Pernak Pernik

Kamis, 3 Agustus 2006

Jamuan Rumah Tangga Istana Jakarta

Presiden SBY Suka Tahu Goreng

 

<i>Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono saat menjamu istri Wakil PM Malaysia, Datin Rosmah Mansor, di Istana Negara, Rabu (22/3). Hidangan yang disajikan, antara lain, lontong kuah, empal, dan tahu gunting. (foto: anung/presidensby.info)</i> Jakarta : Makan dan minum adalah kebutuhan pokok manusia dimanapun. Begitu juga di kompleks Istana Kepresidenan tempat Presiden beserta keluarga tinggal, dan juga pusat kegiatan kantor Presiden. Bukan hanya jamuan rutin Presiden dan keluarga, tapi juga kebutuhan makan dan minum perangkat Kepresidenan yang bertugas dan tamu-tamu Presiden dari dalam maupun luar negeri, seperti tamu-tamu resmi kenegaraan. Maka tak heran bila tim jamuan merupakan bagian penting dari Istana Kepresidenan Jakarta.

Di bawah pimpinan Ibu Ervina Chandra sebagai Kepala Bagian Jamuan, ada 48 pramusaji yang bertugas di Istana Jakarta yang mencakup Istana Merdeka, Istana Negara, Kantor Presiden, dan Wisma Negara. Bagian jamuan merupakan bagian dari Biro Pelayanan Kerumahtanggaan yang terdiri dari Bagian Tata Graha, Bagian Jamuan, Bagian Peralatan, dan Pemeliharaan Lingkungan.

Dalam menjalankan tugas, tim jamuan harus melakukan prosedur baku yang menjadi tatacara penyajian jamuan untuk Presiden dan keluarga serta tamu negara. Ibu Ervina menyampaikan bahwa tugas tim jamuan dimulai sejak menerima informasi acara dari Kepala Rumah Tangga Kepresidenan, Ajudan, Biro Protokol, ataupun Sespri. Selanjutnya direncanakan jenis jamuan yang akan disajikan, disesuaikan dengan sifat acara. Lalu, menyusun menu,lay out penyajian, hingga ke rencana anggaran biaya. "Jamuan disajikan paling lambat 1 jam sebelum disantap, karena akan diperiksa oleh bagian food security," kata Ibu Ervina.

Untuk jamuan kenegaraan, menu yang disajikan menyesuaikan denganfood preference atau like dislike, termasuk kepercayaan atau kebiasaan dan pantangan dari tamu negara tersebut. "Untuk acara khusus, seperti state dinner (jamuan makan malam kenegaraan; red) atau perayaan HUT RI, biasanya jamuan yang akan disiapkan menyesuaikan dengan petunjuk Presiden dan Ibu Negara," kata Ibu Ervina.

Ada banyak hal unik yang dialami tim jamuan selama menjalani tugasnya. Ibu Ervina menceritakan bahwa pernah terjadi pada suatu acara jamuan makan siang, ada tamu yang meminum air pencuci tangan yang diberi bunga melati. Sang tamu mengira itu sejenis minuman. Pernah juga tim jamuam harus menerima permintaan dadakan, dan hanya diberi waktu setengah jam untuk menyiapkan makanan tersebut siap.

Selain itu, kemacetan lalu lintas Jakarta ternyata menjadi kendala tersendiri bagi tim jamuan. Bisa-bisa makanan yang dipesan dari restoran atau rekanan terganggu atau terhambat di perjalanan. Sehingga solusinya adalah dengan menggunakan motor agar lebih cepat serta lebih proaktif berkomunikasi dengan rekanan dalam masalah pendistribusian.

Menu favorit Presiden SBY dan keluarga, Ibu Ervina bercerita, adalah tahu goreng, kacang rebus, nasi goreng, empal gentong serta soto bangkong. Sedangkan Ibu Negara lebih banyak mengkonsumsi sayuran. Sementara putra kedua Presiden dan Ibu Negara, Edhi Baskoro, menyukaifried chicken dan udang goreng tepung. (nnf)

Foto: Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono saat menjamu istri Wakil PM Malaysia, Datin Rosmah Mansor, di Istana Negara, Rabu (22/3). Hidangan yang disajikan, antara lain, lontong kuah, empal, dan tahu gunting. (foto: anung/presidensby.info)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Istana Kepresidenan Republik Indonesia
Hak Cipta dilindungi Undang-undang