


Rabu, 21 Desember 2011
Siapa yang tak mengenal rusa-rusa totol Istana Bogor. Keberadaan kumpulan binatang berkaki empat ini merupakan salah satu keunikan Istana Bogor yang membedakannya dari Istana-istana Kepresidenan yang lain. Mereka dibiarkan berkeliaran di halaman Istana Bogor, seakan hidup bebas di alam liar.
Walaupun rusa-rusa ini bebas berkeliaran, bukan berarti mereka tidak membutuhkan perawatan. Dari segi jumlah populasi saja, rusa-rusa ini secara berkala harus dikurangi dengan cara mengirimkannya ke tempat lain. Dari segi makanan pun mereka tidak cukup hanya dibiarkan merumput.
“Kalau curah hujan cukup, sekitar bulan November sampai Juli, biasanya tidak perlu makanan tambahan, tapi kalau lagi kering kita berikan mereka ubi jalar,” jelas Kasubag Bangunan, Apandi yang menangani bangunan, utilitas, halaman dan satwa di Istana Bogor.
Jumlah makanannya juga tidak sedikit. Satu ekor Rusa membutuhkan kurang lebih 0.4 kg ubi jalar,. Jadi untuk 750 ekor rusa dibutuhkan minimal 300 kg ubi jalar perharinya. Untuk suplemen, mereka juga kadang diberikan bongkahan garam untuk dijilat. “Sebagai penambah nafsu makan,” ujar Apandi. Untuk garam jilat, para pengurus rusa harus menyediakan minimal 20 kg garam perbulannya. Selain itu, rusa-rusa ini juga diberi makan tepung gandum.
Selain makan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah luas wilayah merumput. Mungkin tidak banyak yang tahu juga kalau rusa tidak membutuhkan banyak tidur. Menurut Apandi, rusa-rusa di Istana Bogor akan berjalan-jalan dan merumput sekitar 22-23 jam perharinya, dan hanya beristirahat 1-2 jam. Ini berarti mereka membutuhkan tempat yang luas untuk dijelajahi setiap harinya.
“Idealnya 1 ekor rusa hidup di area seluas 500 m2,” kata Apandi. Untungnya, rusa-rusa ini jarang sakit. Gangguan kesehatan yang paling sering terjadi pada rusa-rusa ini adalah perut kembung. Biasanya ini disebabkan karena rusa-rusa itu memakan makanan yang tidak sesuai. Selain perut kembung, gangguan kesehatan lain yang juga cukup sering terjadi adalah cacingan.
Perawatannya juga cukup sederhana menurut Apandi, “Kalau cacingan, cukup diberi daun ubi jalar selama sebulan penuh, dan nanti akan sembuh sendiri.” Rusa-rusa ini memang sensitif terhadap makanan, dan kesehatan mereka biasanya tergantung pada apa yang mereka makan.
“Kadang-kadang ada orang yang tak bertanggung jawab dan memberi makan plastik. Itu berbahaya,” jelas Apandi yang menyayangkan hal tersebut. Oleh karena itu ia mengimbau kepada masyarakat yang melihat rusa-rusa dari luar pagar halaman Istana Bogor untuk jangan memberi makan atau membuang sampah masuk ke halaman Istana. (arc)
Foto: Rusa-rusa totol di Istana Bogor. (foto: haryanto/presidensby.info)
