih tetap tinggi meskipun menurun dari tahun lalu. Kemudian ikutilah rambu-rambu, aturan-aturan yang berlaku sehingga selamat di perjalanan. Sampai di kampung halaman, ya silakan untuk melepas rindu, melakukan silaturahim, berhalal bihalal dengan para keluarga. Kemudian pada saatnya kembali juga hati-hati di perjalanan
Khusus abdi negara, abdi pemerintah, pemerintah sudah memberikan waktu cuti yang cukup panjang, kalau enggak salah lima hari atau enam hari, gitu. Harapan saya setelah cukup melaksanakan mudik lebaran, kembali tepat pada waktunya, kemudian bekerja lagi untuk pemerintahnya, untuk negaranya.
Saya kira itu sambil juga saya juga menitipkan salam sayalah kepada semua, saudara kita, rakyat Indonesia, selamat Idul Fitri pada tahun 1432 Hijriah ini.
Teguh Tri Sartono, Reporter Radio Elshinta
Terima kasih, Pak Presiden, atas kesempatan dan waktu yang diberikan. Semoga kegiatan “Presiden Menyapa Rakyat” berjalan dengan sukses dan selamat melanjutkan perjalanan. Semoga tetap fit dan sehat walaupun mesti melakukan perjalanan dalam suasana bulan puasa ini. Terima kasih, Pak Presiden.
Presiden RI
Terima kasih, Bung Teguh.
******
Biro Pers, Media dan Informasi
Sekretariat Presiden