Pernak Pernik

Sabtu, 2 September 2006

Bina Graha:

Kini Jadi Museum dan Kantor Staf Khusus Presiden

 

Jakarta : Di Kawasan Istana Jakarta, selain terdapat Masjid Baiturrahim, Wisma Negara, juga ada Gedung Bina Graha. Gedung ini berada di sebelah timur Istana Negara, menghadap ke arah sungai Ciliwung. Bangunan dua lantai ini cukup dikenal, karena hampir kurang lebih 30 tahun digunakan Presiden Soeharto sebagai kantor Kepresidenan dan mengendalikan pemerintahaannya.

Menurut Kabag Bangunan Istana, Demak Tampubolon, Bina Graha mulai dibangun pada tahun 1969 dan selesai tahun 1970. pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. "Gedung ini berdiri di atas lahan bekas hotel Dharma Nirmala, atau sebelumnya bernama Hotel der Nederlanden dan Raffles House, dan di belakangnya dibangun gedung perkantoran Annex Bina Graha,” kata Demak, ketika ditemui di ruang kerjanya.

Luas gedung Bina Graha kurang lebih 2.955,30 m2, terdiri dari lantai satu seluas 1.357,8m2 dan lantai dua seluas 1.597,5m2. Sedangkan luas gedung Annex Bina Graha sekitar 1.663,2 m2. Masing-masing lantai seluas 831,6 m2. Gedung ini dibangun dengan model arsitektur modern dengan interior tradisional. Sebahagian besar bermotif ukiran Jepara. "Kaca jendelanya sangat tebal, anti peluru, " Demak, yang telah mengabdikan dirinya sejak tahun 1978, menambahkan.

Sejak awal hingga akhir pemerintahan, Soeharto menggunakan gedung Bina Graha sebagai kantor sehari-hari untuk mengendalikan pemerintahannya, juga menerima para menteri dan tamu-tamunya, baik dari dalam maupun luar negeri. Hanya sidang kabinet paripurna saja yang dilaksanakan di Gedung Utama Lt III Sekretariat Negara (Setneg). Gedung ini juga dirancang untuk pendaratan Helikopter di atas atapnya yang dicor beton.

Pada masa pemerintahan Presiden Habibie dan Abdurrachman Wahid, Bina Graha juga dipergunakan sebagai kantor kepresidenan. Akan tetapi, pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, Bina Graha tidak lagi dijadikan sebagai kantor kepresidenan. Mega mengubah fungsi Bina Graha menjadi ruang Museum dan Sanggar Seni . Ia sendiri memilih berkantor di sebelah timur gedung tengah Istana Kepresidenan yang telah selesai dibangun, bekas lahan Museum Istana.

Saat ini, era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Bina Graha selain berfungsi sebagai Museum dan tempat Sanggar Seni, juga telah beralih fungsi menjadi ruang kantor Penasihat Khusus Presiden, yang berada di lantai satu. Lalu di lantai dua, terdapat ruang kerja Juru Bicara Kepresidenan: Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal beserta stafnya. Di lantai dua ini pula terdapat ruang kerja para Staf Khusus Presiden lainnya, seperti Sardan Marbun, Irvan Eddyson, Heru Lelono, dan Yeni Wahid.

Gedung Bina Graha tak lagi "seangker" dulu. Sebab di sini pula para wartawan website.presidensby.info berkantor. Juga ada ruang kerja para staf yang mengurusi PO Box 9949 dan SMS 9949 --dua kanal komunikasi yang sering digunakan masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan atau pengaduan kepada Presiden SBY. Suasana canda dan tawa sering terdengar dari ruangan di lantai dua ini, terutama dari ruang website, sesuatu yang jarang terjadi di masa lalu. (win)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Istana Kepresidenan Republik Indonesia
Hak Cipta dilindungi Undang-undang